Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
Pamit


__ADS_3

Sore itu Airin memutuskan untuk pergi ke rumah Sofiana. Karena ia akan berpamitan, sejujurnya ia merasa tidak enak karena mendadak ia akan berhenti kerja. Tapi bagaimana lagi, ia sendiri tidak menyangka jika akan langsung mendapat pekerjaan.


"Airin!" sapa Putra. Ia sedikit heran melihat pengasuh majikannya datang di hari libur.


Hanya senyuman kaku yang terlihat di bibir Airin. "Nyonya ada?"


Tidak ada jawaban dari Putra tapi ia menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku masuk dulu," pamit Airin dan berjalan ke dalam rumah. Semakin ia masuk semakin pula ia merasakan gugup.


Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari keberadaan Sofiana, yang ternyata tidak ada di ruang tengah. Kemudian ia memutuskan untuk mencarinya di samping rumah, dan ternyata wanita paruh baya itu berada di sana.


Airin menghembuskan nafasnya pelan sebelum menghampiri. "Nyonya," lirih nya.


Sofiana menoleh ke arah Airin. "Loh kamu ke sini! Apa ada sesuatu?" Karena sebelumnya Airin tidak pernah datang jika hari libur.


Ragu ragu Airin menganggukkan kepala. "Nyonya, maaf mulai besok saya tidak bisa bekerja lagi." ucapnya hati-hati.


Sofiana seketika menautkan alisnya. "Kenapa?" tanya nya lembut. "Apa kania membuat masalah?"


Airin menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak Nyonya, Nona Kania tidak membuat masalah. Hanya saja memang saya tidak bisa bekerja lagi, saya benar-benar minta maaf karena mengecewakan Nyonya dengan keputusan saya." Sungguh ia tidak enak hati. Mengingat selama ini Sofiana sudah begitu baik terhadapnya.

__ADS_1


Sofiana menatap lekat mata Airin, jelas ia mempunyai alasan kenapa berhenti secara tiba-tiba. Tidak mungkin ada asap jika tidak api. "Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?"


Lagi-lagi Airin menganggukkan kepalanya.


"Hhaahh," Sofiana menghembuskan nafasnya kasar. "Baiklah kalau itu memang sudah keputusan kamu. Tapi jika kamu ingin bekerja kembali di rumah ini kamu boleh datang kembali kesini." tuturnya. "Kamu temui Kania terlebih dahulu, dan kamu jelaskan tentang pengunduran diri kamu."


Mendengar ucapan majikannya, sungguh Airin merasa semakin bersalah. Apalagi pengunduran dirinya juga membawa rahasia besar tentang putranya.


Ia kemudian berjalan ke arah kamar Kania.


"Kania," panggil nya dari luar kamar.


"Kak Airin," Kania begitu sumringah melihat kedatangan Airin. "Ayo masuk," Ia langsung menggandeng tangan Airin untuk masuk ke dalam kamarnya. "Kakak tumben?"


Airin menatap lembut kedalam mata Kania, majikannya yang juga sekaligus sudah di anggap nya adik sendiri. Ia kemudian menggapai kedua tangan Kania hingga membuat gadis itu bingung. "Mulai besok, aku sudah tidak bekerja di sini lagi," ucapnya hati-hati. Karena ia tahu jika majikannya itu juga menyayanginya seperti dirinya.


Senyum yang tadi menghiasi bibir Kania seketika menghilang. "Kak Airin becanda kan?"


Airin menggelengkan kepalanya. "Maaf," hanya itu yang bisa ia ucapkan.


Mata Kania yang indah langsung berkaca-kaca. "Kenapa mendadak?" Dengan suara bergetar menahan tangis. "Apa Kak Airin bosan kerja di sini?"

__ADS_1


"Apa aku membuat Kak Airin kesal?"


"A-apa ... hua." Tangisnya pecah begitu saja setelah menanyakan pertanyaan bertubi-tubi.


Airin menarik Kania ke dalam pelukannya. "Nggak, bukan begitu." sembari menenangkan Kania. Entah Airin harus menjelaskan seperti apa. "Meskipun aku sudah tidak bekerja di sini, tapi kamu bisa main ke kosanku." bujuknya memberi pengertian.


Tetapi tangis Kania masih saja tetap tidak berhenti, ia terlalu berat melepaskan Airin.


"Kalau aku tidak ada di sini lagi, kamu harus bisa mandiri." ucap Airin setelah pelukan mereka terlepas. "Kamu anak yang baik," imbuhnya sembari menghapus sisa air mata Kania.


Beberapa saat kemudian Airin bisa bernafas lega, ia sekarang sudah terbebas dari lingkungan Bian. Di depan pagar rumah besar yang selama ini menjadi tempat bekerjanya, ia hanya bisa menatap rumah itu untuk terakhir kalinya. "Terima kasih," ucapnya yang ia tujukan pada Sofiana dan Kania.


Bahkan di hari terakhir, Sofiana masih memberinya sejumlah uang. Dengan alasan kerja Airin yang selama ini tidak pernah mengecewakan.


...----------------...


...Buat di novel "CINTA UNTUK AIRIN" ini memang aku tidak bisa up terlalu banyak tiap episodenya. Tapi aku usahakan setiap hari up. ...


...Aa' Riko nongol gengs 🥰...


__ADS_1


__ADS_2