
Empat bulan Airin lalui dengan kehamilan yang lancar tak ada kendala dan keluhan berat, semua normal seperti wanita hamil pada umumnya, mual, muntah, pusing, malas ngapa-ngapain itu sudah wajar bagi semua orang.
" Kamu baik-baik saja ya sayang di dalam sana. jangan nakal dan jangan mau yang aneh-aneh kasian Papa nyariin nya. " Airin mengelus perut nya yang sudah sedikit buncit, seolah bicara dengan anaknya yang masih berada di dalam kandungan, Airin begitu sangat antusias.
Airin menoleh ke arah David yang sedang menyetir, ya keduanya tengah dalam perjalanan ke kampus karena ada kelas hari ini. Airin tersenyum melihat David yang menatap heran dirinya, " Kamu kenapa.? datar Airin.
" Hm. " sekejap David menoleh ke arah Airin dan kembali lagi fokus pada jalan di depannya " nggak ada apa-apa, seandainya kamu dan calon anak kita mau apapun, aku akan siap menyarikan nya. lagian apa sih yang nggak bisa aku dapat kan. hati yang dulu sekeras batu saja bisa aku dapat kan. apalagi hanya keinginan nya. " David menyeringai senyum kembali menatap Airin dengan mata genit nya pula.
" Ihh,,!! Airin memukuli lengan David ingin rasanya tuh pala di ketok aja pake palu atau apa gitu yang lebih keras, supaya otaknye beneran dikit. " emang aku sekeras itu apa.? ucap Airin sewot.
" nggak keras kok. " jawab nya tenang, Airin pun menghentikan pukulan nya di lengan David setelah mendengar itu, namun sekian detik. " sekarang, dulu mah Keras banget. " cibir nya kejam.
Mata Airin membulat dan mulut nya pun menganga lebar. " dasar resek loh ya. belum pernah di getok pakai sepatu tuh pala.? sinis Airin segera ingin melepaskan sepatunya yang ia kenakan.
" jangan aneh-aneh deh, Yang. ingat lagi hamil nanti anaknya ikutan brangasan kayak emaknya kan berabe tuh ya. mending kayak bapaknya nih, kalem, sabar, penyayang dan paling penting waras,,,!!! ucap nya tegas di kata waras.
" Ihh.!! beneran situ waras.?
" iya lah. kalau nggak waras mana mungkin kan bisa mendapatkan si kepala batu. dan si cewek yang super duper galak nya seantero jagat raya.Hm." David menyunggingkan bibir nya penuh dengan kemenangan, yang di katakan itu adalah benar taulah dulu Airin kayak gimana, orang yang begitu keras kepala, galak eh setelah berkamuflase jadi pendiem dan cengeng, setelah itu sekarang,, kembali lagi ke dunia awalnya, ya meskipun sedikit berkurang sih, alias Istri galak nya David.
Mobil terhenti di parkiran seperti biasa dan seperti biasa pula David selalu bersikap romantis dengan membukakan pintu Airin dan menunggu nya, dan setelah Airin keluar dialah yang menutup nya kembali. " silahkan tuan putri " David membungkuk memberikan penghormatan pada istri nya selayaknya tuan putri di dalam dongeng lalu tersenyum lucu.
Setiap hari Airin selalu saja merasakan lehernya mau patah, dia tak pernah berhenti geleng-geleng saat David melakukan hal yang lumrah tapi menurut nya berlebihan, " nggak lucu.!! ketusnya berjalan meninggalkan David.
" astaga,,!! pangeran di tinggal,, Yang,,!! tungguin..!! David berlari dengan cepat. memang susah gampang mengahadapi orang hamil, kadang dia akan suka dengan candaan tapi kadang dia juga bosen seperti sekarang, " Fuhhh,,,, sabar sabar "
" Yang, pelan dong,,!! ucap David mengeluh mensejajarkan langkah nya dengan Airin yang berjalan begitu cepat, emoh meladeni kata-kata David yang mungkin akan keluar dan tanpa makna.
Airin terus diam melangkah dengan pasti untuk cepat sampai ke kelas, dan tinggal duduk di sana atau mungkin lebih baik melipat tangan nya, menaruhnya di atas bangku dan menyembunyikan wajahnya untuk tidur itu lebih baik sebelum pelajaran mulai.
" hey cantik,,!!
Airin menghentikan langkah nya menatap David yang melambaikan tangannya pada gadis yang berpapasan, " oh,, udah mulai terang-terangan ya goda cewek di hadapan istri sendiri. " Airin manggut-manggut tangan nya yang satu terkepal dan dia remas kan ke tangan satunya. "krekk,,, "
__ADS_1
Mujarab juga cara ini. Airin bisa saja mengabaikan yang lain tapi tidak untuk yang satu ini, dia tak akan main-main kalau sudah menyangkut urusan mata keranjang nya David.
" Hehehe,,, apa sih Yang, hanya menyapa saja kan. lagian dia bener cantik kan. "
" mau mana yang bonyok, pipi kan atau kiri, atau dua-duanya. " ancam Airin bengis sudah Tak ada lagi ada rasa kasian kalau sudah seperti ini.
" apa sih Yang. "
" apa apa.!! kamu tuh ya. udah mau punya anak juga masih genit sama perempuan lain, ya sudah sana kalau mau cari yang lain cari aja, aku nggak perduli. " kini Airin pasrah, lelah mungkin untuk berdebat dan memilih untuk kembali berjalan untuk ke kelas.
######
" Astaga Sayang, !! wajah kamu pucet sekali loh. beneran mau tetap masuk kelas.! kita pulang aja yuk atau ke rumah sakit aja, kamu butuh dokter untuk di periksa. takutnya kamu sakit lagi. " Rico berjalan dengan khawatir di samping Mitha, wajah yang pucet, mata yang sayu-sayu dan juga langkah yang gontai membuat Rico benar takut.
Kaki Mitha masuk ke dalam kelas dengan perlahan, mengibaskan tangan nya ke udara di depan wajah Rico " Nggak usah, " ucapnya dengan suara lemah. " aku masih bisa kok, aku kuat lagian aku hanya lelah saja " elak nya.
" Tapi sayang, ""
" Assalamu'alaikum Rin. " matanya menangkap sahabatnya yang tengah menaruh kepala nya di bangku dan dia pun menyusul duduk di bangku sebelah nya. " Rin, loh ngebo,,? tanya Mitha.
" apa sih Rin, gue nggak apa-apa sungguh "
" nggak apa-apa bagaimana, kamu pucet banget loh Mit, " khawatir Airin tingkat tinggi " Co.! loh kenapa biarin Mitha masuk dia pucet banget loh, kenapa tidak kamu bawa aja ke dokter, " ingin rasanya Airin memaki suami sahabat nya itu namun seperti nya bukan waktu yang tepat.
" dianya yang nggak mau Rin. seandainya mau udah dari tadi mungkin sekarang juga sudah sampai di rumah sakit, dianya aja yang keras kepala, nggak mau dengerin suaminya." kesal Rico.
" gue beneran nggak apa-apa Sayang, Rin. " Mitha menatap kedua nya bergantian meyakinkan kalau dia tidak apa-apa dan dalam keadaan baik-baik saja tentunya. " gue hanya lelah aja, nanti setelah pulang istirahat juga udah baikan kok, tenang aja lah jangan berlebihan begitu. "
Rico berdecak kesal dari tadi Mitha selalu bilang tidak apa-apa tapi wajah nya semakin lama semakin pucat dan tubuh nya pun semakin lemah kelihatan nya " terserah situ lah." Rico duduk di bangku belakang Mitha dan bersamaan itu dosen mereka datang.
" Assalamu'alaikum,,!! salamnya begitu lembut perempuan berhijab syar'i di depan itu lah dosen mereka namanya Bu Nina, dia begitu sangat anggun dan juga lembut tutur katanya, namun banyak laki-laki yang patah hati setelah tau ternyata Bu Nina itu sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak.
" Wa'alaikumsalam bu,, " jawab semuanya.
__ADS_1
Setelah dua jam berlalu akhirnya kelas pun usia, semua bernafas lega memasukkan buku catatan mereka ke dalam tas mereka masing-masing.
" kantin yuk. " ajak Airin, perutnya ternyata sudah tak sabar minta di isi padahal baru dua jam saja.
" Yuk. " Mitha beranjak dan di ikuti Rico dan David juga.
Mereka berempat berjalan beriringan seperti biasa, langkah mereka semakin pelan saat Mitha tiba-tiba berjalan sempoyongan dan tubuh nya berakhir terhuyung di samping dan pas mengenai Rico, Mitha pun tak sadar kan diri.
" Mitha,,,!! teriak Rico panik.
Untung saja Rico cepat tangkap Mitha kalau tidak mungkin Mitha terjatuh ke lantai.
Airin pun segera mendekati Mitha dan di ikuti David juga, mereka begitu panik bahkan mereka langsung di kerumuni para mahasiswa yang lain. " Mitha, bangun Mitha bangun " Rico terus menepuk-nepuk pipi nya Mitha namun tak berhasil menyadarkan nya.
" Bawa ke UKS Co.. " saran David.
" UKS kosong, nggak ada yang tugas sekarang, jadi bawa aja ke rumah sakit terdekat, dekat banget kok palingan sepuluh menit sampai," saran dari salah satu mahasiswa yang berdiri di belakang David.
Rico pun langsung mengangkat Mitha berlari dengan menggendong Mitha untuk ke parkiran dan membawa Mitha ke rumah sakit. " Sayang, kamu harus baik-baik saja, " racau Rico tak jelas.
Semua nampak panik begitu pula dengan Airin dan David, mereka berdua pun langsung mengikuti Rico dan Mitha bersamaan mahasiswa yang kepo dan berjalan di belakang mereka berdua.
Tapi seperti nya kegentingan itu membuat akal seorang menjadi tak sehat, seperti terkena bujukan setan yang mencari kesempatan ini.
Gadis bercelana hitam ketat, memakai switer warna kuning dan menutupi Kepala nya, juga mengenakan masker juga kaca mata itu mendorong Airin yang sedang pelan-pelan turun dari tangga,
Gadis itu menyeringai penuh kemenangan setelah Airin terjatuh membentur lantai sebelum nya sempat terguling dari anak tangga yang tidak banyak itu.
" Airin,,,,!!! teriak David histeris, melihat Airin yang sudah kesakitan dengan terus memegangi perutnya.
kejadian yang begitu cepat bahkan David yang berada tepat di belakang tangan nya tak sampai untuk meraih Airin yang sudah terlebih dahulu terhuyung bebas.
" Sakit,, "
__ADS_1
#######
########