
Sebulan sudah Nabilla berada di Amerika Serikat bersama keluarganya. Karena liburan sekolah cucunya sudah berakhir, mereka memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.
Untuk sejenak, Adam tidak lagi menghubungi Syakira karena fokus pada pernikahannya yang sebentar lagi akan berlangsung.
Apalagi pihak mempelai wanita yang meminta mahar tidak sedikit seakan ingin merampok kelurga Amran. Karena kekayaan mereka berlimpah, Amran tidak begitu mempermasalahkannya. Baginya kebahagiaan putranya di atas segalanya. Apalagi mengingat Adam yang merupakan putra pertama kelurga itu.
Setibanya di tanah air, Nabilla dan Amran disibukkan dengan persiapan pernikahan putra pertama mereka. Nabilla menemui nyonya Della untuk mengajak Nadia melakukan fitting baju.
Di butik mewah milik desainer ternama kini mereka berada. Nabilla yang sangat piawai memilih desain baju pengantin itu tidak sejalan dengan kemauan calon menantunya.
"Tante. Ini kurang elegan dan bahannya juga aku tidak begitu menyukainya. Apakah kita tidak bisa mencari yang lebih bagus lagi dari ini?" keluh Nadia pada Nabilla.
"Baiklah. Tante coba tanya nyonya Angelica. Mungkin dia punya rekomendasi sendiri gaun yang cocok untuk kamu, sayang," ucap Nabilla.
"Ada yang bisa saya bantu, nyonya?" tanya nyonya Angelica.
"Saya ingin rancangan yang terbaik lagi dari pilihan saya sebelumnya karena kain yang ini tidak cocok dengan pilihan calon menantu saya," ucap Nabilla.
"Itukan sudah yang paling mahal? gadis ini ngerti nggak sih barang bagus?!" gerutu nyonya Angelica membatin.
"Wah...! Tante..! Aku lebih suka yang ini!" pekik Nadia saat melihat gaun pengantin yang sedang di pasang oleh staf nyonya Angelica di manekin.
Ketawa nyonya Angelica hampir meledak melihat selera Nadia yang kampungan karena rancangan gaun itu bukan miliknya hanya milik temannya yang menitipkan di butiknya saat ini.
"Cek..cek..! Ini benar-benar perempuan yang belum banyak tahu tentang selera orang kaya. Yah sudahlah, setidaknya Nyonya Nabilla sudah menawarkan yang terbaik," batin nyonya Angelica.
"Apakah kamu yakin mau yang ini Nadia?" tanya Nabilla yang tidak ingin lagi berdebat dengan Nadia karena gaun pengantin syar'i yang akan dipakai Nadia nanti saat ijab qobul dan juga resepsi pernikahan yang berbeda model.
"Iya Tante. Aku suka yang ini," tegas Nadia.
"Baiklah. Kami ambil yang ini saja, nyonya Angelica," ucap Nabilla.
"Weni...! Tolong kirimkan gaun pengantin ini ke alamat nona Nadia!" titah nyonya Angelica pada stafnya.
__ADS_1
"Baik nyonya!" ucap Weni.
"Nona...! Apakah anda benar-benar mau gaun yang ini?" tanya Weni memastikan lagi.
"Iya mbak. Emang kenapa?"
"Karena kalau kamu sudah beli berarti tidak bisa di tukar lagi," ucap Weni.
"Tidak masalah. Aku sudah memantapkan pilihanku dengan gaun yang ini," ucap Nadia angkuh.
"Cih...! Aku kira gadis bercadar itu cerdas dan berakhlak. Nggak tahunya cadarnya yang lebih berakhlak dari pada pemakainya," batin Weni tertawa dalam hati.
Sebenarnya Nadia selama ini hanya mengenakan hijab dengan pakaian ala anak muda yang baru belajar memakai hijab. Hanya saja ibunya Nyonya Della memaksa putrinya untuk mengenakan pakaian syar'i agar Nabilla terkesan dengan perjodohan yang dia tawarkan pada Nabilla saat mereka selalu datang di majelis ta'lim.
Ditambah lagi nyonya Della yang meninggalkan suami pertamanya demi ingin hidup kaya dengan tuan Dwiyanto, duda beranak satu. Jadilah seperti ini, Nabilla yang selama ini sangat teliti pada sesuatu telah terpincut dengan penampilan luarnya saja tanpa mencaritahu seluk beluk kelurga calon besannya itu.
Hanya saudara kembar Nadia yang istiqamah dalam bercadar. Sementara Nadia bukan tipikal wanita alim. Karena ibunya yang sudah mengetahui kelurga Nabilla hebat makanya segala sesuatu ia rancang demi mendapatkan tujuannya. Inilah kelemahan Nabilla sebagai manusia biasa.
Usai membeli segala macam pernak-pernik pernikahan itu, Nabilla mengantarkan lagi ibu dan anak ini pulang ke mansion mewah milik tuan Dwiyanto.
"Saya tidak bisa memutuskannya sendiri. Hal sebesar ini harus didiskusikan dulu dengan suami saya," ujar Nabilla santun.
"Kita ini kelurga terpandang lho jeng. Untuk urusan pernikahan apa sih yang sulit untuk kita? Atau begini saja. Bagaimana kalau hanya ijab qobul-nya saja dulu kita utamakan.
Untuk acara pernikahan ulang dan resepsinya bisa kita sesuaikan dengan yang sudah direncanakan. Aku sih pingin putriku cepat dihalalkan saja biar plong saja, jeng Nabilla," imbuh nyonya Della tak patah arang.
"Jawabanku tetap sama jeng Della. Aku tidak bisa memutuskannya sendiri," ucap Nabilla tetap tenang dan tegas.
"Sialan. Susah banget sih pingin hidup enak," gerutu nyonya Della yang senewen sendiri.
Tiba di kediamannya, nyonya Della menawarkan Nabilla untuk mampir namun Nabilla memilih untuk pulang karena memikirkan Nada yang sedang hamil muda saat ini.
"Jeng. Tidak mampir dulu?" tawar nyonya Della.
__ADS_1
"Terimakasih jeng. Aku harus buru-buru pulang. Lagipula ada Nada di rumah yang saat ini sedang hamil dan tidak ingin jauh denganku," ucap Nabilla.
"Baiklah. Hati-hati ya, jeng...! Terimakasih..!" ucap Della lalu menutup pintu mobilnya Nabilla usai mengucapkan salam.
Di dalam kamar, Nadia terlihat berbunga-bunga saat ini karena akan mendapatkan pangeran impiannya. Ia juga puas dengan gaun pilihannya yang sudah ia fitting di butik kenamaan.
Serentetan rencana busuk sedang ia pikirkan saat ini. Bagaimana caranya dia bisa menguasai harta milik calon suaminya yaitu Mohammad King Adam Malik.
Nadia menyalakan televisi yang ada di kamarnya. Tayangan pertama saat ini yang ia tonton adalah rancangan gaun pengantin hasil karya ternama nyonya Angelica. Dan saat ini gaun pengantin itu sedang di kenakan oleh model cantik Paula yang namanya lagi hits saat ini.
"Bukankah gaun pengantin itu yang tadi di unjuk Tante Nabilla? Kenapa dipakai Paula jadi kelihatan keren?" tanya Nadia pada dirinya sendiri.
Saat disebutkan setiap detail gaun pengantin itu dengan harga mencapai 2 triliun rupiah, Nadia terhenyak hingga ia menjerit keras membuat Ibunya segera masuk ke kamarnya.
"Tidakkkkkk......!" pekik Nadia sambil menangis.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya nyonya Della cemas.
"Ibu ..! Lihatlah gaun pengantin yang dipakai model terkenal itu? Itu adalah gaun pengantin yang dipilihkan Tante Nabilla untukku dan harganya mencapai dua triliun rupiah. Sementara punyaku hanya 500 juta saja hiks .. hiks...!" sesal Nadia.
"Kenapa kamu harus pikirin gaun pengantin yang dipakai hanya sehari saja? Pikirkan bagaimana caranya kamu menghabiskan uang suamimu nanti yang tidak berseri itu. Dasar anak bodoh..! Gaun dipermasalahkan," umpat nyonya Della kesal dengan putri kesayangannya itu.
"Aku maunya gaun pengantin yang dipakai model terkenal Paula itu ibu..!" rengek Nadia namun tidak digubris oleh ibunya sama sekali.
Di kediaman Amran, Nabilla mengumpulkan kelurga besarnya untuk membahas pernikahan Adam dan Nadia.
"Mas. Nyonya Della meminta padaku untuk mempercepat pernikahan Adam dan Nadia secepatnya. Bagaimana menurutmu?" tanya Nabilla pada suaminya.
"Daddy tidak masalah dengan permintaan calon besan kita, mommy. Coba tanyakan pendapatnya Adam! Apakah dia mau menikah dalam waktu dekat ini?" tanya Amran pada putranya yang duduk di depannya.
"Bagaimana Adam? Apakah kamu mau pernikahanmu dilangsungkan secepatnya?" tanya Nabilla pada putranya yang terlihat banyak diam akhir-akhir ini.
......................
__ADS_1
Vote dan likenya cinta please!