Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
58.Ganjen.


__ADS_3

" Kak Rio.!! teriak Airin dengan keras dan ikut masuk di ruangan Rio dan menutupnya.


" Huff.. huff.., kenapa Kak Rio terus berjalan apa nggak dengar Airin panggil " kesal Airin dia begitu ngos-ngosan karena mengejar Rio.


Rio tersenyum geli melihat Airin yang tak seperti biasa. " kenapa capek.? tumben.? ledek Rio.


Airin duduk di sofa dan mengeluarkan nafas panjang di sana " iya.! kakak sih. "


Rio duduk di sofa sebelah Airin dan tersenyum puas melihat Airin yang mengeluh.


" Kak.!


" Hmm..


" aku telah menemukan Fadil. " ucap Airin dengan jelas.


Rio terkejut dengan apa yang di katakan oleh Airin, seminggu juga dia mencari Fadil namun tak menemukan nya ternyata keahlian nya benar-benar tidak sebanding dengan Airin.


" dimana.? terus apa kamu sudah mengembalikannya ke penjara. " tanya Rio dan Airin hanya menggeleng. " kenapa.?


" aku rasa belum saatnya Kak, aku masih ada satu lagi yang harus aku lakukan untuknya jadi biarkan lah dia bernafas bebas terlebih dahulu, setelah itu dia akan banyak menderita di tempat semestinya. " Jawab Airin.


" tapi Rin, aku takut dia akan melakukan sesuatu yang lebih berbahaya lagi , bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa dengan mu atau David.?


" makanya dari itu Kak, aku mau kakak juga bantu aku mengawasi David, sepertinya dia yang akan menjadi pelampiasan amarah Fadil sekarang, . "


" itu pasti Rin. itu udah tugasku kan. " jawab Rio. " tapi Rin sekarang Fadil dimana.?


" dia di kampus ini juga kak. "


" hah.!! kok bisa.? tapi kenapa aku tak pernah melihat nya. " terkejut Rio.


" dia sangat pintar Kak, mana mungkin dia akan keluar begitu saja. Apa kakak tau kevin.?


" ya.


" kevin adalah Fadil Kak, dia mengubah wajahnya untuk bersembunyi, dengan itu dia akan lebih leluasa untuk tidak di ketahui oleh siapa pun tapi tidak dengan ku, dia tak akan pernah bisa sembunyi dari ku . "


" kamu emang The best. " Rio mengacungkan ibu jari untuk airin.


setelah semuanya di katakan pada Rio, Airin pun segera keluar dia tak mau sampai telat masuk ke kelas dan yang pasti dia akan di cari oleh David.


Airin membuka pintu perlahan, matanya langsung terbelalak melihat tiga telinga yang menempel di pintu, ternyata mereka tengah menguping.


" Pletakk..


pletakk...


pletakk...


Airin memukul kepala mereka bertiga dengan sedikit keras dan ketiganya langsung meringis menahan sakit dan meringis kikuk.


" hehehe.., Eh Airin.. " Mitha.


" eh.. Sayang udah selesai ya.? David.

__ADS_1


" hehehehe.. " Rico.


Airin berkacak pinggang menatap ketiganya dengan marah. " kenapa kalian di sini, mau nguping.? kesal Airin.


" enggak kok, siapa yang mau nguping. " Mitha.


" enggak kok Yang.!


" Rico.!!


" hehehe.. iya Rin maaf kita semua kepo ingin mendengarkan apa yang kamu katakan pada pak Rio. " jawab Rico dengan jujur.


Rico adalah orang yang selalu jujur dengan Airin tak pernah dia menyembunyikan sesuatu pada Airin.


Mitha dan David menatap Rico kesal kenapa mulutnya tak pernah bisa berbohong sedikit pun. dia selalu berkata jujur tanpa ada saringan sedikit pun.


" bagus. " Airin manggut-manggut sinis.


" Yang maafin ya, tapi beneran kok kita nggak mendengar apapun dari dalam, bukan kah ruangan pak Rio kedap suara jadi mana bisa kami mendengar. " ucap David


" tau juga kedap suara, masih aja nguping." Airin melenggang pergi


" Sayang..!!


David berlari mengejar Airin dan juga Mitha dan Rico pun tak ketinggalan.


****


mata Kevin terus celingukan mencari orang yang sedari tadi pagi tak terlihat batang hidungnya, meskipun dia sangat membenci orang itu tapi dia hanya sedikit heran karena dia tidak ada di dalam kelas dan sepertinya dia juga tak berangkat ke kampus.


" dia sangat mengganggu jalanku akhir-akhir ini ,seandainya dia ada sekarang dia akan menjadi penghalang ku untuk mendekati Airin karena dia pasti akan selalu membuntuti ku kemanapun aku pergi. " gumam Kevin.


Akhirnya Kevin bisa bernafas lega karena ketidak hadiran dari Ais, dia benar-benar bahagia akan hal itu, " semoga Dia tak akan pernah kembali lagi ke kampus ini lagi " Kevin menyunggingkan bibirnya.


" sekarang aku harus berfikir dengan sangat keras apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan Airin, aku tak mungkin memaksanya aku tak ingin dia tau aku yang sebenarnya. "


Kevin terus berfikir dan tidak memerhatikan pembimbing nya sama sekali yang sedang memberikan ilmu untuk nya dan untuk semuanya.


hingga istirahat Kevin tak pernah fokus, dia lebih memilih untuk berfikir bagaimana bisa merebut Airin dari David


dia benar-benar sudah tak tahan melihat kemesraan Airin dan David yang selalu saja David sengaja mengumbarnya di depan Kevin.


Kevin berjalan menunju kantin mungkin dengan mengisi perut nya fikiran nya akan lebih jernih dan bisa berfikir dengan maximal.


pucuk di cinta ulang pun tiba.


itu lah kata pepatah saat ini, otaknya kevin terus terngiang wajah Airin dan ternyata dia melihat nya di kantin, ya meskipun tetap bersama dengan saingan berat nya tapi dia tetap bisa tersenyum bahagia.


" emang cinta itu takkan lari kemana. " gumam Kevin dan melangkah cepat mendekati Airin.


" Airin.! panggil Kevin dan semua pun menoleh kearah nya.


" nih orang kenapa lagi sih.? apa tidak ada kerjaan selain mengejar-ngejar ku, Kevin kevin, tunggu lah beberapa waktu lagi kau akan benar-benar bahagia. Hmm... "


batin Airin dan tetap fokus dengan makanan nya yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"astaga nih cowok ngebet banget ya, tampan iya tapi kenapa lebih memilih jadi pebinor kenapa nggak inisiatif mencari cewek lain, di dunia ini bukannya cewek bukan hanya satu."


batin Mitha menatap jengah Kevin yang selalu mencari mata di depan Airin.


David terus menunduk bukan karena takut melainkan tengah berusaha mengontrol emosinya supaya tidak meledak di sana.


Kevin dengan sengaja menggeser satu kursi dan menaruhnya di samping Airin dan duduk di sana sontak Airin pun berpindah bukan di kursi yang lain melainkan di pangkuan David.


" Sayang aku mau di suapin " ucap Airin dengan manja dan melingkarkan tangannya di leher David.


David tersenyum bahagia dengan yang di lakukan Airin dia benar-benar melakukan apa yang Airin minta meskipun mereka sontak menjadi bahan pertontonan.


Kevin mengepalkan tangannya dengan tatapan kebencian dia benar-benar tak menyukai pemandangan itu. pemandangan yang membuat hati Kevin remuk hancur.


" kenapa kamu begitu tega dengan ku Rin, tunggu saja apa yang akan aku lakukan pada mu dan David, dan saat itu kamu tak akan bisa lari lagi dariku dan takkan ada yang bisa menyelamatkan mu dari ku. " batin Kevin.


dengan kesal Kevin berdiri dan pergi dari sana keberadaan nya benar-benar tak dianggap oleh siapapun di sana.


" hahaha..!! tawa Airin dengan sangat keras saat Kevin benar-benar sudah menghilang dari pandangan matanya.


Airin kembali ke tempat duduk semula dengan kebahagiaan yang benar-benar terpancar, dia benar-benar bahagia telah berhasil membuat Kevin pergi dengan membawa sejuta kekesalan mungkin juga dengan sejuta rencana .


" kenapa pindah lagi, di sini juga nggak masalah. " David menepuk-nepuk pahanya yang barusan buat duduk Airin.


" ngarep.!! judes Airin


" hahaha..!! giliran Mitha dan Rico yang ketawa dengan kekecewaan dari David.


" ini bukan tempat untuk bermesraan Dav, tunggulah nanti pulang, di rumah kamu bisa melakukan apapun dengan Istri mu " ucap Mitha.


" Mitha bener Dav. jangan sampai kemesraan kalian malah menjadi bumerang buat kalian di kampus ini, ok. " saut Rico.


" Huff.. " David mengeluarkan nafas panjang dan pasrah dengan keadaan sekarang. benar apa kata sahabat nya ini bukan tempat untuk bermesraan, ada tempat yang pantas untuk mereka melakukan apapun dan itu ada di rumah. " baiklah aku Terima saran kalian "


" nah gitu dong.!!!.


" Rin,! sejak kapan kamu jadi cewek ganjen begitu .? tanya Mitha tak habis pikir.


" ganjen dengan suami sendiri nggak salah kan, yang penting bukan dengan laki-laki lain. dan itu juga untuk memanasi laki-laki lain. " jawab Airin dengan enteng.


" istri ku memang cerdas. " puji David.


" baru sadar kalau aku cerdas " jawab Airin.


" enggak sih, tapi sekarang tambah cerdas. muah. muah... " David mencium kening Airin dua kali.


" David..!!! teriak Airin dan Mitha sedangkan Rico hanya geleng-geleng kepala.


" iya.. "jawab David " kamu kenapa Co.? kepingin juga.? ucap David


" nggak.! ketus Rico.


" makanya buruan halalin. biar bisa kecap-kecup bini. " ujar David di langsungkan dengan tersenyum.


" dua minggu lagi David " jawab Rico.

__ADS_1


" oh.. "


__ADS_2