Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
83.Rakusnya Arman


__ADS_3

Kerakusan dan ketamakan yang sudah mendarah daging tak akan mungkin bisa hilang begitu saja. Semua akan tetap ada meskipun samua yang di ingin kan sudah di tangan.


Senyum penuh keangkuhan keluar dari mulut seorang laki-laki paruh baya, menyeringai penuh kesadisan dan menatap bangga semua yang ia dapat kan dengan cara yang tak wajar, merebut secara curang pastinya.


" lihat lah apa yang bisa aku dapatkan Yohan, kau mungkin anak kesayangan tapi aku yang mendapatkan semua ini, Hahaha,, " Tawa Arman begitu bangga dengan keculasan yang ia perbuat pada adiknya sendiri.


Arman duduk di kursi hitam yang terus bergoyang karena ulah nya sendiri. seakan-akan itu adalah mainan baru yang ia dapatkan saat ini. Kedua tangan nya menumpu dagunya di atas meja dan terus terbuai dalam kebahagiaan yang semu.


" Dan sebentar lagi semuanya akan benar-benar aku dapatkan Yohan, aku akan dapatkan semuanya dari mu, " ujar nya penuh dengan keyakinan.


Seorang wanita muda masuk di sana, membawa berkas yang di minta oleh Arman barusan sebelum dia masuk keruangan nya sendiri. " Ini berkas yang anda minta pak." ucapnya dengan penuh hormat menyodorkan berkas pada Arman dan langsung diterimanya dengan senang.


" Terima kasih " Arman mulai membuka satu persatu lembar Berkas itu memahaminya dan membacanya perlahan " Apa-apaan ini,!! berkas apa yang kau bawa padaku. " Berkas berhasil terbang dan mendarat di depan wanita itu dan seketika membuatnya gemetar ketakutan.


" I-itu... " Jawab nya dengan gugup, wajah nya langsung pucat pasi karena ketakutan. " itu berkas dari Mas Fadil pak, " ungkap nya.


" Fadil,,!! pekiknya tak percaya, anaknya satu-satunya yang akan mewarisi semua kekayaannya namun ternyata dia malah memberontak untuk melawan Papa nya sendiri " kapan dia datang.? angkuhnya.


" Apa Papa mencari Fadil.? , Fadil berjalan masuk tanpa persetujuan membawa dua berkas di tangan nya, " apa Papa menginginkan ini.? tidak.! ini bukan punya Papa, dan Fadil sudah berjanji akan mengembalikan semua yang menjadi Hak Om Yohan yang Papa Ambil secara curang.! tegas Fadil.


Meskipun dia Papa kandung nya sendiri kebenaran tetaplah kebenaran, dan Kesalahan harus di jauhi bukan di jadikan teman apalagi partner untuk mendapatkan harta haram.


" Dasar kurang ajar,,!! kamu mau melawan Papa, ? iya..! kamu tau Fadil, semua ini Papa lakukan untuk kamu semua ini demi masa depan kamu " mengatasnamakan kebaikan dalam masa depan bukanlah hal yang baik. masa depan yang baik pasti akan terjadi dengan apapun yang kita dapatkan dengan baik juga kan. Mungkin bisa kita bahagia dengan semuanya tapi bukankah itu hanya akan sesaat saja kan.


" kebaikan Papa bilang,? Fadil tidak butuh kebaikan yang seperti ini Pa, Fadil ingin hidup damai dan bahagia tanpa beban dan tanpa merugikan siapapun, apa Papa pikir Fadil bisa bahagia karena apa yang Papa dapatkan dengan cara kotor Papa,? tidak,! Fadil tidak akan pernah bahagia pa. " kekeuh Fadil tetap bulat dalam pendirian nya untuk mengembalikan semua yang menjadi Hak keluarga David.


" Fadil,,!!! Jangan main-main, Fadil. " Arman beranjak dari duduknya matanya kian menantang Fadil. " Fadil, kembalikan pada Papa.

__ADS_1


" Tidak,,!! ini bukan Hak Papa, " Fadil melenggang pergi tanpa persetujuan seperti saat dia masuk meninggalkan kemarahan yang ada dalam diri Papa nya.


" Fadil,,!! Fadil,,,!!! Teriak Arman tanpa henti. Arman berlari mengejar Fadil yang sudah semakin jauh tak akan dia biarkan semua yang sudah dia dapatkan hilang kembali dari genggaman nya. " Fadil,,,!!


Meskipun sudah dengan cepat Arman mengejarnya namun nyata-nyata Tidak bisa mengejar langkah Fadil yang masih gesit, karena perbedaan usia pun juga mempengaruhi nya "Sial, Dasar anak tidak tau diri, Arghhh,, " teriak Arman frustasi melayangkan pukulannya ke udara dengan begitu bringas.


Tangan nya mengambil Ponsel yang ada di sakunya, menghubungi seseorang untuk dimintai pertolongan untuk kembali mengambil apa yang sudah di ambil oleh anak nya barusan.


" Aku punya tugas untukmu. Bawa Fadil kehadapan ku. dan beri dia pelajaran jika dia memberontak. " tukasnya dengan sadis.


"Baik bos, "


Arman meremas ponselnya meskipun tak bisa mengubah bentuk nya, hatinya benar-benar telah terbutakan akan harta hingga dia tak bisa berfikir secara logis hingga tega menyuruh orang lain untuk memberikan pelajaran untuk anaknya sendiri.


######


" Papa benar-benar keterlaluan, dia kira aku akan takut padanya lagi,? tidak.! aku tak mau Papa semakin berbuat dosa lagi. " Mobil berjalan dengan cepat menempuh perjalanan untuk secepatnya sampai di kediaman Yohan, semoga saja ada di rumah jadi dia bisa langsung memberikan dokumen itu padanya.


Meskipun Fadil juga masih banyak dosa, dan kesalahan nya yang dulu belum bisa dia tebus seenggaknya dia sudah mulai berusaha untuk memperbaiki nya. Dan Fadil harus berusaha keras untuk menyadarkan Papa nya.


Mobil berhasil terparkir di kediaman Yohan, dengan cepat Fadil membawa Dokumen yang akan dia serahkan pada Yohan.


Tok tok tok...


Fadil mengetuk pintu gak sabaran, semuanya harus cepat beres sebelum ada kendala lagi yang mungkin akan menyulitkan nya.


Dan ternyata benar, sebelum pintu terbuka Fadil sudah tak sadar kan diri karena di bekap dengan obat bius oleh seseorang. Fadil di bawa kembali masuk ke mobil dan kembali pergi dari tempat itu sebelum sang pemilik rumah keluar.

__ADS_1


" hanya menangkap pria bodoh seperti ini mah gampang, iya kan. " tutur orang itu menyeringai senang mengarah pada satu teman nya.


" Dia terlalu mudah untuk di tangkap, kayak domba, Hahaha,, " tawanya begitu menggelegar di dalam mobil yang sudah berjalan menjauh.


Fani buru-buru keluar saat mendengar ketukan pintu yang begitu keras, kerjaan nya yang di dapur ia tinggal kan demi menyambut siapa yang datang, sedangkan Yohan pun sama dia buru-buru keluar saat dia berada di kamar mandi.


" Siapa Mi,? Yohan menyusul Fani yang hendak membuka pintu, Fani pun kembali menoleh ke arah Yohan dan menaikan kedua bahunya belum tau. Yohan mengangguk mengikuti Fani dari belakang.


Clikkk....


Pintu terbuka dengan lebar, begitu pula dengan mata keduanya yang melebar mencari-cari d


siapa yang datang namun tak dapat mereka temukan " loh mana orang nya? bingung Yohan, memeriksa semua penjuru bahkan Yohan sempet-sempetnya berjalan ke jalan di depan " nggak ada siapa pun. " gumam nya.


" Gimana Pi,? teriak Fani dan hanya mendapat gelengang kepala dari Yohan " aneh, masak iya kita salah dengar Pi. apa mungkin orang iseng saja.?


" entah " Yohan kembali berjalan mendekati Fani, dia sendiri juga bingung tapi tak pernah ada sih orang yang berbuat iseng di tempat nya sebelum ini, dulu sering dan pelakunya anaknya sendiri tapi setelah menikah David tak pernah melakukan itu.


" Ya sudah masuk yuk Mi, " Yohan merangkul bahu Fani mengajak masuk daripada pusing memikirkan tamu yang tak di temukan " Mi, Papi lapar, apa udah matang masak nya.? tanya Yohan dengan memelas.


" sebentar lagi Pi. ya sudah Papi tunggu dulu biar Mami tancap gas pol. " gurau Fani.


" ada-ada saja. " Yohan hanya mampu menggeleng dan tersenyum melihat tingkah istrinya yang selalu seperti anak muda. dan itu membuat nya juga seperti muda kembali sih.


Yohan duduk menunggu di sofa sembari membaca koran seperti biasa, tapi kali ini dia tidak bisa fokus dan terus teringat siapa tamu yang datang tadi, kenapa pergi lagi sebelum bertemu dengan pemilik rumah, bukankah ini terlalu aneh.


" siapa sih. semoga saja bukan orang yang mau berniat buruk pada keluarga ini. " gumam Yohan.

__ADS_1


########


####*#


__ADS_2