
Airin berjalan masuk ke perusahaan yang kini di kelola oleh Rayyan. Langkahnya semakin di percepat, dia sudah sangat tak sabar ingin secepatnya bertemu dengan kakak nya, ada sesuatu yang harus dia katakan pada Rayyan.
Pintu lift terbuka setelah Airin memencet tombol di sebelah nya seketika Airin masuk lalu kembali menekan tombol dan akhirnya pintu lift tertutup.
Airin begitu santai, dia terdiam saat berada di dalam Lift khusus CEO.
Ting....
Pintu lift kembali terbuka saat Airin sudah sampai di tujuan yaitu di lantai tiga puluh. Airin mengayunkan kakinya bergegas ke ruangan Rayyan sang kakak.
Airin menyusuri koridor hingga sampai di depan ruangan Rayyan, Airin hendak masuk namun terhenti saat ada yang memanggilnya dari arah pintu yang berbeda.
" Dek! " panggil orang itu.
Airin menoleh dengan cepat dan langsung melihat Rayyan yang berjalan mendekatinya. "'Kak Ray darimana? tanya Airin seraya menatap Rayyan.
" Masuk dulu" ajak Rayyan langsung mendahului Airin untuk masuk ke ruang kerja nya.
Airin pun mengekor di belakang Rayyan dan ikut duduk setelah Rayyan sudah duduk terlebih dahulu. " tumben kamu datang ke tempat kakak, ada apa? " tanya Rayyan menyelidiki.
Airin ragu untuk mengatakan apa yang menjadi tujuan nya ke sana, Airin takut kalau Rayyan tidak akan membantu nya.
Rayyan mengernyit bingung, menatap Airin heran. Sebenarnya apa yang adiknya itu pikirkan hingga dia terus diam dengan wajah murung.
" Dek, kamu kenapa? " tanya Rayyan seraya menghadap Airin yang masih menatap depan dengan diam.
Sejenak Airin masih diam namun sekian detik dia menoleh dengan cepat menatap Rayyan.
" kenapa? " tanya Rayyan semakin bingung.
Airin duduk menghadap Rayyan mungkin ini memang saatnya. " Kak, Airin sedang ada masalah. Apa Airin boleh minta tolong sama Kakak? " tanyanya dengan serius.
Rayyan mengernyit, masalah apa yang di hadapi Airin hingga dia minta tolong pada nya. Tak seperti biasa Airin yang selalu menyelesaikan sendiri tapi sekarang Airin lebih memilih cerita dan minta tolong pada kakaknya.
Rayyan hanya bisa mengada-ada sekarang, apakah masalahnya itu di sebabkan oleh David lagi seperti beberapa waktu lalu? ataukah mungkin ada hal yang lebih serius dari itu.?
" masalah apa, David? " tanya Rayyan yang sontak saja membuat Airin menggelengkan kepalanya.
Airin dan David dalam keadaan baik-baik saja saat ini tak lagi ada masalah di antar keduanya ataupun yang di sebabkan oleh David.
" bukan Kak, tapi? " Ragu-ragu Airin ingin mengatakannya.
" terus? " Rayyan semakin mendesak Airin untuk segera mengatakan padanya, Rayyan sudah sangat penasaran akan masalah yang menimpa Airin saat ini.
" Hem..? "
" kenapa? " Rayyan semakin mendesak Airin yang masih diam seribu bahasa itu.
Airin menghela nafas panjang mengeluarkan perlahan dan menetralkan emosi nya sebelum dia mengatakan nya pada Rayyan.
Airin akhirnya memberanikan diri mengatakan keinginan nya pada Rayyan.
" Kak.. Aku denger perusahaan Siska sedang mengajukan kerja sama dengan perusahaan kakak. Aku ingin memberikan nya pelajaran padanya bolehkah aku menggantikan kakak untuk beberapa hati saja? aku janji setelah urusan ku selesai aku akan mengembalikan nya pada kakak. Dan aku berjanji tidak akan membuat masalah untuk perusahaan kakak" ucap Airin menjelaskan.
" Siska? Siska yang tergila-gila dengan suamimu itu? " tanya Rayyan memastikan, Airin pin mengangguk cepat.
Rayyan tersenyum merangkul Airin dan menggoyang-goyangkan tubuh Airin sehingga membuat Airin protes padanya.
" Kak! sakit tau! " protes nya.
Rayyan terkekeh bagaimana bisa hanya seperti itu bisa sakit, dimana jiwa harimau betina yang sedang kelaparan dari Airin? harimau yang selalu siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
" heleh.. gini aja sakit. " ledek nya dan Rayyan terus menggoncang kan tubuh Airin semakin kuat.
" Kak!! " teriak Airin kesal, memonyongkan bibirnya.
Rayyan malah semakin gemas tangannya sudah teranakat ingin mencubit bibir Airin.
" butuh di kuncir nih bibirnya? " gemas Rayyan.
" Kak! " Airin secepatnya menghindar menjauhkan wajahnya dari tangan Rayyan yang hampir sampai. " gimana Kak? boleh nggak? " tanya Airin.
" Hem?. boleh nggak ya? " Rayyan menjentikkan jarinya di keningnya seraya berfikir dengan keras.
Airin menunduk kecewa Rayyan pasti tak mengizinkan nya. Mungkin karena niatnya Airin untuk memberikan pelajaran untuk orang lain dan membuat nya tak boleh.
Rayyan mengubah wajah serius nya dengan berbinar , tak tega juga lama-lama mengerjai adiknya nya itu.
" Apa sih yang nggak boleh? bahkan perusahaan ini juga punya kamu juga kan? kamu bisa melakukan apapun di sini. Kalau kamu mau menggantikan kakak juga boleh! jadi kakak akan istirahat dan menunggu uang bulanan saja dari mu, hehehe! " Rayyan terkekeh.
" beneran!? " Airin terlihat bahagia menatap wajah Rayyan dengan penuh terima kasih
Rayyan menganggap pelan.
" makasih Kak! " Airin langsung berhamburan memeluk Rayyan karena sangat bahagia.
" Tapi ingat! jangan sampai perusahaan bermasalah ya"
" iya iya!!"
########
Airin mengayunkan kakinya dengan semangat, masuk ke dalam rumah nya dengan sangat bahagia. Sebentar lagi dia akan membuat perhitungan dengan Siska yang sok kaya itu.
David yang tengah duduk asyik menonton televisi cepat menoleh dan langsung mengernyit bingung apa yang membuat istrinya begitu sangat senang.
David beranjak melangkah mendekati Airin yang juga ingin mendekatinya.David begitu heran ada apalagi dengan istri nya.
Airin menarik tangan David mencium punggung tangan nya dengan wajah yang tak pernah pudar dari kebahagiaan nya. " Assalamu'alaikum, suamimu! " ucapnya dengan wajah sumringah.
" Wa'alaikumsalam " jawab David yang masih sangat bingung.
Airin berlalu melewati David duduk di tempat yang tadi di duduki oleh David, menaruh tas nya dan mengambil apel di atas meja dan langsung menggigit nya.
tingkah ini membuat David tambah bingung, David duduk di samping Airin dan menyentuh keningnya " tidak apa-apa? " dahi David mengkerut.
Airin berhenti mengunyah lalu melirik ke arah David. " kenapa? " tanyanya polos.
" Kamu yang kenapa , Yang. Coba cerita! sebenarnya ada apa sih? pulang-pulang bahagia banget gitu, ajak-ajak aku juga dong" rengek David manja.
" nggak ada apa-apa " jawab Airin.
Airin beranjak melangkah dan ingin pergi ke kamar untuk bersih-bersih.
David pun ikut beranjak membuntuti Airin. Tanpa aba-aba David mengangkat tubuh Airin dan menggendong nya. " biar aku bantu biar cepat sampai dan kamu tidak kecapean" ucap David.
" nggak usah, Yang! aku bisa sendiri. Turunin aku, turunin! "
" nggak bakal! "ucap David angkuh.
David terus menggendong Airin dan membawanya ke kamar mereka dengan menaiki tangga.
Airin pun akhirnya menurut dan membiarkan David menggendong nya.
__ADS_1
" buka pintunya " pinta David saat sampai di depan kamar nya.
Airin menggeleng " nggak mau" ucapnya dengan manja. " makanya turunin aku biar kamu bisa buka. "
"buka nggak, kalau nggak mau buka pintunya aku buka kamu di sini " ucapnya.
Airin menganga matanya celingukan melihat sekeliling hingga akhirnya pipinya berhasil memerah karena ada asisten rumah tanyanya yang tengah melintas di sana dengan membawa jemuran.
" Yang" lirih Airin malu.
" maka nya buka pintunya " pinta David.
Airin pun membukanya karena tak mau menjadi tontonan siaran langsung untuk asisten.
" pintar " ucap David.
Asisten yang melihat kemesraan majikan nya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. " Ada-ada saja " ucapnya dan kembali melajukan langkah nya.
David duduk di ranjang dan memangku Airin lalu memeluk perutnya dengan erat.
" sekarang cerita, apa yang membuat mu begitu bahagia " David masih penasaran akan hal itu.
Airin menggeleng dan menyembunyikan senyum nya di mulutnya yg tertutup rapat.
" Beneran nggak mau cerita nih" David mengedipkan matanya berulang-ulang namun tetap saja Airin menggeleng.
" kalau begitu " David langsung menggelitik-ki Airin dengan kedua tangannya.
Airin tertawa terpingkal di pangkuan David begitu juga dengan David, dia juga ikutan tertawa saat melihat Airin tertawa bebas.
" hahaha!! lepas Sayang, lepas!! "
" hahaha!! tidak mau. "
" Dav..."
Teriakan Airin terhenti karena David langsung mencium bibir nya.
Mata Airin terbelalak, menatap mata David yang tepat di depan matanya.
David melepaskannya sesaat, " aku merindukanmu " ucapnya lirih.
Mata David sudah memerah karena dia sudah sangat menginginkan hal itu dari Airin istrinya.
Airin pun terdiam.
Perlahan-lahan David membuka kerudung Airin dan mulai mengulang mencium bibir Airin dan menjelajahi setiap titik dari semua yang Airin miliki.
Terdengar suara lenguhan dari Airin yang membuat David semakin semangat untuk menjelajahi setiap titik sensitif yang Airin miliki.
Tangan David mulai nakal, membuka baju Airin dan mulai meraba dua gundukan kenyal yang Airin miliki.
" Sa-yang"'ucap Airin yang sudah mulai terbawa akan permainan dari David.
Penyatuan mereka pun kembali terjadi di saat itu sampai keduanya lelah dan Airin tidur dengan pelukan David.
" Semoga Allah secepatnya memberikan kepercayaan lagi pada kita, Sayang. Dan kebahagiaan kita akan semakin lengkap " ucap David lalu mencium kening Airin yang tengah tertidur.
#########
#########
__ADS_1