
Jika saat ini kelurga besar Amran menikmati liburan mereka di villa rahasia, namun tidak dengan putrinya Nada bersama suaminya Ghaishan yang masih berada di laboratorium kimia milik pamannya Devan yang ada di Jakarta.
Keduanya sedang berkutat untuk mendapatkan formula penetralisir senjata kimia yang sekarang sudah dibawa oleh Amran dan Nabilla ke wilayah villa rahasia itu.
"Ini tidak bisa di kerjakan dalam dua atau tiga hari. Kita sudah mencatat semuanya dengan membagikan beberapa jenis unsur kimia yang sesuai dengan tingkatannya. Jika di lakukan uji coba harus melalui sekala kecil di tempat yang tidak berpenduduk," ucap Nada.
"Apakah masih ada yang menurutmu kurang, baby?" tanya Ghaishan yang ingin membantu istrinya.
"Cintamu," ujar Nada asal. Ucapannya ini justru memancing hasrat suaminya.
"Mau bercinta dulu untuk mendapatkan inspirasi, baby?" goda Ghaishan seraya mematikan CCTV di ruang laboratorium itu.
"Ghaishan. Jangan di sini...!" pinta Nada, namun tangan nakal Ghaishan sudah mulai menyusup dibalik jas putih yang di kenakan oleh Nada.
"Aku menginginkanmu sekarang, baby! Kita harus melepaskan lelah kita dan itu hanya bisa dilakukan dengan kita bercinta," serak Ghaishan langsung menyambar bibir istrinya sambil menggendong istrinya menuju ruang kerjanya Devan.
"Hmmpp! Ghaishan ...!" gumam Nada yang tidak kuat lagi menahan cumbuan suaminya yang membuat ia lupa segalanya.
Saat keduanya ingin melakukan penyatuan, tiba-tiba ada telepon masuk dari Nabilla yang membuat aktivitasnya keduanya terhenti.
"Sayang. Itu mommy," ucap Nada seraya mengambil ponselnya dan menerima telepon dari Nabilla.
Walaupun Nada sibuk menerima panggilan telepon dari Nabilla, Ghaishan juga sibuk menghentakkan miliknya pada milik Nada dari belakang membuat Nada harus menahan erangan nikmat itu.
"Ada apa mommy?" tanya Nada sambil menggigit sudut bibir bawahnya.
"Putramu..!" ucap Nabilla mengambang di udara membuat Nada panik.
"Ada apa dengan Ghazali, mommy?" sentak Nada cemas.
"Kalian harus segera ke villa. Mommy tidak bisa jelaskan di telepon," ujar Nabila lalu mengakhiri obrolannya dengan Nada.
Bersamaan dengan itu, Ghaishan menuntaskan hasratnya. Sementara Nada melupakan birahinya yang sempat terpancing oleh suaminya.
"Sayang. Kita harus ke villa. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan putra kita," ucap Nada seraya berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
"Ada apa dengan putraku?" cemas Ghaishan.
"Entahlah. Mommy tidak menjelaskan banyak hal tentang baby Ghazali," ujar Nada.
"Baiklah kita segera berangkat." Ghaishan menyiramkan tubuhnya dibawah shower.
Dalam beberapa menit keduanya sudah nampak segar lagi lalu menggulung kertas hasil penelitian mereka.
Helikopter yang sudah terparkir di atas atap gedung perusahaan Devan itu sudah dikemudikan oleh Ghaishan yang membawa mereka ke villa rahasia.
Tanpa di ketahui oleh keduanya, ada drone pengintai yang sedang mengikuti helikopter milik Ghaishan yang sudah siap mengudara.
Setengah jam terbang di ketinggian 25.000 kaki dari permukaan laut, tiba-tiba ada helikopter lain sedang menguntit helikopter mereka membuat Nada segera memeriksa jenis helikopter tersebut dan ke mana rute helikopter itu pergi melalui ponselnya.
Nada menghubungi ATC bandara untuk menanyakan jenis helikopter yang terbang tidak jauh dengan mereka.
"Ghaishan. Ada helikopter musuh. Saat ini dia sedang mengikuti kita. Apakah kita bisa mengajaknya main sebentar..?" tanya Nada sambil memikirkan strategi yang akan ia berikan kepada sang penjahat.
"Bisa sayang. Tapi kita harus mencari gunung atau bukit yang tidak berpenghuni," sahut Ghaishan.
Ghaishan membawa helikopternya mengitari daerah kawasan hutan dan berpura-pura untuk melakukan pendaratan sambil mengawasi helikopter yang sedang mengikuti mereka.
"Lakukan pendaratan darurat...! Buat helikopter itu ikut mendarat dengan kita...!" titah Nada.
"Iya sayang."
Ghaishan menuruti permintaan istrinya. Rupanya apa yang dicurigai oleh Ghaishan dan Nada salah. Ternyata helikopter itu malah ingin menembak helikopter mereka.
Melihat gelagat helikopter itu tidak sesuai dengan perkiraan mereka membuat Nada melepaskan tembakannya ke arah helikopter musuh.
Tidak tanggung-tanggung, Nada justru menembak tepat di baling-baling helikopter dengan basoka portabel miliknya dan helikopter itu langsung jatuh seketika.
"Jangan coba-coba bermain denganku..!" gumam Nada tersenyum puas melihat helikopter musuh yang langsung jatuh ke dalam hutan jauh dari tempat mereka berada.
"Ok. Kita pulang sayang!" ucap. Ghaishan kembali mengudara.
__ADS_1
Setibanya di villa rahasia, Nada buru-buru turun dan menemui putranya. Hanya saja, dirinya merasa sangat heran karena saudaranya yang lain nampak santai membuat Nada menyapa mereka seadanya. Tidak lama kemudian, Nabilla datang sambil menggendong Ghazali yang langsung meminta di gendong Ibunya.
"MOMMY. Ada apa dengan Ghazali?" tanya Nada seraya mengusap kening dan leher putranya yang ternyata bersuhu normal.
"Ayo ikut ke kamar mommy, sayang..!" ajak Nabilla.
Keduanya masuk ke kamarnya utama itu sebagai pemilik Villa. Di dalam kamar itu ada papan tulis besar di mana Nabilla sedang melakukan uji coba mencari formula untuk melumpuhkan senjata kimia.
"Lihatlah ke papan tulis itu..!" titah Nabilla pada putrinya yang langsung menatap ke papan tulis itu di mana unsur senyawa kimia yang tertulis dengan rapi berdasarkan urutan molekulnya.
"Apakah mommy sudah menemukan formulanya?" tanya Nada dengan senyum mengembang sempurna hingga memperlihatkan barisan giginya yang putih bak mutiara.
"Itu bukan tulisan mommy," elak Nabilla serius.
"Lalu siapa, mommy? El rummi atau uncle Devan?" cecar Nada menebak siapa saja yang memiliki otak canggih seperti dirinya dan juga Nabilla.
"Itu hasil penelitian putramu, Ghazali," imbuh Nabilla membuat wajah Nada tercengang sambil menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan pengakuan ibunya.
"Astaghfirullah halaziiim. Ya Allah benarkah itu perbuatan putraku?" gumam Nada.
"Kamu harus melihat ini!" Nabilla menunjukkan rekaman video saat dia diam-diam merekam aksi cucunya yang menulis beberapa unsur kimia membentuk suatu molekul.
Sebuah molekul adalah gugusan yang secara elektris biasa yang tersusun dari dua atau lebih atom yang saling berikatan melalui ikatan kimia.
Molekul dibedakan dari ion Berdasarkan sebuah molekul adalah gugusan yang secara elektris biasa yang tersusun dari dua atau lebih atom yang saling berikatan melalui ikatan kimia. Molekul dibedakan dari ion berdasarkan ketiadaan muatan listrik.
"Tidak mungkin..!" gumam Nada menelan salivanya dengan susah payah.
Ghazali bukan hanya menulis susunan unsur kimia yang membentuk molekul, tapi tubuhnya bisa melayang di udara dengan posisi tegak berdiri layaknya orang dewasa yang sedang menulis di white board. Putranya Nada melakukan itu karena tubuhnya terlalu pendek untuk menulis di papan tulis yang setinggi dengan pinggang orang dewasa.
"Dia sudah memberikan jawaban yang saat ini kita sedang mencari solusinya untuk menemukan formulanya," ucap Nabilla dengan bangganya membuat Nada merasa takjub dan haru.
"Baby. Terimakasih sayang. Kamu benar-benar anugerah terindah dari Allah untuk keluarga ini," puji Nada pada putranya sambil mencium pipi putranya bertubi-tubi.
Seperti bayi lainnya, baby Ghazali terkekeh geli saat ibunya mencium hingga lehernya dengan gemas.
__ADS_1
Kita harus mempersiapkan wadahnya dan juga tempat yang luas untuk melarutkan botol senjata kimia itu agar terurai ke dalam penawar cairan kimia ini," ucap Nabilla dan diangguki oleh Nada.