
Sebelum Berangkat ke kantor polisi, Nabilla sudah merencanakan pertemuannya dengan mabes polri pada Arland dan juga tuan Rusli. Pembicaraan keduanya memang sudah di dengar langsung oleh Arland dan tuan Rusli yang sudah memberikan alat penyadap yang di pasang di Bros Nabilla. Jika polisi Gavin mengira ponselnya Nabilla yang merekam semuanya karena tidak menyangka jika Nabilla bekerjasama dengan pemilik perusahaan Cybercrime.
Peralatan canggih yang diciptakan oleh tuan Rusli itu menjadi bermanfaat untuk putrinya. Memang langkah Nabilla untuk membebaskan suaminya penuh dengan rencana dan juga taktik agar tidak mudah terbaca oleh gerakan musuh. Namun rencana dan ide tidak bisa berjalan selaras jika tidak terkonsep dengan penuh perhitungan karena musuh lebih cerdik dari mereka.
Tuan Rusli yang dulu juga mantan seorang FBI, sangat paham menindaklanjuti setiap musuh negara yang sudah lama ia incar keberadaannya namun sulit untuk ia seret ke pengadilan karena terhambat oleh beberapa kepentingan pejabat publik dan juga informasi yang dikumpulkannya masih belum optimal dan ini yang masih menjadi PR besar untuknya.
Kini dengan adanya kasus Amran, mudah baginya untuk bertindak tegas bagi orang-orang yang sudah menghalangi kebahagiaan putrinya.
"Nabilla. Selama ini ayah tidak pernah berperan dalam proses pertumbuhanmu sebagai putri kandungku yang harus menerima perhatian dan cinta dariku, namun Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menebus waktu yang hilang dengan memperbaiki semuanya. Dan inilah saatnya menunjukkan ekstensiku sebagai ayahmu," gumam tuan Rusli lirih sambil memperhatikan layar monitor komputer raksasa yang ada di ruangannya.
Tuan Rusli begitu bangga dengan kehebatan Nabilla yang dipikirannya adalah Nabilla seorang yang penuh dengan ide cemerlang tapi hanya sebatas ide. Ia belum tahu peran sang putri yang melebihi kapasitas kehebatan yang dimilikinya sebagai seorang ahli IT atau lebih tepatnya seorang cyber yang mampu mengotak atik alat canggih apapun.
Jika disejajarkan keduanya seperti ponsel dengan perangkat software, Nabilla adalah produk baru yang sedang melejit pemasarannya karena kemampuan pengolahan data memori otaknya yang diatas rata-rata yang terus-menerus update setiap saat karena mengikuti kebutuhan jaman dan itu adalah produk Allah yang patut disyukuri jika dimanfaatkan dengan baik dan pada tempatnya.
Nabilla yang siang itu ingin bergabung dengan ayahnya dan Arland mendatangi perusahaan besar ayahnya bersama Arland. Tentu saja Arland sudah mengerahkan orang-orangnya untuk mengawasi pergerakan mereka hingga ia harus mengerahkan penembak jitu untuk melumpuhkan lawan.
"Apakah ini perusahaan tuan Rusli, Arland?" tanya Nabilla ketika kaki jenjangnya menapaki lobi perusahaan ayahnya.
"Iya nona Nabilla," jawab Arland.
"Allah maha baik. Seakan sudah mempersiapkan semuanya, ketika mas Amran ditangkap, aku harus di rawat di rumah sakit milik dokter Mariska dan suaminya adalah seorang cyber dengan perusahaanya ini. Andai saja aku punya perusahaan yang sama seperti miliknya, ahh...pasti hanya ada dalam anganku saja," racau Nabilla namun tertangkap oleh kuping Arland yang sibuk dengan tablet apel gigit itu ditangannya.
"Mungkin kamu akan memiliki perusahaan ini Nabilla karena ayahmu pasti akan mewariskannya padamu," batin Arland.
__ADS_1
Setibanya di ruang kerjanya tuan Rusli, ketiganya basa-basi sesaat. Tuan Rusli membawa putrinya dan Arland menuju ruang bawah tanah atau banker di mana komputer raksasa itu berada.
Tuan Rusli memperkenalkan tempat kerjanya dengan peralatan canggih miliknya pada Nabilla. Jari-jemari Nabilla yang sudah lama tidak menyentuh alat canggih itu meremat-remat tangannya sendiri karena sudah gatal untuk berinteraksi dengan alat canggih itu. Seperti mendapatkan mainan baru, Nabilla tidak sabar untuk menyentuhnya hingga tidak begitu fokus saat ayahnya menerangkan beberapa sindikat mafia yang sudah membuat perangkap untuk Amran.
Arland melirik tangan Nabilla yang terlihat gelisah sambil menarik sudut bibirnya. Untuk memberikan Nabilla peluang menyentuh alat canggih milik ayahnya, Arland harus memperlancarkan rencana mereka yang sudah ia dan Nabilla bahas di mobil.
"Nona Nabilla. Apakah masih ada yang kurang dari penjelasan tuan Rusli padamu setelah kita melihat pergerakan sindikat itu?" tanya Arland sedikit memancing tanggapan Nabilla.
"Kekurangan yang saya perhatikan sejak tadi sangatlah banyak. Padahal alat ini menyediakan perangkat yang tercipta hampir sempurna untuk bisa diolah lagi dengan tepat. Rencananya tuan Rusli sangat bagus dengan apa yang dia temukan, hanya saja kurang efektif hingga tidak tepat sasaran dan waktu yang dibutuhkan tidak efisien untuk melacak setiap pergerakan mereka.
Pergerakan benda hebat ini hanya terkesan eksklusif. Untuk membuat jaringan para sindikat itu terdeteksi dengan mudah dibutuhkan strategi yang lebih inklusif," ucap Nabilla namun belum tertangkap jelas oleh ayahnya dari maksud putrinya.
"Apakah kamu bisa membuatnya itu menjadi inklusif nona Nabilla dengan alat canggih milik tuan Rusli ini?" pancing Arland yang sudah memberikan rambu-rambu untuk Nabilla.
"Tuan Rusli. Kita belum tahu kehebatan nona Nabilla yang tersembunyi. Setiap gagasan yang ia temukan dalam otaknya, pasti dia juga memiliki keahlian lainnya, bagiamana kalau kita menyaksikan bakat terpendam nona Nabilla yang lainnya, seperti memberikannya kesempatan untuknya mencoba komputer raksasa ini?" Arland melemparkan umpan dengan sangat halus agar tuan Rusli menyadari jika bibit unggul miliknya terbukti dari kejeniusan Nabilla.
"Maksud tuan Arland kalau nak Nabilla bisa menggunakan fasilitas ini?" tanya tuan Rusli ragu karena takut sekali jika peralatan mewah ini akan rusak di tangan putrinya jika bukan ahlinya.
"Aku sebagai penjaminmu tuan Rusli. Percayalah pada nona Nabilla. Mungkin setelah ini anda butuh nona Nabilla sebagai asisten anda," ucap Arland sambil tersenyum penuh arti.
.
Nabilla menatap wajah tampan ayahnya penuh harap." Apakah boleh saya mencobanya, tuan?" tanya Nabilla hati-hati sambil menelan salivanya dengan gugup.
__ADS_1
"Silahkan!" ucap tuan Rusli ragu-ragu dan juga terlihat pasrah.
Lekukan bibir istrinya Amran ini mengembang sempurna dibalik cadarnya. Jika tidak ingat dirinya hamil saat ini, rasanya ia ingin melompat kegirangan saking senangnya bisa menyentuh peralatan canggih milik ayahnya.
Permainan pun di mulai. Setiap puzzle pergerakan mafia dengan markas tersembunyi di bawah tanah mampu dilacak oleh Nabilla dengan cekatan karena ia punya sandi khusus untuk membabat habis tindak kejahatannya para mafia dan pejabat pemerintah yang ikut menyusup ke dalam permainan mafia itu.
Dalam sekejap informasi tentang setiap nama pemilik perusahaan fiktif dan juga kepemilikan saham terpampang di layar monitor raksasa itu. Wajah tuan Rusli terpaku menatap informasi yang bisa di temukan putrinya dalam hitungan detik.
"Astaga Nabilla. Bagaimana bisa kamu dengan mudahnya menemukan persembunyian mereka berserta informasinya?" tanya tuan Rusli yang langsung menyimpan semua data yang selama ini susah payah ia dapatkan dengan alat canggih ciptaannya sendiri.
"Aku punya formulanya, tuan. Aku mengusai teknik permainan mereka. Mereka memang memiliki tampang mafia namun otak mereka belum dirancang menjadi seorang mafia. Mereka hanya punya orang-orang ahli IT tapi masih di bawah standarku. Dan memori otak tuan juga perlu direfleksikan lagi kemampuan updatenya karena masih menggunakan teknologi jadul," sarkas Nabilla membuat senyum Arlan tertebit sempurna dan ia segera menutup mulutnya dengan satu tangannya.
.....
Mohon vote dan like nya cinta...
Sementara tuan Rusli hanya tertegun tapi juga tersindir dengan perkataan Nabilla." Untung anak kandung kalau tidak sudah ku jitak kepala gadis nakal ini," umpat tuan Rusli.
Namun sejurus kemudian, rasa bangganya kepada putrinya mulai menyergap ke relung hatinya bahwa bibitnya sangat unggul di atas kapasitas sebagai seorang ahli IT.
Ternyata Nabilla sangat kompeten dalam dunia IT yang sama dengannya.
"Masya Allah. Terimakasih ya Allah, aku bersyukur padamu mendapatkan harta Karun dalam diri putriku," puji syukur tuan Rusli pada pemilik hidupnya.
__ADS_1