
Sakit hati, sakit fisik, sakit mental semua Fadil rasakan. Hatinya begitu sakit menerima kenyataan bahwa dia mempunyai orang tua yang tega melakukan apapun demi harta meski itu pada anak nya sendiri. Fisik nya pun sama harus sakit karena di hajar habis-habisan oleh suruhan Papa nya sendiri, dan Mental nya? jangan tanyakan lagi mentalnya seakan ingin sekali pecah.
Masih dalam pemeriksaan Fadil terus diam, tak mau mengatakan apapun meski dokter sedari tadi terus mengajak nya bicara.
Mungkin hanya itulah yang bisa Fadil lakukan untuk membuat nya sedikit tenang dari goncangan yang terasa menyayat hatinya. " kenapa Papa tega melakukan ini semua pada Fadil, bukankah Fadil adak anak kandung Papa,? tapi kenapa Papa begitu tega? pikiran Fadil terus bertanya-tanya kenapa Papanya tega melakukan itu pada Fadil, anak kandung nya sendiri.
Selesai dengan pemeriksaan Dokter dan juga perawat keluar meninggalkan Fadil yang masih terus terdiam dan hanya terus berkata-kata dan terus menjerit dalam Hati.
" Assalamu'alaikum,," David masuk terlebih dahulu dan di ikuti Airin di belakang nya, keduanya berjalan semakin dekat pada Fadil, melihat keadaan Fadil yang sudah di obati oleh dokter.
" Wa'alaikumsalam " Jawab Fadil lirih. matanya menatap David dan Airin penuh rasa terimakasih karena telah menyelamatkan nya dari orang-orang suruhan Papa nya tadi " David, Terima kasih telah membantuku "Fadil tertunduk malu, bagaimana bisa dia dulu begitu membenci David, untung saja sekarang dia sudah sadar bahwa David dan keluarga nya memang sangat baik padanya.
David tersenyum kecil pada Fadil, suatu itu bukan lah masalah besar baginya, Fadil adalah saudara sepupu nya jadi dia pasti akan membantunya saat Fadil dalam masalah
" kamu tenang saja Fadil, itu sudah kewajiban sesama saudara kan " jawab David.
Hati Fadil seakan tertampar begitu sangat keras, Saudara,? bagaimana bisa David masih menganggap Fadil saudara setelah semua yang ia lakukan padanya dan orang tuanya.
Fadil tersenyum pilu melihat David, dia begitu baik padanya bahkan sangat baik.
" ini milikmu " David menyodorkan kedua berkas yang berhasil dia rebut lagi dari anak buah nya Arman tadi, dan sekarang harus di serahkan pada pemiliknya yaitu Fadil kan " Nih." ucapnya lebih keras.
Fadil mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan-lahan, " itu bukan milikku David " Fadil terdiam sejenak kembali mengatur ritme bicaranya untuk lebih tenang "' itu adalah milik Om Yohan, yang telah di rampas oleh Papa, dan aku hanya ingin mengembalikan padamu dan juga pada Om Yohan. aku telah berhasil mengambil nya dari Papa, aku mohon terimalah Dav" ucap Fadil.
David terhenyak kaget. berarti Fadil di hajar tadi hanya karena ingin mengembalikan semua yang menjadi hak nya Papa nya David?" Fadil, berarti kamu mendapatkan perlakuan ifu tadi hanya karena ini? tanya David yang masih terkejut.
Fadil mengangguk pelan membenarkan yang di katakan David, bahkan bukan hanya hari ini saja Fadil mendapatkan semua penderitaan ini tapi sudah beberapa hari, namun luka ini tak sebanding dengan penyesalan nya yang akan dia tanggung seumur hidup nya "'saya minta maaf David, atas namaku dan juga Papa ku, maafkan semua kejahatan kami, maaf " Fadil begitu menyesal.
" saya dan Papa sudah benar-benar memaafkan mu Fadil, tapi ini? David masih terlihat bingung dengan berkas yang ada di tangan nya, apakah dia benar-benar harus menerimanya.?
__ADS_1
" Saya mohon David, terima lah." Fadil begitu memohon berharap David menerima apa yang telah dia dan Papa nya ambil dulu, Fadil hanya ingin memperbaiki semuanya, Fadil ingin hidup lebih tenang tanpa adanya beban dan dendam di kemudian hari. " Saya mohon "' Ucapnya sekali lagi.
" Baiklah " mungkin Fadil benar, David harus menerimanya karena itu memanglah hak nya dan juga hak Papa nya, " tapi? bagaimana dengan Papa mu? maksudnya, bagaimana jika Papa mu marah padamu Fadil "
" biar semua menjadi urusan ku David, yang terpenting kalian sudah kembali mendapat apa yang kalian miliki, dan saya mohon uruslah secepatnya supaya Papa tak lagi melakukan hal yang buruk lagi " jawab Fadil sangat yakin.
" Baiklah" David menurut dan menerima dua berkas itu dengan senang hati. Dua berkas tanda kepemilikan sebuah perusahaan yang Yohan bangun dan juga Restoran yang menjadi warisan orang tua Yohan. " makasih Fadil, kamu sudah mengembalikan ini, terimakasih "
" aku tak pantas mendapatkan kata-kata itu David, justru aku yang seharusnya minta maaf. gara-gara aku dan Papa kamu dan om Yohan selalu menderita. sekali lagi maaf "
David langit memeluk Fadil yang sudah duduk, David benar-benar bersyukur karena saudara nya kini telah kembali ke jalan yang benar dan sudah sadar akan kesalahan nya dan juga sudah memperbaiki nya sendiri.
" Terima kasih sudah memaafkan ku David " ucap Fadil membalas pelukan dari David. " apakah ku masih pantas menjadi saudara mu? tanya Fadil.
" Kau adalah saudara ku, sampai kapanpun kau akan tetap saudaraku " jawab David senang.
Airin begitu lega dan terharu melihat pemandangan ini. Akhirnya David bisa kembali mendapatkan hak nya dan Fadil bisa mendapatkan kembali Saudara nya " seharusnya kalian itu menangis gitu sambil berpelukan, kan biar sama Tuhan kayak perempuan, kalau lagi baikan pasti mereka menangis bahagia " celetuk Airin membuat kedua nya langsung melepaskan pelukan mereka.
" ya kan biasa nya begitu "'
" Jangan bermesraan di depanku, kalian nggak kasian sama jiwa jomblo ini. " ujar Fadil lesu.
" Jomblo,,? beo keduanya bersamaan.
Fadil mengangguk runtut " iya jomblo!
" Terus Nara.? Jawab Airin secepat kilat.
" dia hanya teman saja nggak lebih. "
__ADS_1
" oh teman, " Airin manggut-manggut " kalau teman kenapa di kurung mulu di rumah, oh aku tau, teman tapi mesra kan. seharusnya kamu halalin dulu Fadil setelah itu baru kamu kurung di rumah, belum juga di halalin udah di kurung, awas nanti zina loh, DOSA " Ucap Airin menegaskan di akhir kalimat.
" iya Bro, halalin dulu lah. kalau udah halal jangan kan kurung di rumah, kurung di kamar pun juga Oke, dan tentunya nggak akan ada kata Zina di dalamnya, buruan lah sebelum di embat orang lain. bukannya dia kabur karena mau di jodohkan oleh ayahnya,? nah loh sampai terlambat nyesel kamu " Saut David menimpali.
Bukannya tidak mau sih, tapi Fadil masih ragu saja untuk mengambil keputusan. dia hanya takut belum bisa menerima nara seutuhnya karena hatinya masih ada sedikit rasa untuk Airin yang belum bisa hilang seutuhnya " entah lah. aku juga bingung?
" jangan bingung, langsung aja bawa ke KUA mumpung masih buka. kalau sampai udah tutup, siapa yang mau nikahin dan kawinin kalian "
" eh Dav. yang ada KUA itu hanya nikahin bukan kawinin, kalau kawinin mah kita sendiri selaku pelaku utama, lupa loh,!! sinis Fadil.
" iya juga, masak kita kawin nya di KUA.
" tuh kan nyadar "
" Yang, kita dulu kawin nya dimana? tanya David asal.
Fadil menahan tawa, sedangkan Airin matanya langsung melotot tajam pada suaminya itu " pikir aja sendiri "Airin kesal melenggang pergi itu lebih baik daripada meladeni keresekan David yang mulai kembali.
" Hahaha,,!! ngambek Dav. wah bisa-bisa nggak boleh kawin nanti.hahaha,,!! tawa Fadil keras.
"'Ha ha ha,,, "ucap David menirukan Fadil yang tertawa lalu bergegas mengejar Airin.
" mau kemana Dav.!! teriak Fadil dengan tawa yang ia tahan.
" bodo,,!!
" Hahaha,,,!!!
########
__ADS_1
#########