
Airin mengendarai mobil seorang diri, pikiran nya benar-benar tidak tenang. tujuan nya sekarang adalah dimana David di bawa oleh kedua orang yang tidak dia kenal sama sekali, mana lagi kalau bukan Hotel Asria miliknya.
Sebenarnya Rio dan Kirana akan ikut tadi tapi dengan cepat Airin menolaknya dan mereka di berikan tugas yang lain, yaitu menangkap pelaku yang telah membawa David dengan paksa.
Airin semakin mempercepat laju mobilnya. Biasanya Airin yang selalu mengendarai mobil dengan pelan sekarang benar-benar seperti orang yang sedang kesetanan.
" jika ada yang berani berulah, maka dia harus berani menanggung konsekuensi nya dari ku. orang yang berani membuat masalah dengan keluarga ku mereka harus hancur "gumam Airin.
Aura yang tak pernah keluar dari Airin kini terlihat sangat jelas, aura membunuh yang selama ini dia sembunyikan kini telah terlihat dengan sangat jelas.
" Aku tidak akan membiarkan kamu celaka dan terluka sedikitpun David. kamu harus tetap baik-baik saja. " gumam nya lagi.
Setelah sepuluh menit akhirnya Airin bisa sampai di depan Hotel, tanpa mencari perkiraan terlebih dahulu Airin langsung keluar dan memberikan kunci pada satpam yang berjaga di sana.
" pak tolong parkirkan mobil saya "'titahnya.
Satpam itu menerima kunci dari Airin sembari mengangguk patuh dan menjalankan semua yang di minta oleh Airin " Baik bu. " jawab nya tapi tak lagi mendapatkan jawaban apapun dari Airin karena Airin langsung lari ke dalam.
Airin menghampiri tempat resepsionis, bertanya di mana kamar nya di tempati oleh David tapi ternyata mereka sama sekali tidak mengetahui nya.
" katakan padaku di mana kamar bapak" tanya Airin tak sabar.
Dua resepsionis yang masih mudah itu malah kebingungan mereka sama sekali tidak mengetahui kalau bapak atau David datang ke sana.
" kami tidak tau, Bu" jawabnya yang benar-benar tak mengetahui nya.
Airin menghembuskan nafas yang begitu berat sebelum akhirnya dia kembali lari dan menuju ke tempat pemantauan, dimana dia dia bisa melihat semuanya dari CCTV.
Lelah tak Airin rasakan sama sekali. kakinya yang terasa pegal pun tak dia hiraukan semua itu hanya untuk bisa menemukan David secepatnya, sebelum ada kejadian buruk yang menyimpan David.
Airin masuk ke ruangan pemantauan dengan buru-buru dan ada satu orang di sana yang Airin tugaskan untuk selalu menjaga tempat itu.
Airin melempar tasnya asal dan langsung duduk begitu saja, tangan nya mulai beraksi dengan laptop di hadapan nya.
orang yang tengah duduk tenang di sana begitu terkejut dengan kedatangan Airin yang begitu tiba-tiba dan juga Airin yang langsung duduk di depan laptop tanpa menyapa nya terlebih dahulu.
__ADS_1
" ada apa, Bu. apa ada masalah? " tanya nya yang ikutan panik seperti Airin.
Airin tidak menjawab dan terus memeriksa rekaman yang terjadi beberapa jam yang lalu.
Terlihat dengan sangat jelas David dan dua orang itu keluar dari mobil dengan David yang duduk di kursi roda dengan memakai kacamata, sepertinya David belum sadar saat itu.
" Kamar 22." ucapnya.
" kamar 22? " pekik penjaga itu. " maaf Bu. bukannya kamar itu adalah kamar dari seorang laki-laki yang kira-kira seumuran dengan pak Fahmi ya " imbuh Penjaga itu memberi tahu.
meskipun orang itu tak jelas siapa yang memesannya, tapi dia cukup tau siapa yang keluar masuk kamar itu beberapa jam yang lalu.
" dan seperti nya tadi orang itu juga membawa seorang perempuan yang katanya sedang sakit karena dia duduk di kursi roda " imbuh nya lagi.
Airin mengernyit. dia semakin bingung kenapa David bisa di bawa ke kamar itu, kamar yang sudah di pesan oleh orang lain.
Hampir saja Airin akan beranjak untuk segera ke kamar itu tapi setelah mendengarkan penjelasan dari penjaga itu Airin kembali melihat siapa yang penjaga itu maksud.
" Om Arman.!! pekik Airin tak percaya saat berhasil melihat siapa yang masuk ke kamar itu dengan mendorong kursi roda.
Namun Airin bingung. siapa perempuan yang di bawa oleh Arman, wajah nya benar-benar tak terlihat.
" kopi rekaman ini dari awal gadis ini masuk hingga sekarang. lalu Kirim ke ponsel saya" tegas Airin.
penjaga itu mengangguk " baik, Bu " jawab nya patuh.
Airin beranjak dan kembali berlari dan tujuan nya sekarang adalah kamar dimana David berada.
Sebelum Airin ke sana terlebih dahulu Airin meminta kunci cadangan untuk petugas dan kembali berlari.
#######
" Aku nggak mau tau,, pokoknya kamu harus bertanggung jawab. kalau tidak mau bertanggung jawab maka aku akan bawa kasus ini ke polisi " ancam Siska.
Siska begitu kekeuh dengan keinginan nya, apapun caranya David harus tetap bertanggung jawab dan menikahi nya dengan secepatnya. entah dengan sepengetahuan Airin atau pun tidak.
__ADS_1
David semakin di buat pusing dengan desakan dari Siska. dia tidak menyukai Siska dan dia juga tidak mau menduakan Airin, tapi dia juga tidak mau keluarga nya di permalukan dengan kejadian ini.
"'tidak, Siska. tidak.!! " David pun sama siapa masih kekeuh menolak bertanggung jawab karena dia merasa tidak melakukan apapun pada Siska.
sedari tadi dan sudah beberapa jam, mereka berdua terus beradu mulut David sudah mengenakan bajunya tapi tidak dengan Siska, dia masih belum mengenakan apapun dan tubuh polos nya hanya dia balut dengan selimut.
" oke.. kalau kamu memang tidak mau bertanggung jawab, aku akan mengatakan semua perbuatan mu pada Airin dan juga pada orang tuamu hari ini juga. sekaligus aku akan melaporkan mu pada polisi " ucap Siska.
Tangisan Siska tadi kini telah berubah menjadi kekesalan karena David tetap kekeuh tak mengakui apa yang dia lakukan dan juga tak mau bertanggung jawab.
Siska beranjak dari ranjang nya dengan balutan selimut, mencari tasnya dan juga mengambil ponsel nya dengan cepat.
Siska berniat untuk menghubungi polisi namun itu tak terjadi karena David sudah keburu merebut ponsel nya dari tangan Siska.
" apa kamu gila,,!! bentak David dan melemparkan ponsel Siska ke ranjang.
Siska menatap bengis David. dia begitu marah dengan apa yang David lakukan sekarang padanya. ini tidak lah adil baginya. David sudah merenggut kesucian nya namun dia tak mau bertanggung jawab.
" kamu yang gila,!! kamu yang telah menghancurkan ku dan sekarang kamu bilang aku gila, sebenarnya siapa yang gila David, aku atau kamu,!! ucap Siska tak kalah tinggi.
" aku tidak bakal lakukan itu jika kamu mengakuinya dan mau bertanggung jawab dan juga menikahi ku, maka semua ini akan selesai" desak Siska.
" tidak,,,!!
plakk...
dengan keras Siska menampar wajah David dia benar-benar emosi dengan keras kepala nya David.
sontak David memegangi Pipinya nya terasa panas akibat tamparan dari Siska.
" mau ataupun tidak, kamu harus bertanggung jawab, titik.. " ucap Siska dengan tatapan menantang.
Di saat itu lah, Airin berhasil membuka pintu dan langsung masuk.
" Sa-yang.....
__ADS_1
######
#######