
Kesal yang di alami David belum juga berlalu hingga sore hari. bahkan suasana buruknya terbawa hingga ke pekerjaan nya. berkali-kali dia menggerutu kesal dan terus bergumam tanpa henti merutuki Rico dan Mitha yang mungkin sekarang sedang tertawa puas di atas penderitaan nya.
" David.! loh kenapa sih,? dari tadi cembetut mulu lagi dapet ya. " celetuk satu teman seperjuangan nya.
ya David bekerja di salah satu rumah sakit sebagai perawat di siang hari hingga malam tiba. dan itu pun bukan di rumah sakit milik Tasya melaikan milik keluarga Arkaila.
" bukan lagi dapet, tapi lagi nggak dapet .! jawab nya dengan acuh sembari menaruh wajah nya di salah satu meja di depannya.
" maksudnya nggak dapet.? teman David begitu bingung dengan apa yang di katakan oleh David. tidak dapet apaan.? dasar konyol sekali.
" udahlah gue lagi nggak mod. gue mau keluar sebentar cari angin " ucapnya dengan kaki yang sudah melangkah untuk pergi dari sana
" Dav.!! loh mau kemana pekerjaan kita belum selesai " teriak teman nya.
" tenang saja gue nggak kabur, gue hanya sebentar lagian kita ngecek pasien sebentar lagi kan bukan sekarang " jawab David mencari alasan.
David terus melenggang pergi tak lagi menghiraukan temannya yang masih menggerutu atas perbuatan nya.
" David David, seharusnya masalah pribadi jangan bawa ke pekerjaan, bisa-bisa di depak dari sini baru tau rasa loh " gumam teman David lalu berbalik kembali dengan aktivitas nya.
kepergian David ternyata tak sia-sia saat berada di depan salah satu ruang pemeriksaan David melihat seseorang yang sangat di kenal. dengan mengendap-endap David terus mengikuti orang itu dan terus sembunyi supaya tak tertangkap basah.
" kenapa Om Arman datang kerumah sakit, apa dia sakit atau..?
David hanya bisa berasumsi sedemikian rupa bukannya orang yang ke rumah sakit itu akan selalu berurusan dengan kesehatan kan.
David terus melangkah mendekati pintu dan menguping di sana, " maafkan aku ya Tuhan karena telah menguping pembicaraan orang lain " gumam nya dengan sangat pelan
Arman adalah orang yang selama ini selalu ingin menghancurkan keluarga David dia tak pernah mau melihat kebahagiaan keluarga David hingga dia selalu saja merebut apa yang di miliki oleh keluarga David termasuk perusahaan yang di dirikan oleh Yohan.
dan Arman adalah ayah dari Fadil. bahkan anak nya sendiri selalu ingin merebut apa yang di dapatkan oleh David termasuk Airin.
" Gimana dok apa obat yang saya pesan sudah ada. ? tanya Arman pada dokter spesialis yang berada di dalam bersamanya.
" maaf tuan Arman, obatnya sangat susah kami dapatkan, bahkan kami sendiri tak mengetahui siapa yang memproduksi obat langka tersebut, Berhari-hari kami mencari informasi namun tak kunjung kami dapatkan," jawab sang dokter dengan sangat menyesal.
" kok bisa Dok.? apa kalian tidak bisa hanya mencari obat sekecil itu hah..!! ucap Arman yang sudah mulai emosi.
" maaf Pak Arman bahkan kami sendiri tak mengetahui obat itu berasal, karena setau saya obat itu di pesan langsung oleh pemilik rumah sakit ini dari pembuatnya langsung " tutur dokter.
" apa saya bisa menemui pemilik rumah sakit ini..?
" maaf Pak Arman, bukannya kami tak mau mempertemukan beliau pada Anda, namun beliau sendiri yang tak mau di ganggu saat ini"
" Dasar bedebah beraninya kamu melarangku untuk bertemu dengan nya, apa kamu bosan hidup hahhh.!! bentak Arman dan mencengkram baju kebesaran dokter dengan kuat.
" maaf Pak kami benar-benar tidak bisa. "
" Hahh.!! dasar tidak berguna.! kesal Arman melepaskan cengkraman nya dan mendorong dokter hingga terjatuh di kursi miliknya.
Arman begitu marah besar dia keluar dari ruang itu dengan wajah yang sangat tak bersahabat.
dengan cepat David bersembunyi di balik tembok lain supaya tak ketahuan oleh Arman " obat apa yang membuat om Arman sampai semarah itu.? apa obat itu sangat penting.? gumam David.
setelah Arman benar-benar tak terlihat David memberanikan diri untuk masuk ke dalam dan bertanya langsung pada dokter untuk menghilangkan rasa penasarannya.
nafas yang tak beraturan dan wajah yang berkeringat karena takut begitu terlihat pada dokter tersebut. Arman benar-benar keterlaluan karena beraninya melakukan itu pada dokter.
" permisi dok maaf boleh saya bertanya sesuatu pada dokter " ucap David
Dokter yang tak mendengar David masuk langsung terkejut dan menatap David dengan lekat " siapa kamu.? tanyanya dengan begitu sengit.
tanpa di suruh duduk David duduk di kursi depan Dokter, mengambil nafas panjang sebelum mengatakan sesuatu yang ada di dalam pikiran nya.
"begini Dok, orang yang masuk tadi dia adalah Om saya, dan saya hanya ingin tau apa Om saya memiliki penyakit yang serius ?" tanya David.
Dokter benar-benar takut ingin mengatakan pada David, dia tak ingin sampai ada masalah di kemudian hari jika dia sampai mengatakan itu pada orang lain meskipun itu adalah keluarga nya sendiri.
__ADS_1
" maaf saya nggak bisa mengatakan pada mu, ini adalah privasi dari pasien saya yang harus saya lindungi " ucap dokter tersebut.
" tapi dok saya adalah keponakannya sendiri "
" maaf saya benar-benar nggak bisa, sekarang silakan Anda keluar karena saya akan ada pemeriksaan " tutur dokter.
David mengalah dan keluar dari sana dengan menahan rasa penasaran nya, entah apa yang di sembunyikan oleh Om nya pada keluarga nya. meskipun itu tak ada masalahnya pada keluarga David namun tetap saja dia harus waspada dengan kelakuan yang tak pernah di duga oleh Arman dan anaknya.
****
Dengan sebuah taksi Airin pulang dari rumah sakit. perjalanan tak ada yang berbeda selalu lancar seperti biasa, bahkan hari ini lebih lancar tak ada kemacetan di jalan besar itu.
Tak sengaja mata Airin melihat Kevin yang mengendarai motor besarnya. di wajah nya benar-benar terlihat sedang memikirkan sesuatu yang entah apa Airin sendiri tak tau pasti.
" pak, tolong ikuti motor di depan " pinta Airin dengan jelas, dan taksi pun melaju membuntuti motor Kevin.
tak ada sedikitpun rasa takut di benak Airin, dia hanya merasa ada yang aneh pada Kevin dan dia hanya penasaran untuk mengetahui sesuatu yang mungkin akan dia dapat setelah ini.
motor Kevin berhenti di sebuah rumah besar yang sangat mewah, rumah yang Airin sangat mengenalnya dengan jelas, rumah di mana dia di bawa oleh Fadil dulu saat dia hampir dipaksa untuk menikah dengan nya.
" bukankah ini rumah Fadil.? kenapa Kevin kesini. apa hubungan mereka sebenarnya ? gumam Airin matanya tak pernah lepas dari Kevin yang sudah berjalan masuk ke dalam rumah tersebut tanpa ada perbincangan dengan para penjaga di sana.
" sungguh mencurigakan, apa Kevin saudaranya Fadil, tapi masak iya,? Airin begitu bingung dengan pemikiran yang tak pasti.
" jalan Pak. " perintah Airin dan supir taksi pun mengangguk dan menjalankan mobilnya untuk meninggalkan tempat itu.
sampai rumah Airin terus memikirkan tentang Kevin, kabur nya Fadil dari tahanan yang tak kunjung di temukan dan muncul nya Kevin dengan tiba-tiba mungkinkah ada hubungannya..? pikir Airin dengan sangat keras.
" aku akan bertanya pada David nanti setelah dia pulang " gumam Airin
setelah membersihkan tubuh nya Airin langsung menyiapkan makan malam untuk dia dan David, mungkin sebentar lagi suami tercinta nya itu akan segera pulang.
dan benar saja baru saja Airin selesai David sudah masuk rumah dengan mengucapkan salam " Assalamu'alaikum..!! sapa David dan langsung menghampiri Airin.
" Wa'alaikumsalam.. " Airin langsung menjemput kepulangan David dan mencium punggung tangan David dengan lembut dan mendapatkan balasan kecupan di kening dari David.
" baiklah aku akan menyiapkan makan malam sekarang, cepatlah kembali " pinta Airin.
" kenapa apa kamu tak mau aku pergi " goda David.
" apasih, sana mandi kamu sangat bau. " jawab Airin sembari mendorong tubuh David
" iya-iya.., " David bergegas pergi.
tak lama David pun kembali dan duduk di meja makan untuk menyantap makan malam buatan tangan istri tercinta nya. " emm ini sangat enak " puji David setelah menyuapkan satu sendok penuh kedalam mulutnya.
Airin tersenyum puas akhirnya apa yang dia masak bisa di terima oleh David dan seperti nya dia sangat menyukainya.
" Sayang, apa akau boleh bertanya sesuatu ? " tanya Airin dengan ragu, takut kalau sampai pertanyaannya akan menyinggung David nanti nya.
" kamu adalah istri ku Sayang, kamu tak perlu meminta izin sekedar untuk bertanya. " jawab David dan kembali menyuapkan nasi setelah itu.
" Sayang, apa...... Fadil punya saudara? tanya Airin dengan sangat hati-hati.
seketika David berhenti mengunyah dia melotot kearah Airin yang tiba-tiba menanyakan soal Fadil, " kenapa kamu tanya seperti itu. jika Fadil punya saudara apa kamu bakal menyukai nya. " jawab David dengan ketus.
" tuh kan bener pasti dia akan tersinggung, "
" bukan begitu David sayang, aku kan hanya bertanya saja, kenapa kamu malah marah seperti itu " ucap Airin heran.
Prankk.....
David menaruh sendok nya dengan keras ke atas piring dan pergi meninggalkan Airin seorang diri dengan memendam rasa penasaran.
Airin pun berlari mengejar David bisa-bisa nya dia marah hanya karena Airin bertanya hal sepele itu. " Eissh David kenapa sih..!!
" Sayang tunggu..!! teriak Airin mengejar David masuk ke dalam kamar mencari keberadaan David
__ADS_1
" loh kok nggak ada. " mata Airin terus celungak-celinguk mencari keberadaan David yang entah sembunyi di mana " sayang..!!
Plukkk..
David memeluk Airin dari belakang dan pastinya mengejutkan nya, " Sayang..!!
" Sayang suamimu ada di sini, kenapa kamu masih bertanya tentang laki-laki lain hahh..!! apa suamimu ini kurang tampan.? ucap David dari belakang dan terasa sangat menggelitik di tengkuk Airin.
" Astaga jadi suamiku ini cemburu hanya dengan pertanyaan saja, Astaghfirullah sayang, aku hanya bertanya bukan berselingkuh " jawab Airin semakin heran.
" ya aku kan takut sayang, bagaimana kalau kamu beneran suka sama laki-laki lain " ucap David merengek.
Airin berbalik menangkup wajah David dan menatap matanya lekat " sayang aku tak mungkin menyukai laki-laki lain, hanya ada kamu seorang yang selalu ada di hatiku, kamu nggak boleh terlalu cemburu begini aku takut akan ada orang yang memanfaatkan keadaan kamu kalau kamu tak percaya padaku. " jawab Airin
" cemburu itu bukan wajar Yang.!!
" ya wajar sih tapi jangan keterlaluan juga dong."
" jadi kamu kira aku keterlaluan.!! ucap David keras
"yah salah lagi...
tak ingin menjadi panjang perdebatan mereka Airin pun dengan cepat menghentikan omelan David dengan cara mencium bibir David dengan sangat lembut.
" apa kamu masih marah. " tanya Airin pelan.
" aku marah, bahkan sangat marah.!!
" Sayang, jangan begitu aku minta maaf please jangan cemberut begini jelek sekali " ucap Airin dengan lucu dan mencubit pipi David dan menggelengkan kepala David.
" Sayang...
" Sayang...
" Sayang...!!!
" aku akan memaafkan mu jika kamu menebus kesalahan mu tadi pagi.. " ketus David.
" lah, ! apa salahku tadi pagi.?
" Diam aku benar-benar marah.!!
Airin menundukkan wajah nya takut, seperti nya suaminya benar-benar tengah marah dan berada dalam emosi yang sangat tinggi.
tawa kemenangan benar-benar menguasai hati David, melihat Airin yang begitu takut itu terlihat sangat menggemaskan di mata David,
"astaga istri ku imut sekali saat ketakutan , haha..!
" Airin sayang.. " panggil David dengan mesra.
ada perasaan curiga di benak Airin seketika dia mendongak dan melihat David yang tersenyum kemenangan, " kamu ngerjain aku..? kesal Airin.
"'si-siapa yang ngerjain kamu..? jawab David mengelak.
Airin berjalan mendekati ranjang mengambil satu bantal dan guling dan langsung memberikannya pada David " nih.! tidur di luar!! Airin mendorong tubuh David dengan kuat.
" Yang.. maaf Yang..!! jangan suruh aku tidur di luar aku nggak bakal bisa tidur tanpamu " David berusaha mengelak.
" keluar..!!!
cklek...
pintu tertutup setelah David berada di luar kamar " Yang.. maafin aku..!! rengek David.
tapi tak mendapatkan jawaban dari dalam kamar.
" Yang...
__ADS_1
" Yang...