Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
54.Buruk Rupa.


__ADS_3

" Sayang kamu beneran nggak ke kampus.? tanya David berjalan mendekati Airin yang sedang sibuk di depan kaca rias membenahi hijab yang akan dia kenakan pagi ini.


dengan melihat David dari pantulan kaca Airin tersenyum pada nya dan terus dengan hijab yang ia kenakan.


" iya sayang, aku lagi benar-benar ada kerjaan yang sangat penting jadi nggak bisa di tinggalkan. " Jawab Airin " dan ya bukan hanya hari ini saja tapi mungkin satu minggu."


David mengerutkan dahi pekerjaan apa yang membuat Airin benar-benar menomor duakan kuliah yang sebentar lagi akan ujian.


" satu minggu.? emang pekerjaan apa.? tanya David heran.


" bagaimana ini apa aku harus jujur,! tapi nanti David pasti tidak akan mengizinkannya, maafkan aku ya David sekali saja aku berbohong padamu, setelah kerjaan ku selesai aku akan berkata jujur padamu"


batin Airin yang merasa sangat bersalah dengan kebohongan yang akan dia lakukan pada David.


" pekerjaan apa.? tanya David sekali lagi dan mengejutkan Airin yang tengah melamun.


" Emm..., kerjaan di hotel Asri jadi nanti kalau dari kampus kamu bisa kesana. " jawab Airin


"bagaimana kalau aku bantu.? ucap David menawarkan diri.


" nggak usah Yang. kalau kamu ikutan nanti aku pinjem bukunya sama siapa.?


" baik deh, , ya meskipun terpaksa sih. " jawab David malas.


Airin berdiri setelah selesai dengan hijab nya dan menghadap David tersenyum pada nya lalu mengecup bibir David sekilas.


" jangan menggoda ku Yang, bisa-bisa kita tidak akan pergi hari ini " ucap David datar.


" hahaha..!! siapa yang menggoda, aku hanya memberi morning kiss yang pantas saja buat suamiku. " Jawab Airin.


" baiklah aku juga mau memberi morning kiss yang pantas juga " ucap David tak kalah dan langsung memberikan kecupan di bibir Airin dengan sangat lama hingga Airin sedikit kewalahan.


Airin mengeluh kesal karena perbuatan David yang membuat nya hampir saja tak bisa bernafas.


melihat wajah Airin yang berubah menjadi kesal malah membuat David tertawa dan mencubit kedua pipi Airin dengan sangat gemas " istri ku sangat menggemaskan. " ucap David.


" sudah lah aku mau berangkat, pak Jaja sudah menunggu " ucap Airin dan pergi meninggalkan David.


David mengejar Airin keluar dan benar saja pak Jaja yang di sebut oleh Airin sudah ada di depan rumah mereka dengan mobil putih yang terparkir dengan rapi.


" apa nggak sebaiknya aku yang mengantarkan mu Yang. " ucap David yang seakan tak merelakan kepergian Airin dengan laki-laki lain meskipun orang itu sudah berkeluarga.


Airin berbalik tersenyum pada David dan mencium punggung tangan David dengan pelan " nggak usah ada pak Jaja yang akan mengantarkan ku dengan selamat, kamu nggak usah khawatir, " jawab Airin


" Assalamu'alaikum.. " pamit Airin


" Wa'alaikumsalam..!!! jawab David dengan sangat malas " rasanya aku nggak semangat sama sekali untuk ke kampus, " gumam David.


setelah kepergian Airin David pun bergegas pergi dengan motor nya untuk ke kampus, meskipun dia tak semangat karena tak ada Airin tapi dia harus tetap pergi demi Airin juga.


melangkah dengan tak ada tenaga David masuk ke area kampus seorang diri dengan menggendong tas nya di punggung nya.


" David.!! teriak seseorang dari kejauhan


David menoleh dan semakin tak semangat melihat siapa yang tengah berlari menghampiri nya dengan senyuman yang sumringah.


David kembali melangkah meninggalkan orang yang telah memanggilnya tadi.


" David..!! teriak nya lagi dan lari semakin cepat


" David kok gue di tinggal sih.. " ucap nya lalu merangkul lengan David dengan sangat erat


" Siska lepas..!! ;bentak David dan melepaskan tangan Siska dengan sangat kuat hingga Siska meringis kesakitan

__ADS_1


" Aww..!!! David apa yang kamu lakukan, lihatlah tangan ku berdarah " keluh Siska yang dengan sengaja melukai tangannya sendiri saat David tak melihat nya.


sontak David terkejut dengan apa yang ia lihat, bagaimana bisa tangannya Siska bisa terluka dan mengeluarkan darah padahal kuku-kuku David tak panjang jadi bagaimana bisa.? David pun di buat bingung dengan hal itu.


" Aww sakit.. " wajah yang seperti benar-benar kesakitan Siska keluarkan dan semua itu semata-mata untuk bisa mendapatkan perhatian dari David, lagian mumpung David sendiri tak ada Airin yang selalu mengganggu usaha Siska.


David menarik tangan Siska dan membawanya untuk duduk di bangku terdekat di sana. " duduk biar gue bersihkan lukamu takut sampai infeksi " ucap David dan mulai membersihkan tangan Siska dengan tisu.


" gue minta maaf, gue nggak sengaja buat kamu sampai seperti ini "


" seharusnya aku yang minta maaf Dav, aku yang keterlaluan dan membuat kamu jadi marah " ucap Siska sok polos


" gue udah maafin, asal jangan ulangi lagi Aku hanya nggak mau sampai Airin salah faham " jawab David


" gue janji nggak bakal lagi Dav, aku hanya mau jadi teman loh, bolehkan..


" terserah.!!


" udah selesai. gue pergi jaga baik-baik tuh luka jangan sampai bertambah parah. " ucap David memperingatkan.


" makasih Dav..


" Hhmm... "


dengan acuh David pergi meninggalkan Siska. sementara Siska sangat senang rasanya ingin loncat-loncat disana


meskipun dengan cara licik akhirnya dia bisa mendapatkan perhatian dari David.


" tak akan pernah aku lepas kan kamu lagi Dav, kamu harus tetap menjadi milik gue. apapun yang terjadi loh dan Airin harus berpisah.


****


Brukkk....


gadis itu meringis kesakitan pantatnya harus terbentur lantai dengan sangat keras. gadis itu pun mengeluh dan memijat nya untuk meringankan rasa sakit.


" Mas ini kalau jalan lihat-lihat dong, bagaimana kalau sampai saya terluka bagaimana kalau tulang saya patah " gerutu gadis itu dengan sangat kesal karena Kevin pun tak membantunya untuk bangun.


" sudah sengaja menabrak nggak menolong nggak minta maaf lagi. " lagi-lagi dia mengomel namun Kevin begitu sangat acuh. bahkan merasa sedikit jijik melihat gadis itu.


dengan terpaksa Gadis itu berdiri sendiri lalu menatap Kevin lekat. melihat wajah tampan menawan dan membuat matanya tak berkedip sama sekali.


" wah bener to, kata Mae. di kampus ini cowok nya tampan-tampan. asli kan ini nggak karena oplas, asli kan Mas. " ucap nya dengan lugu


" siapa kamu.? beraninya bertanya seperti itu padaku. kamu pikir semua ini hasil oplas.!! kesal Kevin


Baru kali ini ada orang yang berani bertanya hal seperti itu pada nya bahkan orang itu sangat buruk dan tak menarik sama sekali.


" aku ya.? aku Ais, Mas. Mas nya siapa boleh kenalan ya, Syukur-syukur kita berjodoh " ucapnya sembari memainkan matanya genit


" cuihh..!! nggak level.! ketus Kevin.


Kevin berjalan dengan cepat meninggalkan gadis itu yang katanya bernama Ais.


"Mas tunggu dong.!! Ais berlari mengejar Kevin." kata Mae saya orang yang pertama kali berbicara dengan saya adalah jodoh saya Mas "


" Mas..


"Mas...


panggil Ais namun Kevin tetap tak menghiraukan Ais dan berusaha pergi karena telah menjadi pusat perhatian dari mahasiswa/i lain


" Mas, saya belum tau nama mas loh, boleh tau nggak.?

__ADS_1


" nggak.!! dan gue harap loh pergi jangan pernah muncul di hadapan gue lagi,pergi.!! bentak Kevin.


Ais menunduk dia benar-benar takut, tetesan air mata pun keluar begitu saja. " hiks hiks. Mas jahat, kenapa Mas bentak Ais, Ais kan hanya ingin berkenalan saja "


Kevin mengusap wajah nya kasar, dia benar-benar kesal pada gadis ini kenal tidak sudah berani mengganggu nya. " ck. diam bisa nggak, lihatlah kita menjadi tontonan dari semua yang ada dua sini. "


Ais mengedarkan pandangannya dan benar saja , begitu banyak pasang mata yang menatap mereka berdua. " maaf Mas. "


Ais begitu gugup saat matanya menangkap sosok laki-laki tampan yang menghampiri mereka berdua, " tampan sekali.? gumam nya mengagumi sosok laki-laki tersebut.


" Ada apa ini.? tanya laki-laki itu yang tak lain adalah David.


Kesal begitu kesal melihat David di sana bisa-bisa reputasi sebagai cowok tampan di pertanyaan karena di dekati gadis yang di anggap nya buruk rupa ini,


sementara Ais memasang wajah imut dan tak henti-hentinya mengedipkan matanya saat melihat David yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua.


Ais begitu mengagumi sosok di depannya saat ini bahkan dia berani menyentuh pipi David " astaga Mae. lihatlah ada cowok tampan banget. " ucapnya


Ais beralih mencubit pipinya sendiri untuk memastikan itu bukan lah mimpi atau hayalan semata. " ini enggak mimpi to.Aww..!! ini benaran bukan mimpi " ucapnya


David yang juga merasa risih dengan perbuatan Ais hanya mampu menahan nafas panjang dan mengeluarkan nya, dia benar-benar takut kalau sampai amarah nya hadir.


" siapa kamu.? tanya David.


"'saya.?


" siapa lagi.!


", saya Ais Mas tampan. Mas tampan siapa.?


" aku.?


" bukan Mas nya yang ini. " Ais menunjuk Kevin.


mata David mengernyit bisa-bisanya gadis ini mempermainkan nya, berkenalan sama siapa yang di tanya namanya siapa. " dia Kevin " jawab David


" oh ternyata Mas tampan ini namanya Mas Kevin to. Mae, calon mantu akan segera datang " ucapnya dengan semringah.


mata David dan Kevin terbelalak, kata-kata gadis ini sungguh bisa mengejutkan mereka berdua. " akhirnya kamu ketemu juga dengan jodoh mu bro. " ucap David dan menepuk bahunya Kevin dengan keras.


" jaga bicara mu Dav.! gue nggak kenal sama dia, lagian mana bisa aku menyukai gadis buruk seperti dia. " kesal Kevin.


" Mas jahat, aku nggak buruk kok Mas, lihatlah aku kan cantik " ucap Ais.


" Hahaha..!! tawa David keras " jujur sekali dia Kevin."


" diam kamu, sialan.!!


" lah Mas nya namanya siapa.? tanya Ais pada David.


David pun menghentikan kesenangan menertawakan Kevin dan beralih menatap Ais " saya Da... vid.... " kata-kata David tersendat saat melihat mata gadis itu.


" kenapa seperti tidak asing ya, dan kalau di dengar-dengar suaranya juga sangat familiar."


batin David


" hallo..!! Ais mengibaskan tangannya di hadapan David " Mas David kenapa, ?


" eng-enggak, ya udah gue pergi ada tugas, Kev jaga baik-baik. " ucap David sebelum pergi.


" sialan loh..!!


Kevin berjalan dengan cepat berusaha untuk bisa lolos dari Ais dan itu harus bisa

__ADS_1


" Mas..!! Mas Kevin tungguin Ais..!!! teriak Ais dan mengejar Kevin.


__ADS_2