
Adam buru-buru memberikan Syakira minum. Tidak hanya itu saja, ia juga mengusap punggung Syakira agar gadis ini merasa nyaman.
"Apakah rendangnya kepedasan?" tanya Adam kuatir.
"Bukan rendangnya yang kepedasan Adam tapi, berita yang kau sampaikan lebih pedas dari rendang ini," batin Syakira sambil mengusap lehernya yang terasa sakit.
"Maaf. Aku baru mencoba makanan ini. Saking enaknya jadi tersedak," sindir Syakira dengan wajah berubah datar.
"Syakira. Apa kabar Chery! Apakah dia sehat?" tanya Adam namun di jawab Cherry yang langsung naik ke pangkuan Adam.
"Meong...! Apa kabar tampan. Sudah lama sekali kita tidak bertemu," begitulah ucapan Cherry.
"Kamu sudah tambah besar Chery. Apakah kamu sudah punya anak?" basa-basi Adam sambil mengelus tubuh Cherry
"Bagaimana mau kawin? Mak gue aja belum ada yang ngelamar. Aku tidak mau jadi anak kurangajar langkahin Mak gue," ucap Cherry dengan bahasa binatangnya.
"Syakira. Apakah kamu mau bertemu dengan keluarga besar ku? Ada keponakanku juga berkunjung ke sini sekalian liburan karena mereka ingin main di salju," ajak Adam.
"Apakah tidak masalah nantinya jika aku bertemu dengan keluargamu?" tanya Syakira.
"Mereka pasti senang padamu. Apa lagi mengetahui kamu seorang penyanyi terkenal dan juga seorang mualaf. Mommy memiliki banyak buku-buku tentang Islam. Dan kamu bisa belajar langsung pada beliau selama beliau ada di sini. Tanyakan apa saja yang kamu inginkan pada mommyku dan isya Allah mommyku bisa menjawabnya," ucap Adam.
"Termasuk meminta ibumu menghentikan pernikahanmu, Adam? Duh..! Kenapa aku jadi jahat begini sih? Kasihan sama kaumku yang sudah terikat dengan pertunangan. Apalagi sebentar lagi Adam akan menjadi suami gadis itu," pikir Syakira menimbang-nimbang baik buruknya dengan keinginannya yang terasa mustahil baginya kini.
"Baiklah. Kalau begitu aku ikut denganmu," ucap Syakira kemudian.
"Bawa Cherry bersamamu! pasti dia akan senang bertemu teman baru," pinta Adam.
"Baiklah." Syakira sedikit terhibur saat Adam mengajaknya bertemu keluarganya di kediaman Nada.
Ia memasukkan semua oleh-oleh itu ke dalam kulkas sebelum meninggalkan ruang kerjanya. Ia juga sudah memberitahukan sekertarisnya.
"Handle semua pekerjaanku saat aku tidak ada!" titah Syakira pada sekertarisnya.
"Baik nona!"
Keduanya sudah berada di dalam lift. Tanpa sadar Adam menautkan jemarinya ke sela jemari Syakira yang langsung berdebar. Ada rasa kerinduan besar dihatinya kala mengingat saat-saat masih bersama Adam dulu.
"Ya Allah. Kuatkan hatiku!" pinta Syakira agar tidak terlalu banyak berharap pada hubungannya yang sudah sangat kritis bahkan belum pernah di mulai.
__ADS_1
Tiba di kediaman Ghaishan dan Nada, Syakira turun sambil membacakan basmallah. Adam merasakan setiap kali Syakira melakukan sesuatu selalu di mulai dengan basmalah. Saat mereka naik mobil Syakira melafazkan doa naik kendaraan.
"Sepertinya gadis ini sedang mengamalkan semua doa yang sudah ia hafal. Hebat..!" puji Adam membatin.
"Ayo Syakira!" ajak Adam lagi saat keduanya hendak masuk ke rumah mewah itu.
"Uncle....!" panggil para keponakannya Adam yang langsung memeluk si om tampan.
Audrey dan Dinar yang tidak asing dengan wajah Syakira menatap wajah cantik Syakira seakan ingin mengatakan sesuatu. Keduanya menarik tangan Adam lalu membisikkan sesuatu pada kuping Adam yang ikut membungkukkan badannya sejajar dengan dua gadis cantik itu.
"Uncle Adam. Bukankah itu penyanyi Syakira yang terkenal itu?" tanya Dinar yang takut salah tebak karena penampilan Syakira yang berbeda sekarang ini dengan yang dipanggung.
"Iya sayang. Ini penyanyi Syakira yang kalian kenal itu," sahut Adam tersenyum pada Syakira yang mengerti ucapan Adam karena berkomunikasi dengan keponakannya dalam bahasa Inggris.
"Wahhh ...! mimpi apa aku semalam bisa ketemu penyanyi Syakira," pekik Dinar yang ingin menyentuh wajah Syakira.
"Hallo aunty Syakira...! Kenalkan aku Audrey," ucap Audrey yang tidak sabar ingin bersalaman dengan Syakira.
Nada dan Bunga yang baru keluar untuk memanggil anak-anak ikut syok melihat penyanyi Syakira mengunjungi mereka.
"Ini Syakira-kan? Ya Allah. Benar ini Syakira," ucap Bunga sambil berteriak memanggil ibunya.
Sementara Nada sudah lebih dulu menyambut Syakira sebagai tuan rumah.
"Selamat datang Syakira...! Ini suatu bentuk kehormatan besar untuk kami atas kunjunganmu. Masya Allah, cantiknya!" puji Nada membuat Syakira tersipu malu sambil menatap Adam.
Adam hanya mengangguk pada Syakira yang terlihat bahagia bertemu kelurganya.
"Ayo masuk dulu...! Asyik ngobrol, jadi lupa mempersilahkan tamu masuk," ucap Nada penuh persahabatan.
"Maaf. Tadi di ajak Adam begitu dadakan dan aku tidak membawa apapun untuk kalian," segan Syakira.
"Cukup bawa diri aja. Kehadiran kamu sudah membuat seisi rumah ini histeris seakan sedang nonton konser kamu," ucap Nada. Cinta yang melihat kedatangan Syakira ikut menyambut Syakira dan Syakira baru mengetahui Cinta yang kemarin mengenakan cadar.
"Itu mommy...!" Adam memperkenalkan Nabilla pada Syakira yang langsung mencium tangan Nabilla.
"Bukankah ini Syakira putrinya mendiang tuan Sean?" tanya Nabilla memastikan ingatannya lagi karena ia yang membantu mengungkapkan kejahatan paman Syakira yang ingin membunuh gadis ini.
"Iya Nyonya. Saya Syakira," jawab Syakira santun.
__ADS_1
"Tapi kenapa penampilanmu...-"
"Syakira sudah mualaf mommy," ucap Adam.
"Masya Allah. Selamat datang wahai saudaraku sesama muslim...! Semoga Allah melindungi mu...! Nabilla menarik kedua pipi Syakira dan mengecup kening gadis ini lalu memeluknya. Setelah itu membelai kepala Syakira penuh kasih.
Diperlakukan seperti itu oleh Nabilla, Syakira tidak kuat lagi menahan tangisnya. Ia sangat merindukan sentuhan seorang ibu dan sekarang ia dapatkan dari tangan lembut dari ibunya Adam. Pria yang menjadi impiannya.
"Kenapa menangis sayang, hmm?" tanya Nabilla yang sudah mengajak Syakira duduk di sofa di ruang keluarga.
Syakira menyeka air matanya sambil tertunduk." Apakah kamu merindukan ibumu, sayang?" tanya Nabilla lembut membuat hati Syakira makin di aduk-aduk.
Syakira mengangguk. Lalu ia menatap wajah Nabilla yang sangat cantik walaupun usianya tidak mudah lagi.
"Bolehkah aku memelukmu Nyonya?"
pinta Syakira membuat hati Nabilla juga ikut terenyuh mengetahui Syakira yang hidup sebatang kara di dunia ini sama sepertinya dirinya dulu sebelum bertemu dengan ayahnya tuan Rusli dan kakeknya tuan Salim.
Bukan Syakira yang memeluk duluan Nabilla tapi Nabilla yang memeluk Syakira duluan karena ia tidak kuat lagi merasakan kesedihan seorang anak yang kehilangan ibunya di saat masih kecil dengan sangat tragis.
"Sayang. Jangan panggil aku nyonya! Kau boleh memanggilku mommy! Sama seperti Adam, hmm," pinta Nabilla membuat Syakira makin histeris seperti baru menemukan telaga kebahagiaan dalam sebuah keluarga.
Semuanya ikut terharu menyaksikan adegan drama itu. Walaupun keenam keponakan Adam yang hanya mengetahui sedikit tentang Syakira dari website yang mereka baca, namun mereka juga ikut ambil bagian dalam drama haru biru itu.
"Coba kalau aunty Syakira itu menjadi istrinya uncle Adam, rasanya duniaku penuh warna karena aku bisa sombong pada teman-teman di kelasku kalau aku punya aunty seorang penyanyi terkenal sekelas internasional pasti mereka sangat iri padaku," lirih Audrey.
"Aku juga..!" timpal Dinar tidak mau kalah.
Entah mengapa Adam merasakan Syakira begitu tulus saat bertemu dengan kelurganya. Tidak jaim dan tampil apa adanya.
Nabilla mengecup lagi pipi Syakira penuh kasih sayang. Syakira tersenyum malu sambil mengusap hidungnya dengan tisu. Nabilla menghapus sisa bulir bening di mata indah Syakira.
"Terimakasih mommy!" ucap Syakira malu-malu.
Amran dan Ghaishan hanya bisa menatap Adam yang terkesima melihat adegan Syakira dan ibunya.
"Daddy ...! Apakah Daddy yakin Adam mencintai gadis pilihan Daddy dan mommy untuk Adam? Sepertinya hati Adam lebih kepada Syakira daripada Nadia. Pertimbangkan kembali semuanya Daddy karena aku takut pernikahan Adam dan Nadia akan berakhir dengan perceraian. Untuk apa tinggal serumah jika nantinya naungan Adam sebenarnya ada di dalam hati penyanyi muda itu," saran Ghaishan pada ayah mertuanya yang hanya bisa termangu.
......................
__ADS_1
Vote dan likenya cinta please!