
" Hahaha,,!! bahagia nya aku. akhirnya hari ini aku tidak akan lagi lihat tuh kutub. Hahaha,,!! tawa Siska puas. tangannya menaruh buku yang tak pernah di anggap di meja depannya duduk dan bersandar dengan senyum terus terukir begitu bahagia.
Matanya terus melihat depan, akhirnya tak akan ada lagi yang mengganggu nya untuk mendekati laki-laki pujaan hati yaitu David Candra pastinya. " David, lihat saja siapa yang bisa memiliki hatimu setelah ini selain aku. aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan hatimu bahkan mendapatkan dirimu. "
Siska menyeringai sinis, takkan perduli apa kata orang nantinya entah gelar apa lagi yang akan dia dapat kan semua itu masa bodoh untuk nya, yang penting keinginan nya bisa terwujud untuk bisa bersanding dengan David.
" Dah mulai nggak waras ya,!! sinis teman sekelas nya yang masuk, menatap Siska dengan angkuh. Menaruh tasnya dengan kasar.
Siska membalas tatapan nya dengan lebih angkuh juga. malahan lebih sadis dengan senyuman sinis nya juga. " nggak usah urusin orang lain, urusin aja hidup koh sendiri " sinis Siska.
Siska kembali mengambil tasnya dan pergi keluar tak mau menanggapi teman sekelas jya itu.
" Orang kalau udah mulai gila seperti itu tuh. bawaannya marah terus , dasar," Teman nya itu duduk beralih dengan buku nya setelah sesaat menatap punggung Siska yang pergi dari sana. mempelajari semua yang ada di bukunya lebih bermanfaat dafi pada mengurusi kegilaan Siska yang tidak mungkin akan berujung.
Siska pergi ke kelas David, ingin sekali melihat pujaan yang mungkin sudah berangkat, ya meskipun di ragu soalnya kalau rencananya berhasil pasti David akan bersedih karena kehilangan Airin.
" coba aja deh, semoga saja David berangkat." gumam nya sembari berlari kecil karena ingin secepatnya sampai di kelas yang ia tuju.
Hampir saja Siska terjatuh karena tak melihat gundukan yang ada di depannya. matanya yang melihat wanita yang ia ingin hancurkan tengah tersenyum bahkan tertawa bahagia dengan David. " ibu tidak mungkin kan.? Siska tak percaya menepuk-nepuk pipi nya dengan keras
" Aww,,!! tapi sakit, berarti ini adalah nyata. tapi bagaimana mungkin.?
Siska semakin bingung, bagaimana bisa Airin terlepas dari orang suruhan nya padahal kemarin kedua orang yang ia suruh mengatakan kalau semuanya beres dan sudah dijalankan dengan baik. hingga Siska sudah memberikan fulus untuk mereka sebagai tanda uang lelahnya.
" mana mungkin.? Siska berjalan maju dan semakin dekat dengan David juga Airin, semuanya hari di pastikan kebenarannya.
" Airin lohh,,? Tanya Siska tak yakin. tapi kenyataan nya Airin benar-benar masih sehat wal'afiat di dekat matanya sendiri " kamu baik-baik saja?
__ADS_1
Airin hanya santai saja tak mau ambil pusing dengan keterkejutan dari Siska toh Airin sudah tau siapa dalang dari kejadian kemarin itu adalah Siska.
David yang mengerutkan dahi. apa maksud nya Siska , kenapa Siska sampai terkejut melihat Airin dan juga pertanyaan Siska yang tak biasa menanyakan keadaan Airin. " maksud kamu? tanya David heran.
" ehhh.. bukan apa-apa kok Dav. hanya lagi belajar aja akur sama madu. kalau udah jadi istri kedua mu kan kita harus akur gitu " otak tak waras nya Siska kembali lagi beraksi, atau memang sudah tidak waras palingan.
David menatap jengah Siska yang tak ada malu-malu nya dengan mulut tak ada adatnya, setiap kali bertemu dengan Siska darah David seakan mendidih dengan begitu cepat ingin sekali menyumpal mulut Siska bila perlu.
Airin hanya geleng-geleng tak perduli hanya sikap Siska saja yang benar-benar ia tertawakan dalam hati nya, Airin tau pasti Siska pasti terkejut karena Airin dalam keadaan baik-baik saja. " aku tau kau terkejut Siska, apa kau pikir bisa melukaiku lagi,? tidak.! kau tidak akan bisa menyentuh ku bahkan semua orang-orang suruhan mu sekaligus. " batin Airin.
" Udah yuk Yang, lama-lama muntah aku liat wajah nya. " David menoleh kearah Airin saat mengatakan itu padanya, David benar-benar gak mau berlama-lama ada di hadapan orang yang tak tau malu seperti Siska yang terus terobsesi ingin memiliki nya.
Airin mengangguk dan sedikit menarik senyum pada David. " Hm " jawabnya dan membuat David langsung berjalan terlebih dahulu meninggalkan nya.
Airin tersenyum sinis pada Siska, bersedekap dada dengan angkuh " kenapa Siska? apa kau terkejut melihat ku.? tenang saja aku akan selalu baik-baik saja kok, nggak usah terlalu menghawatirkan ku, orang baik pasti akan selalu mendapatkan perlindungan. " sinis Airin.
Airin berjalan dua langkah namun dia kembali mundur menatap Siska dengan angkuh lagi
Kesal, dongkol, bersatu padu di hati Siska membuat nya semakin membenci Airin. Siska kira akan mudah menjatuhkan Airin namun kenyataan nya tak semudah apa yang ia pikirkan, ia kira Airin hanya wanita biasa yang lemah namun nyatanya Airin gak selemah seperti yang terlihat.
Tangan Siska terkepal sempurna matanya terus menatap punggung Airin yang sudah semakin jauh dan berjalan di sebelah David.
" tak masalah tidak sekarang Airin, kau akan tetap hancur di tangan ku, aku bersumpah akan membuat mu menyesal telah menantang ku, Siska tidak akan pernah menyerah dengan mudah, Siska adalah gadis yang teguh dan tak akan menyerah begitu saja. tunggu saja kehancuran mu Airin, "
Sumpah serapah Siska keluarkan, janji pada dirinya sendiri yang belum pasti bisa dia wujudkan.
" Rencana ku bukan hanya satu Airin, masih banyak permainan yang masih bisa aku lakukan tunggu saja apa sebentar lagi " Siska beranjak pergi dari sana. dan terus menyusun rencana di dalam otaknya.
__ADS_1
######
" Lama sekali, ngomong apa kamu sama tuh nenek lampir,? tanya David sedikit kwsal karena Airin meladeni Siska yang membuat darahnya naik di pagi hari.
Airin sedikit terkekeh melihat David yang cemberut kecut, sungguh jelek sekali hingga menarik perhatian Airin dan menghadang David untuk berhenti berjalan " Kenapa.? tanya David begitu kebingungan melihat tingkah Airin.
Airin menggeleng, namun senyum nya belum juga pudar masih setia menghiasi wajahnya yang cantik " aku hanya ingin mencubit pipi mu saja. ihhh,,,,, gemes deh " kedua tangan Airin mencubit gemas pipi David membuat nya semakin kesal.
Dengan wajah cemberut David terus mematung membiarkan Airin melakukan apapun yang ia mau selama dia bisa melihat senyum itu tak masalah, " sakit Sayang,,!! keluh nya dengan bohong.
" atit ya,, maaf,, " wajah imut Airin keluarkan dan sedetik kemudian dia kembali aliran tertawa namun dia tutup dengan telapak tangan nya. " hahaha,,!! Ups,, sorry, "
" Mana hidung mu,, " tangan David terangkat ingin sekali mencapit nya namun Airin menggeleng tak memperbolehkan untuk David menyentuh nya.
" Tidak,, "
" Ayo sini..!!
" Tidak,,!! Airin lari terbirit-birit meninggalkan David, tertawa bahagia dan menjadi pusat perhatian semua teman-teman nya yang ada di sana.
" Tunggu,,!! David pun tak mau kalah dia mengejar Airin dengan lari tunggang langgang nya. " awas nya sampai ketangkap. "
Kebahagiaan memang bisa di dapat meskipun dengan cara-cara sepele, dan bisa membuat orang tercinta tersenyum dan melupakan semua masalah dan juga kesedihan yang kadang-kadang masih terngiang di pikiran nya.
" Airin,,,!!!
" nggak,,!!!
__ADS_1
#######
########