Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
105. Rahasia


__ADS_3

Nenek Anisa meminta pelayannya untuk menyiapkan kamar untuk Alif. Di dalam kamar itu sudah dilengkapi fasilitas untuk anak seusia Alif. Bahkan, mbak Tiar diijinkan nenek Anisa untuk tidur dengan putranya agar mengembalikan lagi kedekatan keduanya yang pernah hilang karena keegoisan sang ayah.


Usai menyusui kedua bayinya, Nabilla menemani bayi kembar tiganya yang sedang bermain bersama Amran di ruang keluarga. Adam yang sangat kritis menanyakan apa saja yang dilakukan kedua orangtuanya saat kedua orangtuanya meninggalkan mereka.


"Daddy. Apakah daddy pergi untuk bekerja?" tanya Adam.


"Daddy dan mommy sedang bekerja dan banyak melakukan pekerjaan yang cukup berbahaya," sahut Amran terdengar ambigu di kuping anaknya.


"Berbahaya? apakah Daddy menangkap penjahat?" tanya Adam membuat Nabilla dan Amran tersentak.


"Daddy bukan polisi, sayang. Daddy kamu adalah pengusaha. Tugas menangkap penjahat itu polisi," jawab Nabilla.


"Aku ingin pengusaha hebat seperti ayah," ucap Adam.


"Siap bos. Tapi, Adam harus belajar yang pintar ya! biar Adam bisa seperti ayah. Sekarang kalian sudahi mainnya. Masukkan kembali semua mainan kalian ke kotak mainan dan sekarang gosok gigi, berwudhu, baca doa tidur!" titah Nabilla kepada ketiganya.


Ketiganya memang sudah tahu sikap tegas Nabilla yang melatih mereka untuk belajar membereskan mainan mereka pada tempatnya. Nabilla tidak mau ketiganya mengandalkan pelayan untuk membereskan mainan mereka.


Ketiganya tidak pernah protes untuk melakukan hal itu.


Dan Nabilla mengajarkan ketiganya untuk belajar makan sendiri sejak usia satu tahun walaupun berantakan tapi tidak masalah. Kata Nabilla pada ibu mertuanya yang pernah protes pada Nabila yang terlalu tegas pada ketiga anaknya itu.


"Nabila. Mereka baru satu tahun untuk makan sendiri, nanti saja kalau usia mereka sudah tiga tahun baru kamu melepaskan mereka makan sendiri," ucap ummi Ambar.


"Proses belajar tidak dilihat dari usianya, ummi. Setiap usaha pasti tidak langsung sempurna. Biarkan mereka belajar mengenali diri mereka sendiri untuk menghargai hidup yaitu belajar bagaimana mereka menghidupi diri mereka mulai dari cara mereka memegang sendok dan menyuapi makan ke mulut mereka sendiri.


Berantakan tidak apa yang penting kita cukup mendampingi mereka dalam proses belajar. Itulah mengapa anak lebih cepat mandiri karena orangtua mendidik mereka dengan mendampingi dan mereka akan menggunakan akal untuk berpikir bagaimana berlatih untuk lebih baik lagi," ucap Nabilla pada saat itu pada ibu mertuanya.


Dan terbukti di usia dua tahun ketiga anaknya makan dengan teratur dan satu butir nasi tidak ada yang jatuh apa lagi tersisa karena Nabilla memperkenalkan bagaimana filosofi nasi yang dimakan kita saat ini, adalah lelahnya petani yang memelihara benih hingga proses padi itu menghasilkan butir beras yang berlimpah.


Itulah yang ditanamkan Nabilla pada ketiga anaknya untuk menghargai nilai-nilai kehidupan sejak dini.

__ADS_1


Amran mendampingi ketiga anaknya untuk menggosok gigi dan belajar berwudhu. Sementara Nabilla menunggu ketiganya untuk menggantikan baju tidur mereka.


"Ok. Sekarang masing-masing baca doa tidur dan mommy akan membacakan surat Al Mulk untuk kalian," ucap Nabilla.


"Mommy. Kenapa mommy hanya membacakan surat Al Mulk saja saat menjelang tidur?" tanya Cintami.


"Karena akan menghindarkan kita dari siksaan kubur dengan membaca surah itu. Allah menjanjikan untuk hambanya terbebas dari api neraka dengan rahmat-Nya tapi, saat kita menunggu masuk surga orang harus mati dulu. Sementara usia mati lebih panjang dari pada usia hidup. Biar tidak disiksa malaikat penjaga kubur yaitu baca al-mulk sebelum tidur," ucap Nabilla.


Bersamaan dengan penjelasan ibunya, ketiganya sudah mendengkur dengan halus. Amran mengecup kening ketiganya lalu membaca selawat di ubun-ubun ketiganya. Sementara Nabilla memeriksa lagi si kembar yang sudah tidur tengkurap sambil menyedot ibu jarinya.


Usai memastikan anak-anaknya sudah tidur, Nabilla kembali ke pekerjaannya meneliti kunci milik Alif. Ia meyakini bahwa itu adalah kunci loker umum yang biasa disewakan untuk orang-orang yang menitipkan bendanya yang tidak terlalu berharga. Agar bisa diakses dengan mudah pemiliknya. Loker itu hanya ada di luar negeri.


"Ada apa sayang? apakah kamu menemukan sesuatu?" tanya Amran.


"Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, apakah keluarga ini pernah memiliki sesuatu yang sangat berharga namun tidak diketahui orang banyak, maksudku keluarga dekat?" tanya Nabilla.


"Maksudnya harta Karun yang tersimpan rapi oleh keluargaku?" tanya Amran.


"Hanya kakek yang mengetahuinya. Aku tidak tahu apapun," ujar Amran.


"Apakah aku boleh tanya kakek?" tanya Nabilla.


"Silahkan...! tapi, tunggu..! apa hubungannya dengan kunci yang dipakai oleh Alif.


"Karena kunci ini adalah peta harta Karun kakek yang sudah diketahui Dito. Dia ingin putranya yang akan menemukan harta Karun itu," ucap Nabilla.


"Begitukah?" tanya Amran.


"Hmm."


"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita coba memastikan sendiri apa yang akan dikatakan kakek," ajak Amran.

__ADS_1


Keduanya memutuskan ke kamar kakek yang kebetulan tidak jauh dari kamar mereka. Kakek masih menonton berita di televisi. Amran mengetuk pintu kamar itu lalu keduanya membuka pintu setelah mendapatkan ijin dari nenek Anisa. Kakek mematikan televisinya lalu menghampiri cucunya itu duduk di sofa yang ada dikamar itu.


"Maaf kakek, nenek..! menganggu waktu istirahatnya. Apakah kami boleh bertanya sesuatu pada kakek?" ijin Nabilla.


"Silahkan nak. Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya kakek.


"Ini mengenai Dito. Dan ada juga hubungannya dengan kunci ini. Apakah kakek memiliki sesuatu yang berharga yang mungkin diketahui oleh Dito. Misalnya harta karun begitu?" tanya Nabilla.


"Mengapa kamu tanyakan itu padaku Nabilla? apakah kamu mengira Dito akan mengambil harta kekayaan kita?" tanya kakek.


"Begini. Saya punya firasat dengan kunci yang dimiliki oleh Dito yang ia titipkan kepada putranya agar dijaga oleh Alif yang mungkin suatu saat nanti Alif akan menggunakan kunci ini untuk tujuan tertentu yang pastinya menggiurkan untuk Alif.


Dengan kunci ini akan menjurus pada petunjuk seperti peta rahasia untuk menemukan barang rahasia dan aku meyakini kalau kunci ini mengarah pada kepemilikan keluarga ini," ucap Nabilla.


Kakek Abdullah mengerutkan keningnya. Memikirkan sesuatu apa yang harus ia jawab agar Nabilla tidak merasakan penasaran. Ia sangat hafal sikap keingintahuan Nabilla sangat tinggi.


"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan Nabilla. Kekayaan atau aset berharga kakek sudah kakek limpahkan kepada Amran. Warisan yang lainnya sudah kakek bagikan untuk keempat cucuku. Jadi tidak ada lagi yang kakek simpan. Apa lagi orang lain harus tahu seperti Dito," ucap kakek Abdullah mantap.


"Baiklah. Kalau begitu kami permisi dulu kakek. Terimakasih untuk waktunya," ucap Nabilla.


Nabilla dan Amran beranjak keluar dari kamar kakek, namun saat Amran menekan kenop pintu, kakek Abdullah mencegah keduanya.


"Tunggu Nabilla!"


Nabilla dan Amran spontan membalikkan tubuh mereka menghadap ke kakek.


"Ada satu rahasia dan ini bukan harta kita tapi ini adalah sesuatu yang sedang diincar oleh negara-negara yang ingin mengusai dunia ini jika memiliki barang itu," ucap kakek membuat Nabilla dan Amran makin bingung.


"Apa itu kakek?" tanya keduanya kompak.


.......

__ADS_1


Vote dan like nya cinta, please!"


__ADS_2