Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
62.Sebuah harapan


__ADS_3

" sayang.!! pokoknya kamu nggak boleh kerja hari ini, aku nggak mau kamu nanti sakit, tubuhmu pasti sangat lelah gara-gara cewek sialan itu. " pinta David dengan penuh harap.


" Sayang, tapi aku harus masuk hari ini.! bagaimana kalau Bunda marah. " jawab Airin


" Haduhh Yang, pokoknya tidak.! kamu harus istirahat aku akan jadi satpam hari ini. aku juga nggak akan masuk kerja supaya aku bisa memastikan kamu istirahat yang penuh dan tidak pergi dari rumah. " kekeuh David.


" Hufff. baiklah, " pasrah Airin


" begitu dong, harus nurut sama suami tercinta" girang David


dengan mengendarai mobil Airin dan David pulang dengan cepat dan itu semua agar Airin bisa secepatnya untuk istirahat. entah kenapa sekarang David selalu cerewet dengan semua keadaan Airin semua yang di lakukan Airin harus selalu dalam izin nya.


Airin benar-benar bingung dengan perubahan David sekarang, David yang selalu over posesif yang berlebihan. tidak boleh capek-capek tidak boleh angkat berat-berat dan nggak boleh terlalu keras bekerja dan itu semua harus di taati oleh Airin.


" Yang.. " panggil Airin.


" Hmm.. "


" akhir-akhir ini..? kamu selalu bertingkah aneh, kenapa.? tanya Airin pelan takut sampai David akan tersinggung


David terkejut mendengar pertanyaan Airin, aneh kenapa,? bahkan David merasa itu wajar dan tak berlebihan, sebagai seorang suami dia berhak memperhatikan semua tentang istri nya termasuk dengan kesehatannya, bukan.


" aneh.? maksudnya.? " bingung David


" tingkah mu selalu aneh akhir-akhir ini, aku nggak boleh ini itu, aku harus ini juga itu. nggak boleh makan ini itu dan juga nggak boleh makan ini itu, kenapa.? apa ada alasannya.? " tanya Airin.


" ohh.., apa kamu keberatan.? tanya balik David


" tidak.! aku hanya bingung saja dengan perubahan mu, itu saja nggak lebih. " jawab Airin.


" sebenarnya....??


" yah..


" sebenarnya..? kita sudah sampai rumah, apa kita tidak akan turun. " ucap David.


" Hehh.. " mata Airin melihat keluar dari kaca mobil dan ternyata benar, mereka sudah berhenti di depan rumah. " ya udah kita turun sekarang. tapi kamu harus jelaskan nanti. " sambung Airin


" siap permaisuri. " jawab David dengan tangan hormat di keningnya.


Benar saja baru saja sampai rumah Airin dilarang untuk ngapa-ngapain semua keperluan Airin David yang menyiapkan nya termasuk makan mereka.


David benar-benar tak memperbolehkan Airin untuk melakukan apapun dan hanya duduk manis dan bilang pada David apapun yang Airin ingin kan.


" Yang nih minum supaya kamu lebih sehat. " ucap David menyodorkan segelas susu putih pada Airin.


Airin menggaruk tengkuknya, sejak kapan Airin harus minum susu.? bahkan umur lima tahun saja Airin sudah tak minum susu karena bosan dan juga tak menyukai bau amisnya.

__ADS_1


" susu.? lirih Airin namun tetap bisa di dengar oleh David.


David mengangguk dan terus menyodorkan nya pada Airin. " iya, susu.! apa kamu nggak suka.? tapi ini sangat baik untuk kesehatan. "


" tapi..?


" ayolah." pinta David dengan sangat memohon


perlahan-lahan Airin meminumnya dengan satu tangan menutup hidung supaya bau amis dari susu itu tidak dia hirup jadi dia tidak akan muntah.


" pintar. sini gelas nya biar aku yang mencucinya. " ucap David dan meminta gelas yang sudah kosong dari tangan Airin " sekarang pergilah ke kamar dan istirahat aku akan menyusul setelah ini. "


Airin geleng-geleng kepala setelah David pergi. dia benar-benar tak percaya berasa sebuah mimpi dia harus kembali minum susu, minuman yang sudah sejak lama tidak dia sukai.


Airin berjalan ke kamar dan segera istirahat di sana sesuai dengan perintah David, jika tidak pasti David akan menunggu nya dan menjadi satpam untuk menidurkan Airin.


baru saja Airin merebahkan tubuh nya ,David sudah datang dan ikut bergabung merebahkan tubuh nya di sebelah Airin. David begitu perhatian hari ini dia mengelus-elus puncak kepala Airin dan membuat nya untuk segera tidur.


" cepatlah tidur atau kalau tidak aku akan membuat mu tak tidur sampai besok. " ancam David


takut.? mana ada Airin takut dengan ancaman David, namun Airin hanya ingin mengetahui apa dan kenapa David berubah dan sekarang Airin harus bisa berakting dengan baik untuk bisa mengetahui alasan di balik perubahan David.


mata Airin terpejam sempurna, matanya benar-benar tertutup namun tidak dengan pikiran dan hatinya, pikiran dan hati Airin tengah bermain-main dengan akting yang akan dia lakukan.


" anak pintar. " ucap David dengan tersenyum simpul.


sadar sudah tak ada lagi pergerakan Airin membuka matanya dan menatap dan tersenyum ke arah David. siapa yang menidurkan dan sekarang si pembuat tidur malah tertidur sendiri, hahaha lucu sekali.


" selamat tidur sayang, mimpi yang indah. " ucap Airin lirih.


dengan sangat pelan Airin bangun dan pergi meninggalkan David dan mimpinya untuk ke dapur. kerongkongan Airin terasa sangat kering karena susu pemberian David, dia harus segera memberinya minum kalau tidak dia pasti akan muntah lama-lama.


" ini kenapa aku tak mau minum susu, pasti kerongkongan ku akan kekeringan " gumam Airin


kaki Airin terus melangkah ke dapur dan mengambil segelas minum untuk kerongkongan nya.


segelas air putih sudah di tangan Airin pun bergegas duduk untuk segera meminumnya. namun langkah Airin terhenti di samping tong sampah, bukan tong sampah yang menjadi perhatian Airin namun isi di dalamnya, sebuah kardus bergambar yang tak asing bagi Airin.


Airin mengambilnya dan terkejut tak percaya


" inikan..?


Airin pun membacanya dengan teliti, namun sebelumnya dia mengucek-ucek matanya takut salah lihat.


" inikan susu untuk mempersiapkan kehamilan.! jadi ini alasan David berubah.? apa dia benar-benar sudah sangat menginginkan seorang anak. " gumam Airin


" seharusnya kamu bilang padaku David kalau kamu menginginkan nya, aku pasti akan senang hati meminumnya meskipun aku tak menyukai nya. " Airin tersenyum lucu.

__ADS_1


dengan segelas air putih di tangan nya Airin kembali ke kamar dia masih selalu tersenyum mengingat kardus tadi, itulah kenapa suaminya bertingkah aneh akhir-akhir ini, yang paling membuat Airin bingung kenapa David tak membicarakan itu pada Airin, apa karena David takut kalau Airin belum siap.? David kau harus menjawab pertanyaan istri mu setelah kamu bangun.


bukannya kembali tidur Airin malah duduk menyandarkan punggung nya di kepala ranjang sembari tangannya mengelus rambut David.


" aku kira kamu yang belum siap Sayang, tapi sekarang aku yakin kalau kamu juga sudah menginginkan nya. semoga Allah akan secepatnya memberikan dan memberikan kepercayaan untuk kita, sayang.


" kita akan berusaha bersama sayang. dan kehendak hanya ada di tangan-Nya. dan kita akan memintanya bersama-sama. " ucap Airin dengan senyum manis nya.


Airin merebahkan tubuhnya di samping David dan memiringkan nya kearah David. Airin terus membelai wajah David dia sangat bahagia dengan keinginan David meskipun dia belum mengatakan pada Airin.


merasa terganggu David membuka matanya dan dengan cepat Airin berpura-pura tidur dengan lelap dengan tangan tetap berada di pipi David.


David nyentuh tangan Airin yang berada di pipinya, benar-benar sebuah kebahagiaan bisa selalu bersama dengan Airin dan David berharap bahwa mereka akan secepatnya meraih mimpi mereka bersama-sama termasuk kedatangan buah hati yang akan meramaikan rumah itu dan selalu memberikan kebahagiaan untuk mereka berdua.


" sayang maaf ya jika aku terlalu memaksamu untuk meminum sesuatu yang tidak kamu sukai, dan aku juga minta maaf karena aku belum bisa mengatakan ini padamu, tapi aku akan mengatakan secepatnya tentang keinginan ku ini, dan semoga kamu tak keberatan.


" aku pikir dengan kehadiran buah hati kita, hidup kita akan bahagia dan rumah ini akan lebih ramai, sayang. meskipun aku tau aku belum bisa membahagiakan kalian nanti nya tapi aku akan selalu berusaha dengan sangat keras. aku ingin keluarga kecil kita akan lengkap dengan kedatangan buah hati kita."


David mengusap perut Airin dengan sangat pelan. " baby cepat hadir di antara Mama dan Papa ya. dan kita akan hidup bahagia bersama-sama dan bahagia bersama Ok. " ucap David


Hati Airin sungguh terenyuh mendengar keinginan David yang benar-benar sudah tak sabar ingin memiliki buah hati dari Airin. Airin meneteskan Air mata nya dalam keadaan menutup mata.


"Sayang.. " panggil David lirih. David tau kalau Airin mendengar semua perkataannya dan itu sebabnya Airin mengeluarkan air mata.


" buka matamu, aku tau kamu tidak tidur, kan."


permintaan David benar-benar di patuhi oleh Airin dan Airin pun langsung membuka matanya " Sayang maafkan aku, sebenarnya aku tidak tidur dan mendengar semua perkataan mu, maaf. " ucap Airin menyesal.


" aku yang minta maaf Sayang, seharusnya aku mengatakan ini sejak awal, seharusnya aku tidak membuat mu bingung karena perbuatan ku. apa kamu mau memaafkan aku. " ucap David.


" iya sayang, aku akan selalu memaafkan mu, " jawab Airin.


" sayang, apakah kamu keberatan dengan keinginan ku, apa kamu belum siap. kalau kamu belum siap aku akan selalu menunggu mu hingga kamu benar-benar siap. dan kamu bisa menundanya sampai kamu siap. " ucap David


" kenapa aku harus menundanya Sayang. saat aku mengambil keputusan untuk menikah dengan mu saat itu juga aku juga harus siap dengan kodrat ku sebagai seorang wanita, aku harus siap untuk mengandung dan melahirkan buah hati kita, dan itu adalah kodrat yang tak bisa di rubah dari seorang wanita Sayang. " Jawab Airin.


" apa kamu benar-benar sudah siap akan hal itu sayang. " Ucap David.


" Hmm.. " Airin mengangguk


" makasih sayang, semoga niat kita segera di kabulkan sama Allah, dan kita bisa memiliki nya secepatnya. " ucap David dan menciumi Kening Airin berkali-kali.


" iya sayang. kita berjuang bersama-sama ya sayang. " jawab Airin


" Hmm... " jawab David


🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2