Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
138. Artis Dadakan


__ADS_3

_______


______


" Gimana Bro, kemarin, enak?. Pastilah enak dan puas kan. Nanti mau lagi main nggak aku pengen merasakan kemenangan, kemarin aku benar-benar telah kalah. Bukan hanya dalam permainan saja, tapi di rumah aku juga kalah, aku sama sekali tak mendapatkan jatah asik-asik." Ucap Rico dengan sedih.


Kekalahan karena permainannya dengan David nyatanya juga berdampak di rumah juga. Dia terus memohon untuk minta pada Mitha namun sama sekali tidak di beri. Sungguh malang niang nasibnya.


"Itu mah memang nasibmu saja yang lagi ancur. Kalau aku mah happy happy aja. Di tambah menikmati madu alami, uhhh... Sungguh lezzaatttt... " Ucap David begitu getol menggoda Rico.


𝘗𝘭𝘦𝘵𝘢𝘬𝘬....


" Dasar otak mesum! Isinya hanya perkara madu saja. Nggak ada yang lain apa?. " Ujar Rico sewot.


" Hahaha... Mesum sebagian dari kebutuhan, Ric. Kalau tak mesum siap-siap aja lah kedinginan setiap malam. Ya, contohnya kamu.. Hahaha.. " Tawa David menggelegar bebas.


Rico terus di buat kesal oleh David, setiap dia berdebat dengannya pasti dia akan kalah mutlak, dia tak pandai dalam kata-kata dan merangkai jenaka. Hadeuh apa sih?.


" Lagi ngomongin apa nih, seru amat kayaknya?. " Mitha dan juga Airin langsung duduk begitu saja di samping suami mereka masing-masing, keduanya langsung menatap kedua laki-laki itu yang tiba-tiba diam saat mereka datang.


" Kenapa? Ada yang salah?. " Airin mengernyit, bagaimana mana mungkin keduanya langsung diam begitu saja.


Keduanya saling pandang, menggeleng dengan kasar. Ini adalah rahasia laki-laki tak etik lah kalau para woman juga mengetahuinya.


" Bukan apa-apa, Yank. Hanya sedikit...?. "


" Sedikit celotehan tak bermakna dan tak berfaedah kan? Aku tau itu. " Tebak Airin dan menghentikan kata-kata David yang belum usai.


" Biniku emang cerdas. " David merengkuh kepala Airin mendekatkan pada wajahnya dan menghujani puncak kepala Airin dengan ciuman yang begitu banyak.


" Lepas, Yank!. " Airin berontak, ingin melepaskan diri dari David. Ini adalah tempat umum tak pantas melakukan itu. " Yankk..! " Airin semakin berontak karena David belum juga mau melepaskannya.


" Pulang aja yuk, kita asik-asik lagi. " Celetuk David tak berfikir.


Semua mulut menganga, David emang luar biasa nggak waras nya. Ini di tempat umum dan juga di depan kedua sahabatnya tapi David bisa-bisanya mengajak Airin pulang untuk melakukan asik-asik.

__ADS_1


Rico menatap jengah si David, ingin rasanya tuh mulut di sumpal pakai sepatu supaya berhenti membuatnya ngiler. Bukan karena Mitha sedang hamil jadi dia sering tidak di kasih jatah, tapi Mitha terkadang emoh dan selalu ingin muntah kalau dekat-dekat dengan Rico. ' Nasib orang tampan ' itulah yang selalu Rico ungkapkan meskipun itu hanya akan menjadi bahan tertawaan.


Kebahagiaan mereka berempat kali ini terus saja tak lepas dari dua bola mata yang menatapnya dengan bengis dan penuh kebencian, orang itu iri, dia begitu menginginkan kebahagiaan yang sama seperti mereka tapi nyatanya tak satupun dia dapat.


Semua yang dia rencanakan semuanya selalu gagal total, dia tak tau apa penyebabnya padahal semua sudah di atur sedemikian rupa.


Tangan orang itu mengepal dengan tatapan yang semakin bengis. Dia melangkah mendekat namun berhenti sebelum dia sampai di tempat mereka.


Mitha yang melihat terus mengernyit, kenapa aura hitam semakin menguasai orang itu.


" Rin, kamu tidak melakukan sesuatu pada Siska, kan?. " Bisik Mitha yang mencondongkan wajahnya kearah Airin.


" Tidak. " Jawab Airin cepat.


" Tapi kenapa tuh orang sekarang seperti nenek sihir?. " Bingung Mitha.


" Mungkin nenek sihir nya lagi laper jadi pengen ngamuk. " Jawab Airin sembari terkekeh geli.


Mendengar apa yang terlontar dari mulut Airin membuat Siska semakin tak karuan amarahnya, dia ingin sekali membalas Airin saat itu juga tapi sayangnya ada David di sana dia tidak mau citranya di depan David semakin buruk.


" Dasar muka dua!. " Sungut Mitha yang melihat perubahan wajah Siska saat David yang melihat nya. " Sepertinya dia bener-bener tergila-gila pada David deh, Rin. Tuh lihat sekarang wajahnya manusia banget kayak ibu peri. "


" Aku tau itu, Mit. Dia kan emang terobsesi pada suamiku. Ya, beginilah nasib punya suami tampan banyak saingannya dan harus pinter-pinter mengikat suami biar nggak kepincut dan main serong sama wanita lain. " Jawab Airin.


" Tak lah, aku kan setia setengah mati, Yank. Bagaimana pun bentuk dan rupanya kamu tetap yang paling sempurna. " Ujar David.


" Beneran nih, jangan bilang loh juga kayak cowok-cowok lain yang suka tebar pesona dan naruh gombal dimana-mana. " Sinis Mitha.


" Oh tidak, aku ini anti pada mainstream yang kayak gitu, Mitha. Aku bener-bener lurus nggak belok kanan kiri."


" Nabrak dong! Hahaha... " Tawa Mitha keras.


Tak di hiraukan kedatangan Siska menjadi sebal dan pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya beberapa kali. Dan itu menjadikan bahan tertawaan dari Mitha dan juga Airin.


" Hahaha.. Ups.. " Sontak Airin langsung menutup mulut nya karena kini dia yang menjadi bahan tontonan dari semua yang ada di sana.

__ADS_1


" Ssttt... Diam, jangan sampai kita jadi artis dadakan di kampus ini. " Celetuk Mitha sekenanya.


Airin mengangguk sembari menyembunyikan tawa yang ingin memaksa keluar.


Waktu yang sudah habis untuk mereka istirahat membuat mereka berempat kalang kabut untuk kembali ke kelas, kali ini kelas kedua mereka akan segera di mulai jadi mereka harus buru-buru.


Apalagi dosen yang mengajar mereka adalah Pak Amlan, dosen yang terkenal killer nya sampai seantero kampus.


Jangan sampai mereka terlambat dan kembali di depak keluar dan tak boleh ikutan dalam kelas kedua ini.


" Alhamdulillah, akhirnya. " Nafas lega keluar dari mereka semua, untung saja Pak Killer belum juga datang, kalau telat sedikit bisa afzonk mereka.


" Untung saja belum mulai, kalau udah nih ya? kita pasti abis " celetuk David.


"Abis apa, Yank?. " tanya Airin.


" Abis makan gado-gado, hehehe.. " David malah bergurau dan terkekeh setelah menjawab Airin yang jawabannya sama sekali tak nyambung.


" Yee... " protes Airin.


" Muach.. " bukannya minta maaf David malah menggoda Airin dengan melemparkan kiss jarak jauh apalagi di tambah dengan raut wajah yang mesum membuat Airin semakin kesal.


" gue jitak juga ya. " ancam Airin.


" jangan Yank. Nanti botak dong kalau di jitak tiap hari. "


" biarin.. "


'Assalamu'alaikum......


Semuanya langsung fokus, duduk anteng dan menghentikan obrolan mereka yang tak ada faedahnya sama sekali, ya terutama David dia juga tumben-tumbennya langsung kicep gitu aja mungkin udah mulai Insaf.


' Wa'alaikumsalam.. pak...


 

__ADS_1


__ADS_2