Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
87. Lumpuh


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat. Tidak terasa sebentar lagi bayi kembar tiga Nabilla dan Amran akan merayakan ulang tahun mereka yang pertama. Tentu saja semua keluarga antusias ingin mencari kado terbaik untuk si kembar tiga.


Nabilla sangat tahu apa yang saat ini disukai oleh ketiga bayinya. Ketiganya kompak memilih mainan yang tidak lain adalah ponsel. Walaupun baru berusia satu tahun mereka sudah bisa mengurutkan angka dan huruf alfabet tentu saja dengan menggunakan ponsel. Bahkan Adam yang mengidolakan ayahnya dan ingin seperti ayahnya. Namun tidak dengan Bunga yang terlihat ingin seperti ibunya. Kalau Cintami lebih menyukai permainan yang menyusun puzzle atau Lego.


Pesta pun dimulai. Kehadiran keluarga yang terdekat di ulang tahun kembar tiga karena Amran dan Nabilla tidak mau mengundang banyak orang.


Nabilla dan keempat iparnya yang membuat kue ulang tahun sendiri untuk ketiga anaknya. Karena hobi Nabilla yang senang masak membuat keluarga itu jarang menyuruh pelayan yang memasak. Apa lagi Amran lebih senang makan masakan istrinya. Jadilah kelurga itu memasak sendiri untuk ulang tahun kembar tiga.


Jika dipikir secara logika, mereka bisa saja memesan di restoran atau memanggil chef hebat, tapi itu tidak berlaku pada prinsip Nabilla yang merasa cinta dan kasih sayang itu lebih terasa melalui makanan yang dimasak oleh tangan-tangan istri yang hebat seperti dirinya dan juga ia tanamkan kepada keempat adik iparnya yang berkiblat padanya kini. Karena apa yang diajarkan Nabilla benar-benar membuat mereka menjadi istri yang diidamkan suami.


"Sekarang kita mulai acara ulang tahunnya. Tapi tidak bisa diawali dengan tiupan lilin karena tidak ada dalam ajaran Islam," tegas Nabilla yang tidak memperkenalkan anak-anaknya mengenal sesuatu yang berlawanan dengan ajaran Islam.


Kelurga itu memaklumi sikap Nabilla karena gadis itu menjauhkan dirinya dari hal yang bersifat subhat. Yang artinya bisa muncul karena ketidakjelasan status hukumnya. Mereka hanya membaca surah Al-fatihah dan membaca doa untuk usia yang berkah untuk kembar tiga.


"Sekarang saatnya memotong kue ulang tahun," ucap Nadin.


Celia dan Lira memotong kue dan membagikan ke semua anggota keluarga. Sementara Lea dan Nadin menyiapkan minuman untuk semuanya.


"Mom..! Adam mau makan es krim," pinta Adam dengan suara cadelnya.


"Cinta mau makan kue, mam," pinta Cinta.


"Sini kak Arsen yang suapin Cinta ya?" tawar Arsen yang sangat senang dengan Baby Cinta yang sangat kalem.


"Cie...cie ..! naksir nie ye," goda Nadine pada ponakannya Arsen yang lebih memperhatikan baby Cinta daripada Bunga.


"Bunga mau mam Daddy!" manja Bunga pada Amran.


Saat semuanya sedang menikmati makanan, Nabilla dikejutkan dengan bisikan ayahnya.


"Sayang. Ikut ayah sebentar!" pinta tuan Rusli menjauhkan Nabilla dari yang lain.


"Ada apa ayah?" tanya Nabilla ketika keduanya sudah berada ditempat yang aman untuk mengobrol.

__ADS_1


"Baru saja ayah mendapatkan kabar kalau Gavin dan Kenzie berhasil kabur dari penjara saat sedang melakukan kerja bakti di depan lapas," ucap tuan Rusli.


"Apaaa ...?" sentak Nabilla.


"Usai acara pesta cucuku, kita harus memperingatkan pada keluarga kita agar mereka lebih waspada," ucap tuan Rusli.


"Ya Allah. Bagaimana ini ayah. Saat ini kami para istri sedang hamil," imbuh Nabilla yang saat ini sedang mengandung tiga bulan lebih dan perutnya terlihat lebih besar ketimbang yang lain.


"Maka dari itu, kita lebih baik berkata jujur pada mereka agar mereka lebih memikirkan keselamatan calon bayi mereka," ucap tuan Rusli.


"Apakah mereka sengaja dilepas atau memang mereka niat kabur, ayah?" tanya Nabilla curiga.


"Entahlah sayang. Permainan hukum di negara ini begitu menyedihkan. Kita juga harus memperingatkan ayah mertuamu Recky karena beliau menjatuhkan hukuman keduanya yaitu hukuman mati," ucap tuan Rusli.


"Katanya hukuman mati, kenapa dibiarkan masih hidup?" tanya Nabilla.


"Karena mereka sedang ajukan banding


dan masih ada campur tangan dengan orang-orang yang terlibat kejahatannya mereka hanya saja belum terungkap, kamu tahukan maksud ayah," ucap tuan Rusli.


"Percuma sayang. Satu-satunya hukuman untuk mereka adalah membunuh mereka secara diam-diam," batin tuan Rusli yang ingin melindungi anak cucunya dari Gavin dan Kenzie.


"Siapa yang telah melepaskan para bandit sialan itu," batin Nabilla.


"Baiklah. Lebih baik kita ke dalam dan segera memberitahukan kepada semuanya termasuk Arsen. Karena anak-anak adalah target utama mereka. Lebih baik anak itu tahu keadaan kelurga besarnya. Lagian usianya sudah 10 tahun jadi, dia lebih mengerti apa yang akan kita sampaikan," ucap tuan Rusli.


"Baiklah ayah," ucap Nabilla.


Nabilla segera ke kamarnya. Ia penasaran dengan informasi dari ayahnya tentang kedua bandit itu. Nabilla membuka laptop miliknya. Memasukan kode tertentu untuk membuka jaringan sekitar wilayah Indonesia. Jika meminta untuk seluruh dunia, maka ia harus meminta tolong kepada tuan M.


"Sebelum kalian mencelakakan keluargaku, aku yang akan lebih dulu membuat kalian tidak bisa memerintahkan siapapun untuk mencelakai keluargaku, bajingan!" lirih Nabilla yang meretas semua CCTV jalanan untuk mencari keberadaan Kenzy dan Gavin saat ini berada.


Sementara di bawah sana, nenek Anisa dan ummi Ambar mengajak Arsen dan ketiga cucunya untuk berkumpul bersama keluarga yang lain untuk mendengar penjelasan informasi yang akan disampaikan oleh tuan Rusli.

__ADS_1


Celia. Mintalah para pelayan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing!" pinta kakek Abdullah.


"Iya kakek." Celia mengajak Lea ikut bersamanya..


"Dan kamu nak Amran. Tolong panggilkan istrimu untuk segera bergabung dengan kita!" pinta tuan Rusli..


Tidak lama kemudian, kelurga itu sudah duduk sesuai dengan pasangan mereka masing-masing kecuali umi Ambar dan Recky yang duduk terpisah. Ummi Ambar duduk bersebelahan dengan Celia dan Reno. Tuan Recky duduk dengan Lea dan Devan. Lira, Wira dan Arsen duduk bertiga.


"Terimakasih sudah berkumpul semua di sini. Dengarkan apa yang akan saya sampaikan pada kalian sebagai suami, ayah, mertua maupun besan.


Saat ini keluarga kita sedang tidak aman karena kelurga kita dalam incaran para penjahat di luar sana. Tapi, insya Allah. Saya dan yang lainnya terutama Amran, Arlan, Reno dan Wira yang akan mengerahkan anak buah kita untuk mengawal kalian jika ingin beraktivitas sejauh itu sangat penting," ucap tuan Rusli.


"Apa yang terjadi ayah?" tanya Devan sambil memeluk tubuh istrinya seakan tahu kalau Lea juga menjadi tumbal dalam permainan ini.


"Maafkan aku. Ini semua salahku jika aku tidak mengungkapkan kejahatan mereka, maka keluarga ini akan aman. Tapi aku berjanji demi Zat yang menggenggam jiwaku ditanganNya, aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan keluarga ini!" sumpah Nabilla membuat tubuh Amran meremang.


Ia sangat tahu apa yang akan dilakukan oleh istrinya yang terlihat sangat lembut namun menakutkan bagi musuh-musuhnya. Jika Amran dan yang lainnya bisa bermain kasar dengan mengerahkan sejumlah anak buah mereka untuk mematikan lawan, namun tidak dengan Nabilla yang punya seribu cara untuk melenyapkan musuh.


"Sayang. Apa yang ingin kamu lakukan pada mereka, baby? ingatlah baby kalau saat ini kamu sedang hamil buah cinta kita!" tanya Amran sambil berbisik.


"Tentunya aku akan membuat semua panca indera mereka lumpuh. Jika dibiarkan berfungsi maka kejahatan mereka tidak akan bisa dicegah hanya dengan mengurung mereka dalam jeruji besi. Dan kematian juga terlalu mudah bagi mereka suamiku," ucap Nabilla membuat Amran merasa istrinya lah yang Mafia di sini bukan dirinya.


......


Vote dan like nya Cinta, please!



Visual baby Adam



Visual baby Cintami

__ADS_1



Visual baby Bunga


__ADS_2