
Keadaan yang sudah membaik membuat Airin harus kembali ke rumah sakit untuk membantu sangat Bunda nya. dan pastinya itu bisa membuat Airin menyibukkan diri dan melupakan segala luka nya.
Seperti biasa Airin akan selalu di antarkan oleh David hingga rumah sakit. Namun keduanya berhenti di jalan sebelum mereka sampai, ada seseorang yang tertabrak mobilnya. lebih tepatnya menabrakkan diri karena orang itu berlari dengan tergesa-gesa dan tak melihat kalau ada mobil di hadapan nya.
Seperti nya orang itu memang tengah melarikan diri dari kejaran beberapa orang yang juga sudah semakin dekat dengan nya.
Orang itu beranjak menoleh orang yang mengejar nya, dan kembali berlari karena tak mau tertangkap pastinya.
" Fadil,? bukannya itu Fadil Yang, " Pekik Airin menatap dengan intens laki-laki yang sudah kembali berlari dengan terpincang-pincang.
" Benarkah.? David yang gak begitu melihat karena tengah melihat orang yang mengejar Fadil pun sedikit tak percaya, tapi mana mungkin kan Airin bohong padanya " kenapa Fadil di kejar-kejar orang seperti buronan.? apa dia ada masalah? Yang kita bantu Fadil dulu Ya.! atau mungkin kamu mau naik taksi saja ke rumah sakit kalau takut terlambat, aku harus menolong Fadil " ucap David.
Airin menghela nafas panjang, barat mungkin dia akan pergi begitu saja membiarkan David menolong Fadil seorang diri " nggak,,!! aku mau ikutan pokoknya " jawab Airin dengan tegas.
" Baiklah "' David mengangguk pasrah, biarlah Airin ikut dia akan lebih tenang jika bisa memastikan sendiri kalau Airin sudah sampai di rumah sakit.
#####
" Woiii,,,!! berhenti,,!! teriak orang-orang yang terus mengejar Fadil, mereka terus berlari terbirit-birit untuk mengejar Fadil yang jaraknya tak begitu jauh,
Kaki Fadil yang pincang pun tak bisa membuat nya berlari dengan cepat, tabrakan yang tak begitu keras tapi tetap berdampak tak baik pada kakinya.
Sesekali Fadil menoleh ke belakang melihat Empat orang yang mengejar nya semakin dekat, bagaimana pun juga dia tak boleh tertangkap lagi oleh suruhan Papa nya, sudah cukup dia di kurung beberapa hari . bahkan dia mendapatkan penyiksaan saat ingin melarikan diri. Dan sekarang setelah dia bisa kabur taj akan mungkin dia akan pasrah begitu saja untuk kembali tertangkap.
Fadil semakin sedih karena Papa nya terus mengatasnamakan kasih sayang padanya demi bisa mendapatkan apa yang ia ingin kan yaitu Hak yang seharusnya menjadi milik keluarga David.
Entah tertutup apa hati Papa nya hingga dia begitu kekeuh ingin memiliki harta Yohan, dan sebenarnya terbuat dari apa hati Papa nya yang tega melakukan itu pada anak nya sendiri hanya karena harta saja.
Bugh....
Brukk....
Satu pukulan di tengkuk Fadil membuat nya tersungkur di tanah. dampak nya membuat Fadil kesusahan untuk beranjak bangun untuk melawan. tenaganya terasa habis hingga semakin lemah.
__ADS_1
" Bangun,,!! bentak nya. menarik Fadil dengan paksa dan membuat nya berdiri.
Fadil menampik tangan orang itu, berusaha beranjak sendiri dan melawan dengan sisa tenaga yang ia miliki. Dua berkas yang tadi dia curi dari Papa nya sebelum membawa nya kabur terbang jauh ke depan.
" beraninya kau melawan, hahh,!! bentakan lagi-lagi Fadil dapat kan tapi masa bodoh semua itu hanya seperti angin lalu baginya, yang terpenting bagaimana dia bisa pergi dengan selamat dari keempat orang suruhan Papa nya yang seperti nya sudah tak punya hati.
Fadil menyunggingkan bibir nya sinis, meskipun sudah sangat lemah namun tak perduli lagi. meskipun dia sudah kesusahan untuk bangun tak masalah. seenggaknya dia masih bisa bernafas dan masih bisa berharap Allah menurunkan bantuan untuk nya.
" tangkap dia,,!! perintah satu di antara mereka dan ketiga nya langsung maju mendekati Fadil untuk kembali menangkap nya dan di serahkan dengan Papa nya sendiri.
" Tak akan bisa kau menangkap ku, " sinis Fadil, mengambil kuda-kuda untuk melawan ketiga orang itu.
Fadil di kepung ketiga orang itu, sedangkan satunya mengambil berkas yang jatuh dari tangan Fadil tadi.
Pertarungan terjadi, Fadil harus berusaha keras untuk bisa melawan nya. meskipun dia sendiri tidak yakin bisa mengalahkan nya tapi dengan percaya pada Allah keyakinan itu bisa kembali terpupuk di hatinya.
Bugh
Bugh Krek...
Bugh bugh bugh....
Tiga kali pukulan membuat Fadil terjatuh di tanah dengan banyak luka di wajah dan sekujur tubuh nya yang terasa remuk. Darat keluar dari ujung bibir Fadil yang sedikit sobek karena perbuatan anak buah Papa nya yang sama-sama tak punya hati.
" bangun,,!! sentaknya memaksa Fadil untuk bangun dan memapah Fadil dan ingin di bawa pergi dari sana untuk kembali pada Arman Papa nya.
" Lepaskan dia,,!! teriak David tak terima melihat saudara sepupu nya di bawa orang kejam itu apalagi dalam keadaan yang sudah tak berdaya.
Keempat orang itu kembali menoleh, menatap David dan Airin yang sudah ada di hadapan mereka. " bukan urusan mu,!!
Mereka kembali berjalan dengan terus membawa Fadil yang sudah tak lagi berdaya bahkan rasanya sudah susah untuk membelalakkan matanya.
Geram tak di tanggapi David mengambil aba-aba dan melompat untuk menendang satu orang hingga membuat nya langsung tersungkur di tanah.
__ADS_1
" lepaskan dia atau kalian akan menyesal,,!! teriak David.
" Bedebah, dasar kurang ajar,!! beraninya kau melawan kami, Rasakan ini,,!! Perkelahian terjadi dengan begitu sengit dari David dan dua orang sementara yang dua masih setia memegangi Fadil.
Airin terus cemas dan khawatir melihat David dengan dua orang itu, dan sesekali teriak sembari menonton aksi suaminya. " David hati-hati, " teriak Airin keras.
Tak bisa dipercaya kalau ternyata David juga menguasai ilmu bela diri, jadi Airin tidak usah susah susah mengeluarkan keahlian nya yang selama ini dia sembunyikan dari suaminya sendiri dan orang lain.
Bugh krek
Bugh..
Pukulan David akhirnya bisa membuat kedua orang itu jatuh tersungkur di tanah dan tak bisa kembali berdiri. Sisa dua orang lagi yang semakin marah melihat dua temannya sudah tak berdaya.
Orang itu melepaskan Fadil hingga dia terjatuh di tanah karena tak mampu untuk berdiri. orang itu langsung melawan David dengan kekuatan nya.
" Fadil,,!! teriak Airin dan mendekati Fadil. Airin hanya kebingungan karena tak bisa menyentuh Fadil, Airin ragu untuk menyentuh nya tapi bukankah dia akan menjadi dokter jadi suatu saat dia harus tetap menyentuh laki-laki kan selain Fadil juga.
Airin mengambil tisu dan membersihkan darah Fadil lalu memapah nya ke tempat yang lebih teduh.
setelah berhasil mengalahkan dua orang lagi David segera menghampiri Airin dan Fadil dengan membawa dua berkas yang tadi di bawa oleh Fadil. " Astaghfirullah Fadil,,!! Pekik David merasa iba dengan keadaan Fadil sekarang.
" kita harus bekerja rumah sakit secepatnya, dan kamu harus mendapatkan perawatan " ucap David,
David membantu Fadil untuk beranjak dan memapah nya membawanya ke mobil yang tak jauh dari sana, Fadil harus segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
Saat David dan Fadil sudah berjalan lebih dahulu Airin mengambil ponsel nya, menghubungi anak buah nya untuk membereskan kekacauan ini dan membawa keempat orang itu untuk di bawa ke markas, Airin membutuhkan informasi dengan jelas kenapa semua itu harus terjadi.
" Beres,, " Airin kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tas nya.
" Yang,,!! apa yang kamu lakukan, cepat lah,! teriak David.
" Iya-iya,,!! jawab Airin dengan teriak juga dan segera berlari menyusul David dan Fadil. "
__ADS_1
########
########