
Aroma masakan tercium hingga ke kamar Syakira yang baru saja mengerjapkan matanya saat menatap jam dinding di kamarnya. Ternyata sudah pukul 8 pagi.
Gadis cantik itu bangkit dari tidurnya lalu duduk sambil merentangkan kedua tangannya menyamping untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku.
"Apakah pria kaku itu sedang memasak?" lirih Syakira beringsut turun dari tempat tidurnya lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, Syakira keluar dengan mengenakan piyamanya. Rambutnya terbungkus handuk putih usai keramas. Aroma lembut yang menyegarkan dari sabun mandi dan sampo menguar dari tubuhnya.
Syakira menatap menu yang cukup banyak di atas meja makan yang sudah dimasak oleh Adam untuk sarapan pagi mereka.
"Selamat pagi ..!" sapa lembut Syakira pada Adam sambil menarik kursi untuk ia duduk." Apakah ini sarapan untuk kita?" tanya Syakira.
"Hmm!"
Syakira tersenyum seraya mengambil daging, ayam dan sayuran lalu ia letakkan di atas piringnya. Ia melihat Adam hanya makan telur dan ikan serta banyak sayuran.
"Apakah kamu vegetarian?" tanya Syakira sambil mengunyah makanannya.
"Tidak."
"Lalu mengapa kamu tidak makan daging?"
"Karena tidak halal untukku."
"Maksudnya apa?" tanya Syakira tidak mengerti.
"Di agamaku untuk makanan yang terlihat halal tapi cara menyembelihnya tanpa menyebut nama Tuhanku dan mengolah makanannya dengan zat yang mengandung unsur haram tidak boleh dimakan. Dan aku sedang melakukannya," jelas Adam.
"Apakah kamu seorang muslim? Maksudku muslim yang taat?" cecar Syakira.
"Insya Allah. Semoga aku termasuk kategori itu. Apakah ada muslim yang tidak taat?" tanya Adam ingin tahu pendapat Syakira tentang keimanan seorang muslim.
"Aku banyak menemukan kaummu yang terdengar lucu. Nama mereka islami dan menolak keras tidak mau makan babi karena di anggap haram. Tapi, kenapa mereka berani minum alkohol yang juga di larang dalam agamamu? Bukankah itu juga barang haram?" remeh Syakira.
"Agamaku tidak salah. Yang salah itu pemeluknya. Jadi, jangan menghina agamaku dengan menghubungkan pemeluk yang tidak taat dengan agamaku," kecam Adam.
"Aku tidak menghina agamamu. Justru aku miris dengan kaummu yang tidak sejalan dengan prinsip mereka yang tidak mau makan baby tapi minum alkohol. Tapi tenang saja aku tidak suka makan babi dan zat yang di masak di makananku yang mengandung babi karena aku alergi dengan zat itu," balas Syakira.
"Kalau pemeluk agamaku itu lurus semua, tidak ada penghuni neraka nantinya. Karena adanya neraka maka dosa mereka yang berkaitan dengan pelanggaran yang mereka lakukan akan disucikan sebelum di masukkan ke dalam surga.
Walaupun hitungan pembersihan dosa itu sehari di neraka itu lamanya 500 tahun hidup di dunia. Begitu juga kenikmatan surga yang kami akan dapatkan," jelas Adam membuat Syakira ikut bergidik.
__ADS_1
"Ganjaran untuk para pendosa itu terdengar menakutkan. Neraka itu akan membakar hangus tubuh manusia, itu yang pernah aku baca di salah satu artikel," balas Syakira.
"Neraka itu bukan hanya ada api. Tapi ada es yang sangat dingin hingga membuat tulang-tulang ikut membeku. Jadi salah besar ada yang merasa neraka identik dengan apinya.
Lagi pula setelah dibuat hangus bakal dihidupkan lagi dengan tubuh yang sempura dan di bakar lagi hingga dirinya bersih dari dosanya baru kemudian dipindahkan ke surga dan tinggal abadi di sana selamanya tanpa ada kematian, kesedihan dari ujian hidup. Jadi hanya ada kebahagiaan saja.
"Sangat menarik penjelasan tentang agamamu. Orang mati akan hidup lagi di surga untuk selamanya. Aku baru mengetahui itu. Tapi aku tidak percaya dengan agama apapun," kagum Syakira yang tidak mempercayai adanya Tuhan.
Tanpa terasa makanan itu sudah habis di piring mereka. Untuk mengambil hati Adam, Syakira ingin mencuci piring kotor bekas makanan mereka. Sebenarnya selama ini pelayannya yang melakukan itu setelah ia meninggalkan apartemennya untuk show keluar kota.
Karena tidak mengerti apapun ia menuangkan cairan sabun cuci piring itu begitu banyak dan mulai menyabuni piring dengan spon itu.
Karena piring yang ia pegang itu licin akhirnya jatuh menimpa gelas mahal itu membuat Adam kaget dan segera menarik pinggang Syakira agar gadis itu tidak terkena beling.
"Syakira...! Awas...! Kamu tidak apa-apa?" tanya Adam sambil memeriksa jemari tangan Syakira yang penuh dengan busa dan sangat licin. Adam mengarahkan tangan Syakira untuk mencucinya hingga bersih.
Syakira menatap wajah Adam penuh kekaguman. Mata, alis, hidung, bibir dan rahang kokoh yang membentuk wajah itu sangat sempurna." Tampan," lirih Syakira hampir tak terdengar oleh Adam.
"Aku tidak apa-apa," ucap Syakira yang ingin melanjutkan lagi untuk memungut beling di dalam wastafel, namun di cegah oleh Adam.
"Jangan di sentuh lagi! tanganmu sudah bersih dan tinggalkan itu! Biar Aku yang membersihkannya!" titah Adam.
"Aku tidak suka mengulang perkataanku. Apa lagi ini adalah kalimat perintah. Apakah kamu tidak mengerti?" bentak Adam membuat Syakira menarik nafasnya dalam-dalam.
"Tidak bisakah kamu bersikap lembut padaku? Jantungku ini buatan Tuhan. Bukan buatan manusia," semprot Syakira lalu beranjak pergi dari hadapan Adam yang menatapnya kesal.
"Ngerti Kalau jantungnya itu buatan Tuhan. Tapi, kenapa nggak percaya sama Tuhan? Dasar gadis aneh..!" gerutu Adam sambil melihat tempat spon yang terlalu banyak busanya.
"Astaghfirullah halaziiim!" Adam menepuk jidatnya mengeluhkan perilaku Syakira." Pantas saja piringnya jatuh. Sabun cairnya dituangkan semuanya ke sini. Ya Allah... mau jadi apa itu perempuan?" omel Adam tapi ia juga pingin ngakak dengan kebutaan Syakira mengenai pekerjaan rumah.
"Bikin dosa aja nih orang. Kami juga lahir dari keluarga konglomerat. Tapi, kami tidak buta dengan pekerjaan rumah. Alhamdulillah aku di beri ibu yang hebat seperti mommyku.
Jadi tidak memalukan jika berada di rumah orang," gumam Adam sambil membereskan pecahan gelas dengan menggunakan sarung tangan tebal agar tangannya tidak mudah terluka.
Adam membuang semua sabun cair yang ada di wadah itu lalu membilasnya hingga bersih. Setelah itu ia baru mencuci piring dan melapnya hingga kering dan diletakkan kembali di kitchen set.
Ting tong ...
Syakira melihat tamunya melalui layar CCTV. Ternyata sahabatnya Gress yang memulangkan kucing kesayangannya Syakira.
Adam yang melihat binatang itu yang awalnya dikira anjing menghembuskan nafas lega." Syukurlah. Bukan anjing yang ia piara," batin Adam lega.
__ADS_1
"Ini, aku pulangin anakmu. Ia sangat merindukanmu," ucap Gress seraya menyerahkan kandang kucing milik Syakira.
"Apakah Cherry sehat?" tanya Syakira.
"Iya Carey. Hanya saja ia selalu termenung sendirian karena kangen sama kamu Carey," ucap Gress.
"Carey? Bukannya namanya Syakira?" batin Adam bingung dengan nama kliennya dengan panggilan berbeda.
Gress baru sadar akan keberadaan Adam. Gadis ini tidak kalah terpukaunya mengagumi ketampanan Adam.
"Carey. Apakah dia piaraan barumu?" bisik Gress sambil melirik Adam yang terlihat cuek duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.
"Lebih baik kamu pulang dan jangan banyak tanya. Dia bisa menerkammu karena dia alergi dengan wanita nakal," ucap Syakira yang tidak suka sahabatnya ikut menikmati ketampanan Adam.
"Kau selalu saja posesif setiap kali ada mainan baru," omel Gress.
"Tapi aku tidak pernah tidur dengan mereka apalagi mengijinkan mereka menyentuhku," ucap Syakira.
"Di usiamu yang sudah masuk 20 tahun masih perawan? itu sangat lucu. Seharusnya kamu menikmati nikmatnya bercinta seperti aku," ucap Gress.
"Aku adalah wanita terhormat dari keluarga bangsawan. Aku tidak akan memberikan tubuhku pada pria yang tidak punya komitmen dengan satu wanita," balas Syakira sambil mendorong tubuh Gress agar meninggalkan unit apartemennya.
Mendengar ocehan Syakira dengan sahabatnya, membuat Adam ikut kagum dengan prinsip Syakira yang termasuk bisa menjaga dirinya di tengah pergaulan bebas di dunia barat.
Walaupun begitu Adam tidak mudah tergoda dengan kecantikan Syakira yang dianggapnya seperti wanita iblis yang harus diwaspadai.
"Kau bukan pilihanku Syakira!" batin Adam.
"Cherry sayang. Apakah kamu merindukan mommy, nak?" tanya Syakira sambil menggendong kucing cantik kesayangannya.
Uhuk ...uhuk..... uhuk..
Adam sampai tersedak mendengar ocehan Syakira dengan kucing kesayangannya.
"Astaga. Itu kucing. Bukan bayi manusia," gumam Adam geli sendiri melihat tingkah Syakira yang dianggapnya seorang gadis labil.
"Apa masalahmu? Bagaimana mau punya anak? Nikah saja belum," omel Syakira sambil membelai Cherry yang terlihat nyaman dalam pelukannya.
"Yah. Tinggal menikah saja. Apa sulitnya," timpal Adam.
"Kalau begitu. Kamu saja yang menikah denganku," sahut Syakira membuat wajah Adam memerah menahan geram juga gemas pada Syakira yang ceplas-ceplos tak karuan.
__ADS_1