Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
149. Kebersamaan


__ADS_3

Layaknya seorang pengantin baru David juga Airin terus bersama kemanapun mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain tangan mereka berdua tidak pernah terlepas dan terus bergandengan.


Sebenarnya Airin merasa sedikit risih dalam hal itu karena begitu banyak pasang mata yang selalu menghadap mereka. Namun tidak dengan David dia sama sekali tidak peduli dengan semua tatapan mereka tapi dia malah begitu menikmati kebersamaan ini dan tidak menghiraukan apapun lagi.


Mereka hanya melangkah dengan pelan memasuki sebuah taman yang begitu terkenal di kota itu. Taman yang menyajikan keindahan dan tatanan bunga-bunga yang sudah bermekaran.


Taman Begonia Garden, taman spektakuler yang memiliki dua belas ribu bunga warna-warni yang bermekaran sepanjang hari, baik di dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Taman yang masih bersatu dengan Terowongan iluminasi, Nabana No Sato. Mungkin setelah ini mereka berdua juga akan datang ke terowongan tersebut.


Mata Airin di buat terpana dengan keindahan dan tatanan taman yang begitu indah itu, matanya benar-benar dimanjakan sekarang. Wanita mana yang tidak akan bahagia bila bisa menikmati bunga-bunga yang begitu indah.


"Yank, kamu pinter nyari tempat-tempat yang indah seperti ini," Airin menoleh ke arah David, seketika mendapat hal yang selalu dia lihat senyaman yang begitu manis dari David suaminya.


"Apa kamu suka?" tanya David yang langsung membuat Airin mengangguk cepat, ya dia benar-benar sangat bahagia sekarang.


Sudah lama dia tidak pernah datang ke tempat-tempat yang indah seperti sekarang ini, dan sekarang dia bisa puas-puasin menikmatinya bersama dengan David, suaminya.


"Fotoin aku ya, Yank!" Tangan Airin langsung terlepas dari lengan David setelah dia menariknya, Airin berlari-lari kecil mencari tempat yang di rasa pas dan cocok untuk dia mengambil gambar.


"Jangan lari-lari, Yank! " Tegur David merasa ngeri saja melihat Airin yang terlihat begitu antusias.


"Iya iya! Di sini, Yank! Sekarang ambil fotonya! " Airin sudah berpose ria di sana, duduk di sebuah bangku putih dengan miring menghadap David dengan tangan menjadi tiang untuk dagunya sendiri, "Siap.. "


David langsung mengangkat kamera yang menggantung di lehernya, siap-siap untuk mengambil foto Airin, "Satu, dia, ti... ga... " 𝘊𝘬𝘳𝘪𝘬.... 𝘊𝘬𝘳𝘪𝘬... 𝘊𝘬𝘳𝘪𝘬...


Berkali-kali David mengambil foto Airin dengan pose yang berbeda-beda, Airin pun berniat untuk berpindah ke tempat lain untuk mengambil tempat yang lain, "Sini, Yank! " Teriaknya saat sudah sampa di deretan bunga yang berwarna ungu.


David hanya bisa terus mengikutinya, mengambil foto Airin dan seperti itu seterusnya.

__ADS_1


"Yank, kenapa jadi kamu terus yang foto sih! Kenapa kita nggak foto berdua. Kan ini kenangan kita berdua masak hanya kamu saja yang berfoto ria. Terus suatu saat kalau anak-anak kita nanya, kok foto papa nggak ada? Terus aku mau jawab apa dong? " David mengerucut malas karena dari tadi hanya Airin saja yang terus berfoto sementara dia hanya menjadi fotografer dadakan yang tidak mendapatkan apa-apa.


Airin menoleh, wajahnya nampak berfikir, "Hem..? Kalau mereka nanya bilang saja papanya nggak suka foto."


"Yah,, nggak asyik dong! " David semakin merengut tak semangat, bahkan langkahnya pun juga sam sekali tak mengisyaratkan kanan muda.


"Ayo, Yank! " Airin langsung menarik pergelangan tangan David, tak melepaskannya hingga sampai di tempat yang lebih bagus dari tempat sebelumnya, "Yank, pinjam kameranya dong. "


"Untuk apa? " tanya David masih dengan malas.


"Siniin aja lah," Airin langsung melepaskan kamera yang ada pada David dan mengambilnya.


Terlihat Airin terus tolah-toleh seolah mencari sesuatu, setelah ada seorang yang melintas Airin langsung mendekati orang itu dan berbicara padanya, entah apa yang dia katakan.


"Apa yang dia bicarakan? " Bingung David.


"Yank, kenapa kameranya.. "


"Sudah, yuk! Jadi ikutan foto kan? " Airin menarik lengan David menuntunnya untuk duduk di bangku putih.David pun ikut saja dengan apa yang Airin minta, "senyum, Yank."


David pun tersenyum, namun terlihat kaku mungkin karena David memang tidak terbiasa untuk foto-foto seperti itu.


"Yang bagus dong, Yank! " Seru Airin.


"Iya iya, " jawab David. Senyum pun akhirnya David keluarkan, demi bisa mengimbangi istrinya yang begitu manis mana mungkin dia akan berwajah masam.


Beberapa jepretan berhasil di lakukan oleh orang asing itu, setelah berhasil Airin berdiri menyambut orang asing itu yang berjalan menghampiri mereka untuk mengembalikan kameranya.

__ADS_1


Orang itu menyodorkan kamera, dia tersenyum dan tak bersuara apapun.


"𝘛𝘩𝘢𝘯𝘬𝘴.. " Hanya sepatah kata itu saja yang keluar dari Airin namun itupun tidak mendapatkan jawaban.


Airin bingung, kenapa tidak di jawab? Melihat Airin yang kebingungan orang itu mulai menggerakkan kedua tangannya dan berbicara dengan isyarat, dan ternyata orang itu seorang tuna wicara.


Airin tersenyum sebagai jawaban dari setiap gerakan tangan dari orang itu, karena dia sendiri juga tidak terlalu paham dengan bahasa isyarat.


Orang itu pergi dan Airin masih terus memandangi kepergiannya, "pantesan tadi saat mau minta tolong aku terus bicara dia tidak menjawab dan hanya senyum dan mengangguk terus, ternyata dia seorang tuna wicara."


"Kenapa, Yank? " tanya David yang kini sudah ada di belakangnya.


Airin menoleh mulai menjelaskan kalau ternyata orang tadi tidak bisa berbicara seperti mereka berdua, "dia tuna wicara."


"Oh. Ya sudah, kita pulang yuk! Sampai sini dulu jalan-jalan kita, aku capek," keluh David.


"Tapi, Yank? Katanya tadi mau ngajak ke Terowongan iluminasi, Nabana No Sato? Nggak jadi sekarang? " Wahai Airin terlihat langsung lesu karena David ingin mengakhiri jalan-jalannya hari ini.


David langsung merangkul Airin, mencubit hidungnya dengan gemas, "masih ada besok sayangku.., kalau sampai kamu kelelahan bisa-bisa sia-sia kita datang ke sini. Ka. H masih ingat kan niat kedatangan kita ke sini untuk apa?" David mulai mengajak Airin melangkah namun dia tidak melepaskan rangkumannya.


"Iya, Yank. Aku tau, tapi aku pengen banget ke sana, " rengek Airin.


" Besok. " Kekeuh David.


"Hufff... Beneran ya.. "


"Iya iya.. "

__ADS_1


#######


__ADS_2