Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
95.Mimpi Siska


__ADS_3

" Yang melakukan nya,,? "gadis itu semakin gugup dan juga sangat takut.


" Hmm? "


" Kak.. kak Sis....


Dorrrr......


Gadis itu langsung ambruk di tubuh Airin karena terkena tembakan. Airin sangat terkejut dan sontak menangkap nya karena gadis itu langsung tak sadarkan diri.


Semua panik tak terkecuali David dan juga Rio.


Rio yang melihat pelakunya di pintu yang sedikit terbuka langsung meneriaki nya dan mengejarnya. " Woii,!! jangan lari!! " Rio berlari tunggang langgang untuk mengejar pelakunya.


Airin terus menepuk-nepuk pipi gadis itu namun tetap saja sia-sia. Sementara David dan Kirana juga sudah membantu Airin melihat keadaan gadis itu.


" lebih baik kita bawa ke rumah sakit sekarang juga. " saran dari Kirana yang langsung mendapatkan persetujuan dari David dan Airin yang sama-sama menganggukkan Kepala mereka.


" kamu benar. " jawab Airin. " Yang angkat dia. " perintah Airin, dengan cepat David pun langsung mengangkat nya dan menggendong dia keluar untuk ke parkiran mobilnya dan di ikuti Airin dan juga Kirana.


Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di parkiran, keadaan yang sudah sepi juga sangat mendukung mereka untuk segera membawa nya ke rumah sakit.


David memasukkan gadis itu ke dalam mobilnya setelah Airin membukakan pintu nya terlebih dahulu, Kirana lebih dulu masuk setelah itu baru kah David menurunkan nya dan langsung di pegangi oleh Kirana.


David berjalan memutar lewat belakang mobilnya dan masuk ke kursi pengemudi, sedangkan Airin pun juga masuk dengan cepat di kursi sebelah pengemudi.


" cepat Yang. kita harus segera membawa nya ke rumah sakit, dia harus secepatnya mendapatkan pertolongan dan pelurunya harus segera di angkat "ucap Airin " semoga saja peluru itu tidak beracun. " gumam nya.


" Hmm" David mengangguk dan secepatnya menancap gas dengan cepat.


#######


Rio bekerja keras untuk bisa mengejar orang itu. bahkan sampai keliling kampus hanya untuk mengejarnya saja.


" Woiii,,, jangan lari loh.!! teriak Rio di sela-sela lari kuda nya.


Orang itu menoleh sebentar ke belakang melihat Rio yang masih jauh namun sudah terlihat dengan jelas bahwa dia mengejarnya.

__ADS_1


" aku harus bisa lolos darinya. jangan sampai aku tertangkap " gumam nya.


orang itu keluar dari area kampus berlari ke jalan raya dan ternyata sudah di tunggu oleh temannya yang duduk di atas motor nya.


" Cepat cepat " ucapnya setelah berhasil naik di motor tersebut menepuk pundak teman nya dengan tak sabaran.


" Hmm " jawab teman nya singkat dan langsung mengegasnya hingga motor melaju dengan sangat cepat.


Rio berhenti di pinggir jalan dengan nafas ngos-ngosan usahanya telah gagal. Tangan nya mengambil ponsel nya dan segera menghubungi anak buah nya untuk menyelesaikan semua itu. bagaimana pun juga orang itu harus tertangkap.


" Tangkap mereka, dan bawa ke markas secepatnya. saya tidak mau mendengar kata maaf dari mulut kalian kalian harus berhasil. paham,!! " tegas Rio.


"baik Pak. kami pastikan mereka akan tertangkap " jawab anak buahnya dari seberang.


Rio kembali masuk dan bergegas untuk kembali ke ruangan nya sebentar untuk mengambil barang-barang nya sebelum dia akan menyusul ke rumah sakit dan menunggu hasil kerja anak buahnya dari sana.


#######.


Seorang gadis tengah tertawa bahagia di ruang kerja nya. menatap keluar dari kaca yang terpasang di depannya.


Hatinya begitu berbunga-bunga karena lagi-lagi usahanya berhasil. tak akan pernah dia biarkan siapapun mengetahui siapa pelaku utama dari apa yang terjadi pada Airin. tidak boleh.


Dua laki-laki yang ada di belakang nya itu terus menunduk namun berkali-kali mengeluarkan senyum karena puas akan kinerja nya sendiri yang berhasil menembak gadis yang hampir saja membongkar kejahatan bos nya.


" Bagus. kalian benar-benar dapat digunakan andalkan, dan kalian pun patut untuk mendapatkan imbalan yang pantas " ucap gadis itu.


Gadis itu membalikkan badan nya menatap keduanya sembari berjalan mendekati meja yang tak jauh dari kedua orang suruhan nya berdiri.


Amplop berwarna coklat sudah dia sediakan dan pastinya dengan isinya yang tidak sedikit pekerjaan nya yang memuaskan hatinya harus lah di hargai dengan pantas.


Siapa lagi gadis itu kalau bukan Siska. Gadis yang menyuruh orang lain untuk mendorong Airin dan membuat nya kehilangan calon anaknya.


" Nih, terima," ucapnya sembari melemparkan amplop itu dan seketika langsung di tangkap oleh salah satu dari mereka. " kerja kalian sangat bagus, saya senang karena itu. Sekarang pergilah, aku akan memanggil kalian lagi kalau ada kerjaan penting " imbuhnya.


kedua laki-laki itu tersenyum sumringah mereka sangat bahagia bisa mendapatkan gaji yang sangat besar dalam waktu singkat saja, lagian kerja nya juga tidak lah berat, hanya membunuh orang saja itu sudah seperti makanan untuk mereka berdua.


Laki-laki yang membawa amplop itu membukanya terlebih dahulu memastikan yang di dalamnya benar-benar uang bukan hanya kertas saja. dia kembali melirik ke temannya setelah berhasil melihat isi di dalamnya yang ternyata adalah uang yang begitu banyak.

__ADS_1


" kalau begitu kami pergi dulu bos. kalau ada kerjaan lagi cepat lah hubungi kami, kami akan secepatnya datang dan akan membuat Bos kembali senang dengan kerja kami " ucap satunya mewakili.


" pergilah "'jawab Siska mengibaskan tangan nya menyuruh keduanya untuk pergi secepatnya.


Benar saja setelah mendapatkan jawaban dari Siska kedua laki-laki itu pergi dari hadapan Siska.


Siska berputar-putar saking bahagia nya merentangkan tangan nya dan mendongak menatap langit-langit di ruangan nya. Tubuhnya di hempaskan ke sofa dengan keras, begitu puas dan senang hari ini, Dia benar-benar sangat bahagia.


" hahaha,,, kamu kira bisa membongkar semuanya,? kamu kira bisa memberitahu pada Airin dengan mudah apa yang telah aku perintahkan padamu untuk membuat nya kehilangan bayinya. ck ck ck... mimpi mu terlalu tinggi "


" Dan untuk kamu Airin, apa kamu pikir bisa mengetahui bahwa akulah orang yang telah membuat mu menderita? tidak Airin tidak,! kau akan sangat menderita setelah ini jika kau tak mau melepaskan David untuk ku."


" David cepat lah datang sayang, aku sangat menantikan mu. setelah kau datang tak akan aku biarkan kamu pergi dan kita akan hidup bersama, hidup bahagia dengan anak-anak kita nanti, cepatlah datang David sayang "


Langkah demi langkah semakin mendekati pada kesuksesan, apa yang Siska lakukan selalu mendapatkan hasil yang membanggakan.


impiannya untuk bisa hidup dengan David Candra sudah berada di depan mata, tinggal beberapa langkah lagi dan semuanya akan beres, menurut nya sih.


" aku mencintaimu David " ucapnya tanpa malu.


Tak mungkin juga seorang Siska mempunyai rasa malu, di hadapan begitu banyak orang saja dia dengan sengaja menggoda David bahkan mengatakan mau menjadi istri keduanya David apa lagi sekarang dia hanya seorang diri, tak mungkin lah tiba-tiba dia merasa malu begitu saja.


Siska mengambil ponsel nya yang ada di meja depannya duduk, menyalakan nya dan langsung membuka bagian Galeri yang terdapat banyak foto di sana yang berhasil Dia abadikan.


Bukan fotonya yang membuat nya terus tersenyum seperti orang gila melainkan foto sang pujaan hati nya, yang dia potret dengan diam-diam. Siapa lagi kalau bukan foto David Candra.


" Cepatlah datang sayang, aku sudah tidak sabar menunggu mu"ucapnya dan memajukan ponsel nya ke depan bibir nya dan mencium nya berkali-kali.


Hanya mencium fotonya saja Siska sudah benar-benar bahagia bagaimana jika mencium orang nya langsung, Siska pasti akan sangat sangat bahagia.


Siska hanya terus bermimpi meskipun dia sendiri sadar itu tak akan mudah tapi tidak ada salahnya kan dia bermimpi toh dia juga terus berusaha.


" aku pastikan usahaku tak akan gagal. kamu hanya milikku David dan akan menjadi milikku " gumam nya percaya diri.


Siska merebahkan tubuh nya di sofa menaruh ponsel nya di atas dadanya dan memeluknya. Siska berusaha untuk memejamkan matanya dan berharap David Candra akan datang ke dalam mimpinya. " datanglah sayang " ucapnya terakhir kalinya sebelum matanya benar-benar terpejam.


######

__ADS_1


########


__ADS_2