Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
137. Danau Kering


__ADS_3

______


Airin masuk ke rumahnya dengan begitu semangat, dia terus tersenyum, mengeluarkan aura berbinar nya, ya karena dia memang tengah berbagai sekarang.


" Assalamu'alaikum.. " David pun ternyata baru pulang, dia masuk tepat di belakang Airin dan berhasil mengejutkannya.


" Wa-wa'alaikumsalam... " Jawab Airin tersendat karena terkejut.


David berjalan mendekat mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Airin yang langsung mengalaminya dan mencium punggung tangannya.


" Kamu juga baru pulang, Yank?. " Tanya David.


Airin mengangguk dia juga baru pulang dari penampilan nya yang paling spektakuler.


" Iya, aku mandi dulu ya, Yank. Gerah nih udah bau acem juga. " Airin ingin melengos pergi dari hadapan David.


" Sayang! Lihat apa itu di atas!. " Tangan David menunjuk ke atas langit-langit dengan cepat Airin pun mengikutinya karena dia terkejut dan penasaran yang tumbuh dengan cepat.


" Ap.... pa..... " Ucapan Airin terputus karena David sudah langsung membopongnya, dan mulai melangkah naik.


Airin yang terkejut sontak melingkarkan tangan di leher David dan menatapnya tak percaya. " Ihh.. Dasar..! " Airin melepaskan satu tangannya dan menyentil bibir David dan membuat nya malah terkekeh.


" Hehehe.. Soalnya asyik kalau ngerjain kamu. Selalu saja kena. " Ucap David.


" Oh.. Gitu ya. " Airin tersenyum menyeringai.


" Jangan seperti itu, kau malah menggodaku kalau memasang mimik wajah imut seperti itu. Semakin kau imut maka junior ku akan semakin ganas menghujani danau mu nantinya. " Ucap David sembari terus berjalan menuju kamar.


" Danau ku kering, Yank. " Gurau Airin.


" Masak sih?. " David mengernyit dan semakin mempercepat langkahnya.


" Pelan-pelan, Yank. Aku takut jatuh. " Airin bergidik dan berpegangan semakin erat.


" Aku tak percaya danaunya kering, jadi aku harus melihat nya sekarang juga. Kalau beneran kering maka juniorku harus bekerja ekstra untuk memenuhinya. " Jawab David.


" Hahh... " Airin tersentak, dia tak menyangka kalau ekspresi ini yang akan dia dapatkan dari David.


Sepertinya Airin juga salah mengeluarkan kata-kata tadi. Ini benar-benar yang di maksud dengan senjata makan tuan kayaknya. Niatnya mau mengerjai David eh.. Malah dia sendiri yang terkena pelatuknya.

__ADS_1


David menurunkan Airin di atas kasur, membuka hijabnya dengan cepat dan juga memulai untuk menanggalkan baju yang Airin kenakan.


" Yank! Apa yang kamu lakukan!. " Airin begitu terkejut dengan David yang tiba-tiba menjadi ganas seperti ini, biasanya dia akan memintanya terlebih dahulu dengan baik-baik, tapi ini tanpa babibu dia langsung membukanya.


" Yank!. " Airin ingin mencegahnya namun tangannya di pegang langsung oleh David. " Kamu mau ngapain, Yank. " Airin menatap David yang masih terus melepaskan kancingnya satu persatu.


" Ssttt.. Aku hanya mau melihat seberapa kering danau nya, jadi aku bisa memutuskan dengan cepat berapa ronde aku harus menimba untuk memenuhi danaunya. " Ucapnya.


" Yank, aku cuma bercanda. " Ucap Airin.


Sebenarnya bukan hanya kata-kata dari Airin saja yang memancing sang junior bangkit dari tidurnya, namun senyum sumringah dari Airin yang terus terpancar itulah yang membuat sang junior mengeluarkan awan hitam dan ingin segera mencari danau yang ingin dia hujani.


" Yank!. " Airin terus berteriak menyerukan atas candaannya itu tidaklah benar. " A-ak... "


Mulut Airin tertutup rapat oleh bibir yang sudah nyosor begitu saja dan semakin lama semakin bringas ingin memangsanya.


Airin bingung tak biasanya David akan seperti ini, apakah David salah makan atau dia salah minum obat?.


Tapi bagaimanapun David, Airin tidak bisa melawannya dan menolaknya. Meskipun tadi hanya sekedar hirauan mungkin sekarang David memang benar-benar sedang menginginkannya. Dan sebagai istri yang baik dia harus memberikannya dengan ikhlas.


Kali ini David benar-benar bringas, dia bahkan terus mencium, mencecap dan memberikan tanda kepemilikan nya di semua tubuh Airin semuanya tak ada yang terlepas dan tak tergapai oleh mulutnya yang kelaparan.


David sangat puas bisa melihat Airin mencapai kenikmatan yang berkali-kali karena perbuatan nya, dan sekarang giliran dialah yang harus mencapai kenikmatan yang sama dan kembali memenuhi danau milik Airin.


"π˜’π˜¦π˜³π˜’π˜΄π˜Άπ˜¬π˜’π˜― 𝘒𝘱𝘒 𝘯π˜ͺ𝘩 π˜‹π˜’π˜·π˜ͺπ˜₯?. " Satu pertanyaan itu lah yang muncul di hati Airin melihat betapa buasnya David saat ini.


******


*******


*****


David ambruk di sebelah Airin setelah dia sudah berhasil mencapai puncak kenikmatan, dan berhasil membuat danau Airin kembali penuh.


Peluh keduanya begitu memenuhi semua tubuh, mereka saling menoleh saling memandang dan saling melemparkan senyum kebahagiaan.


" Kamu salah minum obat, Yank?. " Akhirnya pertanyaan itu Airin lontarkan begitu saja namun juga dengan sedikit kekehan yang menjadikan David ikut terkekeh juga.


" Hehehe.. Apa mungkin...? "

__ADS_1


_______


" Hahaha.. Akhirnya aku yang menang, kalau aku yang kalah kan kasihan biniku di rumah. Dia sedang hamil bagaimana mungkin aku akan memakannya berkali-kali karena obat lucknut itu. Hahaha..! " Tawa Rico begitu menggema.


Ya, demi mengisi waktu luang mereka, David dan Rico melakukan salah satu permainan, siapa yang kalah dia harus berani menelan pil lucknut yang akan membuat mereka terangsang dan junior nya akan bangun.


Dalam kesepakatan sebelum permainan siapa yang menang harus mengantarkan yang kalah pulang dan memastikan hanya istri mereka yang menerima keganasan dari para suami mereka, jadi semuanya aman.


Rico masih terkekeh sampai dia masuk ke dalam rumahnya, tak bisa dia bayangkan, seseorang yang biasanya lemah lembut di ranjang akan menjadi ganas seperti orang kelaparan dan tak makan satu bulan dan tiba-tiba mendapatkan makanan enak, pasti dia akan langsung membabi buta saat memakannya.


Mitha yang menyadari tingkah aneh suaminya langsung mendekatinya dan bertanya, ada apakah dengan gerangan suaminya yang terlihat begitu happy tanpa mengajak dirinya juga.


" Kamu kenapa, Yank?. " Tanya Mitha.


" Heh.. Tidak. Tidak apa-apa." Jawab Rico yang tak mau memberitahu Mitha.


" Beneran!. "


" Iya.. "


" Tapi kenapa terlihat seneng banget? Kamu melakukan sesuatu ya? Ayo cerita. " Desak Mitha.


Mitha yang terus ngoceh bertanya dan terus mengejar Rico membuat nya kalah dan akhirnya menceritakan apa yang dia dan David lakukan tadi, dan akhirnya bisa membuat Mitha juga ikut tertawa terpingkal.


" Hahaha... Pasti sekarang mereka berdua sedang asyik nih. " Ucap Mitha.


" Terus aku bagaimana, apa aku tidak boleh asik-asik dengan istriku juga. " Harap Rico yang akan bisa seperti David sekarang.


" Ti- dak! Kamu kan kalah, jadinya nikmatilah kekalahan mu. " Mitha melambaikan tangan dengan asyik dan pergi dari hadapan Rico.


" Yank.! " Kali ini Rico yang mengejar Mitha untuk meminta asik-asik dengan nya.


" Ti- dak.. " Kekeuh Mitha.


Rico terduduk lemas, dia menyesal karena dia yang kalah, seharusnya dia yang menang tadi. Atau kalau tidak, menang atau kalah tetap menelan obat lucknut itu jadi dia juga bisa mendapatkan asik-asik.


" Nasib... " Rico menepuk jidatnya kasar..


________

__ADS_1


__ADS_2