
Wajah sembab Nada dengan raut wajah mendung hingga sulit disembunyikan dari suaminya yang baru pulang membeli kereta bayi untuk bayi kembar mereka.
Nada nampak termenung dan sesekali mengemas air mata dipipinya. Ghaishan tampak bingung melihat keadaan istrinya yang belum ia ketahui penyebab Nada menangis.
"Sayang. Ada apa? Apakah kamu sakit?" tanya Ghaishan seraya menggenggam tangan istrinya.
Nada menatap wajah suaminya. Tangisnya kembali pecah membuat Ghaishan hanya bisa menarik tubuh Nada dalam pelukannya.
"Tolong jangan marah, hubby! Aku ingin menangis hari ini!" pinta Nada dengan suara parau.
"Ada apa sebenarnya, sayang? Kenapa kamu sampai sesedih itu? Apakah aku boleh tahu? Aku tidak akan marah kalau kamu ingin berbagi denganku. Jangan di simpan sendiri seperti itu! Kasihan bayi kita. Mereka akan ikut sedih apa lagi kamu sedang menyusui bayi kembar kita," nasehat Ghaishan.
"Molly... Molly Ghaishan! Dia..dia pergi untuk selamanya...hiks....hiks...!"
"Molly si beruang itu?" tanya Ghaishan diangguki Nada.
"Sahabatku Molly mati di hadapanku. Dia baru saja mati karena kehilangan tuannya. Dia mati dalam kerinduannya kepadaku," ungkap Nada makin membuat Ghaishan makin bingung.
"Sayang. Tolong jelaskan lebih mendetail agar aku lebih jelas menyimak ceritamu!" pinta Ghaishan lembut.
Nada menyampaikan informasi tentang kematian Dillon dan Molly. Ghaishan mendengarnya dengan saksama. Walaupun Ghaishan sempat melihat sosok Dillon saat bersamaan dirinya mendapat panggilan untuk terbang ke bulan, namun ia masih menyimpan cemburu pada Dillon.
Tapi, ia kagum saat mengetahui Dillon meninggal setelah mendapat hidayah dari Allah. Ghaishan merasa Keluarga Amran adalah keluarga hebat. Bukan hanya menyelamatkan hidup banyak orang, tapi menuntun orang yang tidak beragama menjadi beragama.
Dan Islam yang mereka pilih sebagai keyakinan terakhir dalam hidup mereka. Kadang tuntutan iman tidak bergantung karena cinta pada manusia seperti Dillon dan Syakira.
Jika Dillon memeluk Islam itu semata karena rasa keingintahuannya besar tentang Allah bukan karena ingin memiliki Nada. Jika dirinya tidak mendapatkan Nada, tapi setidaknya dia sudah mendapatkan cintanya Allah. Pemilik hidupnya. Ghaishan langsung mendoakan saudara seimannya itu.
"Sorry bro! Aku merebut gadismu saat kau ingin mendapatkannya," batin Ghaishan.
"Sayang. Apakah Molly memiliki anak?" tanya Ghaishan kemudian.
Nada mengurai pelukannya lalu mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya.
"Kenapa kamu menanyakan tentang anaknya?" tanya Nada bingung.
Mungkin dia mendatangimu dalam mimpi ingin memberitahumu bahwa dia memiliki anak yang ingin ia titipkan kepadamu," ucap Ghaishan.
__ADS_1
"Apakah seperti itu? Aku bahkan tidak sempat bertanya pada pelayannya Dillon," ucap Nada.
"Kadang kita sulit memahami bahasa binatang. Tapi mereka selalu menyampaikan perasaan mereka melalui intuisi yang akan ditangkap oleh intuisi kita. Mungkin butuh waktu untuk memahaminya. Tapi, pasti dia punya pesan terakhir untukmu karena dia percaya padamu selain Dillon.
"Apakah kamu ingin kita pelihara anaknya molly?" tanya Nada memastikan ucapan suaminya.
"Iya sayang. Anaknya bisa main bersama dengan anak kita," ucap Ghaishan menghibur istrinya.
"Alhamdulillah. Terimakasih Ghaishan. Kamu sangat pengertian. Tapi, aku masih sedih," ucap Nada.
"Tidak apa kalau kamu ingin menangis. Setiap orang punya hak untuk menangis akan sesuatu yang membuatnya sedih. Kehilangan itu bukan hanya menyangkut manusia. Bisa saja binatang maupun tumbuhan karena mereka juga mahluk bernyawa seperti kita. Mereka juga butuh cinta seperti kita manusia," ucap Ghaishan.
"Itu berarti kamu akan menjemput anaknya Molly?" tanya Nada lagi.
"Insya Allah. Kita tunggu bayi kita cukup besar untuk berpergian ke luar negeri," ucap Ghaishan mengecup kedua mata istrinya.
Untuk sesaat, Nada merasakan ketenangan manakala suaminya mampu meredakan sesak di dadanya. Ketakutannya akan kecemburuan Ghaishan kini sirna lah sudah.
Tidak lama putranya Ghaishan menangis. Ghaishan sigap memeriksa diapers bayinya yang sudah penuh. Ghaishan begitu telaten menggantikan popok bayinya lalu mengantarkan ke Nada yang siap menyusui bayinya.
"Gibran dan Ghaida," jawab Ghaishan.
"Nama yang bagus. Hallo Gibran ....! Semoga Allah memberikanmu keberkahan sepanjang umurmu. Kamu harus jadi agen FBI gantiin mami," ucap Nada.
"Gibran mau jadi astronot sepertiku. Biar Farha yang menggantikan mu," bantah Ghaishan.
"Ya udah. Biar mereka yang tentukan sendiri besar nanti mau jadi apa," ujar Nada mencari aman.
Tidak lama ada video call dari kedua orangtuanya Ghaishan. Ghaishan menerimanya dan mulai menyapa kedua orangtuanya sambil memperlihatkan bayi kembar mereka.
"Masya Allah. Cucu kembarku sangat kece," puji nyonya Rosella.
"Kapan mommy ke Jakarta?" tanya Nada binar.
"Minggu depan. Insya Allah datangnya sama tante Mariam dan putranya sekalian ingin melamar Kirana," ucap nyonya Rosella.
"Apakah Tante Lira dan paman Wira sudah di kasih tahu kabar ini, mommy?" tanya Nada.
__ADS_1
"Tentu saja. Mereka akan melangsungkan pernikahan secepatnya karena Asegaf harus berlayar lagi," ucap nyonya Rosella.
Sementara itu, Adam dan Syakira yang baru saja memeriksa kandungannya yang ternyata sudah memasuki 9 Minggu tampak bahagia. Istri Adam ini seperti anak kecil saat menemui ibu mertuanya Nabilla.
Baru saja bersalaman dengan mertuanya, Syakira menagih janjinya Nabilla tentang mobil.
"Mommy. Kami punya kabar baik untuk mommy," ucap Syakira seraya memberikan hasil diagnosa dokter tentang kehamilannya.
"Alhamdulillah, sayang. Akhirnya kamu hamil. Mommy jadi punya banyak cucu," ucap Nabilla sambil memeluk Syakira bahagia.
"Tapi, mommy jadikan buatin mobil anti peluru yang persis seperti mommy untuk Syakira?" tanya Syakira sambil menatap wajah Nabilla.
Nabilla jadi gemas dengan menantunya lalu tersenyum." Insya Allah sayang. Begitu calon cucu mommy lahir, mobil itu akan menjemput cucu mommy dari rumah sakit," janji Nabilla membuat Syakira reflek memeluk erat Nabilla seperti ibu kandungnya sendiri.
Apalagi Nabilla sangat menyayangi Syakira seperti putri kandungnya sendiri.
"Alhamdulillah. Terimakasih mommy. Kalau kekurangan dana, bilang saja pada Syakira," ucap Syakira antusias.
Nabilla mencolek hidung menantu pertamanya ini." Mommy dan Daddy bisa membuatkan mobil untuk kamu lebih dari tiga tanpa harus meminta uang padamu, nak," angkuh Amran yang sangat senang dapat cucu dari putranya Adam.
"Wah, benarkah. Berarti aku bisa ikut petualangan lagi, mommy?" tanya Syakira.
"Kalau petualangan lawan penjahat bukan seperti mau pergi cari harta Karun, sayang," celetuk Adam.
"Lagi pula, ini Jakarta bukan Amerika. Jadi, harus lebih hati-hati saat melakukan aksi menumpas kejahatan," lanjut Adam.
"Mommy. Kapan kita menangkap penjahat lagi?" tanya Syakira.
"Nanti kalau kamu sudah menyusui bayimu selama 2 tahun," jawab Nabilla .
"Ya Allah. Itukan lama sekali," protes Syakira membuat yang lainnya terkekeh.
Jika saat ini kelurga itu sedang berkumpul di mansion Amran, tidak dengan El-Rummi yang saat ini baru di terima di anggota FBI menjadi Agen FBI sedang menjalankan tugasnya Bahrain.
Negara yang memiliki populasi Islam terbanyak. Tugas El-Rummi saat ini adalah ...?"
Bersambung...
__ADS_1