
Hari ini adalah hari pertama Airin bekerja di apartemen Riko. Semalam Riko sudah mengirimi ia pesan, jika Ia membebaskan Airin untuk datang bekerja di jam berapapun. Asalkan ketika ia pulang sewaktu waktu apartemen dalam keadaan bersih.
Bukan itu saja, Riko juga menyuruh Airin berbelanja untuk mengisi bahan makanan. Karena jika ia di apartemen lebih suka memasak sendiri dari pada pesan makanan dari luar. Jadi ia meminta Airin mengirimkan no rekeningnya.
"Lo nggak kerja?" Lusi yang baru keluar dari kamar bersiap berangkat bekerja. Ia heran melihat Airin yang masih membersihkan kamar kosnya, padahal biasanya sahabatnya itu berangkat kerja lebih dulu dari pada dirinya.
Airin menjeda pekerjaannya. "Aku dah berhenti kerja sama Bu Sofiana."
"Loh kenapa?"
"Nggak apa-apa."
"Terus sekarang nggak kerja?"
"Nanti agak siangan."
"Udah dapat kerjaan baru?"
"Udah."
"Kerja apa?"
"Bersih-bersih apartemen."
"Wah, tempat tinggal yang kayak rumah susun!"
"Ada apa?" Pras yang baru keluar dari kamar kosnya, dan sudah rapi dengan seragam kerjanya. Kemunculannya membuat obrolan kedua gadis itu terhenti.
"Airin udah nggak kerja sama Bu Sofiana," jawab Lusi. "Tapi sudah dapat kerjaan baru."
Pras langsung menoleh ke arah Airin. "Kok tiba-tiba keluar kerja?" herannya.
__ADS_1
"Sebenarnya nggak tiba-tiba, cuma aku nunggu dapat kerjaan baru lalu baru keluar." jelas Airin.
Pras hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Airin baru berangkat menuju apartemen Riko. Dan seperti biasanya ia akan memesan ojek online untuk mengantarkan sampai apartemen Riko.
hanya membutuhkan waktu sepuluh menit Airin sudah sampai di depan bangunan yang menjulang tinggi.
"Sudah sampai Neng," kata tukang ojek online memberitahu.
"Oh iya Pak," sembari turun dari motor dan memberikan helm yang ia pakai, tidak lupa juga memberikan ongkos. "Terima kasih."
Airin melangkahkan kakinya ke dalam apartemen, ia di buat terkagum dengan bangunan itu. Tampak begitu mewah, dan menandakan bahwa hanya orang tertentu yang bisa tinggal di tempat seperti itu.
Tentu saja Riko mampu membeli apartemen mewah itu, karena gajinya sebagai asisten pribadi tidaklah sedikit.
Baru Airin masuk, ia sudah di hentikan salah satu scurity. "Ada yang bisa saya bantu?" tanya nya ramah.
Airin segera mengeluarkan kartu nama yang di berikan Riko. "Saya pegawai Pak Riko." sembari menyodorkannya kepada scurity.
"Terima kasih pak." Setelah itu Airin beranjak dari sana.
Tujuannya sekarang adalah pergi ke unit milik Riko, hanya butuh beberapa detik lift sudah membawanya ke lantai lima belas. Ia kembali melihat cardlock milik Riko untuk memastikan no unit yang berada di depannya benar.
Airin langsung menempelkan cardlock pada kotak sensor yang berada di pintu.
Klik.
Tanda pintu sudah bisa di buka. Lagi-lagi Airin di buat kagum begitu memasuki unit milik Riko, disain yang begitu simpel namun terlihat elegan.
Tidak menunggu lama, ia langsung mencari alat untuk ia bersih-bersih. Setelah ketemu, ia mulai mengerjakan tugasnya. Mulai dari mengepel dan membersihkan perabotan dari debu.
__ADS_1
"Apa ini kamar Pak Riko?" ia berdiri di salah satu ruangan yang masih tertutup rapat. Dan itu sepertinya, kamar milik majikannya. "Aku boleh bersihkan atau tidak ya?" Ia tidak mau lancang begitu saja masuk.
Hingga ia memutuskan untuk menghubungi Riko terlebih dahulu.
"Hhaa," Airin menghembuskan nafasnya lega. "Untung saja tadi telepon Pak Riko dulu." Yang ternyata Riko menyuruhnya untuk tidak membersihkan kamarnya.
*
*
Beberapa hari sudah Airin bekerja dengan Riko, meskipun Riko menyuruhnya untuk datang dua hari sekali nyatanya Airin datang bekerja setiap hari. Ia beralasan pekerjaannya akan lebih ringan jika ia datang setiap hari.
Di lain tempat, Kania seperti biasanya ia akan terlihat lesu jika di pagi hari. Karena di saat inilah ia akan teringat sosok Airin yang akan selalu menyiapkan keperluannya.
Sebenarnya Sofiana berniat untuk mencari pengganti Airin, namun Kania menolaknya. Dengan alasan ia sekarang sudah bisa melakukan semuanya sendiri.
"Ma," panggil Kania di sela-sela sarapan mereka. "Nanti Kania pulang sekolah mampir ke kosan Kak Airin ya!"
Bian yang mendengarnya kemudian menatap ke arah Kania. "Memangnya dia tidak masuk?" Ia masih tidak menyadari jika Airin sudah beberapa hari tidak terlihat di rumahnya. Karena ia sibuk dengan dirinya sendiri yang memikirkan sampai sekarang tidak bisa menemui Alda.
"Bian, Airin sudah beberapa hari tidak bekerja lagi." sahut Sofiana.
"Kak Bian terlalu sibuk, makanya sampai nggak ngerti." cibir Kania.
Uhuk.
Seketika Bian tersedak ludahnya sendiri.
"Kakak kenapa sih?" Kania terheran melihat respon kakaknya yang berlebihan.
Namun Bian tak menjawabnya, karena kini perhatiannya teralihkan oleh pesan yang masuk ke ponselnya. Setelah membaca pesan itu, Bian langsung saja beranjak dari duduknya. "Ma Bian pergi dulu."
__ADS_1
...----------------...
...Tuhkan aa' Riko baik banget, awas baper ya ðŸ¤...