Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
98. Misi Di Mulai


__ADS_3

Nabilla sudah siap turun terlebih dahulu untuk menemui kepala sekolah tuan Antonio. Sementara Nadin menyamar sebagai walinya Alif yang ingin menjemput Alif. Tugas Lea dan tuan Rusli mengantarkan bahan makanan untuk para siswa. Sementara Lira sudah siap untuk menyembunyikan Alif jika anak ini sudah pingsan karena sengatan lebah yang menyimpan obat bius.


CCTV sekolah itu sudah dikendalikan oleh kakek Abdullah yang sudah mengetahui cara mengalihkannya karena sudah diajarkan oleh tuan Rusli. Kakek Abdullah selama ini hanya mengamati CCTV, tapi tidak pernah tahu cara mengalihkannya untuk melindungi seseorang dan setelah itu menghapusnya kalau mereka tidak pernah datang ke sini. Ini dilakukan untuk menghindari bukti adanya penyelidikan oleh pihak berwajib. Jika tidak ada bukti maka sekolah akan bertanggungjawab penuh atas kelalaian mereka dalam pengawasan siswa.


"Nadin. Kamu belum melakukan tugasmu di siang hari tadi. Sekarang saatnya kamu menjemput anak itu! Katakan kamu adalah adiknya dari Dito dan bawa foto ini sebagai bukti kalau kalian ada hubungan saudara," ujar Nabilla yang sudah merekayasa Nadin dan Dito foto dengan istri sahnya Dito. Dan foto Alif masih kecil digendong Nadin dan Dito. Nadin hanya menggeleng kepala melihat kecerdasan Nabilla.


"Dan kamu Lea dan Celia, antar bahan makanan ke dapur. Sebisa mungkin kamu masuk ke dapur asrama itu. Nanti saat petugas dapur lengah, masukkan lipatan tisu ke dalam pemanggang roti dan lepaskan pipa gas yang ada di dapur itu. Saat saya sudah siap untuk mencuri data kejahatan sekolah itu, kamu bunyikan alarm peringatan kebakaran agar siswa berhamburan keluar. Saat Siwa menjauh dari area dapur, pencet tombol pemanggang roti dan keluar seperti biasa laku masuk kembali ke dalam mobil.


"Terus bagaimana saya bertemu dengan Alif kalau Lira sudah mengambil Alif, mbak?" tanya Nadin.


"Sekolah itu akan disalahkan kalau ada yang menculik Alif. Mereka akan mencari keberadaan Alif. Kebakaran itu akan memancing semua orangtua siswa datang menjemput anak-anak mereka. Dengan begitu kita kabur dari tempat itu tanpa ketahuan oleh pihak sekolah karena mobil damkar dan kepolisian akan menuju sekolah itu," ucap Nabilla.


"Apakah kita akan membakar sekolah itu?" tanya Lea yang tidak mau ada yang menjadi korban dari aksi gila mereka.


"Hanya bagian dapur saja yang meledak. Karena di dalam dapur itu ada tempat rahasia yang menjadi pusat pelatihan siswa yang dilakukan secara ekstrim. Walaupun itu di lakukan untuk siswa tingkat atas.


Setidaknya polisi datang menyaksikan sendiri bagaimana organisasi terselubung yang berkedok pendidikan itu terungkap dengan sendirinya melalui kebakaran itu. Tenang saja Lea! kita sedang menyelamatkan generasi muda dari keegoisan mafia pendidikan itu," imbuh Nabilla.


"Baik. Saat kita berpapasan nanti, jangan pernah saling bertegur sapa. Tetap fokus dengan alat penghubung kalian! Jangan sampai terluka apa lagi tertangkap, ok?" tegas Nabilla.


"Siap kak!" Ujar mereka serentak.


Nabilla turun lebih dulu dari kedua gadis itu. Devan mengawasi situasi di sekolah itu sebagai penembak jitu dari arah gedung seberang sekolah. Wira sedang mengikuti pergerakan para mafia di laptop miliknya karena mereka mengenakan alat pelacak sekaligus merekam situasi dengan kamera pengintai yang dipasang di sepatu bagian tumit mereka jika ada musuh yang menyerang mereka dari belakang.


Nabilla melaporkan kepentingannya pada penjaga keamanan sekolah kalau sudah buat janji temu dengan kepala sekolah. Mobil Nabilla diperbolehkan masuk di mana sopir pribadi yang merupakan asisten ayahnya sedang mengantarnya kini.


"Tolong laporkan kepada saya jika situasi tidak aman ya pak Mario!" pinta Nabilla.


"Baik nona!"


Nabilla melenggang masuk ke dalam ruang kerja kepala sekolah yang sudah dihubungi Nabilla sebelumnya.


"Selamat datang kembali nona Sarah!" sapa tuan Antonio pada Nabilla yang menyamar sebagai Sarah sebagai pengusaha dari Turki. Pria itu ingin mencium tangannya Nabilla namun Nabilla mengatupkan kedua tangannya untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenis dan tuan Antonio tahu akan hal itu karena Sarah orang Turki.


"Apakah suami anda tidak ikut?" tanya tuan Antonio untuk mencari cara merayu Nabilla.

__ADS_1


"Suami saya sedang bertemu dengan kliennya di kota jadi saya diutus sendiri ke sini untuk menanyakan kepastian anda menerima tawaran kami untuk bekerjasama menanamkan saham disekolah ini," ucap Nabilla.


"Aku sudah hubungi ketua yayasan membahas tentang tawaran kalian dan.....-"


Ucapan tuan Antonio terhenti saat mendengar ada yang mengetuk pintu.


Tok..tok...


Cek lek


"Permisi Tuan Antonio! ada wali murid yang ingin menjemput putranya yang bernama Alif," ucap sekertaris tuan Antonio.


Tuan Antonio sempat termangu karena tidak mungkin ada yang datang bertemu dengan Alif. Tanpa ada persetujuan dari Dito yang menghubunginya saat pria itu keluar dari markas atau Dito sendiri yang akan menjemput putranya itupun setiap minggu ke empat setiap bulannya. Sementara saat ini baru masuk Minggu ke tiga.


"Maaf nona Sarah. Saya tinggal sebentar!" pamit tuan Antonio.


"Silahkan tuan!" Ucap Nabilla.


Tuan Antonio sudah meninggalkan ruang kerjanya di mana Nabilla sendirian di ruangan itu untuk menemui Nadine.


"Nadin...! sebisa mungkin tahan tuan Antonio agar saya bisa mencuri data kejahatan mereka. Saat ini sedang dalam proses penyimpanan di flashdisk saya," ucap Nabilla.


"Baik kak dia sedang menghampiri saya," ucap Nadin sambil menerima telepon dari seseorang padahal sedang bicara dengan Nabilla.


Sementara di luar sana, Alif sudah di sengat oleh tawon dan membuat matanya mulai kabur karena ada obat bius. Lira langsung keluar dari mobil Nadin. Lira sedang menghampiri Alif yang berjalan mengejar kunang-kunang sementara temannya malah masuk ke kamar mereka.


"Saya sudah mendapatkan Alif," ucap Lira.


"Lea lakukan tugasmu dan jangan lupa bunyikan bunyikan alarm kebakaran sekarang!" titah Nabilla yang sudah menyelesaikan merekam data kejahatan sekolah itu.


Triiiiiingggg....


Bunyi alarm kebakaran membuat siswa panik. Tuan Antonio segera masuk ke ruang kerjanya dan berpapasan dengan Nabilla yang membuka pintu.


"Apakah ada kebakaran tuan?" tanya Nabilla pura-pura panik.

__ADS_1


"Sepertinya begitu nona. Tolong segera tinggalkan tempat ini!" titah tuan Antonio yang langsung menghubungi tim damkar.


"Maafkan saya Tuan! sepertinya saya tidak tertarik dengan sekolah ini yang pengamanannya buruk," ucap Nabilla sambil berlalu pergi. Tuan Antonio terkesima sesaat lalu kembali fokus dengan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah.


"Nadin. Cepat keluar dari sini!" titah Nabilla.


"Siap kak!" Nadin buru-buru masuk ke mobil Celia yang menunggunya. Sementara Nabilla masuk ke mobilnya. Devan menjemput Lira yang sedang menggendong tubuh Alif.


Saat para siswa berhamburan keluar menuju pintu gerbang sekolah terjadilah ledakan di area dapur asrama. Dalam sekejap mobil para wali murid dan tim damkar berdatangan.


Sementara rombongan mobil Nabilla bisa bebas pergi dari sekolah itu. Keluarga Nabilla bersatu lagi dalam mobil Van itu. Sementara Alif di baringkan di tempat tidur di dalam mobil Van itu.


"Alhamdullilah. Kita akhirnya selamat!" ucap Nabilla.


"Iya kak. Kita memang selamat tapi aku rasanya mau pingsan tadi," ujar celia yang sempat menolong Lea mengamati area depan dapur asrama saat tuan Rusli sibuk mengajak tukang masak asrama itu bicara untuk mengalihkan mereka supaya memudahkan pekerjaan menantunya di dapur sana.


"Sekarang kita langsung menuju villa,!" titah kakek Abdullah.


"Tunggu kakek! Ada yang masih tertinggal," ucap Nabilla.


"Ada apa lagi Nabilla?" tanya tuan Rusli.


"Aku harus memanggil anak buahku untuk pulang!" ucap Nabilla.


"Anak bua siapa?" tanya Wira.


"Lihatlah! Kunang-kunang dan tawonku mengikuti mobil kita. Tolong pinggirkan mobilnya. Biarkan mereka masuk.


Baru saja mobil mereka akan berhenti, tiba-tiba ada dua mobil yang menghadang mobil mereka membuat Devan harus menginjak rem mendadak hingga tubuh mereka terpental satu sama lain di dalam mobil Van itu.


Aaaaaaaaaa.....


.....


Vote dan like nya Cinta, please!

__ADS_1


__ADS_2