Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
86.Jebakan


__ADS_3

" Nah itu wanita nya datang. " dua laki-laki bertubuh besar dan kekar tengah terus mengamati Airin yang sedang berjalan seorang diri. dua laki-laki itu menyeringai senang mangsanya sudah ada di depan mata dan bagus nya lagi dia hanya seorang diri saja.


Keduanya terus mengikuti kemana Airin pergi. bahkan keduanya sampai berjalan mengendap-endap dan sesekali bersembunyi di balik apapun. " yuk cepat.!! ucapan salah satu dari mereka sembari mengarahkan teman nya dengan tangan nya sendiri.


Temannya mengangguk patuh. Usahanya harus berhasil dan mereka akan mendapatkan imbalan sesuai dengan apa yang mereka ingin kan dari orang yang berani membayar mahal untuk mereka berdua.


Airin bukanlah orang yang bodoh yang bisa di lukai begitu saja jika tidak di serang dari belakang, itu juga adalah salah satu jebakan yang di buat oleh Airin untuk mereka berdua sehingga Airin harus terus menarik mereka ke tempat yang benar-benar sepi.


Airin tersenyum sinis, melirik belakang kearah dua laki-laki itu yang langsung bersembunyi di balik pohon, ternyata sangat mudah menarik orang yang hanya kuat di tenaga saja tapi bodoh di akalnya. " ikuti aja terus dan terimalah apa yang akan kalian dapatkan." gumam Airin senang.


Berakhir lah di tempat yang benar-benar sepi dan tidak ada orang yang lalu lalang di sana hanya ada Airin dan beberapa orang-orang nya yang masih setia bersembunyi dan juga dia laki-laki itu yang sok berani ingin melawan seorang Airin.


Airin membalikkan badan dengan cepat bertepuk tangan dengan keras, senyum sinis nya keluar melihat dua laki-laki itu yang sepertinya tak ada lagi niatan untuk bersembunyi " selamat datang paman-paman " ucap Airin dengan jelas.


Tepukan tangan Airin bukan hanya untuk menyambut kedatangan kedua laki-laki itu tapi juga semua anak buah nya yang ada di sana langsung keluar satu persatu hingga membuat Keduanya terkejut " ada apa paman,? terkejut iya.? tenang saja mereka orang-orang baik. " ucap Airin, senyum dingin nya tak pudar sedikit pun dari bibir nya. " tangkap mereka !! tegas Airin.


Anak buah yang berjumlah enam orang maju. mengikuti arahan dari bos mereka, mengangguk patuh dan siap sedia dengan semua perintah. " Hm " angguknya.


" Siapa kalian,,!! keduanya begitu kebingungan menatap sekeliling dan keenam anak buah Airin sudah mengepung mereka " siapa kalian hahh,,!!


" Jangan banyak bicara,!! " sentak salah satu dari mereka. " tangkap mereka, ! pintanya pada yang lain.


Pertarungan sengit terjadi dengan begitu cepat, di depan mata Airin yang setia bersedekap dalam menatap semua anak buah nya melakukan perintah nya.


" Kau kira akan mudah mengalahkan aku,? kau salah besar. aku bisa lemah lembut tapi baju juga bisa lebih mengerikan dari pada preman suruhan mu itu, Siska. " gumam Airin.


" perlahan-lahan kau akan menuai apa yang kamu tanam, dan hingga saat nya kau akan benar-benar hancur karena ulah mu sendiri. aku tak selemah itu hingga akan mudah kau jatuhkan. aku bisa jatuh itu karena kelicikan mu, tapi itu tidak akan lagi. kelicikan mu akan berbalik padamu sendiri. tunggu tanggal main nya, Siska. "


Keduanya berhasil di lumpuh kan, hingga sudah tak berdaya lagi. " bawa mereka ke markas, aku akan membutuhkan dia suatu hari nanti. " tegas Airin.

__ADS_1


" Baik bos, "


Keduanya di seret tanpa ampun. Tak akan ada yang bisa menghentikan jika mereka sudah mulai bergerak. bahkan mereka bekerja dengan benar-benar matang dan tak akan meninggalkan jejak sama sekali.


Airin tersenyum mengantarkan kepergian anak buah nya dan kedua laki-laki itu. menyunggingkan bibir nya acuh tak perduli dengan mereka lagi. karena Airin juga masih punya perasaan tak akan dia biarkan mereka terluka begitu saja tanpa di obati di markas nya.


Airin kembali ke tempat semula, berjalan dengan pelan mendatangi dimana David dan kedua sahabat nya berada.


Dengan cepat Airin bisa tau akan rencana Siska. ya taulah ada mata besar yang selalu berkeliaran di sana.


######


Makanan sudah siap tersaji di meja. semuanya sudah sangat lapar ingin makan, menikmati semua yang mereka pesan, tapi satu orang yang membuat mereka harus menunggu yaitu Airin yang entah pergi kemana, katanya hanya mau ke toilet tapi nyatanya.?


" bentar aku telfon dia " David bergegas mengambil ponsel nya menghubungi Airin namun ternyata tidak bisa ponsel Airin sepertinya di matikan. " nggak bisa " ucap David.


" bentar biar aku susul ke toilet, mungkin dia ada apa-apa di sana " David beranjak dari kursi namun baru saja mau melangkah Airin sudah datang dan langsung duduk di kursi nya tadi. " Yang kamu darimana.? tanya David heran, apalagi keringat yang keluar dari kening Airin.


" Maaf saya kelamaan ya.? ucap Airin menyesal duduk di tempat yang tadi. Ya mereka berempat tengah makan siang di salah satu restoran setelah pulang dari kampus. " maaf ya.?


" kamu dari mana sih Rin. nih lihat makanan nya udah dingin kan.? protes Mitha kesal. sedari tadi nungguin Airin yang entah berantah perginya. katanya hanya lima menit tapi nyatanya hampir Dua puluh menit ngelantur nya kelamaan "


David kembali duduk dan menatap Airin meminta penjelasan " Yang kamu darimana.? tanyanya antusias. " Yang,?


" Dari toilet lah. tadi sedang di bersihkan dan antri lagi jadi aku nungguin lah meskipun lama, maaf " sekali lagi Airin meminta maaf karena benar-benar menyesal.


" terus kenapa ponsel mu mati.? tanya David lagi.


" ohh, abis baterai. hehehe,, " meringis Airin tanpa dosa, memperlihatkan deretan giginya yang putih.

__ADS_1


" huh.. kau ini buat aku senam jantung saja " David mengusap puncak kepala Airin hingga membuat hijab nya sedikit rusak membuat Airin kesal.


Airin merengut sebal David telah menghancurkan hijabnya dan membuat nya berantakan. " Yang,,!! teriak Airin kesal.


"maaf, besok-besok jangan ulangi lagi ya. "'


" iya iya,! nggak akan " jawab Airin " wihh enak nih yuk makan " Airin mulai nyomot satu persatu jenis makanan yang tersedia dan makan dengan lahap.


" Hati-hati Yang " David memperingatkan takut Airin akan tersedak jika makan terlalu buru-buru " Yang !!


Makan siang berjalan dengan begitu hikmat sampai semua makanan yang ada di meja sudah ludes tak tersisa, perut pun sudah penuh dan sudah kenyang.


" Alhamdulillah " Airin menyadarkan punggung nya di kursi, mengucap syukur karena sekarang kenyang juga "aku sudah kenyang " sambungnya.


" Sama, aku juga benar-benar kenyang " saut Mitha dan para suami hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah istri mereka yang kekenyangan.


" makanya kalau makan sedikit sedikit." ucap David.


" Iya, kalian itu lapar apa doyan sih.? saut Rico menimpali


" Dua-duanya, hehehe " meringis Airin dan di ikuti Mitha juga.


" sudah tuk pulang, " ajak David.


" Hm. " Airin berdehem dan mengangguk tanda setuju dan langsung beranjak juga.


####


####****##***.

__ADS_1


__ADS_2