
Siska melangkah masuk ke ruang kerja Arman dengan begitu angkuh nya membawa selembar kertas yang harus di tanda tangani oleh Arman tentunya.
Arman memang sangat licik namun Siska lebih licik dari pada dirinya. Siska diam saja di perlakuan apapun oleh Arman, Siska rela Arman tiduri dan memuaskan hasrat dari Arman.
Tapi tidak lagi bagi Siska sekarang. Arman harus membayar setiap paksaan yang dia lakukan pada Siska. Siska sudah sangat jengah terhadap Arman, meskipun dia sangat menikmati semua posisinya sekarang tapi dia akan lebih bahagia dan begitu merasakan nikmat sangat dia berhasil memiliki semuanya.
Bukan hanya selembar kertas saja yang Siska bawa, namun ada satu botol minuman haram yang ia bawa untuk bisa mempermudah semua rencananya, seperti apa yang selalu Arman lakukan padanya dan sekarang Siska pun bisa melakukan nya pada Arman.
Bahkan Siska juga memakai pakaian yang sangat seksi yang tentunya akan membuat Arman tergoda dengan tubuhnya yang begitu indah.
Siska menyembunyikan kertas itu di belakang punggung nya sebelum dia masuk, memasang wajah berbinar yang membuat nya terlihat lebih cantik dan mempesona.
" Apa aku boleh masuk? " tanya Siska yang masih menyembulkan kepalanya dari luar pintu yang sedikit terbuka, memasang wajah cerah dengan senyum lebar untuk meyakinkan Arman agar menyetujui nya untuk masuk.
Arman mengernyit, heran sekaligus bingung dengan apa yang Siska lakukan. Namun semua itu hilang saat Siska masuk begitu saja dan memperlihatkan kemolekan dari tubuh nya.
Arman yang masih sangat besar akan hasrat, tentunya akan sangat senang melihat Siska yang datang dengan segala persiapan nya.
Arman beranjak dari duduknya meninggal laptopnya yang masih menyala untuk menyambut kedatangan yang telah bergelar sebagai istrinya sekarang.
" Apa kamu menginginkan sesuatu? " tanya Arman sekilas menatap wajah cantik nan ayu milik Siska kemudian beralih melihat sekujur tubuh Siska yang terlihat menggairahkan.
Siska berjalan melewati Arman begitu saja dan menaruh botol dan dua cangkir kecil di meja lalu dia duduk setelah itu. " tidak ada, aku hanya mau bersenang-senang saja. " jawab Siska.
Siska kembali mengambil botol itu, membukanya dan menuangkan ke dua gelas itu hingga penuh." perusahaan ku memenangkan tender besar, jadi aku ingin merayakan nya dengan mu, apa nggak boleh? " ucap Siska berbohong.
Arman pun langsung mengikuti Siska dan duduk di setelahnya. " benarkah? " tanya balik Arman. "ternyata dia pandai juga. Ternyata aku tak kehilangan harta sepenuhnya, satu pergi dan satunya yang lebih besar lagi datang. " batin Arman.
Siska mengurai senyum dengan sangat manis. " tentu saja. " jawab Siska. Siska mengangkat gelas itu satu untuk nya dan satu ia berikan pada Arman. " Bersulang..!"
Ting.......
__ADS_1
Arman pun menurut begitu saja dengan permintaan dari Siska, lalu meneguk nya hingga tuntas tak bersisa. Dengan senang hati Siska pun kembali menuangkan nya lagi dan lagi, sedangkan miliknya hanya beberapa teguk saja yang berhasil masuk ke dalam perutnya.
Kesadaran Arman mulai hilang, Arman mulai meracau tak jelas. " Minun lah Sayang,, kau juga harus minum. " ucap Arman yang sudah mulai mabuk.
Arman menyentuh gelas milik Siska menyodorkan nya ke mulut Siska namun Siska tolak dengan pelan. " tidak, Sayang. Aku tidak boleh minum lebih banyak lagi, aku kan sedang hamil nggak akan baik untuk kesehatan anak kita " ucap Siska membual.
"Sekarang kau begitu perhatian ya pada anak kita, apa kau sudah mulai menerimanya dan juga mulai menerimaku? " tanya Arman.
Arman duduk semakin mendekat pada Siska, merangkul pundak nya dan memijat nya dengan lembut. " kalau begitu aku boleh minta kan? " tanya nya dengan genit.
Siska tersenyum masam, dia terpaksa melakukan itu kalau tidak demi misinya dia tidak akan mau melakukan itu apalagi merelakan Arman menyentuh nya. " Hm " Siska mengangguk pelan.
Arman begitu senang mendapatkan jawaban itu, meski dia tidak sadar sepenuhnya namun dia tetap merasa senang.
Arman menaruh gelas nya di meja dan mulai melancarkan aksinya. Tangan nya mulai nakal masuk ke dalam rok Siska dan meraba tempat tersensitif milik Siska hingga membuat nya mengerang.
" terus sayang " ucap Arman yang begitu senang mendengarkan suara Siska yang terdengar indah di telinga nya.
Arman semakin nakal dan mulai melepaskan baju milik Siska namun Siska dengan kuat menahan nya.
Siska mengambil kertas yang ia sembunyikan tadi di balik punggung nya sekaligus mengambil bolpoin yang ad di meja tempat mereka berada." tunggu, kau harus menandatangani ini dulu untuk ku sebelum kau melakukan nya. "
" kau akan mendapatkan nya setelah kita selesai melakukan nya, Sayang. Jika aku belum mendapatkan nya jangan harap kau juga akan mendapatkan tanda tangan dari ku. " jawab Arman.
"sial..! " batin Siska kesal.
Tak ada cara lain lagi kecuali Siska harus melayani Arman terlebih dahulu untuk mendapatkan tujuannya. Dengan berat hati Siska pun kembali memberikan mahkota nya tanpa adanya rasa cinta. " ini yang terakhir kalinya Siska. dan setelah ini kau bisa menendang si tua bangka ini pergi dari rumah ini dan dari kehidupan mu. " Batin Siska.
*********
**********
__ADS_1
Siska tersenyum puas setelah dia berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Tanda tangan dari Arman kini sudah tertulis dengan jelas di surat pengalihan semua harta nya ke tangan Siska.
" tidak sia-sia aku berkorban kali ini. " gumam Siska memandangi selembar kertas yang ada di tangan nya.
" dasar laki-laki bodoh! " Siska menoleh menatap Arman yang terlelap setelah melakukan pergulatan dengan nya di sofa tempat kerjanya.
Siska kembali mengenakan semua bajunya sebelum dia keluar dari ruangan itu.
Sekali lagi Siska tersenyum sinis sembari menatap Arman, merutuki kebodohan Arman yang kini berhasil dia jebak.
" kau pikir bisa terus memanfaatkan ku? tidak! setelah ini kau tidak akan lagi bisa semena-mena terhadap ku. Tidur lah dengan nyenyak di rumah mu yang terakhir kali si tua bangka! setelah kau bangun kau harus angkat kaki dari sini untuk selamanya. Karena semua ini, telah menjadi milikku, Hahaha..!!! "
Siska melangkah keluar, menutup pintu dengan rapat.
" Nyonya. "
Siska terkejut saat dia keluar dan hampir saja menabrak asisten rumah tangga yang membawakan kopi untuk Arman.
" apa itu? " tanya Siska dingin.
" i-ini kopi Tuan Arman, Nyonya. " jawab asisten itu dengan menundukkan wajahnya.
" bawa kembali kopi itu, Tuan Arman sedang tidur, dia bilang tidak ingin di ganggu oleh siapapun " seru Siska.
" ba-baik Nyonya. "
Asisten itu kembali ke dapur dengan membawa kopi tadi.
Lagi-lagi Siska tersenyum senang mengingat akan keberhasilan nya. Siska mengedarkan pandangan matanya menatap setiap sudut rumah besar itu, Siska bersedekap dada lalu tertawa. " hahaha... semua ini sekarang menjadi milikku, hahaha!! " tawa Siska dengan keras.
##########
__ADS_1