
Adam mendatangi kediaman tuan Sean yang merupakan seorang bangkir minyak. Tuan Sean menyambut baik Adam yang terlihat santun dan berkharisma.
"Ternyata anda masih muda untuk seorang agen rahasia CIA. Apakah anda sudah memiliki kekasih?" selidik tuan Sean yang langsung simpatik pada seorang Adam.
"Sedang mencari," jujur Adam tanpa basa-basi.
"Kebetulan sekali putriku juga masih lajang. Semoga kamu tertarik padanya. Aku suka gayamu anak muda. Aku jarang menjodohkan putriku dengan pemuda sepertimu. Tapi melihat tampangmu saja aku yakin gadis manapun tidak akan menolakmu," ujar tuan Sean.
"Sayangnya, saya tidak mudah jatuh cinta pada sembarang wanita karena saya punya kriteria sendiri untuk memilih pasangan hidup," imbuh Adam.
"Hello daddy...! Apa kabar...!" seorang gadis cantik menghampiri tuan Sean dan memberikan kecupan sayang pada pipi tirus tuan Sean yang membalasnya dengan kecupan yang sama.
"Syakira. Kenalkan...! Ini tuan Adam yang akan mengawasi kamu saat kamu melakukan show menyanyi diberbagai tempat," ucap tuan Sean memperkenalkan putri tunggalnya itu pada Adam.
"Adam. Ini putriku Syakira...!"
Syakira membalikkan tubuhnya dan menatap wajah tampan Adam dengan seksama namun sejurus kemudian ia hanya melirik Adam dengan mencebikkan bibirnya seakan tidak suka.
"Apakah Dady tidak capek menyewa bodyguard untukku?" ketus Syakira namun tidak digubris oleh Adam.
"Dia yang terbaik. Kamu akan aman bersamanya," ucap tuan Sean meyakinkan putrinya tanpa menyebutkan identitas Adam sebagai agen rahasia CIA.
"Baiklah. Kalau begitu ia juga bisa menjadi pelayanku, bukan? Dan satu hal lagi dad, aku ingin tinggal di apartemenku sendiri. Aku tidak sudi tinggal dengan istri muda Daddy itu," ucap Syakira berlalu pergi dan Adam langsung menguntitnya.
"Apa-apaan ini? Kenapa aku di suruh jadi pelayannya," gerutu Adam namun sikap dinginnya tetap melekat pada dirinya yang memang pelit tersenyum apa lagi bicara yang tidak penting.
"Permisi Tuan..!" pamit Adam pada tuan Sean yang mengangguk kecil sambil mengulum senyumnya penuh makna menggiring keduanya dengan tatapannya. Entah apa yang ada dipikiran tuan bangkir minyak itu.
Setibanya di halaman mansion mewah itu, dengan seenaknya Syakira melemparkan kunci mobilnya pada Adam yang langsung menangkapnya tanpa melihat ke arah kunci mobil mewah keluaran terbaru itu.
"Sial....! untung saja dia seorang wanita, kalau tidak, sudah aku jitak kepalanya," batin Adam langsung masuk ke mobilnya Syakira yang sudah duduk di jok depan disampingnya Adam dengan rok pendek memperlihatkan paha mulusnya untuk menggoda Adam.
"Sekalipun kamu telanjang, aku tidak bergairah dengan wanita sepertimu. Dasar iblis..!" maki Adam dalam hatinya.
__ADS_1
Mobil dijalankan dengan kecepatan stabil. Adam bingung mereka harus menuju ke apartemen mana. Mau tidak mau ia harus menanyakan pada Syakira.
"Di mana letak apartemenmu nona?" tanya Adam.
"Aku kira kamu sudah tahu semua tentang aku saat menerima jadi bodyguardku. Ternyata kamu belum pantas menjadi bodyguard, sopir dan pelayanku," semprot Syakira membuat Adam hanya mengucapkan banyak istrigfar sembari menarik nafas dan mengatur emosinya agar tidak lepas kendali.
"Ingatanku cukup payah karena aku baru mempelajari tentangmu sejak dari dua jam yang lalu. Jadi, katakan saja di mana alamat apartemenmu atau aku tidak akan mengawalmu!" hardik Adam namun ditantang oleh Syakira.
"Kalau begitu, menepilah mobilnya dan kamu boleh turun sekarang!" bentak Syakira yang memperlakukan Adam seperti pria rendahan.
Tanpa ingin banyak bicara Adam menuruti permintaan Syakira dengan membanting stir ke tepi jalan dengan guncangan kasar seraya menekan rem mendadak membuat Syakira syok.
"Kauuu ....!" omel Syakira dengan wajah pucat seakan jiwanya ikut melompat keluar dari raganya.
Adam turun dari mobil mewah itu dan berjalan di trotoar sambil menghubungi seseorang. Tampangnya yang cool makin membuat pesonanya menguar hingga membuat Syakira baru menyadari kharisma seorang Adam yang berbeda dari pria manapun yang pernah ia temui.
Biasanya pria akan bertekuk lutut padanya dengan sikap arogannya namun tidak dengan Adam yang terlihat lebih angkuh darinya. Tepatnya Adam bak seorang raja yang tidak ingin diperintah oleh wanita angkuh seperti Syakira saat ini. Syakira akhirnya ikut turun dan mengejar Adam yang berjalan kaki belum jauh dari tempatnya berlari.
"Hei... tunggu! kenapa kamu tinggalkan aku?" teriak Syakira berusaha meraih lengan Adam untuk menghentikan langkah Adam.
"Maafkan aku...! Tapi tolong jangan pergi..! Bukankah daddy-ku telah memilihmu menjadi bodyguard aku?" tanya Syakira yang mulai bersikap lembut pada Adam.
Adam berpura-pura menuli dengan tampang datarnya sambil tetap melangkah tanpa memalingkan wajahnya pada Syakira.
Gadis itu menghentakkan kakinya terlihat kesal dengan Adam yang balik mengerjainya." Sial...! Aku kira bisa menjatuhkan harga diri pria ini. Tapi, ternyata dia balik mengerjai ku," sungut Syakira.
Karena memakai high heels dengan rok span pendek membuat kaki Syakira terasa lecet jika berjalan cepat dan lumayan jauh. Gadis ini menyerah untuk tidak lagi mengejar Adam. Ia sibuk membuka sepatunya dan ingin kembali ke mobilnya sambil cemberut.
Adam yang merasa tidak beres di belakangnya segera berbalik seraya mencabut pistol dari balik jasnya sambil berlari untuk melindungi Syakira yang sedang duduk berjongkok memijat pergelangan kakinya yang sakit.
"Syakira...! Awaasss....!" pekik Adam membuat Syakira tersentak lalu berteriak saat ada yang ingin menembak gadis itu.
Adam meraih pinggang Syakira lalu memutar tubuh gadis itu agar berlindung dibelakang punggungnya. Syakira menjerit ketakutan sambil menekan kedua lubang telinganya dengan kedua tangannya karena bisingan peluru siap menembus tubuh mereka.
__ADS_1
"Tidak....tidak ... tidak..! Jangan menembak aku...! Aku tidak mau mati sekarang. Tolong aku...!" pekik Syakira panik sambil memeluk kedua lengan Adam dari belakang.
Adam merasa terpojok karena tembakan beruntun itu hampir mengenai dirinya. Namun sekuat tenaga, Adam melepaskan tembakannya kepada para penjahat sekitar sepuluh orang itu hingga jatuh terjerembab sambil memegang bagian tubuh mereka yang terkena tembakan pistolnya Adam.
"Diamlah...! Jangan berteriak lagi..! Berisik...!" bentak Adam lalu membalikkan tubuhnya dan membuka jasnya untuk mengikat tubuh bagian bawah Syakira yang membuatnya tidak nyaman.
Syakira hanya bisa menatap wajah tampan Adam dengan tubuh yang masih gemetar sambil terisak.
"Maafkan aku...! Tolong jangan pergi meninggalkan aku...!" pinta Syakira sambil menggosok-gosok kedua tangannya dengan memohon pada Adam.
Adam menarik tangan Syakira agar kembali ke mobil gadis itu. Dengan kaki telanjang sambil menenteng sepatunya, Syakira mengikuti langkah Adam.
Di dalam mobil, Adam menyalahkan mesin mobil itu lalu kembali mengatur nafasnya dengan sedikit melonggarkan dasinya. Tanpa ingin menatap wajah cantik Syakira, Adam bicara pada gadis itu sambil menjalankan mobilnya.
"Turunkan egomu dan turuti perintahku. Dan satu hal lagi, aku tidak ingin diatur olehmu dan berpakaianlah yang sopan di depanku karena aku risih dengan gaya pakaianmu itu. Apakah kamu mengerti?!" sergah Adam.
"Iya. Aku janji tidak akan membangkang lagi," ucap Syakira masih saja menangis.
Syakira memberitahukan alamat apartemennya dan mobil itu sudah meluncur dengan kecepatan tinggi menuju apartemen milik Syakira. Di mana gedung apartemen itu adalah milik tuan Sean sendiri.
Setibanya di apartemen, Syakira yang ingin berjalan duluan di depan Adam, di cegah oleh pria tampan itu.
"Tetap berjalan di belakangku dan jangan coba-coba berjalan di depanku..!" titah Adam karena dalam Islam seorang wanita tidak boleh berjalan di depan laki-laki karena punggung wanita itu sudah ditempel oleh setan yang akan menggoda laki-laki itu.
"Tapi, kakiku sakit. Aku mau mengobati kakiku," ucap Syakira.
"Kalau begitu. Jalanlah di sampingku..!" titah Adam dengan tetap menjaga jarak dengan Syakira.
"Dasar lelaki aneh! Dia datang dari planet mana?" gerutu Syakira.
Pintu unit kamar apartemennya Syakira dibuka. Gadis itu mempersilahkan Adam masuk. Adam memindai tatapannya ke setiap sudut ruangan itu. Ia mengeluarkan ponselnya untuk mendeteksi sesuatu yang mungkin membahayakan Syakira. Di rasanya sudah aman, ia meminta gadis itu masuk ke dalam kamar.
"Ada kamar tamu di depan kamarku. Silahkan tidur di sana. Kamarnya masih rapi. Kalau lapar pesan saja makanan!" ucap Syakira lalu masuk ke kamarnya meninggalkan Adam yang masih sibuk melihat ponselnya untuk mencari tahu informasi tentang Syakira.
__ADS_1
......................
Tolong kasih bintang 5 untuk author dong!