Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
109. Cinta Dalam Hening


__ADS_3

Waktu bergulir meninggalkan setiap kesan yang mendalam bagi keluarga besar Amran. Usia kembar tiga sudah mencapai 17 tahun dan disusul usia adik kembar mereka 15 tahun sebaya dengan usia Nathan, Ethan, Kiran dan Farrel. Sementara usia Arsen sendiri mencapai 26 tahun. Usia putra putri kedua dari Arlan, Devan, Wira dan Reno sekitar 13 tahun.


Yang mengikuti jejak sang ibu dalam hal berpakaian muslimah hanya Cintami walaupun gadis ini belum siap untuk mengenakan cadar. Cintami mengelola boarding school. Sementara Bunga dan Denada memilih profesi berbeda.


Bunga memutuskan untuk menjadi model. Sementara Denada ingin menjadi seorang dokter. Sebenarnya profesi mereka adalah agen rahasia FBI dan CIA. Untuk menutupi jati diri mereka, mereka harus memilih profesi lain sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Tentu saja Adam dan El lebih memilih menjadi pengusaha meneruskan perusahaan ayah mereka.


Kini keluarga besar itu sudah berkumpul di villa terpencil milik Amran. Anak-anak ini sudah lama tidak berkumpul karena sibuk sekolah diluar negeri. Saat merayakan momen lebaran mereka merayakannya di villa itu. Mereka ingin menggelar sholat Ied di villa itu.


Kedatangan mereka secara bertahap ke villa itu sesuai kapasitas helikopter. Terutama para orangtua yang lebih dulu tiba di villa kemudian disusul dengan anak-anaknya. Yang datang terakhir saat itu adalah si kembar tiga. Mereka baru datang dari Amerika karena ada tugas penting yang mereka emban.


Saat turun dari pesawat jet pribadi milik Daddy Amran, mereka langsung naik helikopter menuju istana tersebut. Kecantikan Cinta dan Bunga dan juga ketampanan Adam membuat diantara saudara mereka yang lain sangat kagum terutama Arsen yang sudah naksir Cinta sejak gadis ini masih kecil.


Bertemu lagi dengan gadis ini di usia mereka yang sudah sama-sama matang untuk melakukan pendekatan. Arsen tidak lepas menatap wajah cantik Cintami dengan keanggunannya.


Dirinya sedikit takut jika Cinta tidak mencintainya karena rentan usia mereka yang terpaut sembilan tahun. Sedari tadi Ia memperhatikan gadis itu. Semuanya sudah saling bersalaman hanya Arsen yang belum disalami oleh Cinta karena duduknya yang agak menjauh.


"Kalau naksir nyatakan saja! entar nyesel lho, kalau keduluan oleh pria lain. Emang kamu nggak lihat kecantikannya Cintami itu menjadi idola para pria," ledek Nadin.


"Iya Tante. Masalahnya, apakah dia bakal suka sama aku yang usia kami selisihnya lumayan jauh," gumam Arsen minder.


"Apa salahnya dicoba dulu. Bisa jadi Cintami menyukai kamu juga. Cinta dalam diam itu sangat menyiksa lho!" ujar Nadin.


"Iya sih Tante, cuma aku saat ini menikmati perasaanku dengan caraku sendiri. Cinta dalam hening itu tidak ada penolakan. Cinta dalam kesepian tidak ada yang memilikinya kecuali aku. Mencintainya dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit. Mencintainya dalam khayalanku, aku bebas mengungkapkan perasaanku padanya," ujar Arsen begitu puitis.


"Emangnya Cintami akan tahu perasaanmu kalau kamu mencintainya dalam hening? setidaknya, kamu sampaikan dulu perasaanmu padanya. Urusan terima atau tidak, setidaknya kamu sudah mencobanya. Jangan sampai ada yang nikung duluan, itu akan membuat kamu gigit jari, bahkan bisa depresi lho," saran Nadin yang tidak mau cinta keponakannya hanya bertepuk sebelah tangan.


"Iya Tante, mohon doanya agar aku bisa menaklukkan hatinya Cintami," ucap Arsen.


"Bukankah di bulan ramadhan ini kamu sudah memohon kepada Allah agar hati Cintami didekatkan kepadamu?" tanya Nadin.


"Iya sih Tante. Itu sudah pasti, tapi Arsen butuh doa Tante karena Tante yang paling tahu perasaan Arsen pada Cinta," balas Arsen.


"Ya sudah. Kalau begitu kamu ungkapkan perasaan kamu padanya dan sisanya, Tante yang akan menyampaikan bagaimana perasaan hatimu padanya. Tapi, jangan cepat nyerah! lakukan seperti jejak ayahmu yang mendapatkan ibu sambungmu dengan rasa percaya diri yang tinggi pada Lira dan usia mereka selisih jauh juga, sama dengan kamu dan Cinta," nasehat Nadin.


"Nanti saja Tante, tunggu habis buka puasa baru ungkapkan perasaan aku pada Cinta. Aku mau ke mushola dulu mau tadarus," ucap Arsen.


"Ok. Tante bantu yang lain dulu untuk menyiapkan buka puasa. Lagian malam ini ada takbiran bersama," ujar Nadin berlalu pergi menuju ke dapur.

__ADS_1


Arsen ke mushola membaca Alquran. Saking khusu membaca Alquran, ia sampai tidak menyadari Cintami yang sedang sholat ashar di belakangnya.


Begitu pula Cintami yang khusu menunaikan sholat ashar. Arsen berhenti sesaat. Ia menengok ke belakang dan begitu kaget melihat bidadarinya sedang membaca tahyatul akhir.


"Masya Allah. Cantiknya!" puji Arsen dengan denyut jantung tak menentu melihat wajah cantik Cintami yang bercahaya karena Cintami mengenakan mukena putih dengan a


wajah polos tanpa riasan.


Cintami menyelesaikan sholatnya hendak berdoa, namun suaranya tercekat melihat wajah tampan Arsen. Keduanya tampak malu-malu.


Arsen lebih dulu menegur Cintami. Namun Cintami yang terpukau dengan ketampanan Arsen sempat terpaku membuat Arsen mengulangi lagi salamnya.


"Assalamualaikum Cintami," kali ini Arsen mengeraskan suaranya untuk membuyarkan lamunan Cintami.


"Waalaikumuslam. Eh, kak Arsen," balas Cintami.


"Capek ya? dari Amerika langsung ke sini?" tanya Arsen basa-basi.


"Iya kak. Aku tadi sempat ketiduran di pesawat jadi nggak sempat sholat ashar. Tapi setelah bertemu dengan keluarga besar rasa capeknya jadi hilang," ucap Cintami.


"Berarti aku juga termasuk orang yang membuat lelahmu hilang?" goda Arsen.


"Aku bisa membuat hubungan kita menjadi muhrim jika kamu mengijinkan aku menjadi imammu alias suamimu. Apakah kamu mau, Cintami?" tembak Arsen tanpa basa-basi.


Deggg...


Cintami tersipu malu tanpa menjawab pertanyaan Arsen. Ia menutup wajahnya yang terlihat memerah saat ini. Ia langsung meninggalkan Arsen yang terkekeh melihat tingkahnya.


"Alhamdulillah ya Allah. Berarti Cintami menyukai aku juga. Plong juga nih hati spontan ungkapin perasaan. Ya Allah ampunilah aku kurang sabar nembak cewek. Tinggal nanti langsung lamar ke ayahnya saja biar cepat di halalkan hubungan kami," gumam Arsen tersenyum bahagia.


Nadin yang tadi sempat menguping ikut terharu melihat perubahan wajah binar keponakannya." Alhamdulillah, ramadhan membawa banyak berkah di keluarga ini. Tapi bagaimana dengan putraku yang saat ini sedang jatuh cinta dengan Kiran, sementara Kiran lebih suka sama Adam," batin Kiran.


Saatnya acara buka puasa bersama. Semuanya sudah duduk di meja makan panjang yang diatasnya sudah terhidang berbagai macam menu makanan yang menggiurkan lidah. Tuan Recky yang memimpin doa buka puasa dan para istri melayani suami mereka masing-masing.


Entah mengapa Cintami spontan berdiri melayani Arsen membuat yang lainnya terhenyak. Deheman terdengar bersusulan namun Cintami dan Arsen tampak menuli.


"Kak Arsen mau makan kolak dulu atau es campur dulu?" tawar Cintami.

__ADS_1


"Kolak dulu dek," jawab Arsen.


"Cie...ci...adek nih ye .." goda Farrel dan Nathan yang duduk berdekatan pada Arsen.


"Kiran, tolong ambilkan aku kolak dong!" pinta Ethan.


"Kak Adam mau makan apa? biar Kiran yang ambilkan untuk kak Adam!" tawar Kiran pada Adam yang nampak datar pada Ethan.


"Tidak usah Kiran! Aku lebih senang makan kurma dulu sesuai Sunnah Rasulullah," sopan Adam yang tidak ingin Kiran berharap banyak padanya.


Suasana menjadi tegang. Pasalnya diantara muda mudi ini saling jatuh cinta satu sama lain kecuali yang ada hubungan darah yaitu antara ibu mereka yang adik kakak kandung yang tidak boleh saling jatuh cinta. Seperti anak-anak Celia, Lira dan Lea, tidak boleh saling menikahkan anak mereka karena terhalang hukum Islam.


"Aduh...! roman-romannya akan terjadi persaingan cinta satu sama lain nih," batin Devan yang memijit kepalanya sendiri karena putrinya Naysila saat ini menyukai El Rumi. Sementara El Rumi menyukai Elfira, putrinya Arland.


"Cepatlah..! sebentar lagi, kita mau sholat Magrib," himbau tuan Rusli.


"Arsen. Entar kamu yang jadi imam ya nak!" pinta tuan Recky.


"Iya Kakek," balas Arsen membuat Cintami merasa takjub.


"Eh...! kalau suka sama cowok itu jangan terlalu diperlihatkan terang-terangan. Jaim dikit kenapa!" omel Nada.


"Entar kamu akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta," ketus Cintami.


"Aku nggak akan mudah tersentuh dengan gombalan cowok," bantah Nada.


"Yang benar ..aku catat lho pernyataan kamu di malam lebaran ini!" tegas Cintami.


Beberapa menit kemudian mereka sudah menunaikan ibadah sholat Maghrib berjamaah.


Alhamdulillah keadaan aku sudah mendingan karena dia dan support dari kalian gusy. walaupun masih di R.S tapi aku sdh bisa lanjut update. Sorry semalam tidak bisa nulis karena tanganku sedang menerima transfusi darah ditambah mendapatkan suntikan obat penenang di suruh istirahat total. Terimakasih untuk doa kalian semua. Baca komentar doa dari kalian membuat aku lebih cepat sembuh dari obat itu sendiri. Sekali lagi terimakasih doanya. Semoga kalian juga selalu sehat.


m



Visual Adam

__ADS_1



Visual Arsen


__ADS_2