Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
105. Yohan Murka


__ADS_3

David begitu kebingungan, mencari-cari Airin tapi tak kunjung dia temukan.


Sembari melangkah David sesekali merutuki Siska, dia benar tak percaya pada dirinya sendiri kalau dia telah mengkhianati Airin, dan melakukan hal yang tak pantas dengan Siska.


" Semua ini pasti hanya jebakan yang di buat oleh Siska. aku sangat mengenal Siska, dia bakal melakukan apapun dengan tercapai keinginan dia " gumam nya.


David menghentikan taksi saat sampai di jalan raya, dia harus secepatnya menemui Airin dan menjelaskannya semua yang terjadi.


Taksi pun berhenti dengan cepat David masuk dan taksi itu langsung berjalan sesuai arahan yang David berikan.


" Pak, ke alamat X ya" pinta David.


Sopir itu mengangguk menatap David sejenak dari kaca yang tergantung di depannya. " baik Pak " jawab nya dengan sopan.


Di dalam taksi David benar-benar tak bisa tenang, dia terus berharap Airin bisa memahami dan bisa percaya dengan semua yang terjadi saat itu dari yang akan David katakan nantinya.


Tak henti-hentinya David berdoa pada sang Tuhan untuk kebaikan nya dan keluarga kecilnya yang masih seumur jagung itu. David berharap tak akan ada perpecahan di antara dia dan Airin hanya karena perbuatan Siska.


Lima belas menit di perjalanan dan mobil pun berhenti di depan rumah mewah Airin yang baru beberapa hari mereka berdua tinggali. David pun segera turun setelah membayar ongkos nya dan langsung berlari masuk.


Taksi pun tak mau berlama-lama di sana dan langsung pergi setelah David turun.


" Assalamu'alaikum,, Yang..!! teriak David.


David nyelonong masuk begitu saja tak perduli dia akan di izinkan atau tidak oleh Airin yang jelas dia sudah tak sabar ingin segera menyelesaikan masalah itu dengan Airin.


Sepasang mata tajam menatap bengis David yang baru saja sampai di ruang tengah. tangan nya sudah mengepal ingin sekali menghajar David yang telah tega mengkhianati adik satu-satunya itu, siapa lagi kalau bukan Rayyan yang ada di sana.


" Wa'alaikumsalam,,, David " panggil Rayyan dengan dingin.


Aura mencekam begitu terasa saat itu juga. bahkan David sudah gemeteran tubuh nya melihat ekspresi Rayyan yang benar-benar tak bersahabat.


Mungkin kah Rayyan sudah mengetahui nya? apa Airin yang memberitahu Rayyan saat itu juga.?


" Kak Ray.. " lirih David.


David melangkah perlahan mendekati Rayyan. melihat dari wajah Rayyan sekarang begitu sangat jelas kalau dia sedang dalam kondisi yang tidak baik. Rayyan pasti sedang dalam emosi yang berada di level paling atas sekarang ini.


" Kak, dimana Airin " tanya David memberanikan diri.


Rayyan mengeluarkan nafas panjang mengatur ritme detak jantung nya supaya benar-benar tak hilang kendali dan akan melukai David nantinya.


Rayyan menatap David dengan tajam dengan posisi nya yang masih setia duduk di sofa seperti tadi.


" Duduk "ucap Rayyan dingin.

__ADS_1


" Tapi Kak, David harus menemui Airin. " jawab David.


Mata Rayyan semakin melotot ke arah David, dia tak ingin mendengar penolakan sedikitpun dari David. sebelum menemui Airin David harus menjelaskan nya terlebih dahulu pada Rayyan.


" DUDUK SAYA BILANG,,!! ucapan Rayyan meninggi.


David terkejut dia juga begitu takut melihat kemarahan Rayyan. Dia pun putuskan untuk duduk perlahan-lahan di hadapan Rayyan.


" i-iya kak. " jawab David gugup.


Rayyan mengambil selembar foto yang tadi dia bawa dari kediaman Yohan, melemparkan nya di atas meja dan pas mendarat di depan David.


" jelaskan padaku, apa maksud semua itu?" ucap Rayyan menekankan.


Tubuh David semakin gemetar, lidahnya terasa kelu dan mulut nya seakan terkunci dan tak mampu untuk mengatakan sepatah kata pun pada Rayyan.


Tangan David mengambil Foto tersebut dari atas meja. bagaimana mungkin Kejadian itu sudah tersebar begitu saja dengan begitu cepat, dan sebenarnya dari mana Rayyan mendapatkan foto tersebut.


" jelaskan, David. JELASKAN...!! "'


Wajah Rayyan sudah memerah karena David yang masih diam dan terus membisu dalam ketakutan. " kau mau jelaskan atau kau harus pergi sekarang juga dari sini!! " ancam Rayyan.


David tersentak, dia mendongak dengan cepat menatap Rayyan dengan ragu. David berusaha menenangkan hatinya sebelum memulai menjelaskan pada Rayyan, toh dia tidak bersalah jadi kenapa harus takut kan?.


David mulai menjelaskan, dan Rayyan pun mendengarkan nya.


" terakhir kalinya, aku dan Airin ada di mol saya pergi ke toilet saat itu dan saat aku keluar ada orang yang sengaja memukul ku dan setelah itu saya benar-benar tak lagi ingat apapun, hingga akhirnya aku terbangun dan sedang bersama wanita itu " Ungkap David dengan jujur.


" siapa wanita itu? " tanya Rayyan.


" dia Siska kak. Airin juga sudah tau siapa Siska karena kita dalam satu kampus, dan Siska...?


" kenapa dengan Siska..?


" dia wanita yang terobsesi ingin mendapatkan cinta ku, kak. dan dia juga tak malu lagi mempermalukan dirinya demi mendapatkan perhatian dari ku " ujar David lirih.


" apa kamu menyukai nya? " tanya Rayyan.


David kembali tersentak, bagaimana bisa Rayyan bertanya seperti itu padanya.?


" saya bukan laki-laki hidung belang yang menyukai banyak wanita, Kak. meskipun saya bodoh tentang agama tapi saya juga tau mana yang benar dan yang salah " jawab David yang sedikit ngotot.


Rayyan tersenyum kecil, dia sadar kalau David memang bukan laki-laki yang pandai dalam ilmu agama, tapi jiwa kemanusian nya tak bisa di ragukan.


" terus apa rencana mu sekarang? "

__ADS_1


David termenung sejenak, memikirkan langkah apa yang harus dia ambil untuk sekarang.


" Aku seperti ini bukan berarti aku percaya begitu saja dengan apa yang kamu katakan David. Aku akan mencari tau sendiri jika kamu berbohong maka aku pastikan kamu tidak akan pernah bertemu lagi dengan Airin. " batin Rayyan.


" Kak..... "


" Assalamu'alaikum "'


Yohan, Fani, Tasya dan Fahmi melangkah masuk dengan cepat ke rumah besar itu. menghentikan ucapan David yang ingin mengatakan apa yang akan dia lakukan untuk sekarang.


David melihat kemurkaan dari wajah Yohan, David hanya bisa menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.


" Papi, " lirih David, secepatnya berdiri dan menatap wajah-wajah semuanya yang tengah berjalan semakin dekat dengan nya.


Yohan berhenti di hadapan David, mengangkat tangannya dan langsung melayangkan tangan nya untuk menampar David.


Plakkkk.....


Seketika David langsung memegangi pipinya yang memerah, namun David tetap diam dan tak berani mengatakan apapun.


Fani begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Yohan pada anak nya,"Akk,,,!! Fani menjerit dan langsung menutup mulutnya dengan cepat.


" apa yang kamu lakukan David. tega sekali kamu melemparkan kotoran di wajah Papi dan juga Mami,!! apakah ini balasan yang kamu berikan kepada orang tuamu,Hahh,,!! jawab,,!!


Amarah Yohan begitu memuncak hatinya begitu tertampar dengan keras melihat apa yang telah dia dapatkan tadi.


Fani mengelus bahu Yohan berharap bisa menenangkan Yohan yang sedang terbawa emosi.


" Pi,, sabar pi,,, " ucap Fani yang terus berusaha.


Kata-kata dari Fani tak di hiraukan sama sekali pada Yohan. dia benar-benar telah marah dia begitu kecewa dengan David.


" kenapa tidak sekalian kamu membunuh Papi saja, Dav. Dengan apa yang kamu lakukan itu itu benar-benar membuat Papi mati perlahan,,!! puas kamu sekarang, puas,,!!


" Pi,, semua itu tidak seperti yang Papi pikirkan, David bisa jelaskan, pi, " ucap David.


" apa lagi yang akan kamu jelaskan. semua sudah jelas " Yohan mengambil semua foto yang tak pantas itu dan langsung memberikan pada David " lihat semua ini, dan penjelasan seperti apa yang akan kamu jelaskan pada Papi''


David mengambil foto itu sebelum tersebar jatuh di lantai. David ternganga bagaimana bisa semua foto-foto itu bisa sampai ke tangan Yohan.


" kenapa?, kenapa kamu terkejut. apa kamu mau mengelak dengan semua kelakuan bejat kamu, Papi kecewa padamu David, Papi sangat kecewa " Ucap Yohan menegaskan.


########


#########

__ADS_1


__ADS_2