
Airin menautkan kedua alisnya ketika ia membaca pesan yang baru saja di kirim Alda ke ponselnya. Alda mengajaknya untuk bertemu.
Beberapa hari terakhir hubungannya dengan Alda memang semakin dekat, sahabatnya itu seperti di landa kegelisahan. Tapi ketika ia tanya ada apa? Alda masih tidak mau menjawabnya.
Airin akhirnya menyanggupi permintaan Alda untuk bertemu seusai ia bekerja.
Hingga ketika sore hari, Airin sampai di mana tempat mereka janjian bertemu.
Mereka memutuskan untuk bertemu di salah satu kafe ice cream. Baru saja Airin masuk ke dalam kafe, ia sudah melihat Alda yang melambaikan tangan terhadapnya.
"Apa aku sangat terlambat?" Airin yang merasa tidak enak karena Alda datang terlebih dahulu, bahkan di meja yang mereka tempati sudah tersaji beberapa hidangan.
"Tidak, aku juga baru sampai." jawab Alda dengan tersenyum.
Mereka akhirnya menikmati ice cream yang telah Alda pesan dan beberapa cemilan. Hingga beberapa saat makanan di atas meja itu sudah habis tidak tersisa. Jika Alda makan banyak sejak ia dirinya hamil, sedangkan Airin ia makan banyak karena lapar setelah pulang kerja.
"Oh ya aku ingin menanyakan sesuatu?" Alda memulai pembicaraannya.
__ADS_1
"Apa?" sahut Airin.
Alda sebenarnya ragu untuk bertanya kepada Airin, namun ia merasa jika Airin lah teman yang cocok untuk di ajaknya bercerita. "Apa pendapat kamu tentang seseorang yang berselingkuh, padahal dia sudah berumah tangga?"
Airin sedikit heran mendengar pertanyaan dari Alda. Tidak ada angin, tidak ada hujan dia bertanya tentang masalah yang menurutnya sangat rumit. "Aku sendiri belum berumah tangga, tapi jika mengenai perselingkuhan, bagaimana pun itu tetap salah. Karena salah satu masih mempunyai ikatan dengan orang lain. Lebih baik mengakhiri lebih dahulu ikatan yang tidak di inginkan, lalu setelah itu dia bisa bersama dengan orang yang dia inginkan." jawab Airin dengan pemikirannya.
Jawaban dari Airin jelas saja menohok hatinya. Alda sendiri dalam menjalani hubungan dengan kekasihnya, terlintas ada perasaan bersalah terhadap Angga suaminya.
Alda dulu menerima Angga karena rasa kecewanya terhadap sang kekasih, hingga sampai Angga meminangnya pun tidak pikir panjang Alda juga menerimanya. Sampai akhirnya Alda di pertemukan kembali pada masa lalunya, hingga membuat benih-benih cinta yang sempat hilang kini kembali lagi. Tapi sayangnya Alda tidak bisa menjaga hatinya hingga ia harus membagi cintanya dengan sang mantan kekasih, yang kini kembali menjalin asmara.
"Kamu kenapa?" Airin melihat Alda hanya terdiam setelah mendengar jawabannya.
Di malam hari, pikiran Airin menerawang jauh. Entah kenapa cerita Alda terus berputar putar di otaknya. "Apa mungkin?" Tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Nggak, Alda bukan orang seperti itu." Airin meyakinkan dirinya. Karena Airin sempat berfikir jika yang di ceritakan Alda tadi adalah tentang dirinya sendiri.
Di lain tempat, Alda bersama sang kekasih menghabiskan malam mereka dengan kegiatan panas di atas ranjang.
"Sayang," erang Alda. Ketika sang kekasih memacu tubuhnya dengan cepat, apalagi merasakan hentakan yang kian dalam.
__ADS_1
Malam ini Angga kembali pergi keluar kota untuk urusan pekerjaannya. Perusahaan yang ia pimpin sedang berkembang pesat, jadi ia mau tidak mau juga harus turun tangan langsung. Dan sekarang kepergian Angga di gunakan Alda untuk bertemu sang kekasih. Seperti biasa, kekasihnya selalu meminta kehangatan tubuhnya.
"Oh sayang," Pria itu meracau ketika merasakan ia sudah di ambang batas pertahanannya. Dan benar saja sedetik kemudian ia menghujam lebih dalam, hingga terdengar erangan panjang dari keduanya.
*
*
Pagi hari, saat Airin akan ikut pergi ke sekolah bersama Kania tiba-tiba saja ponselnya berdering. Terlihat Nama Alda tertera di sana.
"Iya Alda ada apa?" tanya Airin ketika panggilan tersambung.
" ... "
"Apa?" Airin terkejut mendengar berita yang di sampaikan Alda.
...----------------...
__ADS_1
...Untuk cerita novelku yang ini mungkin nantinya episodenya tidak bisa banyak seperti novelku yang lainya. Terima kasih 🙏🥰...