
Bunga sedikitpun tidak pernah gentar menghadapi Alinskie yang otaknya sudah diprogram oleh sang ayah yang dididik sebagai mafia perdagangan organ tubuh manusia.
Walaupun ia terjebak sendirian di dalam gedung itu di mana lingkaran para penjahat siap menerkamnya hidup-hidup. Namun ia sudah menghubungi Mr. M untuk mengirim bala bantuan dengan bekerjasama otoritas negara tersebut.
Yang penting saat ini ia harus bisa keluar dari tempat ini bersama dengan para tawanan.
Diam-diam Bunga sudah menumpahkan cairan kimia untuk membolongi lantai berlapis baja itu. Sebelum ia menyelamatkan diri dengan melompat ke atas, Bunga juga sudah melepaskan gas beracun untuk membunuh peliharaan tuan Murrad berupa buaya pemangsa.
"Bagaimana nona Bunga. Apakah kamu masih berkelit dariku bahwa kamu adalah agen rahasia entah dari negara manapun yang saat ini menyamar sebagai dokter kecantikan bukan?" sarkas Alinskie yang melihat bagaimana cara Bunga melakukan aksi berbahaya.
"Kau hanya seorang pecundang yang nggak punya otak untuk punya usaha lain selain mendapatkan uang dengan cara yang mudah. Otakmu tidak lebih dari otak udang. Kau sangat menyedihkan tuan Alinskie. Aku sangat kasihan dengan ketidakberdayaanmu yang hanya bisa mengerahkan anak buahmu untuk menculik siapapun agar mendapatkan tujuanmu.
Kehormatan apa yang kamu banggakan? Pencuri dan penipu. Ingin tampil terhormat dan terlihat kaya tapi semuanya hasil curian...cek..cek..! dasar pria tak berguna. Kau tidak lebih dari sampah yang menjijikkan!" ledek Bunga dengan kata-kata menohok.
"Apakah penghinaanmu itu berpengaruh padaku? aku tidak peduli. Di dunia ini hanya ada dua yaitu menang atau kalah. Dunia ini tempat untuk bertarung. Tidak peduli bagaimana cara keluargaku mendapatkan uang.
Yang jelas aku tetap berdiri di antara bergelimpangan mayat tanpa harus mendengarkan ceramah recehanmu, nona," seringai Alinskie yang sedang menyiapkan sesuatu untuk melumpuhkan Bunga namun ia tahu otak Bunga yang juga putri mafia sepertinya hanya jalan yang ditempuh Amran berbeda.
Bunga menghentakkan tumit kakinya yang seketika ujung depan sepatunya mengeluarkan pisau siap menyabet perut Alinskie yang tidak tahu serangan Bunga yang tiba-tiba.
"Hiiiaaaat....srekkkk....!"
Wajah syok Alinskie menatap Bunga kaget sambil memegang perutnya yang sudah mengeluarkan cairan darah segar.
__ADS_1
"Kau ...!" desis Alinskie sedikit meringis.
"Bukankah seperti itu cara kamu mengambil organ tubuh tawananmu? sekarang kamu menjadi kelinci percobaan ku," ucap Bunga sambil tersenyum dengan tatapan menyapu para anak buahnya Alinskie.
Brughg...tubuh Alinskie jatuh terjerembab ke lantai namun Bunga belum puas melihat musuhnya menderita.
"Apa segini saja kemampuanmu, Alinskie? di mana keberanianmu yang tadi berkoar-koar di depanku?" remeh Bunga melihat nafas Alinskie satu persatu.
"Kalian tidak bisa apa-apa tanpa komando dari bajingan ini bukan?" gertak Bunga menjatuhkan mental lawan.
"Bunuh dia...!" teriak Alinskie di saat-saat terakhirnya.
Anak buahnya siap mengarahkan senjata mereka ke arah Bunga. Baru saja siap menarik pelatuk, tiba-tiba lantai bergerak karena reaksi kimia mengikis lapisan baja hingga menjatuhkan para penjahat di mana mulut buaya siap memangsa tubuh mereka bersamaan dengan lapisan marmer berjatuhan menimpa buaya dan para penjahat itu.
Mendengar suara Bunga yang menggunakan bahasa Turki dan Arab, membuat para tawanan memukul besi dengan alat seadanya di dalam sana karena mereka tidak punya tenaga lagi untuk berteriak membalas pertanyaan Bunga. Tubuh mereka yang ringkih untuk bertahan hidup karena mereka hanya diberikan makan dua hari sekali fan selebihnya hanya boleh minum air.
Alinskie fan Murad menyeleksi para tawanan yang cantik dan seksi untuk dijadikan wanita pelacur sebagai hasil tambahan mereka.
Mendengar ada suara dari dalam sana, Bunga mencari saklar untuk menerangi tempat itu. Benar saja setelah ia menggunakan senter pada ponselnya, ia melihat ada saklar pusat untuk menerangi setiap kamar di lorong sepanjang penjara itu. Bunga menghampiri kamar-kamar itu dengan menempelkan ponselnya untuk membuka pintu yang terkunci dengan sandi berupa angka.
"Aku datang menyelamatkan kalian. Kalian sekarang aman bersamaku," ucap Bunga.
"Benarkah nona? apakah kami bisa keluar dari sini hidup-hidup?" tanya seorang wanita berusia 30 an.
__ADS_1
"Benar. Apakah kalian tidak mau keluar? cepatlah...! pasukan polisi dan tim medis sudah datang akan menyelamatkan kalian," ucap Bunga mengajak semuanya keluar.
Sekitar 10 pintu penjara dengan seratus lebih tahanan yang sudah bertahan selama tiga bulan di tempat itu hanya menunggu giliran untuk diambil organ mereka.
"Alhamdulillah ya Allah. Terimakasih nona," pekik mereka bahagia. Namun sesat kemudian langkah mereka terlihat ragu karena penjaga mereka bukan manusia.
Bunga yang mengetahui apa yang tawanan itu pikirkan langsung bicara." Buaya itu sudah pada mati. Keluarlah...!" titah Bunga membuat tawanan itu kembali bersemangat.
Mereka mengikuti langkah Bunga keluar dari neraka terkutuk itu. Para polisi dan tim medis sudah menghampiri tawanan yang berjumlah seratus orang. Mr. M menghubungi Bunga untuk segera meninggalkan tempat itu dan menangkap tuan Murrad di perusahaannya yang bergerak di bidang travel.
"Bunga....! Biarkan aparat setempat menangani tawanan itu. Tugasmu adalah membekuk tuan Murrad dan bawa dia ke Amerika! sebentar lagi helikopter sedikit lagi tiba untuk menjemputmu," ucap Mr. M.
"Siap Mr. M." Bunga berlari mencari pintu lift untuk mencapai atap gedung itu yang terlihat seperti hotel kecil di salah pulau itu.
Para tawanan sudah dibawa dengan menggunakan kapal angkatan laut. Sementara Bunga sudah berada di dalam helikopter siap membawanya lagi ke kota Istanbul Turki.
"Mr. M. Apakah saya tetap menyamar sebagai dokter kecantikan atau langsung menangkap tuan Murrad?" tanya Bunga yang takut membuat kesalahan jika tidak melalui prosedural.
"Langsung tangkap dia sebelum dua mengetahui markasnya telah dihancurkan oleh kamu," ucap Mr. M.
"Baiklah Mr. M. Aku akan mengikuti rencanamu. Jika ada perubahan, aku bisa melakukan dengan caraku sendiri," ucap Bunga tegas.
"Ok." Bunga meminta helikopter itu menuju perusahaannya tuan Murrad.
__ADS_1