Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
Pengganti Keluarga


__ADS_3

Sore hari itu seorang wanita berjalan dengan terburu buru memasuki hotel setelah sang kekasih sedari tadi terus menghubunginya.


Hingga ia akhirnya sampai di depan kamar hotel sang kekasih dengan nafas yang memburu. Baru saja tangannya terangkat untuk mengetuk pintu (othor nggak tau ya di hotel itu pakai bel atau di ketuk, maklum nggak pernah nginep di hotel 😁) pintu itu terbuka.


Rupanya sang kekasih sudah menantikannya. "Kenapa lama sekali?" tanya pria itu dengan tatapan datar.


Wanita itu yang tak lain adalah Alda hanya tersenyum manis. "Maaf, nunggu Mama dan Papa pulang dulu." ujarnya.


Karena acara di rumahnya berakhir siang tadi, dan kedua orang tuanya baru pulang ketika sore hari.


Sang kekasih langsung mengajak Alda masuk ke dalam kamar. "Aku merindukanmu." Ia memeluk tubuh Alda. "Bagaimana dengan dia?" setelah pelukan mereka berakhir pria itu mengusap lembut perut Alda.


Alda tersenyum. "Dia baik-baik saja," jawabnya.


Entah apa yang membuat Alda tega mengkhianati Angga yang sudah begitu baik padanya. Padahal Angga selalu memberikan perhatian dan tulus mencintainya. Begitupun Alda, ia sebenarnya juga mencintai Angga. Hanya saja cintanya lebih besar pada pria yang sekarang ada di hadapannya.


Hingga kemudian, pandangan mereka berdua saling terkunci. Pandangan yang menyiratkan banyak kerinduan setelah satu minggu tidak bertemu. Hari ini Alda bisa menemuinya, karena Angga sedang berangkat keluar kota setelah acara tadi selesai untuk urusan bisnisnya.


Entah siapa yang memulainya, bibir mereka berdua sudah saling menyatu meluapkan rasa rindu mereka. Awalnya memang begitu lembut, hingga lama kelamaan mereka sudah tidak lagi merasakan itu. Yang ada kini mereka merasakan tubuh yang mulai terbakar gairah.


Pria itu secara perlahan menggiring Alda ke arah ranjang, dan kemudian mendorongnya hingga berbaring. Tangan kekasih Alda sudah mengabsen semua bagian tubuhnya, mulai membelai dan meremasnya. Hingga membuatnya mengeluarkan suara des*hannya.


"Aku suka melihatmu seperti ini," pria itu menjeda kegiatannya dan menatap wajah Alda yang sekarang di bawah kungkungan nya dengan pandangan yang mulai sayu. "Aku sangat mencintaimu."


"Aku juga sangat mencintaimu," balas Alda.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka yang berakhir dengan kegiatan panas mereka di atas ranjang.


"Akh," pekik Alda ketika sang kekasih memasukinya begitu saja. "Pelan-pelan, kamu lupa aku sekarang sedang mengandung." Ia sedikit kesal pada sang kekasih.


"Maaf, aku lupa." ucapnya dengan rasa bersalah, kemudian ia melirik ke arah perut Alda. "Maafkan Papa sayang, Papa lupa jika kamu ada di perut mama."


Tapi itu hanya sesaat, nyatanya di menit berikutnya kekasih Alda sudah melupakan keberadaan anaknya. Ia menghentak dengan kuat untuk mencari kenikmatan yang selalu di berikan Alda.


Sedangkan Alda hanya hanya mampu mencengkeram punggung sang kekasih, untuk menyalurkan rasa yang di nikmat pada dirinya.


Beberapa saat kemudian, pergulatan panas itu berakhir setelah keduanya mendapatkan pelepasan. Dan itu akan terulang sampai beberapa kali lagi. Begitulah jika Alda sudah bertemu dengan kekasihnya, maka nama Angga pun tidak akan ia ingat.


*


*


"Wah baunya enak," Lusi yang pertama datang. Gadis itu selalu yang tercepat jika menyangkut soal makanan.


Airin hanya memutar bola matanya malas mendengar itu.


Beberapa menit kemudian makanan yang ia masak sudah matang. Masakan yang ia masak sebenarnya sangat sederhana, tidak ada yang mewah. Hanya tahu tempe goreng, ikan asin dan sambel tomat. Sebagai pelengkap ada terong goreng, hanya itu saja. Tapi sahabatnya itu selalu betah menumpang makan padanya.


Tidak ada karpet sebagai alas mereka makan, cukup makanan yang tertata di piring kemudian ia taruh di lantai yang sebelumnya sudah di sapu Airin.


"Lus, panggil Kak Pras." Airin menghentikan Lusi yang bersiap mengambil nasi. Bagi Airin tidak enak jika tidak makan bersama-sama.

__ADS_1


Lusi cemberut mendengar itu, tapi ia tetap beranjak dari sana untuk memanggil Pras di kamarnya.


Makan malam itu terasa begitu hangat, Lusi dan Pras bagi Airin adalah pengganti keluarganya. Di sela-sela makan malam mereka selalu bertukar cerita, yang membuat mereka semakin mengerti satu sama lainnya.


Pagi hari, Airin berangkat lebih pagi. Karena di hari senin majikannya harus berangkat lebih pagi untuk mengikuti upacara di sekolahnya.


Ketika ia sampai, tidak sengaja ia berpapasan dengan Bian yang sepertinya selesai joging. Langsung saja Airin memberikan hormat. "Pagi Tuan."


"Hm," sahut Bian. Dan selalu itulah jawaban yang Airin terima.


Setelah itu, Airin langsung beranjak dari sana untuk menuju kamar Kania. Ia mencoba mengetuknya, tapi pintu itu tak kunjung terbuka.


Airin akhirnya memutuskan untuk masuk, dan benar saja majikannya itu masih terbuai mimpi indahnya. "Ya ampun, selalu saja." Ia kemudian berjalan menuju jendela dan membuka tirainya, sehingga cahaya matahari dapat masuk.


"Kak Airin, tutup lagi. Aku masih ngantuk," Kania sempat membuka matanya, tapi kemudian ia terlelap kembali.


Airin menggelengkan kepalanya, gadis cantik itu sungguh berbeda dengan kakaknya. Jika sang kakak sangat menyukai olah raga, maka Kania lebih memilih untuk tidur.


"Nona cantik, cepat bangun. Kamu lupa hari ini akan ada upacara di sekolah!" Airin mulai menyiapkan keperluan Kania. Mulai seragam sekolah, buku sekolah sesuai jadwal, hingga kaos kaki dan sepatu. Ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Kania.


Setelah selesai, Airin keluar lagi untuk melihat majikannya yang masih saja terlelap. "Nona, cepatlah bangun jika tidak mau di hukum karena terlambat."


Dengan keadaan setengah mengantuk Kania akhirnya terpaksa bangun dan berjalan ke kamar mandi.


Airin tersenyum melihat itu. Majikanya itu selalu saja membuatnya gemas dengan tingkah lucunya.

__ADS_1


...----------------...


...Ya ampun Alda, udah di kasih suami baik hati masih saja belok. Jangan lupa dukungannya ya gengs 😁...


__ADS_2