Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
37. Menebus Waktu


__ADS_3

Amran menatap wajah cantik istrinya. Ia lalu meminta istrinya menjawab kejujuran terlebih dahulu.


"Katakan kejujuranmu dulu, sayang tentang perasaanmu padaku!" ucap Amran.


"Aku membencimu karena kau hanya menganggap aku adalah wanita lemah. Aku membencimu karena kamu menganggap cadarku hanya menyembunyikan rupaku yang buruk," ucap Nabilla meluapkan kemarahannya pada Amran agar ia tidak menyimpan sakit maupun dendam pada suaminya sendiri.


Entah itu adalah bawaan hamil atau hanya sekedar mengobati luka hatinya, yang jelas Nabilla ingin mengubur luka yang pernah digores Amran dalam hidupnya. Dengan begitu, rasa trauma itu tidak lagi tersisa. Yang ada hanya memaafkan dan diganti dengan kasih sayang.


"Baby. Aku minta maaf, maafkan aku! apa yang harus aku lakukan agar bisa menebus waktu yang terbuang saat aku menyia-nyiakanmu, hmm?" tanya Amran .


Nabilla bangkit dari tidurnya lalu duduk di atas perut suaminya. Amran begitu senang jika gadisnya duduk di atas perutnya. Dengan begitu ia bisa menikmati kecantikannya dari dekat. Jika matanya bisa menikmati keindahan tubuh dan wajah istrinya, namun tidak dengan adik kecilnya yang pingin lebih diperlakukan istimewa ditempat ternikmat yang ada dalam tubuh wanitanya.


"Sabarlah boy! ini lagi taraf penuntasan masalah. Tunggu sebentar lagi karena perempuanku sedang curhat. Kamu jangan egois atau dia akan ngambek dan kamu yang akan rugi tidak dapat jatah. Tenanglah kamu dibawah sana! tunggu instruksi berikutnya dariku!" bujuk Amran pada miliknya yang sudah berinisiatif sendiri sedang berdiri kokoh dan untungnya Nabilla tidak menduduki batangnya hingga tidak terdeksi oleh bokong bulat montok itu.


"Lalu, bagaimana dengan bohongnya?" tanya Amran lagi.


"Bohong kalau aku bilang aku tidak menyukaimu saat pertama kali aku bertemu denganmu karena aku sudah yakin kamu adalah pangeranku karena hatiku yang membisikkan itu.


Bohong kalau aku bilang jantungku tidak berdenyut lebih cepat setiap kali kita bertatap mata. Bohong jika selama berpisah denganmu aku tidak merindukan mu. Aku sangat tersiksa disaat wajahmu begitu sempurna membingkai dalam ingatanku hingga aku ingin menikmati setiap jengkal wajah tampanmu itu. Hanya doaku dimana ayat-ayat cintaku yang bisa aku keluhkan pada Tuhanku untuk mempertemukan kita dengan caraNya.


Aku memanggil namamu diujung rinduku hingga namamu tersangkut di setiap lirih sujudku. Di saat sujudku aku menghiba pada Robb-ku agar dipertemukan segera dengan pemilik hatiku," ucap Nabilla.


"Bukankah kamu tahu jalan untuk kembali, baby? kenapa tidak mau pulang, hmm?" Amran tidak bisa lagi menahan dirinya untuk memagut bibir basah wanitanya. Ia menarik tubuh molek itu agar wajah Nabilla mendekati wajahnya.


"Biarkan hati kita menuntun langkahmu menemuiku dengan cara Allah mengatur pertemuan kita walaupun endingnya berlangsung dramatis," tutur Nabilla diujung kalimatnya dan Amran tidak kuasa lagi membendung luapan bahagianya karena istrinya begitu mencintainya hingga hati dan pikiran Nabilla hanya menampung dirinya seorang, bukan pesona Reno dan Wira yang jelas-jelas akan menerkam wanitanya kapan saja mereka bisa.


Ya... Amran harus berterimakasih dengan penampilan pakaian syar'i yang dipakai Nabilla justru melindungi mata lelaki manapun yang begitu penasaran dengan pemakainya. Pakaian syar'i Nabilla melindungi dirinya dari fitnah dunia. Sempurna bukan? perintah Allah itu menyerukan kepada para wanita untuk menutupi auratnya jika mencapai usia yang sudah digariskan waktunya agar mata pria tidak menjelajahi setiap jengkal tubuh wanita dengan pikiran kotornya bagi tiap muslimah. Maha benar Allah dari segala firmanNya.


Pergulatan panas kembali terjadi di dalam sana sebagai ajang untuk meminta maaf dan menyampaikan segala isi hati. Sorry author malas jabarin adegan dewasanya...he..he..


...----------------...


Pagi cerah, Amran ingin mengajak Nabilla turun gunung menuju suatu tempat untuk Nabila nikmati keindahannya. Amran meminta Nabilla mengenakan dress putih khusus untuk ibu hamil namun masih memperlihatkan keseksian tubuhnya Nabilla. Ia ingin mengajak jalan-jalan dengan wanitanya tanpa membolehkan Nabilla mengenakan hijab lebarnya agar ia bisa menikmati mahkota istrinya sepuas hati. Walaupun begitu Nabilla tetap membawa perlengkapan pakaian syar'i-nya untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


Hanya tempat rahasia itu Amran bisa menikmati kemolekan tubuh dan kecantikan Istrinya tanpa hijab yang menghalangi matanya. Mobil dengan kap terbuka di atasnya secara otomatis untuk memberikan kesempatan bagi keduanya menikmati pesona alam dengan hembusan angin menerpa wajah mereka. Kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancung Nabilla membuat Amran selalu gagal fokus karena aksesoris itu membuat wajah istrinya sangat cantik. Amran gemas sendiri dengan kecantikan Nabilla.


Di tambah Nabilla memoleskan makeup agar sedikit lebih tebal untuk menggoda suaminya dengan lingkaran bahu yang lebih rendah memperlihatkan belahan dada Nabilla terlihat sensual. Benar-benar kali ini Amran bisa menikmati penampilan istrinya tanpa hijab dengan leluasa. Ia hanya berbaik hati pada alam dan binatang yang ada di wilayah itu untuk ikut menikmati kecantikan istrinya.


Saat kendaraan itu makin menukik ke bawah mengikuti alur jalan yang tidak begitu lebar namun tetap terlihat mulus dilewati mobil Amran, mata Nabilla melihat hamparan laut yang terbentang luas menampakkan warnanya yang biru dan hijau di permukaannya. Nabilla terpekik kegirangan saat matanya dimanjakan dengan pesona alam yang begitu indah.


"Masya Allah. Mas Amran, kita ada di mana? ini sungguh cantik," puji Nabilla.


"Ini surgaku yang ingin aku perlihatkan kepadamu," ucap Amran sambil tersenyum puas melihat kebahagiaan istrinya.


"Hei...! dengarlah anak-anak, daddy kalian sedang mengajak kita ke surganya. Cepatlah lahir agar kita bisa menikmati pemandangan indah ini bersama-sama," bisik Nabilla sambil mengusap perutnya.


Amran yang mendengar celotehan istrinya makin membuatnya merona." Ya Allah, kuatkanlah cinta diantara kami jangan lagi Engkau pisahkan kami sekalipun itu adalah kematian. Jika ingin mengambil nyawa kami, ijin kami untuk mati bersama dengan begitu tidak ada yang saling menangisi jika salah satu diantara kami ada yang meninggal.


Beberapa menit kemudian, mobil itu sudah terparkir di pasir putih yang sangat bersih. Rupanya laut itu tidak menampakkan ombaknya. Bisa dibilang itu seperti lingkaran danau karena di sekitarnya nampak beberapa bukit yang melindungi pulau tersebut.


Nabilla mengambil ponselnya untuk mendeteksi pergerakan teknologi canggih di sekitar pulau itu berupa alarm. Sementara itu Amran tidak diberitahu oleh Nabilla atas pelacakan rahasianya karena Amran termasuk orang yang terlalu percaya diri dengan keamanan yang sudah ia persiapkan padahal waspada itu penting.


"Bagaimana sayang? apakah kamu suka dengan kejutan ini?" tanya Amran sambil menatap wajah cantik Nabilla.


"Lebih dari kata suka, suamiku.," ucap Nabilla sambil meletakkan jilbabnya dekat disampingnya.


"Kamulah wanita pertama yang aku ajak ke pulau ku ini," ucap Amran.


"Apakah ada penduduk di sekitar sini, mas?" tanya Nabilla.


"Tidak ada. Karena ini adalah pulau pribadiku."


"Berarti orang bisa saja datang ke sini melalui akses laut?" tanya Nabilla.


"Tidak bisa di lakukan karena ada pemasangan karang buatan yang bisa menjebol bagian bawah kapal kecil jika mereka nekat masuk di wilayah ini."


"Berarti drone pengintai bisa menuju ke mari bukan?" tanya Nabilla dengan sikap waspada.

__ADS_1


"Sayang. Di sini aman. Tolonglah..! Jangan bahas itu. Kita nikmati saja suasana pantainya karena aku mengajak kamu ke sini untuk bersenang-senang," desis Amran.


"Iya sayang. Aku tahu itu. Tapi sikap waspada itu perlu. Apa lagi kamu meminta aku berpenampilan seperti ini, emang kamu nggak takut ada yang ikut menikmati penampilan aku seperti ini?"


"Enak saja mereka menikmati milikku. Aku akan membuat mata mereka, buta baby jika mereka berani mengintipmu" gerutu Amran.


Nabilla menyuapkan gimbab ke mulut Amran." Sayang..! duduklah dipangkuan ku. Aku sangat cemburu pada sofa yang menyangga bokong semokmu," ucap Amran membuat Nabilla menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Nabilla menuruti permintaan suaminya. Amran merangkul tubuh istrinya dari belakang sambil memandang hamparan laut. Burung gagak putih berarak mencari ikan-ikan di laut itu. Nabilla sibuk mengunyah makanannya karena Amran sudah kenyang. Tiba-tiba saja alarm di ponselnya berbunyi dengan menyerukan tanda bahaya menggunakan bahasa Inggris.


"Area ini sedang diawasi!" ucap aplikasi ponsel itu membuat Amran heran.


Nabilla segera mengambil jilbabnya dan memakainya seketika." Baby. Kenapa ponselmu bisa bicara seperti itu?" tanya Amran yang sudah menarik pistolnya dari balik celana panjangnya tepat di bawah mata kakinya.


"Aku yang menciptakan aplikasi itu untuk mendeteksi pergerakan musuh yang bisa terbaca dari zona 50 mil dari bibir pantai," ucap Nabilla membuat Amran tercengang dengan mulutnya setengah terbuka.


"Baby. Kamu bisa menciptakan aplikasi itu?" tanya Amran setengah tak percaya dengan kehebatan istrinya melebihi kapasitasnya sebagai mafia.


Cup...


Nabilla mengecup bibir Amran sambil memainkan ponselnya untuk mengecoh alat detektor musuh agar keberadaan mereka tidak terbaca.


"Apakah mereka mengetahui keberadaan kita Nabilla ?" tanya Amran dengan sikap waspada.


"Sudah aman. Aku mengecoh alat deteksi mereka ke hutan sebelah sana. Sepertinya banyak binatang buas sebelah sana," ucap Nabilla sambil nyengir namun tidak dengan Amran yang menatapnya dengan takjub.


"Seberapa hebat kamu Nabilla?" tanya Amran yang terlihat minder pada kehebatan istrinya.


"Apakah kamu menyesal memiliki isteri yang lebih jenius darimu, mas?" tanya Nabilla kuatir pada Amran yang tidak menyukai wanita hebat hingga mengalahkan jiwa heroik suaminya.


Amran tidak menjawabnya. Hatinya tidak bisa mencerna dengan kejadian barusan. Harusnya ia bertindak lebih waspada pada situasi yang mungkin mengancam jiwa mereka, tapi Nabilla lebih dulu mengatasinya dan itu tidak membuat Amran menyukainya.


Nabilla bangkit dari pangkuan suaminya. Kemesraan mereka yang baru saja terjadi kini digantikan dengan sikap datarnya suami.

__ADS_1


__ADS_2