Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
102. Tidak mungkin


__ADS_3

Airin, Rio dan juga Kirana tengah fokus dengan beberapa layar besar yang ada di hadapan nya. mereka semua begitu teliti melihat baru persatu dari setiap kejadian yang terjadi namun belum juga melihat adanya David di sana.


Airin begitu gelisah, pikiran nya tak menentu dan juga sangat khawatir dengan keadaan David yang belum juga diketahui gimana keadaan nya.


" kamu yang tenang Rin?, David pasti akan segera ketemu dan dia juga pasti sangat baik-baik saja. lagian siapa juga yang mau menculik orang nggak waras kayak David? tanya ada hanya bikin pusing orang lain saja kan? " ucap Rio enteng.


Memang sejauh Rio mengenal orang, hanya David lah yang bisa membuat nya pusing karena perkataan nya dan juga kelakuan David yang tidak waras menurut nya.


Mulut Airin monyong dan semakin sebal bagaimana mungkin dia akan diam saja saat suami tercinta nya di katain oleh orang lain meskipun itu adalah Rio.


Airin mengalihkan pandangannya sejenak untuk menatap Rio, yang pasti tatapan itu akan membuat Rio bergidik ketakutan lalu meringis juga penuh penyesalan karena telah mengatai suami dari harimau yang kini masih terlihat jinak.


" Hehehe,, maaf. mulutku sepertinya sedang keseleo tadi. dimaafin ya " ujar Rio dengan wajah nya yang memelas.


" huuu,, ngeles aja bisanya. " sinis Kirana dengan tatapan datarnya ke arah Rio.


Rio membalas tatapan dari Kirana, tatapan keduanya saling mengeluarkan permusuhan, saling sinis dan juga saling tajam.


" dasar mulut comberan,!! " ketus Rio tak terima.


" terserah,!!


Airin menatap tajam keduanya yang sedang bertatapan dan saling beradu argumen. tatapan Airin yang semakin menajam membuat mereka berdua langsung kicep dan tak lagi bersuara dan langsung menunduk takut.


Kirana dan Rio tau benar dan hafal betul dengan sifat dari Airin, kalau dia sudah marah semua seakan mau di lahap hidup-hidup.


" bisa diam nggak,!! kalau nggak mau bantuin seenggaknya jangan mengganggu! , kalau kalian masih mau beradu mulut lebih baik kamu keluar dari sini kalau perlu jangan pernah kembali menginjakkan kaki di sini lagi " ucap Airin dengan dingin.


" maaf " jawab keduanya penuh penyesalan.


" udah pada tua juga, masih kayak anak-anak nggak malu sama umur? " imbuh Airin sembari menggelengkan kepalanya kesal.


" maaf "


Lagi-lagi hanya kata maaf lah yang keluar dari mulut keduanya. meskipun mereka juga ahli tapi mereka akan tetap takut dengan Airin. wanita yang terlihat pendiam dan begitu alim namun kalau tersentuh maka dia akan berubah seperti seekor Harimau yang kelaparan.


" cepat bantu,!! atau mau keluar? " tanya Airin.


Airin dan juga Kirana langsung berebut duduk dan segera membantu Airin untuk mengetahui dimana keberadaan David sekarang.


Mereka kembali fokus dengan diam. Rio dan Kirana tak lagi ada yang berani bicara lagi, mereka begitu ketakutan akan ancaman dari Airin.


" bagus "' Airin menarik ujung bibir nya untuk tersenyum melihat keduanya patuh membuat Airin sangat puas.


Setelah sepuluh menit mengamati akhirnya Airin mendapatkan sesuatu, matanya melihat David yang di bawa oleh dia orang di masukkan ke dalam mobil dalam keadaan tak sadarkan diri.


" mereka siapa? " bingung Airin.


Airin terus mengamati pergerakan mobil yang membawa David dari setiap layar yang berbeda ya karena memang begitu banyak di luaran sana yang di pasan alat pengintai, dan semua itu memang Tasya yang melakukan nya.


" David mau di bawa kemana? " bingung Airin dan matanya semakin fokus.

__ADS_1


Tak lama dalam perjalanan mobil itu berhenti di salah satu hotel yang benar-benar Airin ketahui, karena hotel itu adalah hotel yang telah di berikan oleh Tasya untuk nya. Hotel apalagi kalau bukan Hotel Asria.


" Hotel Asria,? untuk apa David di bawa ke sana? dan siapa yang melakukan itu semua " Airin semakin di buat bingung. " aku harus ke sana secepatnya "


Airin beranjak dengan begitu cepat. dia harus secepatnya mengetahui apa yang terjadi pada David, dan kenapa kedua orang itu membawa David ke sana.


######


Tasya, Fahmi dan juga Rayyan tengah berkunjung di rumah Yohan kali ini. ya sekedar untuk mengeratkan silaturahmi di antara kedua keluarga mereka.


Mereka terus berbincang dan juga sesekali bergurau hingga mengeluarkan tawa yang begitu renyah di antara mereka.


pembicaraan mereka semakin menghangat, sembari di temani dengan teh panas dan juga kue buatan Fani yang memang khusus dia sediakan karena Fahmi dan Tasya sudah memberitahu sebelum datang.


" silahkan di minum, dan jangan lupakan kuenya juga. jangan di anggurin nanti nangis " ucap Fani bergurau.


Semua tersenyum mendengar itu, dan langsung mengangkat gelas masing-masing untuk menyeruput teh mereka yang sudah berubah menjadi hangat.


" Terima kasih, Fan. maaf jadi ngerepotin kan" ucap Tasya sungkan.


Tak ada kata repot untuk besan, hanya sekedar teh dan juga kue saja mana mungkin bisa di bilang merepotkan. lagian Fani juga terbiasa membuat itu jadi tak menjadi masalah lah.


" tidak kok. hanya teh saja mana mungkin bisa merepotkan " jawab Fani dengan mengurai senyum nya.


Fani berdiri sejenak, membungkuk dan menyodorkan piring yang berisi kue pada Mereka bertiga secara bergantian. " silhkan di icipi, ini saya buat khusus untuk keluarga besan "'imbuh Fani.


" nggak usah repot-repot, Fani. kita bisa ambil sendiri kok" jawab Tasya yang semakin merasa ada tak enak.


Fani mengangguk dan kembali duduk setelah menaruh kembali piring yang masih penuh dengan kue itu.


" oh iya, om Yohan. katanya aset kalian sudah di kembalikan oleh Fadil ya? " tanya Rayyan.


Sebenarnya tak pantas Rayyan bertanya seperti itu karena itu bisa di bilang pribadi sih? tapi Rayyan benar-benar ingin tau akan hal itu.


Yohan mengangguk sembari tersenyum semua itu adalah benar jadi tak mungkin juga Yohan akan berbohong kan? " benar, beberapa hari yang lalu Fadil telah mengembalikan nya. " jawab Yohan.


" Alhamdulillah kalau begitu, saya ikut seneng denger nya. " ucap Rayyan " Dan.....


belum juga Rayyan kembali bertanya ada suara ketokan pintu dengan sangat keras. mereka semu pun dapat mendengar bya dengan jelas membuat Rayyan urung untuk meneruskan pertanyaannya.


tok tok tok..


" Assalamu'alaikum. " suara orang yang telah mengetuk pintu tersebut.


" sebentar "


Fani segera beranjak berjalan menuju pintu untuk mengetahui siapa orang yang telah datang di kediaman nya.


Fani membuka pintu perlahan dan menampakkan seorang kurir yang mengantarkan paket untuk nya.


" apa benar ini rumah nya pak Yohan? " tanya kurir itu dengan sangat sopan.

__ADS_1


" iya. " jawab Fani. " ada apa ya Mas? " tanya Fani bingung.


"ini ada paket untuk pak Yohan bu. " jawabnya.


Fani bingung tumben-tumbenan Yohan pesen pelet, biasanya kalau mau perlu apapun Yohan padu akan bilang pada Fani dan Fani yang akan membelikan nya. tapi ki ini sangat lah aneh.


Kurir itu pergi setelah paket sudah di terima oleh Fani. Fani pun bergegas masuk sembari membawa kotak kecil yang katanya paket untuk Yohan suaminya.


" apa Mi? " tanya Yohan penasaran.


Fani menjentikkan bahunya gak tau dan langsung memberikan nya pada Yohan.


" katanya paket untuk Papi" jawab Fani.


Tasya, Fahmi dan Rayyan nampak bingung, bagaimana mungkin Yohan bingung jika dia sendiri yang memasang paket itu kan? tapi masalahnya paket itu bukan pesanan dari Yohan, jadi semua merasa bingung.


" oh " jawab Yohan singkat.


perlahan-lahan Yohan membuka paket itu, paket yang berbentuk persegi yang berwarna coklat itu membuat semua orang bingung.


Mata Yohan langsung terbelalak tak percaya melihat isi di dalam paket tersebut. Yohan begitu syok hingga sepatah katapun tak bisa keluar dari mulut nya.


Fani begitu heran, sebenarnya apa isi di dal ifu sehingga membuat Suaminya tak mampu berkata-kata lagi. Fani mengambil Kotak itu dari tangan Yohan yang masih syok dan tercengang tak percaya.


" apa sih Pi?" ucapnya sembari tangan nya mengambil isi yang ada di dalam kotak tersebut.


Ekspresi Fani benar-benar sama seperti Yohan saat melihat nya, tapi Fani masih bisa berteriak dan tak sengaja menjatuhkan kotak itu beserta isinya " Astaghfirullah, Pi. apa yang David lakukan " ucap Fani.


Rayyan yang duduk tak jauh dari Fani langsung mengambil kotak itu, melihat apa yang membuat kedua orang tua David begitu syok.


Emosi langsung tumbuh di benak Rayyan setelah melihat nya. kemarahan nya begitu memuncak.


" beraninya kamu mengkhianati Airin, David. rupanya kamu mau cari masalah dengan ku " ucap Rayyan yang penuh dengan amarah.


tanpa menghiraukan Tasya dan Fahmi yang masih bingung, Rayyan beranjak dan berjalan dengan cepat keluar dari rumah itu. kemarahan nya begitu besar dengan di temani tangan nya yang terus terkepal untuk memberi pelajaran untuk David karena telah berani mengkhianati Airin, adik satu-satunya.


" Rayyan,,!! teriak Tasya tapi tak lagi di hiraukan.


Tak lama Tasya dan Fahmi pun ikutan syok setelah melihat sendiri apa yang memancing amarah Rayyan, keduanya pun terus menyerukan istighfar.


" Astaghfirullahalazim "


" ini tidak mungkin kan Pi? " ucap Fani yang benar-benar tak percaya.


" ini pasti ada yang salah, Papi yakin David tidak akan pernah melakukan hal yang sekeji ini Mi, ini tidak mungkin " jawab Yohan.


Sementara Tasya orang yang paling jeli dalam setiap masalah tidak akan percaya begitu saja hanya dengan sebuah foto belaka, jika foto itu di kirim dengan sengaja itu pasti memang ada yang sengaja ingin menghancurkan reputasi keluarga David atau mungkin reputasi David sendiri.


" ini harus di selidiki terlebih dahulu " batin Tasya.


######

__ADS_1


#######


__ADS_2