Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
61.Awal masalah


__ADS_3

Brakkk...


Siska terjengkit kaget melihat kemarahan Dekan karena perbuatan nya yang tak pantas itu pada Airin. bagaimana pun juga Siska menyembunyikan dari khalayak namun tetap saja semua bisa mengetahui kejadian di toilet, bahkan dari kejadian-kejadian sebelum sebelum itu juga.


" Siska kau benar-benar membuat kampus ini tercoreng karena perbuatan bodoh mu itu. apa kau tak pernah berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, hahh..!! bentak Dekan


Amarah nya benar-benar sudah di ambang batas. Dekan benar-benar tak bisa menahan emosi nya untuk meluap saat ini.


" ma-maaf Pak. " Jawab Siska dengan wajah memucat karena ketakutan nya saat berhadapan dengan Dekan.


meskipun ayahnya adalah donatur terbesar di kampus, namun tak berarti dia bisa lepas begitu saja dari kesalahannya. siapapun yang melanggar peraturan dan mencoreng nama baik kampus harus tetap mendapatkan hukuman meskipun itu Siska.


" maaf maaf, kau pikir semua itu akan kembali seperti semula setelah kamu minta maaf,!! sudah sejak lama saya diam, membiarkan kamu bertindak sesuai kehendak mu, dan selama itu juga aku membiarkan kamu melakukan itu tanpa memberikan peringatan ataupun hukuman padamu , karena saya sangat menghormatinya ayah kamu. tapi tidak untuk sekarang Siska, kau benar-benar sudah keterlaluan.. "


" tapi pak itu semua bukan sepenuhnya salah saya, saya hanya memberikan pelajaran padanya, dia telah merebut pacar saya pak. " jawab Siska dengan berani.


dengan begitu percaya diri nya Siska membuat pengakuan itu pada Dekan, dia benar-benar pintar bersandiwara dan mencoba melimpahkan kesalahannya pada Airin.


Pak Dekan tersenyum sinis. tingkat percaya diri Siska begitu besar membuat Dekan hanya bisa geleng-geleng kepala dengan itu. Siska benar-benar sudah terbutakan oleh cinta sehingga dia dengan mudah mengatakan semua kebohongan itu pada Dekan.


" mulut mu sungguh manis Siska. tapi itu tak berguna bagi saya, mungkin kamu bisa membodohi semua orang di luar sana tapi tidak dengan saya. saya tau betul siapa kamu dan siapa Airin, dia adalah gadis baik-baik tak seperti dirimu...


" dari perama dia masuk hingga sekarang saya belum pernah mendengar keluhan apapun mengenai dirinya tapi kamu,? kesalahan mu bahkan saya sudah tak lagi bisa menghitungnya lagi, Siska.


" dan ya, untuk dia merebut pacar mu , itu sangat tidak mungkin, kau pikir saya percaya bahwa David itu pacar mu, ! bahkan saya sendiri yang dengan jelas menghadiri pernikahan mereka. jadi sekarang siapa yang mau merebut David dari siapa, Siska.


terang Dekan dengan pelan, semua nya Dekan jelaskan dengan sangat pelan dan mudah di mengerti tapi tidak mungkin untuk Siska. dia pasti mengira kalau Dekan telah bersekongkol dengan Airin untuk menyingkirkan nya.


" hehh.. " Siska tersenyum sinis.


" di bayar berapa bapak oleh Airin itu sehingga bapak membela dia mati-matian, apa dia membayar dengan tubuhnya, lagian saya tidak percaya dia punya uang untuk menyogok bapak. " sambung Siska dengan begitu sinis.


Plakkk...


dengan sangat keras Dekan menampar Siska, amarah Dekan benar-benar tak terkendali saat ini, mulut Siska benar-benar tajam begitu sangat melukai Dekan yang selalu menjaga moralnya dengan sangat baik.


" tutup mulut mu Siska, bagaimana bisa kamu mengatakan itu pada saya.! kau benar-benar tak punya hati Siska hatimu benar-benar sekeras batu. "


mata Dekan benar-benar tak bisa di kondisikan amarah nya sudah sangat tak terkendali, bagaimana bisa orang yang paling di hormati di kampus di pertanyaan tentang moralnya, kepribadian yang selalu dia usahakan untuk dia turunkan pada para mahasiswa hanya menjadi sebuah bualan bagi Siska.


" iya, saya memang sekeras batu, terus bapak mau apa, hahh.. bahkan saya bisa meminta ayah saya untuk mengeluarkan bapak dari kampus ini sekarang juga,. " jawab Siska.


" Siska..!!


Laki-laki paru baya masuk begitu saja tanpa salam maupun permisi dan langsung membentak Siska karena perkataan yang meninggi pada Dekan,dan tak ada sopan santun nya sama sekali.


" Ayah.. " pekik Siska


" apa yang kamu lakukan Siska. kau mempermalukan Ayah, hahh.! Ayah mendidik kamu dengan baik, memasukkan kamu ke kampus ini karena ayah berharap lebih padamu Siska dan sekarang apa.? kau hancurkan semua harapan Ayah, kau benar-benar keterlaluan Siska..!! ucap pak Junaidi.


" Ayah, semua ini bukan kesalahan Siska, semua ini karena perempuan itu. dia yang menjebak ku, Ayah."


" diam kamu Siska.! ayah sudah melihat semuanya, ayah sudah tau kelakuan kamu selama ini di kampus, dan ayah benar-benar sangat kecewa padamu Siska, ayah benar-benar kecewa. " tutur Junaidi.


" ayah, dengarkan Siska dulu, Ayah. " ucap Siska memohon.


" tidak Siska, mulai sekarang ayah akan cabut semua fasilitas yang ayah berikan padamu, kamu harus belajar bagaimana memperbaiki kesalahan mu dengan tidak punya apapun di tangan mu. "

__ADS_1


" Jangan ayah,jangan lakukan itu pada Siska ayah, Siska mohon. "


" tidak Siska, keputusan Ayah sudah bulat mulai detik ini juga semua fasilitas kamu ayah tarik kembali. " Junaidi pergi dengan membawa amarah nya, dia benar-benar sangat kecewa dengan anaknya. anak yang selalu dia impikan untuk menjadi kebanggaan keluarga dan sekarang semua itu telah Siska hancurkan.


" Ayah..!! teriak Siska.


" Siska, sebagai hukuman mu, untuk semester ini kamu tidak akan pernah di lulus kan dan kamu akan mengulang dari awal." sambung Dekan dan langsung pergi meninggalkan Siska.


" Arghhh...!!!


teriak Siska dengan sangat keras. dia sangat tak percaya semua yang dia lakukan benar-benar bisa berbalik padanya sendiri, dan sekarang dia bahkan tak memiliki apapun untuk dia banggakan dan dia pamerkan pada semua orang.


" Arghhh...!!


awas kau Airin kau akan benar-benar menderita, saya tidak akan pernah. membiarkan mu hidup bahagia tidak akan pernah.


mata Siska sangat penuh dengan kebencian, kebencian yang dulu hanya sekedar nya dan sekarang semua itu sudah sangat besar, permasalahan yang dulunya hanya masalah sepele sampai sekarang masalah itu menjadi semakin besar bagi Siska.kerena masalah itu awal dari kebencian Siska dengan Airin.


Flashback.....


Gadis yang berhijab begitu sangat anggun berjalan dengan kedua tangan membawa piring dan gelas yang terisi penuh. ya dia tengah berada di kantin untuk mengisi perut, siapa lagi kalau bukan Airin Ais Saputri.


dengan berjalan beriringan bersama Mitha dia terus fokus dengan jalan nya, tapi tidak dengan Mitha dia terus saja bicara dan mencoba membuat Airin bicara namun semuanya sia-sia saja.


" Rin, loh itu kenapa sih.? sampai kapan kamu akan seperti ini.? tanya Mitha bingung


" gue nggak tau. " Jawab Airin dingin


" ya Tuhan, kenapa kau jadikan sahabat ku menjadi seperti ini. kapan dia akan kembali dengan wujud diri nya yang sebenarnya. " ucap Mitha.


mata Airin terbelalak dan tak lepas dengan apa yang terjadi tak jauh dari tempat nya. matanya menangkap seorang gadis yang tengah di bully habis oleh seseorang.


" Rin.! loh mau kemana, tungguin gue. " teriak Mitha dan berlari mengejar Airin dengan tetap menjaga makanan nya supaya tidak tumpah


" loh itu bisa jalan nggak sihh.! apa mata lohh nggak bisa melihat kalau ada kaki di sini. percuma mata loh ada empat, hahahaha..!! tawa gadis itu yang tak lain adalah Siska.


dengan sengaja Siska menaruh kakinya di jalan dan gadis yang berkacamata itu tersandung kaki Siska, bukannya meminta maaf tapi Siska malah menyalahkan gadis itu dan terus memakinya.


" ma-maaf sa-saya nggak tau. "'jawab gadis itu takut.


" helehh.. maaf maaf makan tuh maaf, apa dengan minta maaf kamu bisa membuat aku senang, iya. " sinis Siska.


" saya benar-benar minta maaf, saya tidak melihat. " ucap gadis itu.


" oke akan aku maafin tapi ada syaratnya. "


" apa syarat nya.?


"bersujud di hadapan ku,se-ka-rang!!


gadis itu mendongak dia begitu tak percaya hanya karena tak sengaja menyandung kaki Siska dia harus bersujud di hadapan Siska.


gadis itu sangat ketakutan bahkan dia langsung menangis dan tubuh nya pun gemetaran hebat. Siska bukan Tuhan jadi mana mungkin gadis itu akan bersujud di hadapan nya, meskipun dia tak sempurna dia juga tau bahwa dia hanya bisa bersujud pada Tuhan saja.


" kenapa malah menangis, ayo bersujud.!! bentak Siska.


" ta-tapi kak, bukannya saya sudah minta maaf " ucap gadis itu

__ADS_1


" apa kamu pikir dengan minta maaf saja sudah cukup.! sekarang cepat bersujud.


" kakak bukan Tuhan, jadi mana mungkin saya akan bersujud di depan kakak. maafkan saya Kak. "


Plakk...


Siska menampar gadis itu, siapapun tak ada yang boleh menentang keinginan nya semuanya harus terjadi sesuai dengan kehendaknya.


" Awassss...!!


Byurrr...


nasi dan minuman yang berada di tangan Airin langsung mendarat di seluruh tubuh Siska, membuat nya langsung terdiam namun dengan mata melotot dan mulut yang menganga dan juga wajah yang seperti kesetanan.


sedangkan Airin pura-pura terjatuh di lantai dan langsung mengeluh kesakitan karena kakinya yang dia sengaja di jatuhkan di lantai sedikit memerah karena perbuatan nya sendiri.


" Hahahaha...!!


tawa semua orang yang berada di sana. benar-benar sebuah tontonan yang menarik jika di lewatkan.


" Diam kalian semua..!! bentak Siska dengan amarah


" makanya Sis, jadi orang jangan suka semena-mena. belum mati saja sudah mendapatkan ganjaran yang pantas apalagi kalau udah mati loh. dibakar loh di neraka. " ucap salah satu dari mereka.


" Diam..!!! teriak Siska


Siska menoleh kebelakang dengan amarah yang tambah memuncak belum selesai dengan menindas gadis berkacamata itu dan sekarang dia sudah mendapatkan ganjaran karena kesalahan nya dan juga di permalukan di hadapan semua orang.


sembari memunguti nasi-nasi yang tertempel di rambutnya. Siska tak pernah melepaskan pandangannya ke arah Airin yang malah meringis dengan puas.


" apa yang kamu lakukan hahh..!! bentak Siska.


Airin berdiri menepuk tangannya menghilangkan semua debu yang tertempel dan juga membersihkan bajunya.


" maaf saya terjatuh karena tak sengaja, tadi ada yang sengaja menaruh kakinya di saat saya berjalan, jadi saya terjatuh deh. " jawab Airin enteng.


mata Siska melihat kebelakang Airin namun tak ada yang duduk di sana hanya Mitha yang berdiri dengan tangan membawa makanan nya sendiri.


" beraninya loh bohongin gue, mata gue masih normal, tidak ada orang di sana. " Siska menunjukkan jarinya ke belakang Airin.


dengan tersenyum sinis Airin menatap Siska. tau sendiri matanya normal tapi kenapa malah berusaha menindas mahasiswa lain yang matanya tak sempurna, dasar wanita tak punya rasa empati sama sekali.


" tuh tau mata situ normal, seharusnya situ lebih bersyukur dan membantu yang lain yang tak sempurna, bukan malah menindas, dasar. " ucap Airin


Siska tam percaya dengan apa yang di katakan Airin Siska pun langsung begitu benci dengan Airin. ternyata dia memang sengaja melakukan itu padanya.


" dasar perempuan tak punya aturan.!!


Tangan Siska terhuyung kepada Airin namun dengan cepat Airin menangkapnya dan tatapan bengis pun terjadi pada mereka berdua.


" jangan pernah mencoba melawan gue. loh nggak akan pernah bisa menghadapi kemarahan gue jika semuanya sudah terlanjur keluar. " ucap Airin sengit.


" loh yang tak akan pernah bisa melawan gue, loh akan menyesal " ucap Siska yang tak kalah sengit.


Airin mendorong tangan Siska begitu keras hingga Siska mudur beberapa langkah.


tangan Siska mengepal dan bibit kebencian itu tumbuh di hati Siska dan semakin bertambah besar setiap harinya.

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


🍃🍃🍃🍃🌹🌹🍃🍃🍃🍃


__ADS_2