Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
280. Jadikanlah Allah Sebagai Mitra!


__ADS_3

Agar penyamaran mereka tidak mudah dicurigai oleh para pedagang, Amran yang sedari tadi diam bicara dengan istrinya menggunakan bahasa Arab dengan aksen Arab yang kental agar mereka di anggap sebagai pendatang oleh pedagang di pasar tersebut.


"Sayang. Ayo kita pulang sebelum anak-anak bangun!" pinta Amran mulai bersandiwara.


"Baik sayang."


Nabilla pura-pura sibuk berkemas dan segera meninggalkan pasar induk tersebut. Setibanya di pintu keluar, pengawal mengambil belanjaan dari tangan Nabilla. Dan motor milik Amran sudah siap untuk keduanya bisa kabur secepatnya dari pasar itu.


Nabilla dan Amran, memang tidak ingin terekspos oleh siapapun. Mereka benar-benar ingin melakukan blusukan seperti cara-cara sahabat Umar bin Khattab yang selalu bergerilya di malam hari untuk mencari tahu apakah rakyatnya sudah hidup dengan layak di masa pemerintahannya.


Di Italia sana, tuan Luciano dan nyonya Rosella harus dipusingkan dengan cucu kembar mereka yang kekeh ingin mengunjungi pulau Kirrin bersama rombongan saudara sepupu mereka.


Pasalnya cucunya belum cukup umur untuk melakukan petualangan di pulau tersebut ditambah lagi saat ini sedang musim salju yang takutnya akan terjadi longsor salju di pulau itu karena terdapat beberapa daerah yang curam yang tertutup oleh salju.


Medan yang sangat sulit dijangkau ditambah lagi mereka tidak menguasai medan yang akan mereka datangi. Itulah alasan mengapa tuan Luciano melarang cucu kembarnya itu berpetualang di pulau tersebut.


"Ayolah Opa. Kami hanya ingin melihat pulau Kirrin itu!" Rengek Ghazali.


"Nanti saja, kalau usia kalian sudah cukup besar untuk melakukan petualangan bersama molly," bujuk tuan Luciano.


"Kapan?" tanya Ghaida terlihat cemberut.


"Satu atau dua tahun lagi, bagaimana?" rayu nyonya Rosella.


"Oma dan opa payah. Nggak seru," Rajuk Ghazali.

__ADS_1


Tuan Luciano tetap pada pendiriannya untuk tidak mengijinkan cucu-cucunya melakukan petualangan di tempat itu.


Minggu berikutnya, sesuai perintah Amran, para pemulung, pengemis dan pengangguran di pulangkan kembali ke desa mereka masing-masing. Mereka dibina untuk melakukan berbagai usaha yaitu menjadi petani dan peternak.


Bahkan, untuk memudahkan petani dan peternak mendapatkan pupuk dan pakan ternak, Amran meminta untuk setiap desa membangun pabrik pupuk dan pakan ternak mereka sendiri dan dibagikan secara gratis tanpa di pungut biaya.


Dalam waktu satu tahun, semua warga desa yang awalnya pemulung, pengemis dan pengangguran mulai menikmati hasil kerja keras mereka bersama dengan masyarakat setempat yang sudah lebih dulu menikmati hasil panen mereka di masa pemerintahan Amran.


Itu bisa dilihat bagaimana tanaman mereka begitu suburnya hingga panen mereka berlimpah dalam tiga tahun terakhir ini.


Begitu pula dengan peternak yang tidak pernah rugi karena ternak mereka tidak mati dalam pemeliharaan mereka dan itu semua mereka lakukan karena melibatkan Allah sebagai mitra usaha mereka. Keuntungan yang mereka dapatkan tidak lupa disisipkan untuk Allah sepuluh persen.


Keuntungan Allah itulah yang dananya dialokasikan untuk membangun desa mereka dan itu yang diajarkan oleh Amran pada orang-orang yang ditugaskannya untuk membina para petani dan peternak.


Mengapa mereka melibatkan Allah karena tugas Allah dalam usaha mereka itu sebagai pemeliharaan, penjaga dan perawatan agar tanaman dan ternak mereka tidak terkena penyakit hama atau lainnya.


Para menteri kabinet yang saat ini sedang meeting bersama dengan bapak presiden makin kagum dengan kepemimpinan Amran.


"Bapak presiden, melihat semua desa yang berhasil mengelola usaha mereka di kampung yang saat ini hasilnya menjadi bahan komoditi ekspor ke negara tetangga, membuat jumlah penduduk di kota makin menurun drastis," ucap salah satu menteri.


"Alhamdulillah. Para ahli yang kita utus ke setiap desa yang berhubungan dengan ilmu pertanian dan peternakan yang langsung kita kirimkan untuk membina mereka agar memulai usaha mereka dengan satu syarat melibatkan Allah sebagai mitra usaha mereka seperti yang kita lakukan pada perusahaan kita untuk kemaslahatan umat," ucap Amran.


"Jadi, pak Amran sendiri yang meminta mereka untuk melibatkan Allah dalam setiap usaha yang mereka emban?" tanya yang lainnya.


"Memang tidak secara langsung, tapi di situ para ahli kita yang langsung mendidik mereka dengan menjadikan kita sebagai contoh saat mengawali usaha mereka. Sebagai mana di firman Allah dalam surat al-fatih ayat 29-30 yang mana artinya;

__ADS_1


Sesungguhnya orang-orang yang membaca al-Qur'an dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan,". ucap Amran mengutip firman Allah yang berhubungan langsung dengan niat baiknya memimpin negara ini.


"Masya Allah. Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang engkau dustakan," ucap wakil presiden, tuan Hadikusuma.


"Bapak, presiden. Ini sudah tahun ketiga kita memimpin bangsa ini. Dua tahun lagi, masa kepemimpinan kita akan berakhir. Apakah pemimpin selanjutnya akan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan?" tanya pak Imam sebagai menteri BUMN.


"Iya pak Amran. Tiga tahun tranportasi umum baik itu kreta api dan bus kota baik dalam kota maupun luar kota tidak dipungut biaya. Semuanya gratis untuk kebutuhan rakyat. Bahkan BBM malah ikut kita gratiskan untuk setiap kendaraan pribadi. Mereka tidak perlu antri berebutan ketakutan stok habis. Semuanya sudah sangat teratur."


"Bahkan tiga tahun terakhir ini, jumlah penerima zakat di bulan Ramadhan mulai berkurang, bahkan mereka menolak sebagai penerima zakat karena hidup mereka sudah makmur," timpal menteri agama yang mengelola Baitul Mall di setiap kota besar maupun kecil.


"Jangan terlalu memikirkan masa depan negara ini dengan asumsi kita yang buruk. Justru kita harus yakin jika pemimpin selanjutnya sudah belajar pengalaman dari kita saat memperjuangkan harkat dan martabat bangsa yang sudah terbebas dari hutang luar negeri hanya dalam waktu satu tahun," hibur Amran walaupun hatinya juga sedih akan berakhir masa jabatannya selama lima tahun memimpin negara ini.


"Anak sekolah dari mulai tingkat TK hingga SMA dibebaskan dari pembayaran. Bukan hanya sekolah negeri saja, bahkan disekolah swasta, negara turut membantu membebaskan pembayaran hingga banyak sekali yang beralih masuk sekolah swasta karena didikan agamanya yang berkualitas tinggi, bukan hanya Islam saja tapi diikuti agama lainnya yang benar-benar kita bantu," ucap menteri pendidikan yang merubah sistem pembelajaran yang disesuaikan kurikulum negara luar yang mereka adopsi untuk diterapkan di Indonesia dan itu berhasil.


"Dalam dua tahun terakhir ini, kantor polisi kita benar-benar seperti kuburan karena saking makmurnya negara ini hingga tidak ada lagi konflik yang terjadi.


Tidak ada lagi bandar narkoba yang harus mencari pengedarnya untuk mencari konsumen. Semua orang sadar diri karena agama yang mengubah mental mereka. Napi yang ada saat ini saja hanya menjalani sisa masa tahanan mereka itupun dipotong remisi," curhat menteri polkam dan bapak kapolri sendiri yang membenarkan tidak ada tindakan kejahatan lagi di negara ini baik di kota besar maupun di kota-kota kecil.


"Alhamdulillah di dalam negeri kita sudah aman, tapi hati-hati bahaya la**n yang datang dari luar untuk mengadu domba bangsa ini akan kembali lagi ke titik awal. Itu yang harus kita bina juga mental anak muda yang gampang dipengaruhi oleh mereka yang punya niat jahat dengan bangsa ini," cemas Amran.


"Dari laporan badan intelijen Indonesia, memang masih ada pergerakan pengkhianat negara ini yang saat ini menetap di luar negeri dan kami masih telusuri kegiatan mereka yang sedang menyusun rencana jahatnya untuk menghancurkan bangsa ini yang mulai dari anak muda," tutur kepala BIN.


"Itu adalah urusan istriku yang akan memburu mereka yang coba-coba mengacaukan negara ini, akan dibunuh secara diam-diam. Tidak boleh ada pengkhianat di negaraku yang sudah aku bentuk sedemikian rupa atas ijin Tuhanku, Allah SWT," batin Amran yang sudah mengetahui isu itu dari istrinya sendiri,Nabilla.


"Baiklah. Kita lupakan sejenak untuk urusan negara ini. Ayo kita makan malam bersama sebelum kembali ke tempat kita masing-masing," pinta Amran.

__ADS_1


Dari beberapa menteri kabinet itu sangat berharap jika Amran kembali dicalonkan untuk menjadi presiden dua periode. Mungkin dikalangan pejabat ini, mereka sangat mengerti ritme pertukaran kepemimpinan dengan penuh politik kejam.


Namun yang mereka pikirkan bagaimana tanggapan rakyat Indonesia, jika Amran tidak bisa lagi maju sebagai presiden di periode berikutnya. Mungkin negara ini akan kembali kacau, itu yang sedang berkecamuk dalam benak setiap menteri saat ini.


__ADS_2