
Airin terlihat sangat asyik di dapur pagi ini. Tangannya terlihat sangat lincah memainkan semua peralatan yang ada dua hadapan nya.
Memasak memang bukan keahlian Airin yang sebenarnya karena dia tidak lah pandai akan hal itu, namun sedikit-sedikit bisa lah dan tau akan bumbu untuk memasak sebisanya. Entah seperti apapun rasanya namun David sangat suka akan masakan nya yang ia anggap biasa-biasa saja.
Dua porsi nasi goreng spesial sudah selesai di siapkan dan kini hanya tinggal sentuhan akhir dengan menambahkan beberapa pelengkap saja, sedikit sayur selada tomat dan juga timun dan terakhir bawang goreng di atas telur mata sapi.
Airin memancarkan wajah sumringah nya akhirnya kelar juga acara masak nya pagi ini. Meskipun ada dua asisten rumah tangga yang ada dua sana dan selalu mengerjakan apapun namun setiap pagi Airin akan menyempatkan diri untuk memasak untuk sarapan dirinya dan juga David, sedangkan untuk makan siang dan makan malam asisten nya lah yang mengerjakan nya.
" Alhamdulillah, kelar juga akhirnya " ucap nya.
Airin mengambil dua piring itu dengan kedua tangannya dan akan meletakkan nya di atas meja makan. Harum dari masakan itu membuat Airin tak sabar untuk segera memakan nya namun David belum juga turun jadi dia terpaksa menunggu sembari duduk menopang dagunya dengan kedua tangannya.
Tak.. tak.. tak...
Terdengar suara langkah kaki yang tengah menuruni anak tangga dengan buru-buru, seketika David menoleh dan ternyata ad David suaminya yang datang dengan cengar-cengir karena terlambat turun.
" maaf " ucapnya menyesal dan langsung menghampiri Airin dan mencium keningnya sebelum akhirnya dia duduk di sebelah Airin.
Mata David langsung tertuju dengan nasi goreng buatan Airin yang begitu indah di hias nya dan aroma nya pun seketika membuat perut David tersakiti di gelitiki.
" Hemm.. seperti enak. Boleh makan sekarang? " tanya David.
Airin mengangguk pelan, dia tidak percaya diri akan hasil akhirnya entah itu akan enak atau mungkin sebaliknya. Airin terus melihat ekspresi wajah David saat mulai memasukkan satu sendok ke dalam mulutnya. Airin sangat gugup dan menunggu komentar dari David akan rasanya.
David terdiam dengan mata yang melotot setelah berhasil satu sendok masuk ke dalam mulutnya dan mengunyah beberapa kali namun belum dia telan.
" gimana? " lirih Airin dengan mencondongkan wajahnya semakin mendekati David.
David masih terdiam.
" nggak enak ya? sini nggak usah di makan kalau begitu. Biar aku suruh Bi Siti saja yang masak. "
Tangan Airin sudah berhasil menyentuh piring David dan ingin menariknya dan berniat untuk membuangnya.
Baru saja Airin akan beranjak dengan membawa piring itu namun dia berhenti karena David menahan nya. " mau di bawa kemana? " tanyanya.
" hem... mau di buang. Kan nggak enak " jawab Airin dengan kecewa dan merasa gagal untuk memanjakan suaminya.
Wajah Airin cemberut namun berbeda dengan David dia tersenyum dan menarik Airin untuk b kembali duduk. David menarik lagi piring yang ada di tangan Airin dan mulai memakannya lagi dan membuat Airin teriak tak memperbolehkan nya.
" jangan! jangan di makan, kamu nggak enak nanti baru sakit lagi. "
" ini bukan hanya enak, Sayang. Tapi sangat enak. Kamu coba aja deh, Akk! " David menyodorkan satu sendok penuh ke depan mulut Airin dan memberikan kode mata untuk Airin menerima suapannya.
" tapi? "
__ADS_1
" ayolah. Percaya padaku ini sangat enak. " kekeuh David dan terus menyodorkan sendok itu bahkan mulut David juga ikut menganga lebar seraya menuntun Airin untuk mengikuti.
Perlahan-lahan Airin mulai membuka mulut nya dan maju untuk menerima suapan dari David. Nasi goreng pun berhasil masuk ke dalam mulut Airin. Airin mengunyah nya pelan memastikan akan rasanya.
" gimana? " tanya David antusias.
Airin meringis, ternyata hasil tangan nya memang bener-bener enak. Berarti David tadi terdiam karena saking menikmati akan rasanya itu, bukan karena tidak enak.
" iya, ini sangat enak. " ucapnya dengan polos dan terlihat malu-malu.
" iya kan. Tangan mu itu memang ajaib apapun yang kamu lakukan hasilnya pasti akan sangat memuaskan. " puji David menambah rasa malu bagi Airin hingga dia menundukkan wajahnya menahan senyum.
Sarapan yang sangat hangat terjadi pada mereka berdua hingga sampai nasi goreng itu habis dari piring mereka masing-masing.
Airin hendak mengambil piring di depan David namun itu pun tak boleh oleh David. David lebih dulu mengambil piring nya sendiri lalu menarik piring yang ada di tangan Airin. " biar aku saja " David tersenyum lalu mulai melangkah untuk ke dapur dan menaruh piring itu di sana.
" tapi, Yang. "
" Sudah, lebih baik kamu bersiap-siap bukannya kita akan pergi melihat pembangunan Panti. " ucap David mengingatkan.
Airin mengangguk pelan lalu pergi dari sana setelah David sudah tak terlihat lagi.
#######
Airin dan David sampai di sana, di lahan yang kini sudah mulai di garap. Begitu banyak pekerja di sana dan juga ada mandor juga yang mengatur semuanya.
" cepat ya, Sayang. perasaan baru kemarin mulai sudah hampir dua puluh lima persen saja. " ucap David.
Keduanya mengamati dari jauh tak mau mengganggu para pekerja dan tak akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan nantinya.
" iya " jawab Airin.
Laki-laki yang sudah berusia berjalan mendekati mereka berdua, dia adalah mandor untuk pembangunan dari panti mereka berdua.
" Selamat pagi Pak, Buk" sapa nya dengan ramah.
" pagi Pak " jawab David dan Airin bersamaan.
David dan orang itu berjabat tangan namun tidak untuk Airin dia tak bisa bersentuhan dengan nya dan hanya menyatukan kedua tangan nya saja di depan dadanya lalu tersenyum ramah sebagai gantinya.
Mandor itu menceritakan semua gambaran untuk panti pada David dan Airin.
Dengan saran dari mandor akhirnya mereka berdua melihat dari dekat semua pembangunan itu.
" bagaimana Pak, apa masih ada yang kurang? " tanyanya.
__ADS_1
David terus mengamati semua tempat dan seperti nya tak ada yang kurang semuanya sudah sesuai dengan keinginan nya dan juga keinginan Airin.
" sepertinya sudah, pak. Ini sudah pas " jawab David.
Mandor itu tersenyum bahagia karena kerja kerasnya telah di sukai oleh David. Tak akan sia-sia kerja kerasnya.
" Alhamdulillah kalau begitu "
" iya Pak. ini sudah sesuai dengan keinginan kami"
Kepuasan pelanggan menjadi salah satu kebahagiaan untuk mandor itu dan kini kebahagiaan itu juga dia dapat dari David dan Airin.
Setelah selesai meninjau tempat itu Airin dan David pergi. Airin ada acara dan dia sudah izin dengan David ingin ke perusahaan Rayyan setelah itu.
#######
Siska sungguh percaya diri, dengan di ikuti asisten nya dia akan pergi ke perusahaan Rayyan. Siska sudah sangat percaya kalau kerja sama ini akan dia dapatkan dengan mudah.
Siska berdandan dengan begitu cantik, mungkin dengan dandanan yang telah di berikan ini akan membuat Rayyan luluh padanya dan menerima kerja sama ini dengan cepat dan tanpa pikir panjang, pikir Siska.
" jika ini aku dapatkan aku akan menjadi orang yang paling kaya, aku akan kaya raya.. hahaha! " tawa nya dengan sangat senang.
Dengan mobilnya Siska pergi ke perusahaan Rayyan dan seperti nya sudah di tunggu karena dia sudah memberitahukan akan kedatangannya hari ini.
Sesampainya di sana Siska berjalan masuk dengan semangat di iringi oleh asisten yang dulu selalu menemani ayahnya Siska.
Kedatangan Siska sudah di sambut oleh orang yang akan mengantarkan nya ke tempat Rayyan. Mereka melewati lift untuk sampai di sana.
Setelah melewati jarak yang tak jauh akhirnya mereka sampai di depan ruangan Rayyan.
" silahkan masuk Nona. " ucapnya.
Siska tak menjawab dan terus dengan angkuh nya.
Siska tak Bidan melihat orang yang ada di balik kursi yang menunggunya itu.
" permisi " ucap Siska pelan sambil dia buat sesopan mungkin.
Kursi iru perlahan bergerak dan akhirnya berputar dan orang nya langsung menatap Siska dengan tersenyum sinis.
Mulut Siska menganga dan tak percaya.
" kamu!!!. "
#########
__ADS_1