Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
152. Dibawa Pergi


__ADS_3

Cintami dan Adam mendatangi penjara untuk membebaskan Yuri dari tahanan itu dengan membawa beberapa bukti yang cukup kuat agar pria itu segera dibebaskan.


Melihat semua berkas yang diperlihatkan Cintami, kepala penjara meminta staffnya untuk membebaskan Yuri.


"Keluarkan tahanan 520!" titah tuan Walker.


"Baik tuan." Staff itu berjalan cepat menuju tahanan namun sipir lain mengabarkan hal yang tidak terduga pada rekannya.


"Tuan Yuri baru saja di bebaskan 10 menit yang lalu dan di jemput oleh keluarganya," ucap rekannya itu.


"Apaaaa....?" sentak sipir Vasconcelos.


Rekannya mengangguk dengan perasaan cemas karena telah membuat kesalahan.


"Bagaimana mungkin tahanan itu bisa bebas?"


"Karena jendral Kingston yang menjemputnya sendiri tuan."


"Apaa....?" sentak Vasconcelos dengan mata melebar.


Vasconcelos kembali lagi ke ruang kerjanya tuan Walker sambil membisikkan sesuatu pada bosnya itu.


"Maaf nona ..! saudara anda tuan Yuri telah bebas beberapa jam yang lalu. Katanya sudah di jemput oleh keluarganya," bohong tuan Walker pada Cintami dan Adam yang mengaku sebagai saudaranya Yuri.


"Tidak mungkin kelurgaku menjemputnya karena kedua orangtuanya Yuri sudah meninggal fan kami saudara sepupunya Yuri," ucap Cintami merasa ada yang tidak beres dengan kebebasan Yuri.


"Sebaiknya kita pergi dari sini Cinta atau kita akan dijebak di sini oleh si tua Bangka ini!" ajak Adam.


"Baik kak. Tapi bagaimana dengan nasib Yuri? aku tidak sanggup jika dia mati sia-sia saat ingin memperjuangkan keadilan di negeri ini," ucap Cintami ingin menangis.


"Bukankah kita punya mommy yang hebat, yang bisa menyelesaikan segalanya dengan kejeniusannya?" hibur Adam.


"Benar juga, kak. Mommy akan mengetahui siapa yang telah membawa kabur Yuri dari penjara ini," ucap Cintami kembali bersemangat.


Keduanya keluar dari penjara itu sambil menghubungi Nabilla yang sedang menunggu mereka di depan gedung penjara bersama dengan saudaranya yang lain.

__ADS_1


"Mommy...! tolong cari tahu siapa yang telah menculik Yuri dari penjara ini mommy!" pinta Cintami pada Nabilla yang sedang menurunkan kaca mobilnya.


"Baik sayang. Cepatlah kalian masuk ke mobil!" titah Nabilla. Adam masuk ke mobilnya di mana ia bersama dengan El dan Nada. Sementara Daffa dan Bunga mengendarai mobil sendiri.


Nabilla meretas CCTV dalam ruangan penjara hingga tempat penjemputan Yuri di luar penjara, tapi tidak melalui prosedural sebenarnya. Justru pria itu dibawa oleh kepala sipir penjara dengan menutupi wajahnya dengan kain. Ketika melihat siapa yang telah menjemput Yuri dan ternyata oknum pejabat menteri pertahanan dan keamanan sendiri yang membawa pergi Yuri dari penjara.


"Aku akan membuat kalian mampus semuanya karena penjara tidak mempan lagi untuk membuat kalian jera apa lagi untuk mengembalikan kalian ke jalan yang benar," geram Nabilla.


"Apakah teman Cinta itu masih di kendalikan orang-orang yang berpengaruh di negeri ini, baby?" tanya Amran pada isterinya yang sedari tadi mengotak-atik ponsel pintarnya.


"Iya hubby. Mereka takut Yuri membuka mulut pada pejabat jujur yang mengetahui kelicikan mereka yang terlibat langsung dengan para penculik mahasiswa itu," ucap Nabilla.


"Aneh sekali sikap mereka itu. Kenapa mereka tidak menyekap Yuri atau membunuhnya saja daripada menyiksa pemuda itu di dalam penjara?" tanya Amran heran.


"Karena Yuri memiliki dokumen pribadi mereka yang telah melakukan perbuatan kriminal, yang ia simpan di suatu tempat. Itu yang pernah ia ancam pada para oknum pejabat korup itu agar dirinya tetap menjadi asisten dosen di kampus itu," ucap Cintami.


"Kriminal...?" tanya Amran dan Nabilla bersamaan.


"Jika ada pejabat jujur yang masih berpegang pada sumpah jabatannya karena sulit diajak kerjasama oleh penjahat berdasi itu, maka mereka akan membunuhnya. Dan pamannya Yuri menjadi salah satu korban yang tidak mau diajak kerjasama untuk melakukan kejahatan seperti mereka," sahut Cintami.


"Iya mommy!"


"Ya Allah. Gawat, saat ini kita dalam masalah," ucap Nabilla cemas.


Baru saja mengatakan kecemasannya, ternyata dari belakang sana, mobil mereka sedang diikuti oleh beberapa orang penjahat. Pastinya tuan Walker sudah menghubungi orang yang telah menculik Yuri yaitu jendral Kingston.


"Sepertinya kita di ikuti. Di mana mobil Daffa dan Adam?" tanya Amran.


"Di depan kita daddy," ujar Arsen yang membawa mobil anti peluru itu.


"Katakan kepada mereka untuk memakai penghubung dan kita harus menghindari dari pengendara lain agar tidak ikut jadi korban dalam aksi kita ini!" pinta wonder woman yang tidak lain adalah Nabilla.


"Baik mommy." Cinta menghubungi saudaranya yang lain sesuai permintaan Nabilla.


Ketiga mobil dari pihak Nabilla berjalan dengan kecepatan stabil hingga memasuki area yang bersebelahan dengan sepanjang kali ya tampak sepi karena jarang di lalui oleh kendaraan umum lainnya.

__ADS_1


"Habisi mereka semua agar kita bisa menjemput Yuri yang saat ini di bawa ke bandara!" titah Nabilla tegas saat melihat mobil jendral Kingston sudah memasuki jalan tol menuju bandara.


Jika sudah seperti ini, Nabilla tidak lagi tampil seperti ibu yang penyayang dan isteri yang penyabar dan menggemaskan bagi Amran dan kelima anaknya. Arsen yang juga jago menyetir ini memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi hingga mobil penjahat mengikuti mereka siap mengeluarkan senjata mereka untuk menembaki mobil yang dibawa oleh Arsen.


Mobil penjahat di buat terkecoh oleh Arsen agar para penjahat dibelakang sana sulit untuk membidikkan tembakan ke mobil mereka. Mobil yang di desain khusus ini untuk mengeluarkan moncongnya berupa bazoka kecil di bawah badan mobil yang sejajar dengan knalpot mobil siap meluncurkan serangannya dari bawah sana yang dilakukan oleh Nabilla dengan remote kontrol melalui ponselnya. Walaupun ada cara manual di mobil itu namun Arsen belum mengerti penggunaannya.


Duarrr.....


Tembakan satu bazoka itu mampu membuat mobil penjahat terpental ke samping hingga memalangi jalan dan membuat kedua mobil temannya harus menabrak mobil yang sudah tersungkur itu hingga terseret beberapa meter ke depan.


Nabilla dan Amran tersenyum puas menatap ketiga mobil penjahat yang meledak bersamaan di belakang sana karena tangki bensin mereka sudah bocor di tambah percikan api yang keluar akibat sambungan kabel mematik api menyambar tetesan bensin yang sudah menjalar ke aspal.


"Sudah aman, sekarang kita mengejar mobil penjahat yang membawa Yuri ke bandara. Lagi pula kita juga mau ke bandara sekarang sekalian pulang," ucap Amran.


Kebut-kebutan terjadi di area memasuki bandara. Para polisi yang melihat ketiga mobil milik Amran melintas dengan tidak wajar mengikuti mobil mereka. Polisi melakukan panggilan pada ketiga mobil itu namun sama sekali tidak di gubris oleh Arsen karena mereka sudah hampir kehilangan Yuri.


Di dalam lapangan pacu, Nabilla yang sudah melihat pesawat jet milik oknum pejabat yang membawa Yuri meminta Arsen untuk menghalangi pesawat itu saat pesawat itu siap take off yang sedang melaju di landasan pacu.


"Jangan biarkan pesawat itu terbang Arsen! atau kejahatan mereka tetap aman di negara ini!" teriak Nabilla.


"Tapi mommy itu sangat berbahaya untuk kita mommy," bantah Arsen.


"Kau ini suami aku atau tidak?" teriak Cintami yang juga gregetan dengan suaminya yang langsung ciut nyalinya saat di minta untuk menghalangi pesawat jet itu.


"Iya...iya sayang ..!" gugup Arsen mengikuti kedua wanita pemberani beda generasi itu.


"Jika ingin menjadi suami mereka, kita harus siap jihad Arsen," tutur Amran santai di tengah ketegangan mereka.


Sementara itu Daffa dan Adam menghalangi sepuluh mobil polisi agar tidak mendekati area pesawat jet milik penjahat itu karena akan sangat berbahaya. Walaupun begitu, mereka juga sudah pasrah jika mobil Arsen siap meledak di bandara jika pesawat dalam kecepatan tinggi itu dihentikan oleh Arsen.


Sang pilot tersentak saat melihat mobil Arsen sudah berada di hadapan mereka." Astaga...! bagaimana ini?" cemas co-pilot berusaha menghentikan pesawatnya agar tidak menabrak mobil Arsen yang menghampiri mereka.


Jika Arsen dan Amran menutup mata mereka sambil menahan nafas, namun tidak dengan Nabilla dan Cinta yang turun dari mobil saat mobil itu memalangi pesawat yang sedang melaju. Keduanya mengambil sikap kuda-kuda berdiri di samping mobil mengarahkan pistol mereka ke pesawat jet pribadi yang sedang melaju ke arah mereka.


......

__ADS_1


vote dan like nya cinta please


__ADS_2