
Airin menggeliat setelah 1 jam dia tertidur di kamar khusus miliknya yang berada di rumah sakit. Mata yang terbuka belum seberapa tingkat kesadarannya sudah langsung melihat David yang tidur di sebelahnya, dia pun mengulas senyum.
Sudah lama Airin tidak melakukan rutinitas wajib dengan David membuat tubuhnya terasa sakit dan tulang-tulang nya terasa ingin patah saat dia berusaha untuk duduk.
" David sungguh keterlaluan. mentang-mentang Sudah lama tidak mendapatkan jatah sekarang balas dendam dan membuat tubuhku terasa remuk semua." keluh Airin dengan satu tangan memegangi punggungnya sendiri.
David yang merasakan pergerakan dari Airin juga ikut membuka matanya dan langsung tersenyum melihat wajah Airin yang cemberut dan juga sangat kesal." Kamu kenapa Yang.?" tanya David dengan tampang polos nya.
Airin semakin menekuk wajahnya kesal. David benar-benar telah membuatnya susah untuk bergerak." Pikir aja sendiri.!" jawab Airin dengan Ketus.
Melihat wajah kesal dari Airin membuat dapat malah terkekeh dan sangat bahagia." kamu sih pakai pergi, aku mana tahan kalau harus lama-lama jauh dari kamu. " ucap David.
" aku mau mandi,, " Airin cepat beranjak dengan menarik selimut dan melilitkan ke tubuhnya.
" Astaghfirullah, Yangg,,!! teriak David, bagaimana tidak teriak kalau selimut yang di tarik dan di bawa oleh Airin membuat tubuh bugilnya terpampang begitu saja tanpa sehelai benang pun. " Yang,,!! teriak nya lagi sembari menarik dengan kuat spray untuk menutupi tubuh nya sendiri.
Airin yang sudah berjalan beberapa langkah mendadak berhenti setelah mendengar panggilan David, " apa sih Yang " Airin menoleh. " Astaghfirullah,,!! " Airin menutup mata nya karena tak sengaja melihat sekelebat mata saja tubuh David yang polos.
" Yangg,, kamu apa-apaan sih,,!! kenapa kamu nggak pakai apapun,! " protes Airin.
" Maaf Yang, nggak sempet. Soalnya keburu lelah dan juga ngantuk, maklum lah efek pemanasan. Hmm,,, ? karena yang tadi hanya pemanasan bagaimana kalau sekarang yang pendinginan biar sempurna gitu, " ucap David dengan mata genit nya yang terus berkedip menggoda.
" ogah,,!! " tolak Airin mentah-mentah dan kembali balik badan dengan cepat untuk segera ke kamar mandi untuk mandi besar terutama.
" Yang,,!! " panggil David sembari melompat turun dari ranjang.
" Apa,,!! " lagi-lagi Airin menjawab nya dengan ketus.
" Hmm,,, mandi bareng yuk.. " pinta David yang begitu semangat " kita bisa terusin pendinginan di kamar mandi, Yuk... "
" Ogah,,!!
__ADS_1
Airin melaju dengan cepat secepatnya menjauhi David takut David bener-bener ikut masuk ke kamar mandi.
" Yangg,," panggil David dengan merengek.
Tangan yang terkepal sempurna Airin arahkan pada David dengan mata yang juga tajam menatapnya. " berani masuk aku potong adik junior mu " ancam Airin yang matanya beralih menatap bagian bawah milik David.
Seketika David menelan ludah nya sendiri tapi rasanya sangat susah untuk tertelan, Istri nya bener-bener keterlaluan karena telah berani mengancam nya mengatasnamakan junior milik David, jelas saja David langsung terdiam dan tak berani berkutik.
" Hm " Airin mengangguk sebelum akhirnya dia masuk ke kamar mandi dengan menahan tawa di hatinya.
Clek.....
Pintu tertutup. David terduduk lemas di kasur kosong tanpa selimut bahkan spray sekaligus.
" Istri ku benar-benar sadis. kalau junior ku di potong terus,,?? apa dia tidak membutuhkannya lagi.? Eitss... istriku benar-benar keterlaluan " gerutu David seorang diri.
######
Airin pergi ke ruangan CCTV untuk melihat Apa yang dilakukan oleh Siska saat ini. Meskipun tidak secara langsung Airin melihat Siska tetap saja dia bisa memantau dari jauh. pergerakan demi pergerakan Siska semua tidak bisa lepas dari mata Airin Semua terlihat begitu jelas seakan dia berada di depan matanya sendiri.
Airin menghubungi Rio dan juga menyuruhnya datang beserta orang-orang yang diinginkan oleh Airin untuk melanjutkan misinya yang sempat tertunda karena kelakuan Siska.
" kau akan tetap membayar semua kesalahan yang kamu perbuat Siska." ucapkan Airin.
Airinn keluar dari ruangan itu dan segera datang ruangan Siska.
" Wanita yang penuh dengan akal bulus, tapi tak akan pernah bisa menjatuhkan aku begitu saja." Ujar Airin sembari melangkahkan kaki.
######
Siska membuka satu matanya perlahan, bibirnya mengulas senyum setelah tak mendapati satu orang pun yang berada di sana.
__ADS_1
" akhirnya aku berhasil juga melabuhi orang-orang bodoh. Takkan ada yang bisa mengalahkan kecerdasan dari seorang Siska,." wajah Siska nampak berbinar setelah mengatakan itu semua. Dia sangat bahagia ternyata kali ini otaknya bisa berjalan juga dengan baik lagi dan tentunya juga dengan sempurna.
Siska duduk dengan begitu senang tersenyum penuh kegembiraan menumpang dagunya dengan Kedua telapak tangan.
Siska merasa sangat bahagia hingga dia terus tersenyum dan berkhayal akan pernikahannya dengan David akan kembali terulang dan saat itu dia lah yang pertama kali akan mempermalukan Airin sebagai dendamnya akan hari ini.
" kau harus membayar setiap rasa malu yang telah kau buat. dan Saat itu tiba, Aku pastikan kamu tidak akan pernah berani keluar dari kamarmu menunjukkan wajahmu kepada orang-orang. kamu harus benar-benar dipermalukan." ucap Siska dengan segudang amarah yang terselubung di dalam hatinya.
Siska langsung terdiam setelah melihat pintu perlahan-lahan mulai terbuka, dengan begitu cepat Siska kembali menjatuhkan tubuhnya dan menutup matanya seolah-olah dia belum sadar dari pingsannya.
" sial Siapa yang berani mengganggu ketenangan ku baru saja aku merasa senang saat berkhayal akan pernikahanku dan David akan kembali terulang lagi.(" batin Siska.
Wanita yang mengenakan gamis berwarna navy kotak-kotak kecil di bagian depannya dan juga dengan memakai hijab yang warna Senada itu masuk dengan senyum remeh, Dia sangat tahu apa yang telah dilakukan oleh wanita yang berpura-pura tidur atau bahkan pingsan sekaligus. siapa lagi orangnya kalau bukan Airin Ais Saputri.
Airin berjalan perlahan dengan bersedekap dada matanya yang terus menatap Siska dan juga terus menyunggingkan bibirnya.
Airin berhenti di sebelah ranjang yang ditiduri Siska," Siska aku benar-benar minta maaf ya. Aku benar-benar menyesal telah melakukan itu padamu. Aku benar-benar sangat sangat menyesal cepatlah bangun dan jangan kau buat aku merasa bersalah seperti ini." ucap Airin yang mulai melakukan akting.
" dasar mulut tidak punya akhlak, Tunggu saja apa yang bisa aku lakukan untuk membalas perbuatan mu." seru Siska dalam hati.
Airin membungkuk mendekatkan bibirnya ke telinga Siska dan hampir saja menempel dengan sempurna namun itu tidak terjadi karena Airin masih memberi jarak antara bibir dan juga telinga masih Siska.
" Siska. Sampai kapan kamu akan tidur seperti ini apa kamu tidak kasihan kepada janin yang ada di dalam perutmu. kalau seandainya dia mati bagaimana ya,,,? kamu bisa memperalat semua orang dan bagaimana kamu akan meminta pertanggung jawabannya David suamiku." ucap Airin dengan sinis.
" Siska Sebenarnya aku datang ke sini aku memiliki hadiah yang sangat besar untukmu dan aku yakin kamu pasti akan senang dan kamu tidak akan pernah bisa tidur. Tapi karena kamu tidak cepat bangun, maka hadiahnya akan aku tunda." ucap Airin dengan nada penuh sesal.
" Sebenarnya apa yang diinginkan oleh Airin sekarang. dan hadiah apa yang dia maksud? apa itu adalah David? ya... pasti Airin menyesal karena apa terjadi padaku ini semua adalah karena ulahnya." batin Siska.
Disaat Siska belum selesai dalam angan-angannya nya pintu ruangannya terbuka terlihat dengan jelas hadiah yang di maksud oleh Airin telah tiba.
" Oh ternyata aku salah, hadiahnya tidak bisa ditunda. Siska cepatlah bangun dan lihatlah hadiah terbesar dari ku." Airin menyeringai begitu senang.
__ADS_1
#####
######