Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
73.Tidak


__ADS_3

" Rin gimana kamu dan kandungan kamu, pastinya sehat kan.? Mitha berhenti sejenak menatap Airin yang sudah berhenti karena Mitha yang mulai pertanyaan padanya.


Airin menoleh, tersenyum begitu sangat manis. Sahabat nya benar-benar selalu memperhatikan dirinya dan yang paling penting adalah kesehatan dan juga kebaikan dirinya


" Alhamdulillah lah. Kami selalu sehat Wal'afiat, Mit, " jawab Airin Sembari tangan nya mengelus perut nya yang masih rata.


" Syukur lah juga Alhamdulillah kalau begitu. " Mereka kembali berjalan dengan pelan menuju kelas mereka yang hampir saja sampai dan sudah terlihat oleh mata mereka dengan jelas


" Oh iya Rin.! sekarang gimana dengan tugas dari Bunda kamu, apa kamu masih tetap mengerjakan itu dalam keadaan hamil muda seperti sekarang ini.?


Kehamilan bukan berarti harus menghentikan semua aktivitas, semua masih bisa di kerjakan selama masih mampu bukan.? " Ya kenapa tidak, aku akan tetap menjalankan semua tugas dari bunda, lagian semua itu akan menjadi tanggung jawab ku untuk ke depan nya kan. "


" iya sih.? " Mitha menunduk sekejap dan kembali lagi menatap Airin yang tengah menatapnya dengan datar " terus bagaimana dengan David? apa dia akan membiarkan kamu begitu saja.?


Semua memang tak semudah apa yang di katakan, Airin harus bisa membuat David mengerti sebelum dia kembali beraktivitas seperti sediakala. " Ya tak mudah sih, tapi akan tetap aku coba, biar gimanapun aku tak boleh lalai dalam pekerjaan ku, kan. "


" ya semoga saja David bisa mengerti. "


Laki-laki yang baru saja mereka omongin tiba-tiba datang di belakang mereka dengan setumpuk buku yang ada di tangan nya.


" Yang, kau begitu menyiksaku lihatlah ini begitu sangat sangat berat " Gerutu David dengan wajah lemah dan penuh memelas


Airin begitu kasian melihat David yang tengah tersiksa saat ini, namun mau gimana? David pasti tak akan boleh jika Airin membantunya.


Dari rumah David langsung ke perpustakaan mengambilkan buku-buku yang Airin mau, sebenarnya Airin tak mau merepotkan suaminya namun itulah David yang benar-benar tak mau membuat Airin kelelahan katanya.


Airin berniat mengambil satu atau dua buku untuk mengurangi beban yang David tanggung, namun David dengan sangat cepat menolak nya dan berjalan meninggalkan Airin dan Mitha masuk ke kelas terlebih dahulu " tidak usah yang, biar aku aja yang bawa, aku kuat kok. " David langsung nyelonong pergi.


Airin ternganga. Belum juga dia bicara apapun dan tangan nya belum juga menyentuh buku itu David sudah lebih dahulu berucap dan membuat Airin menjadi seperti sekarang, heran.


Mitha tersenyum geli. David benar-benar suami siaga ternyata, salut lah. " Rin, David luar biasa " puji Mitha dengan senyum menggoda.


" luar biasa apa,? biasa di luar iya " jawab Airin acuh, berjalan mendahului Mitha yang masih tersenyum bahkan hampir tertawa. " Rin, tunggu,,!! Mitha mengejar Airin dengan kuat mensejajarkan kembali langkahnya dengan Airin.

__ADS_1


######


" Mas, sebenarnya Nara mau di bawa kemana sih.? Nara begitu bingung sudah cukup lama dia berada di rumah Fadil dan tak di perbolehkan untuk pergi, dan sekarang Nara malah di bawa dengan mobil dan tentunya dengan berbagai alat-alat untuk menimba ilmu.


Fadil masih diam enggan untuk menjelaskan apapun pada Nara sebelum mereka sampai di tempat tujuan.


Nara merenggut kesal, pertanyaan nya tak ada satu pun dari tadi di jawab oleh Fadil. Nara memalingkan wajah nya menatap luar melihat keindahan kota dan kepadatan di pagi hari lebih menyenangkan dari pada menatap orang yang sedari tadi tak mengatakan apapun selayaknya patung hidup.


Seperempat jam berlalu dan mobil Fadil sudah terparkir manis di tempat seperti biasa di kampus. " Yuk turun." ajak Fadil namun gadis berkacamata itu kebingungan apa yang akan dia lakukan di sini.


Nara melamun melihat orang yang lalu lalang di sana, semuanya tampak percaya diri tidak seperti dirinya " Mas, sebenarnya kita mau ngapain.? Lagi-lagi Nara bertanya dan kali ini dia benar-benar berharap akan mendapatkan jawaban kalau tidak dia putus kan akan keluar dari mobil namun dia akan melarikan diri.


Fadil turun begitu saja dan belum mau menjawab, Fadil memutar dari depan membukakan pintu mobil untuk Nara " ayo turun " perintah Fadil tegas.


Perlakuan yang begitu sangat di gemari oleh para kaum hawa, namun tidak untuk Nara kali ini, dia malah bingung harus berbuat apa. dia bukan majikan nya bahkan juga orang tuanya.


" Mas,, " Nara semakin kebingungan.


Tak ada jawaban dari Fadil. Saat Fadil mulai berjalan di depan Nara, Nara malah mengendap-endap ingin kabur dari sana, Nara begitu malu juga kembali ke sana sudah dua bulan ini Nara keluar dari pendidikan nya dan sekarang harus kembali lagi, malu.


" Hehehe,, mau ke toilet Mas " meringis Nara membalikkan badan memperlihatkan deretan giginya yang putih dan gingsul.


" toilet di sebelah sana " Fadil menunjuk arah yang berlawanan dari arah yang akan Nara ambil. " nggak usah banyak alasan, cepat ikut,! titah Fadil yang sekarang sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Nara dan juga kenakalan gadis gingsul dan berkacamata itu.


Fadil terus menarik tas Nara dan berjalan dengan cepat untuk masuk ke ruang Dekan " Mas,,!! lepasin malu. " keluh kesah mulai Nara keluarkan, Nara tau benar Fadil membawa nya ke sana dengan sebuah alasan, Fadil ingin Nara kembali melanjutkan studi nya yang sempat tertunda " Mas,,!!


" diam dan jadilah gadis baik yang penurut, Ok." Fadil melirik Nara sejenak wajah nya yang merengut sebal membuat Fadil tersenyum puas.


" nasib nasib. " cepetuk Nara pasrah " Mas Nara nggak punya uang untuk kembali kuliah lagi. Dan Nara juga belum punya kerjaan tetap, "


" apa aku meminta uang pembayaran padamu, tidak. sekarang cepatlah dan jadilah mahasiswa yang baik dan belajar lah yang rajin. " Fadil terus menarik Nara hingga ke ruangan dekan.


########

__ADS_1


Airin dan David duduk berhadapan di meja makan, mereka tengah selesai makan malam berdua saja.


" Yang, aku...? aku mau kembali membantu bunda lagi di rumah sakit " ragu-ragu Airin mengatakan itu tak mau sampai langsung mendapatkan penolakan yang seperti biasa dari David.


Super waspada nya David yang membuat Airin selalu kesal, tak boleh inilah itulah semuanya harus berada dalam kendali David. Sekali saja Airin melanggar nya maka Airin akan di kurung di kamar seharian dan tak boleh melakukan apapun.


David berbalik 90 derajat celcius mata menatap tajam Airin yang kian meringis namun dengan ragu dan sudah siap untuk menerima apapun yang akan di katakan oleh David. " Buat apa. ? tanya David.


Airin terhenyak. Buat apa dia bilang.? Airin memutar bola matanya menatap lain dan kembali pada David yang masih menatap nya


" kok buat apa sih.? Ya untuk membantu Bunda lah Yang. lagi aku nggak mau aja nanti pekerjaan ku keteteran, aku harus tetap ke sana kan. lagian aku juga baik-baik saja "


" Tidak.!! Jawab David angkuh.


Benarkan ini lah yang Airin takutkan lagi-lagi dia mendapatkan larangan dan tak boleh melakukan apapun " Yang, please lah. Aku janji akan berhati-hati dan tak akan capek-capek please ya, ya. " Airin begitu memohon, berharap akan mendapatkan kata " ya " yang muncul dari bibir David.


" Tidak, !! pokoknya tidak.!! tolak David begitu kekeuh.


Airin mengerucut, tangan nya ia lipat dan menyembunyikan kepalanya setelah itu. dia benar-benar tak bisa melakukan apapun sekarang, Tak bisa.


" Yang, !! panggil Airin masih terus mencoba membujuk David.


" ti-dak...!! Sayang Airin,, kamu harus banyak istirahat besok kalau kamu udah lahiran mau kamu jungkir balik pun tak masalah tapi tidak untuk sekarang, aku tak mau kamu dan anak kita kenapa-napa " tegas David.


Mata Airin mulai berkaca-kaca air mata nya keluar begitu saja setelah David selesai mengatakan semuanya pada Airin " kamu keterlaluan " Airin beranjak dan pergi dengan cepat menuju kamar nya.


" ini nih perempuan kalau lagi hamil sensitif banget, " gumam David sadar betul " Yang..!! David ikut beranjak mengejar Airin untuk menjelaskan nya sekaligus minta maaf karena berkata sedikit kasar pada Airin.


#######


#########


Enak nya di perhatikan saat hamil..

__ADS_1


David benar Rin kamu harus banyak istirahat..


tapi kamu juga nggak boleh terlalu keras juga David, orang hamil juga perlu beraktivitas selama itu tak membuat keduanya kenapa-napa.


__ADS_2