
Dua hari kemudian Nabilla dan bayi kembar tiganya, sudah bisa dibawa pulang oleh suaminya Amran. Anggota keluarga Amran begitu bahagia saat kedatangan ketiga bayi lucu itu dalam keluarga mereka. Ketiga bayinya itu sedang digendong oleh nenek Anisa, nyonya Ambar dan Celia.
"Sepertinya kita tidak perlu saling iri untuk berebutan menggendong satu bayi karena bisa menggendong mereka bertiga secara bersamaan," ucap nenek Anisa sambil menimang putra pertamanya Nabilla dan Amran.
"Iya nenek. Kita bisa menggendong mereka sepuas hati," timpal ummi Ambar.
"Siapa nama mereka kak Nabilla?" tanya Celia.
"Adam, Bunga dan Cinta," ujar Nabilla.
"Berarti yang aku gendong ini namanya Bunga ya, kak?" tanya Celia.
"Yang kamu gendong namanya Bunga sedangkan yang ummi gendong namanya Cinta," ujar Nabilla.
"Berarti si tampan ini namanya Adam?" tutur nenek Anisa yang sedari tadi mengecup pipi lembut Adam yang terlihat sangat datar wajahnya persis Amran.
"Kakak, nama mereka kok berurutan seperti huruf alfabet kak?" tanya Celia yang baru menyadari urutan nama ketiga keponakannya.
"Memang kakak sengaja kasih nama mereka alfabet," jelas Nabilla.
Nyonya Ambar memperhatikan wajah cantik Nabilla yang terlihat murung saat bicara dengan mereka, padahal ia sudah berhasil melahirkan ketiga bayinya.
"Nabilla. Ayo kita ke kamarmu nak! kamarmu sudah pelayan rapikan dan boks bayi untuk cucu kembar tiga ku sudah di siapkan ucap nyonya Ambar.
"Iya ummi." Nabilla di tuntun Amran ke kamar mereka.
Nyonya Ambar membaringkan Cinta di box yang cukup panjang itu yang sengaja di pesan khusus untuk bayi kembar tiga itu, yang ada di kamar itu.
"Kamu harus istirahat dulu sayang dan jangan berurusan dulu dengan aplikasi apapun!" titah Amran.
__ADS_1
"Iya mas."
"Aku tinggal sebentar dulu ya, baby. Aku ingin bicara dengan kakek untuk acara aqiqah ketiga bayi kita. Kamu ditemani ummi dulu," ucap Amran lalu mengecup pipi istrinya.
"Iya mas."
Nyonya Ambar mendekati Nabilla yang sejak tadi hanya diam dengan tatapan nanar. Pelayan datang membawa makanan berupa bubur kacang ijo, roti, susu, buah dan aneka kue untuk Nabilla dan ummi Ambar atas permintaan nenek Anisa. Ummi Ambar mulai mendekati Nabilla untuk menghibur gadis malang ini. Ia duduk di sisi Nabilla seraya menyerahkan bubur kacang ijo pada Nabilla. Ibu si kembar tiga ini mulai menikmati buburnya.
"Nabilla. Ummi sudah banyak tahu tentang hubunganmu dengan tuan Rusli dan juga istrinya dokter Mariska yang sekarang menjadi ibu sambungmu. Apakah kamu masih syok dengan kenyataan yang baru kamu ketahui ini, sayang?" tanya ummi Ambar.
"Ummi! Aku hadir ke bumi ini karena cinta ibu dan ayahku. Tapi statusku tidak jelas hingga pernikahanku dengan mas Amran menjadi tidak jelas di buku nikah kami," ucap Nabilla kecewa.
"Sayang. Ayah dan ibumu menikah secara siri dan itu jelas karena mereka menikah bukan karena ibu kamu hamil duluan. Hanya saja secara hukum negara, posisimu lemah tapi secara hukum Islam kamu tetap mendapatkan hak waris dan hak ayahmu untuk menikahkan kamu dengan Amran walaupun secara administrasi negara tidak terdaftar pernikahan ayah dan ibumu.
Jadi urusan akte kelahiranmu yang dipersulit, maka tidak masalah kalau menggunakan nama paman kandungmu yang menjadi orangtua angkatmu. Lantas kenapa kamu sedih, sayang?" tanya ummi Ambar.
Sekuat apapun kamu ingkari takdir, jalannya memang sudah begitu. Kamu hanya dipaksa untuk terima karena tidak diminta untuk memilih. Kalau takdir Allah itu bisa memilih, maka seluruh penduduk bumi akan memilih bagaimana cara dia hidup sesuai dengan keinginannya. Terus di mana kenikmatannya? pasti semua orang hanya bercerita tentang kebahagiaan. Berarti Allah tidak perlu lagi menyiapkan surga karena kenikmatan dunia sudah didapatkan sesuai takdir hidup yang ia pilih. Mau hidup menjadi orang kaya, memiliki otak jenius, punya orangtua lengkap tanpa ada drama perceraian dan kematian dan mau lahir dari rahim ibu yang dia inginkan. Dengan itu semua kita dapatkan dengan mudah, maka Allah tidak memperkenalkan kita dengan ujianNya.
Padahal kata Allah pada hambaNya hidup matimu adalah milikKu dan jalani hidupmu sesuai yang Aku kehendaki bukan manusia yang kehendaki, maka dari itu semua orang mulai berjuang dengan cara memperjuangkan hidup mereka masing-masing yang di dalamnya ada banyak air mata kesedihan karena sakit hati pada hidup yang dianggap tidak adil.
Tapi dibalik ujian yang kita lalui, Allah menyiapkan kebahagiaan itu untuk hambaNya yang berhasil melewati ujian yang Dia berikan kepadanya. Kalau kamu marah, kecewa dan dendam berarti kamu sedang menentang takdir Allah. Coba kamu renungkan, betapa Allah itu maha adil dengan memberikan kamu fisik yang sempurna, dilengkapi dengan kecantikan wajah yang membuat wanita lain iri padamu.
Kejeniusan dalam mengusai ilmu yang semua orang tidak bisa menyaingi dirimu. Lalu nikmat Allah yang mana yang kamu dustai Nabilla? Sementara Allah memberikan kamu kesedihan tapi Allah juga memberikan kamu kelebihan yang lainnya," tutur nyonya Ambar panjang lebar agar Nabilla bisa mengambil hikmah dari setiap pelajaran hidup yang dia ambil.
"Benar juga ya kata ummi. Sehebat Rosulullah saja ditinggalkan ayahnya saat beliau masih dalam kandungan ibu dan ditinggalkan ibu saat beliau masih terlalu kecil. Di asuh oleh kakek dan paman. Tapi Allah hibur beliau dengan mengirimkan istri yang sangat sempurna dan mulia seperti Ibunda Khadijah. Di hujat sana sini oleh kaumnya sendiri saat Allah mengangkat beliau menjadi rosul terakhir.
Jadi setiap ujian yang Allah timpakan kepadanya di bayar mahal dengan kenabiannya hingga menjadi manusia paling mulia sepanjang sejarah hidup," timpal Nabilla yang mulai berkaca pada kehidupan Rosulullah. Menjadi panutan untuk umat manusia sedunia.
"Nah, itu baru menantu ummi yang cepat tanggap pada nilai kehidupan. Dan kamu hebat menjadikan ujian hidup Rosulullah sebagai tempat kita berkaca sebelum menyalahkan takdir Allah karena hidup bukan untuk memilih tapi untuk dijalani sesuai kemampuan kita karena Allah itu maha adil. Selalu ada ganti dari apa yang Dia pernah ambil dari hidup kita," imbuh nyonya Ambar.
__ADS_1
"Itukah sebabnya ummi bisa menerima kenyataan bahwa Abi menikah lagi dengan wanita lain?" tanya Nabilla penasaran.
"Nabilla. Hidup adalah sebuah proses pendewasaan seiring waktu dengan bertambahnya usia manusia. Waktu yang mendidik kita untuk bisa menyikapi hidup dengan iman melalui bentuk ketakwaan kita kepada Allah.
Allah memang memberikan kita ujian sesuai kadar ujian yang kita mampu terima menurut penilaian Allah. Tapi, Allah maha adil, jika ujian yang ditimpakan kepada hambaNya yang mulai putus asa dengan takdinya, Allah segera selamatkan dia melalui hidayah. Makanya kenapa kita selalu temukan kebaikan Allah dalam diri manusia yang awalnya sangat jahat sekali dan tiba-tiba diakhir hidupnya ia bisa hijrah dalam kebaikan dan mati dalam keadaan mulia. Ada yang hidupnya sangat miskin tapi tiba-tiba di kasih kekayaan. Ada orang yang di uji dengan wajah lumayan, tapi di kasih jodoh yang sangat tampan atau cantik dan ada yang hampir mati karena putus asa dari Rahmat Allah, maka Allah segera selamatkan dia dengan memberikan dia kenikmatan hidup. Pernah lihatkan orang seperti itu?" tanya ummi Ambar.
"Pernah ummi. Putra ummi sendiri," jawab Nabilla sambil mengulum senyumnya.
"Iya sayang. Ketika dia hampir melenceng, Allah mengirimkan jodohnya adalah kamu sendiri. Terimakasih sudah datang dalam kehidupan putraku dan mau menerima dia apa adanya. Padahal sebelumnya kamu pasti melihat dia sebagai pria urakan dan berengsek, iyakan?" tanya ummi Ambar.
"Pertama yang Nabilla lihat dari mas Amran adalah mas Amran sangat tampan ummi. Yang penting tampan dulu ummi, untuk urusan yang lain bisa diatur," canda Nabilla.
"Iya sih, sayang. Tapi menikah dengan seorang pria tampan banyak makan hatinya, iya nggak?" timpal ummi Ambar.
"Yang penting minumnya tetap teh botol ummi. Walaupun makan hati, yang penting mas Amran bukan milik bersama, ummi. Mas Amran hanya milikku, milik ummi, milik keluarga ini. Bagaimanapun caranya, aku akan membuat mas Amran hanya melihat Nabilla seorang ummi dan Nabilla tidak sanggup berbagi dengan wanita lain yang bukan muhrimnya. Sumpah demi Allah. Nabilla tidak siap hidup poligami," ucap Nabilla.
"Sayang. Allah tahu kekuatan hati kita untuk bertahan. Maka itu sebabnya ummi memilih bercerai dari ayahnya Amran daripada poligami hanya demi anak-anak ummi. Walaupun ummi dibenci sama Amran yang saat itu terus memohon untuk tidak berpisah dengan ayahnya. Akhirnya dia memilih untuk tinggal bersama kakeknya dan ummi kembali ke rumah orangtua ummi di Aceh," ucap Nyonya Ambar.
"Apakah ummi sudah memaafkan Abi?" tanya Nabilla.
"Hanya Allah yang mengetahui bagaimana perasaan ummi padanya Nabilla. Semesta yang menyaksikan bagaimana sakitnya ummi saat ummi tampil menjadi istri yang baik untuk Abi, tapi Abi tidak menginginkan ummi dan lebih memilih wanita lain, lalu bisa ummi apa kalau bukan mendatangi Allah sang pemilik hatinya Abi.
Jika ummi sudah meminta sambil merengek kepada Allah namun sampai detik ini Allah tidak mengembalikan Abi kepada ummi. Itu berarti Abi bukan jodoh ummi. Jadi, jangan biarkan hatimu lelah kalau dia bukan milikmu, Nabilla.
Cukuplah Allah sebagai maha cinta untuk kita. Dengan begitu kebahagiaan sejati yang menenangkan jiwa yang kita dapatkan dari maha dahsyat cinta Allah untuk kita. Hanya cinta Allah yang sempurna, Nabilla," ucap ummi sambil mengusap air matanya. Bukan karena air mata kesedihan tapi air mata yang ia tangisi adalah kebahagiaannya bisa berkumpul lagi dengan Amran serta menantu, dan ketiga cucunya yang menjadi pelipur laranya kini.
.....
Vote dan like nya cinta, please! thanks.
__ADS_1