Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
163.Sakit 2


__ADS_3

____


Dalam keadaan tidak sadar Airin di bawa ke rumah sakit oleh Mitha. Siapa yang tidak khawatir dengan keadaan Airin yang sangat lemah bahkan wajahnya sangat pucat.


David yang mendengar kabar kalau Airin di bawa ke rumah sakit langsung menunggu di depan pintu rumah sakit, dia sangat tidak tenang, dia sangat gelisah juga sangat khawatir dengan keadaan istri tercintanya.


Seharusnya tadi dia tidak meninggalkan Airin begitu saja di rumah sendiri, ya meskipun di rumah ada asisten rumah tangga namun tetap saja penjagaan tidak akan semaksimal seperti dia sendiri yang menjaganya.


Sesampainya di rumah sakit, David langsung menjemputnya dia sangat khawatir dia mengangkat Airin sendiri saat turun dari mobil.


David berjalan dengan sangat cepat, dia ingin Airin cepat mendapatkan penanganan dan mendapatkan pengobatan yang maksimal, David juga sudah sangat penasaran sebenarnya sakit apa yang di derita oleh Airin.


Meskipun David juga seorang dokter tapi dia tidak akan menangani Airin sendiri ada temannya yang akan membantunya yang jelas seorang dokter wanita, dia juga teman Airin juga.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Airin, Zie?" tanyanya tak sabaran. David yang sangat khawatir ikut masuk dan menunggu pemeriksaan Airin, melihatnya secara langsung Dokter Zie yang memberikan pertolongan untuknya.


"Sebentar, biar aku pastikan dulu. Dokter Airin juga harus menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan hasilnya. Saya juga tidak bisa langsung mendiagnosa penyakit apa yang Dokter Airin derita, semua harus dengan proses pemeriksaan," jawab Zie.


Sesekali David juga ikut membantu dokter Zie, dia tak mau melewatkan begitu saja setiap pemeriksaan pada Airin yang masih tak sadarkan diri.


Sementara di luar ruangan ada Mitha yang juga sangat khawatir, dia berdiri sendiri karena putranya dia titipkan pada asisten rumah di rumah Airin, dua juga seorang dokter pasti tau lah kalau tak akan baik membawa anak kecil ke rumah sakit.


"Astaghfirullah hal 'azim.., sebenarnya apa yang terjadi padamu sih, Rin. Kenapa kamu lemah seperti ini. Kamu harus bisa bangkit meskipun aku tau itu sangat susah, tapi kamu juga tidak bisa seperti ini terus," ucapnya.

__ADS_1


Mitha terus mondar-mandir dengan jari-jari tangan saling bertautan. Sesekali Mitha akan menoleh ke pintu berharap akan ada yang keluar dari dalam sana dan menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi kepada Airin sahabat.


"Sayang, bagaimana keadaan Airin?" Rico sang suami Mitha langsung datang menghampiri saat dia mendapatkan kabar darinya tentang keadaan Airin sekarang.


Persahabatan mereka tidak akan pernah termakan oleh waktu semakin lama mereka semakin dekat bahkan sudah seperti keluarga sendiri yang akan selalu ada ada saat salah satunya sedang membutuhkan mereka.


Mitha menoleh dengan cepat berjalan menghadang Rico dan mulai menceritakan apa yang terjadi kepada Airin saat ini.


"Saya juga belum tau pasti apa yang terjadi kepada Airin karena saat aku datang ternyata Airin sudah tergeletak pingsan di kamar mandi," ucap Mitha menjelaskan.


"Astaghfirullah hal 'azim..., sebenarnya apa yang terjadi kepada Airin sih. Kenapa Airin menjadi sangat lemah seperti ini, dia sering sekali sakit. Apa masih karena dia yang menyalahkan diri karena belum hamil juga?"


Mitha mengangguk membenarkan karena memang Airin sakit karena masih selalu menyalahkan diri karena dia yang tak kunjung bisa hamil dan tak kunjung bisa memberikan keturunan untuk David.


Di dalam ruangan bukannya panik tapi dokter Zie malah tersenyum dia beralih duduk dengan begitu santainya dan membuat David bingung dengan tingkah dokter satu ini.


David berjalan mengejar dokter Zie dan duduk di hadapannya dengan menatap wajahnya dengan serius. Bukankah seharusnya saat ini dokter Zie juga panik tapi mengapa dia malah terlihat senang bukankah itu aneh.


"Sebenarnya apa yang terjadi di dengan Airin, Zie?" Tanya David yang masih saja sangat panik juga khawatir dengan keadaan istrinya yang sekarang juga belum sadarkan diri.


"Setelah ini kamu harus benar-benar menjaganya Dokter David bahkan kamu tidak boleh melalaikan nya sama sekali Dia sangat membutuhkanmu," jawab dokter Zie.


"Apa maksudmu, Zie! sebenarnya Airin sakit apa?" David semakin tidak tenang.

__ADS_1


Namun itu malah membuat dokter Zie kembali tersenyum namun setelah itu disambung dengan wajah yang terlihat gelisah entah apa sebenarnya yang terjadi kepada Airin hingga wajah dokter Zie bisa berubah dengan cepat.


"Zie, sebenarnya apa yang terjadi pada Airin," David semakin tak sabar.


"Sebenarnya..., hem...? Selamat ya dokter David, dokter Airin sedang hamil, dan usianya sudah menginjak sebelas minggu," ucap Dokter Zie.


David termangu dia sama sekali tak percaya, setelah tiga tahun menunggu dan juga dengan berbagai cara yang mereka berdua lakukan ternyata penantian mereka akhirnya membuahkan hasil.


David tersenyum tapi dia juga menangis perasaannya campur aduk dan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dia sangat bahagia sekaligus terharu.


"Tapi...?"


Sepatah kata dari dokter Zie membuat David kembali fokus menatapnya, "tapi kenapa, Zie?" David kembali serius.


"Kandungan dokter Airin sangat lemah, di tambah lagi dengan dokter Airin yang sering sakit, ini bisa berakibat buruk untuk keduanya," ucap dokter Zie.


"Jadi Dokter David harus benar-benar bisa membuat dokter Airin tidak tertekan dan dia juga harus terus bahagia," imbuh Dokter Zie.


"Bahkan, perkembangan janinnya juga tidak terlalu baik ya mungkin itu karena dokter Airin yang selalu tertekan jadi itu berdampak dengan janinnya."


David tak lagi mendengarkan apa yang Zie katakan, dia memilih berdiri dan berjalan menghampiri Airin.


"Sayang, penantian kita telah berakhir. Sekarang kamu harus bisa selalu bahagia dan menjaga calon anak kita dengan baik. Kamu dan anak kita harus baik-baik saja, aku akan pastikan itu," David duduk di ranjang Airin mengangkat tangan Airin dan mengecupnya berulang kali.

__ADS_1


########


__ADS_2