
David beberapa kali menoleh ke arah belakang, dia begitu penasaran karena sedari tadi ada satu mobil yang terus mengikutinya hingga sampai rumah mewah Airin.
David kembali menoleh dan ternyata mobil itu berhenti di rumah yang lain di dekat tempat itu, David mengeluarkan nafas lega ternyata pikirannya sedari tadi adalah salah, mungkin mobil itu bukan mengikuti David melainkan memang satu arah dengan David.
" ternyata aku salah " ucapnya.
David keluar dari mobilnya setelah memarkirkan mobil di garasi, David turun dengan cepat dia pulang untuk membersihkan diri karena dari pagi hingga sore ini David baru pulang, semua itu dilakukan hanya untuk menemukan Airin secepatnya.
" Semoga nanti aku bisa menemukan keberadaan Airin, " ucap nya penuh harap
David Melangkah dengan cepat untuk masuk ke dalam rumah itu namun langkahnya harus terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.
" David" teriak orang itu seketika membuat David menoleh.
"Siska.."
David terkejut lihat Siska sampai di sana. Siska semakin mendekati David dan berhenti setelah sampai di depan David.
Mata Siska tak bisa terlepas dari wajah David yang kesal dengan kedatangannya tetapi itu tidak akan menjadi masalah untuknya. Siska beralih menatap semua penjuru dan juga rumah mewah di depannya, Siska begitu terpukau akan keindahan dan kemewahan dari rumah itu.
" Ini rumahmu David?. tanya Siska antusias dengan wajah berbinar.
David menatap Siska Jengah" bukan...!! jawab David kasar.
" terus, rumah siapa kalau bukan rumahmu, nggak mungkin kan kalau kamu kesini hanya untuk bertamu lagian beberapa hari aku melihatmu selalu ke sini bahkan kamu juga bermalam di sini jadi rumah siapa kalau bukan rumahmu" ucap Siska yang sama sekali tidak percaya.
" bukan urusanmu,,!! jawab David Ketus.
David membalikkan badan bergegas masuk meninggalkan Siska namun tanpa persetujuan dari David, Siska sudah masuk terlebih dahulu berlari mendahului David.
" Siapa yang mengizinkan mu masuk, keluar,,,!! kakimu tidak pantas menginjak rumah ini, " teriak David.
Namun teriakan itu sama sekali tidak berpengaruh apapun pada Siska.
Siska berputar-putar menikmati kemewahan rumah itu, semua keindahan tidak ada satupun yang terlewatkan dari mata Siska, " David,, setelah kita menikah nanti aku juga tinggal di sini kan, " tanya Siska.
David semakin geram karena perkataan Siska yang sama sekali tidak ia sukai." jangan harap kamu akan menikah denganku apalagi sampai kamu tinggal di rumah ini saya tidak akan pernah mengizinkannya" jawab David.
Siska berlari ke arah David dan langsung bergelayut manja di lengannya." Jangan gitu dong, David. sebentar lagi kita kan akan menikah dan saat itu juga aku akan tinggal di sini bersamamu, aku tidak keberatan jika Airin pulang tapi aku tetap berharap kalau dia tidak akan pernah pulang untuk selamanya dan kita akan hidup bahagia bersama." ucap Siska yang terus menampilkan kan wajah bahagianya sebelah David dengan tangan yang masih setia di lengan David.
__ADS_1
David melepaskan tangan Siska dengan sangat kasar dia merasa jijik melihat Siska apalagi dia terus mengganggunya " lepas Siska jangan pernah kau menyentuhku.!!"
Setelah tangan Siska terlepas dari lengan David, David langsung pergi dari sana menaiki anak tangga satu bersatu hingga membawanya ke lantai dua. David tak memperdulikan Siska terus berteriak manggilnya namun tidak mengejarnya." David,,!! kok aku di tinggal sih,!! " teriak Siska
David mah masa bodoh dan masuk ke kamarnya juga tak lupa dia juga menguncinya.
kedua asisten rumah tangga yang mendengarkan keributan yang dilakukan oleh Siska keluar mengira bahwa yang ribut-ribut tadi adalah majikan nya, Airin.
" Nyonya sudah pulang,? tanya asisten rumah tangga tadi tanpa melihat terlebih dahulu perempuan yang ada di depannya yang tak lain adalah Siska.
Siska menoleh memperlihatkan wajah sombong kepada asisten rumah tangga Airin." Siapa kamu," tanya Siska
Asisten tadi semakin mendekati Siska , sontak asisten tadi terkejut karena dia bukan majikan nya yang ada di sana.
" Maaf anda siapa ya,?"tanya asisten rumah tangga Airin.
"oh kamu pasti babu di sini ya,? perkenalkan saya Siska calon nyonya baru di sini," jawab Siska dengan sombong.
Pembantu Airin terperangah tak percaya, bagaimana mungkin akan ada Nyonya baru di sana tidak mungkin Airin menjual rumah itu kan? "maksud anda..?" tanya asisten tadi dengan bingung.
" saya adalah calon istri ke-2 dari David, majikan kalian."ucap Siska dengan percaya diri.
Asisten rumah tangga Airin tidak percaya begitu saja dengan apa yang Siska katakan." tidak mungkin kan Pak David akan menikah lagi, apalagi wanita seperti dia, ih amit-amit..m semoga saja semua itu tidak benar ya," bisiknya dengan teman satunya lagi.
Siska mendengar percakapan mereka berdua meskipun dengan lirih sontak saja membuat Siska marah." buktikan saja kalau saya sudah menjadi majikan kalian, kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang kalian katakan barusan,!!" sungut Siska.
Kedua asisten rumah tangga Airin menyeringai dengan sinis. " kalau mimpi jangan ketinggian, Neng. Nanti kalau jatuh sakit loh, " sindirnya.
Siska begitu geram dengan kedua asisten rumah tangga Airin yang begitu berani menghinanya." mau cari mati kalian berdua.,!!seru Siska dalam amarah.
" hidup mati bukan di tanganmu, Neng. Tapi ada di tangan sang pemberi kehidupan" jawab asisten rumah tangga Airin dengan berani.
Siska semakin jengkel amarahnya kian memuncak karena kata-kata itu, Siska berjalan mendekati mereka dengan begitu angkuh dan juga sombong " saya pastikan kalian akan menyesal, dan semua itu tidak akan lama lagi, camkan itu baik-baik.!! "
" Siapa takut, lagian ini bukan kan rumah neng, Neng hanya orang asing bagi kami dan juga rumah ini. Lagian Setelah nyonya besar pulang neng tidak akan mungkin bisa menginjakkan kaki di sini lagi " jawab salah satu dari mereka berdua.
"kurang ajar,,!!! beraninya kamu menantang ku. aku bisa saja menghabisi kalian berdua jika aku mau " ucap Siska dengan begitu sinis sembari menatap keduanya dengan mata bengis.
Keduanya tak mau lagi meladeni Siska dan lebih memilih pergi dari sana meninggalkan Siska yang masih marah, Siska semakin kesal lagi-lagi dia diabaikan bahkan dia juga ditantang dan dihina.
__ADS_1
" bedebah kalian berdua,,!! kalian berdua akan menyesal. Setelah aku menjadi istri David, kalian tidak akan berani lagi mengatakan semua itu, bahkan akan aku buat mulut kalian tidak bisa mengatakan apapun lagi,!" teriak Siska dengan sangat keras
Disaat Siska teriak David turun dari tangga dengan wajah ya sudah segar karena selesai mandi. sontak Siska mengubah wajahnya dengan cepat dengan semanis mungkin dan tersenyum ke arah David
" David Kamu mau kemana,?" tanya Siska sembari berlari ke arah David.
David menyibak kan tangannya mengusir Siska dari hadapannya." minggir,!! jangan pernah ganggu saya " ucap David," penjaga,,!! teriak David.
Seketika dua orang berpakaian hitam berlari tergopoh-gopoh mendatangi David." Dari mana kalian,!?!tanya David.
Kedua penjaga itu tertunduk," Maaf Tuan kami tadi keluar sebentar." jawabnya.
"usir dia..!! " teriak David tangannya menuding ke arah Siska.
Siska menggeleng," tidak.!! saya tidak akan pernah pergi dari sini sebelum kamu setuju untuk bertanggung jawab, " ucap Siska.
Tapi penjaga tetap mengusir Siska dari rumah itu.
" seret dia dengan cara apapun, kalian harus berhasil membuat dia keluar dari rumah ini. " teriak David
Dua penjaga langsung menjalankan perintah, dan memegangi tangan Siska dan memaksa Siska untuk keluar dari rumah itu, tentu saja Siska berontak menolak pengusiran itu.
" lepas,,!! Jangan sentuh saya, " teriak Siska
Dua menjaga itu tetap menarik Siska secara paksa.
" David,,!! Aku pastikan kamu akan menikahi ku secepatnya. Tunggu saja apa yang bisa aku lakukan, ' teriak Siska.
" sudah jangan banyak bicara, cepat keluar dari rumah ini, " bentak satu penjaga.
" diam,,!! kamu juga akan menyesal karena telah melakukan ini padaku kalian akan menyesal sungut Siska dalam amarah.
" Keluar,,,!! teriak penjaga sembari mendorong Siska dengan kuat dan membuat Siska hampir saja terjatuh.
Siska membalikkan badan nya dengan cepat, kembali berlari untuk masuk, namun ternyata kedua penjaga itu lebih gesit karena mereka berhasil menutup pintu gerbang dan mengunci nya.
" buka,, bukakk,,, teriak Siska tapi sudah tidak di hiraukan lagi.
" Awas kalian semua,,. kalian semua akan menyesal,,!!
__ADS_1
########
#######