
Mendengar ancaman Nada tentang putranya yang berusia 7 tahun membuat tuan Smith menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Jangan...! Tolong jangan sakiti putraku..! Hukum saja saya. Tolong...-"
"Aku tidak menyuruhmu mengiba padaku, tapi Aku menanyakan kepadamu, siapa dalang dari perampokan ini? Tidak mungkin temanmu bisa membuka brangkas besar milik bank tanpa kode rahasia, bukan?
Katakan ..! Atau ku perintahkan anak buahku untuk memotong anakmu?!" ancam Nada seraya mendorong tubuh tuan Smith hingga ke bilik kabin kapal seraya mengarahkan pistolnya tepat di bawah dagu tuan Smith.
"Kau tidak mungkin melakukan itu, bukan?" ragu tuan Smith gemetar ketakutan mendengar putra kesayangannya akan jadi penebus dosanya.
"Kamu saja bisa mengancam putri seseorang demi tujuanmu, maka dari itu aku hanya meniru bagaimana kamu memperlakukan anak kecil yang tidak berdosa," imbuh Nada.
"Baiklah. Aku akan mengatakannya kepadamu. Dia adalah....-"
Dorrr.....!
Tembakan dari belakang Nada tepat mengarah ke arah tuan Smith membuat tuan Smith tumbang seketika saat peluru itu menembus lehernya.
"Sial....! Harusnya aku tadi tidak membuka helmku. Nada meninggalkan tuan Smith yang langsung mati di tempat dan memburu si penembak tuan Smith.
Si penembak itu sudah masuk di salah satu ruang penyimpanan speed boat race. Baru saja Nada ingin menghampiri bos penjahat itu, tiba-tiba saja, Nada di kejutkan dengan pintu gesek yang terbuka sangat kencang.
Srekkk....
Ketika melihat speed itu melayang di udara lalu menukik tajam jatuh ke atas laut membuat Nada lari menuju mobilnya. Ghaishan yang berpapasan dengan istrinya menanyakan istrinya yang terlihat panik.
"Baby...! Kamu mau ke mana lagi dan mana bos penjahat itu?" tanya Ghaishan.
"Sayang...! Ikuti aku ...! Bos penjahat itu sudah terjun ke laut sana...!" teriak Nada sambil berlari menuju mobilnya.
Ghaishan menurut. Ia mengikuti istrinya masuk ke dalam mobil itu hendak mencebur ke laut untuk menangkap penjahat. Mobil unik yang di rancang bisa beralih fungsi jika berada di laut maupun di dalam laut. Bisa menjadi kapal selam atau speed boat sesuai yang dibutuhkan oleh pemiliknya.
__ADS_1
Kini Nada yang sudah menggunakan lagi helmnya nampak membaca radar untuk melihat keberadaan speed boat milik bos penjahat itu.
"Cepat sekali kadal itu menghilang. Tapi, tak akan ku biarkan kau lolos dariku. Aku harus memperlihatkan kamu pada dunia agar kamu merasakan penyesalanmu seumur hidupmu!" ucap Nada yang sudah menemukan keberadaan bos penjahat sebenarnya.
"Sayang ..! Kali ini apa yang akan kamu lakukan padanya?" tanya Ghaishan yang tidak mau lagi melihat istrinya berprilaku aneh.
"Aku tidak bisa menjawabnya. Semuanya tergantung pada situasi dan kondisi yang dibutuhkan untuk melumpuhkan lawan," jawab Nada.
"Tolonglah..! Jangan terlalu ekstrim. Aku tidak mau jadi duda di usia muda," pukas Ghaishan.
"Masih banyak wanita yang tergila-gila padamu suamiku. Jadi, jangan putus asa untuk mencari penggantiku kalau aku sudah berkalang tanah," jelas Nada.
"Cih....! Kamu kira aku akan bertahan hidup jika kamu meninggalkan aku? tidak akan, baby. Aku sudah bersumpah menikah untuk sekali seumur hidupku," ucap Ghaishan saat mobil mereka sudah menjadi kapal selam saat ini.
"Aneh. Di mana-mana pria akan senang jika menikah lagi. Kenapa kamu malah terbalik?" tanya Nada sambil fokus mengejar penjahat.
"Karena mereka tidak bisa mengalahkan bidadari di surga sebanyak 72 bidadari yang akan melayaniku. Dan cukuplah satu orang bidadari dunia yang akan menjadi ratu bidadariku di surga nanti yaitu kamu, baby.
"Itulah sifat manusia, mereka mau disesatkan oleh setan yang akan menemani dirinya di neraka kelak," jelas Nada.
"Sayang. Penjahatnya tepat di atas mobil kita. Kamu harus menempelkan speed boat miliknya ke atap mobil kita. Tapi sebelumnya kita harus naik ke atas permukaan laut dulu karena aku ingin menghajar si brengsek itu," pinta Nada.
"Biar aku saja yang menghajarnya sayang. Kamu di sini saja!" ucap Ghaishan.
"Tidak. Ini adalah tanggung jawabku sebagai agen rahasia FBI. Tolong jangan disabotase pekerjaanku atas nama cinta, kamu mengerti sayang?"
Nada memagut bibir suaminya sesaat lalu ia bersiap untuk keluar dari mobil itu." Hati-hati sayang..!"
"Doakan aku, hubby!" Nada melompat ke dalam laut lalu berenang dengan cepat sebelum speed boat musuh menjauh darinya.
Sementara Ghaishan sudah menyelam lagi dengan mobil mereka dan melakukan apa yang di pinta Nada sebelumnya. Setelah dipastikan mobil dan speed boat penjahat itu sudah sejajar, Ghaishan melakukan tugasnya dengan baik. Sementara Nada sudah naik di atas kapal motor penjahat.
__ADS_1
Nada memegang pundak si penjahat namun di tepis oleh penjahat karena terlalu fokus untuk melarikan diri. Nada memegang lagi bahu penjahat itu dan kali ini lebih erat pegangannya di pundak penjahat membuat si penjahat baru menyadari dia tidak sendiri di atas speed boat itu.
Ia menengok ke belakang dan sontak Nada meninju wajah penjahat itu yang tidak lain adalah direktur utama Bank. Walaupun kaget dengan ulah sang direktur, namun Nada ingin menjatuhkan lawannya yang cukup tangguh juga kala menyerangnya. Keduanya akhirnya saling menyerang di atas speed boat itu. Tendangan dan pukulan yang dilayangkan keduanya di tubuh mereka.
"Rasakan ini pengkhianat...! Nada menendang dada si penjahat dan keduanya sama-sama jatuh.
Penjahat mengambil pistolnya dari balik jasnya namun Nada lebih dulu mengunci kepala si penjahat dengan kedua kakinya dalam posisi menggunting dengan posisi Nada membelakangi tubuh lawan.
Penjahat itu menendang-nendang kakinya karena lehernya seakan mau patah dalam jepitan kaki jenjangnya Nada. Di saat musuhnya lemah, Nada mematahkan leher sang penjahat dengan kepala di putar hingga terdengar bunyi krekk...
Penjahat itu langsung pingsan di tempat. Nada menjatuhkan dirinya karena sudah kelelahan dengan nafas tersengal. Ia bersandar di speed boat penjahat itu sambil melaporkan misinya sudah berhasil pada Mr. M.
"Ternyata penjahatnya adalah direktur bank itu sendiri Mr. M. Pastikan wartawan meliputi berita besar ini. Saat ini kami sedang menuju ke darat." Ucap Nada saat menghubungi Mr. M.
"Baik. Kami sedang menunggu kalian," ujar Mr. M.
Setibanya di bibir pantai, bos besar penjahat itu langsung di amankan oleh anggota FBI. Puluhan mobil polisi dan FBI serta wartawan sudah memenuhi area pantai. Ghaishan menghampiri isterinya yang terlihat sangat lemah. Mr. M menghampiri pasangan itu sambil memberikan selimut pada Nada yang enggan membuka helmnya.
"Terimakasih Nada atas misi dadakan ini. Uang yang mereka rampok sudah di amankan oleh anggota FBI. Dan ini ponsel kalian berdua," ucap Mr. M penuh rasa bangga pada Nada yang tidak takut apapun.
"Syukurlah Mr. M. Aku pamit mau pulang," ucap Nada namun baru saja ingin melangkah tiba-tiba Istrinya Ghaishan ini pingsan.
"Nada ....!" pekik Ghaishan seraya menangkap tubuh istrinya.
"Bawa dia ke mobil, tuan Ghaishan. Aku akan mengantarkan kalian ke rumah sakit," ujar Mr. M buru-buru membuka pintu mobilnya Nada. Mobil itu dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.
"Apakah dia tertembak?" tanya Mr. M.
"Baju yang kami pakai anti peluru. Mungkin fisiknya kelelahan karena seharian bertempur dengan penjahat," ucap Ghaishan seraya membuka helm istrinya.
Wajah Nada terlihat sangat pucat membuat suaminya sangat kuatir.
__ADS_1
"Sayang. Bangun...! kamu tidak mungkin selemah ini. Tolong jangan bercanda padaku ..!" pinta Ghaishan sambil menggosok telapak tangan istrinya yang terasa sangat dingin.