
Adam berdiri di depan pintu kamar ICU itu, berjalan dengan gontai saat melihat ibunya dan Syakira saling berkomunikasi.
"Kau lihat sayang! itu Adam..! Dia datang untukmu..!" ucap Nabilla pada Syakira yang melirik Adam dengan pandangan yang terlihat kabur.
"Adam..!" ucap Syakira tak jelas karena terhalang selang inkubasi.
"Syakira...!" panggil Adam yang langsung memeluk istrinya lalu menangis haru." Alhamdulillah ya Robb. Terimakasih Engkau telah mengembalikan dia untukku," serak Adam.
Nabilla mengusap air matanya yang tak pernah mau berhenti menangis saat ini. Istri Amran ini merasa lega saat putrinya Nada berhasil menyelamatkan Syakira yang tadi sempat hilang sesaat setelah degup jantung Syakira berhenti total.
Flashback
Nabilla menangis histeris saat melihat Syakira menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang mendelik ke atas hanya memperlihatkan putihnya saja.
Gadis itu berhasil mengucapkan kalimat tahlil dengan sempurna diikuti tengkuknya yang lemah dengan wajah menyamping ke kanan.
"Sayang...!" Sentak Nabilla sambil berteriak kencang." Innalilahi wa innailaihi rojiuuun...! Syakira ya Allah, sayang...! Kenapa kamu sangat tega pada mommy?
Saat aku mulai menerimamu sebagai menantuku, kau pergi dengan cara yang tidak sopan seperti ini? Kau cepat sekali mengubah status putraku dari lajang jadi suami dan berganti duda dalam waktu yang sama.
Apakah ini hasil dari ikhtiar dan munajatmu kepada Allah SWT? Kenapa kamu tega padaku, nak? Kenapa..?" teriak Nabilla sambil mengguncang lengan ringkih Syakira.
Nada menyeruak masuk menemui ibunya. Dokter Albert yang juga datang sambil mengamati alat diagram jantung yang sudah memperlihatkan garis lurus yang menandakan tidak ada lagi kehidupan dalam tubuh Syakira.
"Maaf nyonya..! Keadaan nona Syakira sudah tidak bisa di selamatkan lagi. Dia telah pergi untuk selamanya. Kami turut berdukacita, nyonya," ucap dokter Albert membuat emosi Nada membuncah.
"Apa kamu bilang barusan? Syakira sudah meninggal? Kau bahkan tidak memeriksanya secara teliti karena bergantung pada alat medis itu yang mungkin saja bisa menipumu," sarkas Nada.
"Maksud anda apa nona, kenapa anda bisa berkata begitu padaku? Jelas-jelas nona Syakira itu sudah meninggal dunia, kami harus bagaimana? Kami ini dokter bukan Tuhan.
Kami hanya bisa menyembuhkan orang sakit bukan menghidupkan orang mati," Sarkas dokter Albert tidak kala sadisnya pada Nada yang meremehkan kinerjanya sebagai seorang dokter.
"Apakah dokter mau bertaruh denganku, kalau aku bilang Syakira belum meninggal secara biologis?" tantang Nada.
Dokter Albert menatap rumit wajah ibu hamil yang dikiranya sok tahu ini. Saat ingin bicara lagi, Nada lebih dulu menyampaikan pendapatnya.
__ADS_1
"Aku juga seorang dokter sama seperti anda. Tolong, jangan buru-buru menyimpulkan kematian seseorang! Memang saat ini kita mengira Syakira kalau Syakira sudah meninggal secara klinis. Namun tidak dengan secara biologis.
Kematian klinis diartikan sebagai tidak adanya denyut nadi, detak jantung, dan pernapasan, sedangkan kematian biologis diartikan sebagai tidak adanya aktivitas otak. Kita harus melihat cara kerja aktifitas otaknya, apakah masih aktif atau tidak?" tanya Nada membuat dokter Albert merasa tertantang.
"Baiklah. Kita bawa jenazah nona Syakira ke ruang MMR untuk memastikan diagnosa diantara kita siapa yang benar," ucap dokter Albert.
"Syakira belum mati dan jangan coba-coba menyebutnya dengan kata jenasah..!" ancam Nada dengan tatapan membunuh.
"Heran dengan kelurga ini, kenapa semuanya terlihat sangar? tidak perempuan dan laki-laki, semuanya memiliki jiwa iblis," batin dokter Albert bergidik sendiri.
Di ruang MMR, Syakira di masukkan ke dalam tabung untuk memastikan aktivitas otaknya. Dan benar saja, semuanya masih terlihat jelas oleh mata kepalanya dokter Albert.
Mereka akhirnya mengeluarkan kembali Syakira dan mengembalikan ke ruang Icu. Mereka melakukan beberapa hal untuk memberikan rangsangan pada Syakira dengan alat kejut jantung.
Beberapa kali di lakukan dengan alat kejut jantung itu membuat Syakira menarik nafas panjang seakan Allah mengembalikan kehidupan untuk gadis ini. Memberikannya kesempatan kedua untuk memulai hidup baru.
Nabilla yang sedari tadi terus berzikir, akhirnya bisa bernafas lega melihat kondisi Syakira yang dianggapnya tadi sudah meninggal dunia.
Nada memeluk ibunya yang terlihat syok berat karena tahu jika ibunya tidak akan memaafkan dirinya sendiri karena keras hatinya yang telah mengantarkan kematiannya Syakira.
"Mommy....! Alhamdulillah Syakira sudah kembali lagi pada kita. Aku akan meminta sahabatnya itu memanggil kak Adam. Baru saja kak Adam menikahi Syakira di depan penghulu. Mereka sekarang sudah sah menjadi suami istri," tutur Nada yang sebenarnya Nabilla sudah tahu karena ia mengenakan alat penghubung dengan suaminya.
Flashback off
"Bicaralah dengan istrimu sayang..! Mommy tinggal dulu!" ucap Nabilla dalam bahasa Indonesia membuat Syakira yang ikut mendengarnya tidak mengerti ucapan Nabilla.
Adam memeluk ibunya penuh haru." Terimakasih mommy!" Ia lalu kembali menghampiri istrinya.
"Assalamualaikum, baby! Apakah aku boleh tidur di sampingmu?" tanya Adam membuat semburat wajah Syakira menatap bingung.
"Waalaikumuslam, Adam! Tapi kita berdua belum....-"
"Ssssttt...! Turuti kata-kata suamimu dan jangan mencoba menolakku! Ok..!" potong Adam, lagi-lagi membuat Syakira syok..
"Suami..?" tanya Syakira.
__ADS_1
"Hmm...! Aku baru saja menghalalkan kamu di depan penghulu dan dua orang saksi," jawab Adam sambil tersenyum dengan linangan airmata.
"Benarkah..?" takjub Syakira dengan wajah berbinar cerah.
"Iya sayang. Kau harus segera sembuh. Supaya kita bisa pergi bulan madu ke negeri dongeng," desis Adam yang masih belum reda sesaknya karena haru.
"Itu adalah permintaan terakhirku Adam saat aku sudah mulai menyerah dalam sakitku," batin Syakira.
"Apakah kamu tidak ingin sembuh demi aku, hmm?" tanya Adam yang sudah berbaring di samping istrinya.
Syakira mengangguk. Ia tidak bisa bicara banyak karena terhalang oleh selang inkubasi di dalam mulutnya.
"Terimakasih Adam. Terimakasih telah memilihku menjadi istrimu. Aku berjanji akan berbakti kepadamu semampu yang aku bisa," ucap Syakira penuh haru.
Adam mengusap air mata seraya membelai lembut pipi sang istri. Kesedihannya sedikit berkurang walaupun belum sepenuhnya lega karena Syakira harus mendapatkan donor ginjal dari orang lain.
Saat ini, dokter di rumah sakit itu sedang menantikan ginjal sehat untuk Syakira. Amran sudah mengerahkan organisasi mafianya untuk mendapatkan ginjal untuk menantunya Syakira.
"Dapatkan segera ginjal itu apapun caranya!" pinta Amran tidak main-main pada anak buahnya.
"Baik bos."
"Permisi tuan...!" sapa dokter Albert memanggil Amran yang masih sibuk bicara dengan anak buahnya.
Amran membalikkan tubuhnya dan menurunkan ponselnya dari telinganya.
"Ada apa dokter?" tanya Amran.
"Kami sudah mendapatkan ginjal dari seseorang. Ia tidak ingin kami menyebutkan namanya pada kalian namun ia mengatakan kalau ia kenal dengan tuan Adam. Untuk itu ia memberikan ginjalnya beberapa jam yang lalu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya," ucap dokter Albert.
"Apakah dia korban kecelakaan atau...?"
"Korban pembunuhan," potong dokter Albert membuat Amran dan Nabilla tercengang.
"Hahh....?"
__ADS_1
......................
Vote dan likenya cinta please!"