Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
92. Penyelamatan Nara


__ADS_3

Kring... kring... kring...


Ponsel di dalam tas Airin terus saja berbunyi


sehingga sehingga menghentikan gurauan Airin dan David saat berada di perjalanan pulang setelah dari rumah sakit.


" Angkat lah Yang, siapa tau telfon penting " ucap David melirik sekilas Airin dan kembali lagi fokus dengan jalan raya.


" Hm. " Airin tersenyum namun ragu untuk mengambil ponsel nya yang sedang berteriak di dalam sana. " I-iya. " jawab Airin gugup.


Bagaimana tidak gugup Airin sekarang, karena yang berbunyi bukanlah ponselnya sendiri melainkan ponsel Fadil yang ia ambil tadi di laci dari ruang rawat Fadil.


Bukan nya bermaksud untuk mencuri ponsel Fadil melainkan untuk mengetahui siapa sebenarnya yang menculik Nara, karena Airin yakin orang yang menculik Nara pasti akan menghubungi Fadil dan seperti nya itu benar terjadi.


Kring.. kring.. kring...


Ponsel kembali berbunyi membuat Airin semakin bingung, takut kalau David sampai salah paham kantin ya.


" Sayang, ayolah di angkat. Emang dari siapa sih? kenapa kamu panik begitu apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku? " tanya David penasaran.


" bukan bukan...., Sayang, sebenarnya..? sebenarnya ini ponsel Fadil " Airin mengeluarkan ponsel itu yang masih terus berdering tak berhenti.


Ckittttt....


David menginjak rem dengan mendadak membuat tubuh Airin sedikit terhuyung ke depan.


David menatap curiga Airin. Bagaimana bisa ponsel Fadil ada pada Airin? dan untuk apa?


" maksudmu? " mode cemburu mulai tumbuh di hati David.


"Maaf, sebenarnya.? tadi aku ambil ponsel Fadil saat di rumah sakit" jawab Airin sedikit takut.


" kenapa dan apa alasannya? " tanya David yang matanya terus menatap Airin tanpa berkedip.


Airin mengambil nafas dan mengeluarkan nya perlahan, dia harus pelan-pelan menjelaskan pada David jangan sampai terjadi kesalahan pahaman di antara mereka berdua.


" Airin,! jelaskan padaku " ucapan David kian meninggi saat Airin tak kunjung bicara.


" Nara diculik, " jawab Airin memberanikan diri menatap mata David yang hampir memerah " Nara di culik dan aku melakukan ini karena aku pikir penculiknya akan menghubungi Fadil, jadi dengan itu aku bisa tau siapa orang nya " terang Airin.


" lagian Fadil masih sakit, jadi tidak mungkin kan kita membiarkan Fadil turun tangan seorang diri untuk menyelamatkan Nara. " imbuh Airin jelas.


David bernafas lega. ternyata Airin tak memiliki rasa untuk Fadil dan ternyata alasan nya hanya karena Nara " kenapa kamu tidak bilang dari awal, kalau kamu bilang saat di rumah sakit kan aku yang melakukannya, sayang "


" Maaf, saya hanya gak mau Fadil, Mami dan Papi dengar. maaf " Airin bener menyesali perbuatannya nya.


Kring... kring... kring...


ponsel kembali berbunyi. Airin melihat nama di layar ponsel itu. " Papa?, berarti ini Om Arman. " ucap Airin. tanpa meminta izin dari David Airin langsung mengangkat nya menempelkan ponsel nya di telinga namun dia tidak bicara.


" lepaskan Nara Om.. Nara tidak ada masalah kan dengan Om, bahkan Nara juga tidak mengenal Om,, Om siapa??


" lepasin Om...!!!


terdengar suara Nara yang terus memohon dengan Arman untuk di lepas kartu, entah apa yang Arman lakukan pada Nara.


" Diam..!! bentak Arman.

__ADS_1


Airin mengernyit namun lega juga akhirnya dia bisa tau di mana Nara berasa sekarang.


Airin dan David saling tukang pandang mata mereka saling berkedip minta penjelasan. " Siapa? " lirih David.


Airin masih diam dan terus mendengarkan kata-kata yang dia dengar dari ponsel Fadil.


" Ingat Fadil, kalau kamu mau gadis ini selamat maka datanglah dan kembalikan berkas berkas itu pada Papa. sebelum papa benar-benar nekat akan gadis ini " ancam Arman.


"Fadil,, Fadil...!! teriak Arman tapi Airin terus diam dan memutuskan untuk menutup ponsel secepatnya dan mematikan nya.


" gimana? tanya David penasaran.


" Ternyata pelakunya adalah Om Arman, dia yang menculik Nara. semua itu dia lakukan untuk membuat Fadil mengembalikan berkas-berkas yang sudah Fadil berikan pada Papi. " ucap Airin menjelaskan.


" Terus apa yang harus kita lakukan sekarang? " tanya David.


" ya kota harus menyelamatkan Nara lah " jawab Airin..


" Caranya..?


#######


Malam semakin larut, mobil David dan Rio sudah terparkir tak jauh dari kediaman Arman. dan ada beberapa orang-orang nya Airin juga yang tak jauh di dari sana.


Rencana sudah di persiapan sangat matang, bagaimana pun juga Nara harus bisa di selamatkan dan di bawa pergi dari rumah Arman.


" Yang, apa yang akan kita lakukan? " tanya David bingung, dia belum pernah ikut melakukan misi seperti ini, ini adalah pertama kali untuk nya. " Yang "


Bukannya Airin yang menjawab tapi malah Rio yang menjawab pertanyaan David " kenapa? kamu takut? " sinis Rio.


" Siapa yang takut,? sudah ya pak jangan mancing-mancing amarah ku, aku hempaskan baru tau rasa loh pak " ancam David percaya diri.


" maaf " jawab David dan Rio menyesal.


Airin yang berpakaian berbeda tak lagi mengenakan gamis itu berjalan dengan cepat didepan menjentikkan jarinya dan seketika orang-orang nya langsung membuntuti nya.


Semua bergerak cepat. meskipun banyak penjaga di sana tapi tak menjadi penghalang untuk mereka semua nya.


Satu persatu penjaga di bekap dengan obat bius dan seketika mereka langit tak sadarkan diri.


" Yang, kamu harus hati-hati loh ya, aku nggak mau sampai kamu kenapa-napa. " Ucap David takut dan terus berasa di belakang Airin.


" Bilang saja kamu yang takut, dasar cemen loh jadi laki" ejek Rio lagi dan lagi.


" Sstttt...., Bisa diam nggak sih pak! kita ini sedang dalam misi bukan sedang di mol. apa nggak bisa serius sedikit saja. " Kirana angkat bicara.


" Wiihh the best Kirana. semua jempol aku berikan padamu " ucap David bahagia serasa mendapatkan teman untuk melawan Rio.


" kamu juga!!, " sinis Airin matanya menatap David yang sedang cengengesan penuh bahagia dan langsung kicep tak berkutik.


" Yuk Kak Airin, biarkan mereka berdebat urusan kita belum selesai "


Airin dan Kirana pun melangkah lebih dahulu dan meninggalkan David dan Rio yang seperti anak yang hilang di tengah jalan.


" kamu sih. " sinis David.


"Kamu juga kan! " tak kalah Rio.

__ADS_1


Keadaan semakin menegangkan saat mereka semua berhasil masuk dan berhasil membunyikan sirine yang berbunyi dengan keras di sana. " Gawat, Om Arman sudah menyiapkan segalanya " ucap Airin. " pakai topeng kalian " perintahnya.


" kalian hadapi mereka, biar aku dan Kirana yang mencari Nara " ucap Airin dan segera pergi sebelum orang-orang dari Arman datang.


" Tapi Yang,,!! ragu David dan ingin ikut sebenarnya, dia hanya terlalu khawatir dengan Airin.


" Oh... ada penyusup rupanya " Arman berjalan turun dari tangga dengan angkuh, berjalan mendekati Rio, David dan anak buah Airin.


Seketika Mereka dikepung begitu banyak orang hingga perkelahian terjadi di rumah besar itu. Rumah yang tadinya nyaman dan damai sekarang begitu riuh dengan kebisingan perkelahian dari pihak Arman dan juga pihak Airin.


David dan Rio terus mengayunkan tangan dan kakinya berusaha melumpuhkan lawan yang terus menerus melawan mereka.


Pertarungan begitu sengit, tak ada yang mau mengalah di antara mereka.


Sementara Airin, Kirana dan dua orang yang bersama mereka terus mencari di mana ke keberadaan Nara.


Hingga mereka berhenti di salah satu kamar yang di jaga oleh dua orang di depan pintu nya


" Nara pasti di sana" tebak Airin. " lakukan sekarang " perintah Airin.


Dua orang dari Airin langsung dengan sigap melangkah maju dan melumpuhkan dua orang itu sehingga Airin dan Kirana berhasil masuk ke kamar itu dengan mudah.


" Nara,,!! teriak Airin dengan berlari. melepaskan semua ikatan Nara dari semua yang melilit tubuhnya.


" Kalian siapa? " tanya Nara yang tak melihat wajah Airin dan Kirana yang tertutup topeng.


" kita bicara nanti, yang terpenting sekarang kita harus pergi dari sini cepat cepat " Airin dan Kirana langsung mengajak Nara keluar dari kami itu mencari jalan lain untuk pergi dari rumah itu tanpa di ketahui Arman.


Mereka bertiga terus mencari jalan keluar hingga mereka bisa menemukan jalan keluar dengan bimbingan anak buah Airin.


" Akhirnya,, " Airin bernafas lega setelah berhasil sampai di tempat mobil nya terparkir rapi menunggu mereka.


" Bunyikan sekarang " perintah Airin.


Anak buah Airin pun patuh dan membunyikan petasan untuk memanggil yang lain yang masih di dalam termasuk David dan Rio juga.


Dor.....


mereka tinggal menunggu beberapa menit semua yang masih ada di dalam.


Sementara di dalam David langsung berteriak memanggil Rio setelah mendengarkan peringatan dari Airin.


" Pak.!! " teriak David dan Rio mengangguk.


Mereka semua mengambil celah dan lari dari sana beserta anak buah tak yang lain.


Arman nampak bingung kenapa mereka semua langsung lari setelah mendengarkan ledakan di luar.


" Periksa gadis itu,,!! teriak Arman.


Belum juga orang yang di sana berangkat untuk memeriksa tapi satu orang yang babak belur keluar dengan tertatih dan memegangi perut dan pipinya. " Bos! gadis itu lolos " ucapnya.


Mata merah penuh amarah keluar dari Arman, tangan nya mengepal sempurna menatap bengis ke sembarang arah..


"FADILLLLLL,,,!!!!! teriak Arman histeris mengira bahwa yang melakukan itu semua adalah Fadil dan para anak buahnya.


" kau telah menantang papa Fadil, tunggu saja apa yang bisa papa lakukan."

__ADS_1


" ARGHHH FADILLLLLL.....!!!!!


__ADS_2