Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
80.Gulaku


__ADS_3

Duka akan selalu terasa pada semua ibu yang kehilangan, meskipun masih dalam kandungan anak tetap lah seorang anak.


Duka belum bisa hilang pada Airin, begitu susah untuk menerimanya takdir yang begitu menyayat hatinya. Semua mimpinya telah hilang harapan nya telah lenyap, dan senyumnya hilang dalam sekejap mata.


David terus menerus menghibur Airin memberikan kekuatan, tapi itu tetap tak akan mudah. Meskipun dalam tiga bulan lagi mereka bisa lagi berusaha untuk kembali program kehamilan, tapi tetap saja kan itu tak akan mudah.


" Yang makan yuk. " masih di rumah sakit masih di atas kasur rumah sakit Airin masih terduduk lemas dengan tatapan yang selalu kosong, selalu melamun, dan kadang-kadang juga menangis di kala mengingat akan anaknya, " yuk.. " David kembali menyodorkan satu sendok makan penuh untuk Airin namun tak di indahkan oleh Airin.


" Sayang, " Meskipun tak mudah David terus berusaha, semua demi pemulihan Airin. " Sayang, kamu harus ikhlas, kamu harus kuat. kita pasti bisa menjalani semua ini kita pasti bisa. "


Air mata kembali merembes keluar dari Airin, kata-kata David seakan kembali menggores hatinya " anak kita telah pergi, aku Ibu yang tidak berguna. " Airin menatap kosong jauh ke depan luka nya kembali terbuka.


David merengkuh Airin mendekapnya dengan hangat. " sudah sayang, kita pasti bisa lalui semua ini. kita pasti bisa. " David mengecup berkali-kali puncak kepala Airin membuat nya tenang, ada dirinya yang selalu ada untuk nya.


" Mungkin, memang belum saat nya kita di beri kepercayaan ini Sayang, kita belum pantas saja. kita pantaskan diri untuk menjadi lebih baik, kita belajar bersama-sama ya. "


" percayalah, ini adalah ujian untuk kita untuk menjadi lebih baik lagi. Allah pasti akan kembali memberikan kepercayaan itu lagi pada kita kalau kita benar-benar sudah siap dan sudah pantas, kamu yakin itu kan. " segala cara David upayakan semua untuk Airin, semuanya demi mengembalikan percaya diri Airin. " sekarang makan ya, supaya kamu cepat pulih. "


David melepaskan pelukan nya dari Airin kembali mengambil piring dan menyuapkan sedikit demi sedikit pada Airin dan kali ini bisa di terima oleh Airin.


Mulut yang menganga lebar menerima suapan demi suapan dari David namun matanya tak pernah lepas dari wajah David yang selalu tersenyum memberikan ketenangan dan begitu meneduhkan hati.


Airin begitu beruntung. David benar-benar sayang dan cinta padanya, Airin tau David juga sedih, tapi dia bisa sekuat itu di hadapan nya dan itu semua hanya untuk dirinya. " makasih ya Sayang. " lirih Airin.


" Hm. " David menghentikan suapan nya untuk Airin dan sendok masih menggantung di depan mulut Airin karena Airin berbicara. " untuk apa.? tanyanya.


" untuk semuanya, karena kamu selalu ada untuk ku, selalu memberikan ku kekuatan ini, aku tak akan bisa tanpa mu, tidak akan bisa. " Satu tetes kembali keluar dari mata Airin dia terlalu beruntung.


David kembali menaruh sendok ke piring, menghapus air mata Airin dengan lembut " sudah ya. jangan menangis lagi. aku nggak kuat melihat ini, lihat lah kamu udah mulai keriput nanti cepat tua loh, terus nanti aku gimana, masak aku tampan sendiri. " ucap David dengan mulut mengerucut.


Meskipun tidak terlalu lucu bahkan tidak sama sekali namun bisa membuat Airin menarik ujung bibir nya untuk tersenyum. membuat David lega, dan lebih gencar untuk menggoda Airin " uhh meleleh hati Abang neng, senyum nya begitu membuat hatiku menggelitik. "


Sejak kapan hati bisa di gelitiki.? lewat mana coba. " apa sih,? resek loh Bang,, " kembali juga senyum Airin meskipun belum seberapa.


" enak ya, . ?


" enak apanya.?


" di panggil Bang, itu enak banget loh Yang, manis-manis gimana gitu. terus semriwing gitu adem-adem gimana . "pundak David terangkat menikmati rasa yang dia katakan yang seolah-olah benar-benar terjadi.

__ADS_1


" Astaga,, mulai lagi. apa aku harus panggil dokter ya, buat suntik obat penenang buat mu yang, ya biar damai gitu istirahat. "


" yah jangan dong, terus gimana aku jaga gulaku kalau aku tepar, bisa-bisa gulaku di kelilingi semut nanti, semut-semut nakal bin ganjen bin pebinor bin perusuh "


" siapa semut,?


" kamu lah Yang, dan biarkan aku saja yang menjadi semut nya yang siap menyengat kapan pun semut mau. "


" astaghfirullah,,, "


######


Ada duka namun juga ada kabar gembira, Mitha yang sudah sedikit baikan langsung menyambangi rumah Airin dan David karena mereka sudah pulang dari rumah sakit.


Mitha begitu sakit mendengar kenyataan sahabat nya, ini terlalu pahit di alami seorang ibu. tapi mau bagaimana mereka hanya seorang insan yang hanya bisa menjalaninya tanpa bisa menghendakinya. Semua tergantung pada sang pencipta.


" Airin, aku ikut berduka ya." Mitha memegangi kedua tangan sahabat nya dia juga menyesal karena tak bisa menengok di rumah sakit karena keadaan nya sendiri yang tak memungkinkan saat itu. " Dan aku juga minta maaf tidak bisa menemanimu." ujar Mitha menyesal.


Airin tersenyum. Ini bukan salah dari Mitha, jadi kenapa harus minta maaf lagian soal Mitha tidak bisa datang juga bukan keinginan nya sendiri kan. " tidak apa-apa Mitha " jawab Airin memaklumi " terus gimana,? kamu sakit apa.?


" Hm. "


Mitha menggeleng. " tidak " Mitha hanya terlalu bingung untuk memulai nya, Mitha takut Airin akan kembali sedih setelah Mitha mengatakan apa yang ia dapatkan sekarang. " Aku,,? aku hamil, Rin. " ragu-ragu Mitha mengatakan dan bola mata hitamnya menatap lurus pada mata Airin takut dia akan membuatnya sedih.


" Alhamdulillah, " Airin berhambur memeluk Mitha, seenggaknya dia senang karena sahabat nya sendiri telah di berikan kepercayaan dari Allah, mungkin emang dia belum beruntung mendapatkan kepercayaan itu. " selamat ya. " Airin menguraikan pelukan nya, mundur


mengikis jarak antara dia dan Mitha namun kedua tangan nya masih setia di bahu sahabat nya.


" Rin. "


Airin tersenyum melihat ketakutan Mitha, hatinya emang sedih tapi dia harus bisa menerima nya dengan ikhlas dan lapang dada. dia tak boleh berlarut dalam kesedihan karena itu akan melemahkan hatinya. " sudah, aku tau apa yang kamu pikirkan, tapi sudah lah. aku sudah mulai ikhlas. " tutur Airin yakin.


" Assalamu'alaikum,, nih cecan cecan lagi pada ngerumpiin aku ya. " dengan pe-de nya David masuk di ikuti Rico yang ada di belakang nya. keduanya baru kembali dari luar dengan masing-masing membawa kresek yang begitu banyak.


" pe-de amat sih loh Dav.iya kali bini gue ngerumpiin loh. kurang kerjaan amat, daripada ngerumpiin loh mending dia gue suruh tidur, takut kelakuan anak gue rusak kayak loh. " sinis Rico menaruh belanjaan nya di meja.


" seharusnya loh bersyukur kalau anak loh mirip sama gue. gue kan tampan lah elo wajah nya pas-pasan gitu mending ngikut gue lah. "


" Ogah..!! nanti anak gue ikutan nggak waras kaya loh.!! " Rico duduk di belakang Mitha dan David berada di belakang Airin. seperti seorang pendukung pribadi " ayang pulang yuk. enek aku lama-lama di sini. botak juga nih kepala. lagian gue kan kesini hanya mau nemenin kamu Yang, eh,!! malah beralih jadi emak-emak nawar sayur di pasar. " kesal Rico.

__ADS_1


Bagaimana tidak kesal. demi bisa membuat Airin dan Mitha bebas bicara David mengajak Rico keliling pasar, alasannya karena bahan makanan di rumah nya habis, terpaksa Rico nurut dan harus tersiksa menahan bau tak sedap alias bau campuran di pasar.


" oh,, jadi nggak ikhlas nih. "David menaikan dagunya menantang, matanya melotot tak bersahabat "lagian loh ya, Co,! sesekali jalan-jalan ke pasar ngerasain betapa asyik nya belanja di pasar, bukannya kamu tadi menikmati nya, ? kenapa sekarang mengeluh.!


" ikhlas ya ikhlas lah Dav. masalah nya nih sekarang tubuh gue bau amis gini nggak enak lagi. "


" lah bukanya situ udah bau amis dari orok.? kenapa baru nyadar sekarang." sinis David mencerca.


" gue sumpal mulut loh pakai tomat busuk Dav.! kesal Rico, mulut nya memang tak akan pernah bisa ngomong benar tuh punya David pasti selalu nyelekit, seandainya bukan sahabat mungkin mereka akan beradu jotos sekarang. tapi itulah persahabatan mereka.


" sudah lah, Yang. kalian itu Tom and Jerry kah.? setiap ketemu pasti selalu nggak akur. udah tua juga pada nggak punya malu. bisanya hanya malu-maluin aja. " Airin angkat bicara, keduanya tak akan ada habisnya kalau tidak di hentikan.


" kalau kita Tom and Jerry, terus kalian apa.? saut Rico.


" kita,,? Airin dan Mitha saling tukar pandang " kita mah..... Barbie. Hahaha,,,!!! tawa keduanya girang.


" ok lah. " jawab keduanya bersamaan dan juga sama-sama saling menyunggingkan bibir nya acuh.


" kenapa.?


" nggak napa-napa, iya kan Co.!


" ho'oh. terserah situ mau jadi Barbie, jadi princess, jadi tuan putri, tetap saja kalian tahanan kita iya nggak Dav. " Alis Rico terangkat ke arah David dan di angguki setuju oleh nya.


mata keduanya membulat, astaga tahanan.? woi,, emang kita Nara pidato, " teriak Mitha.


" Pidana,,,!! seru Airin dan keduanya laki-laki itu.


" ya itu maksudnya. "


" ya kalian Nara Pidana, dan akan selalu di jeruji besi yang berdinding dengan hati kita yang terkunci kan dengan cinta, " jawab David menghayati.


" Gimbal,,,!! serentak Airin dan Mitha.


" Hahaha,,,,!!!


#######


########

__ADS_1


__ADS_2