
Satu persatu para mafia dan pejabat korup masuk ke dalam mobil tahanan polisi. Mereka yang awalnya begitu antusias berharap banyak di persidangan perdananya Amran ini,
mereka akan mendapatkan kejutan besar untuk melihat sendiri bagaimana Amran bisa dengan mudah mereka singkirkan, namun justru kenyataan berkata lain, justru merekalah yang telah dijebak oleh Nabilla yang sudah tahu jika orang-orang yang ingin melihat suaminya jatuh tersungkur, pasti akan meluangkan waktu mereka untuk melihat sendiri jalannya sidang perdana suaminya. Istilah kata, mau unjuk gigi malah unjuk diri untuk bisa masuk ke dalam perangkap yang dipasang Nabilla siap untuk ditangkap.
"Sial....sial ...sial ...! Kenapa nasib kita berakhir seperti ini..?" bentak Nadim yang merupakan otak dari rencana besar untuk menyingkirkan Amran dan mendapatkan Nabilla karena ia masih penasaran dengan wajah dan tubuh Nabilla sampai saat ini.
"Apakah itu tadi adalah istrinya Amran yang dulu saya tembak?" tanya Nadim yang bisa bebas berkeliaran saat ia bisa membayar polisi untuk tidak menangkapnya atas peristiwa penembakan itu.
"Ini semua diluar rencana. Kita hanya dijadikan umpan oleh wanita ninja itu yang ternyata memiliki otak canggih melebihi komputer. Apakah kalian tidak lihat bagaimana ia mencecar kita semua dengan semua fakta kejahatan yang kita pernah lakukan hingga tidak pernah tertinggal satupun dosa kita yang tidak ia sebutkan, seakan ia sedang mengcopy paste catatan malaikat dibagian amal buruk," ucap tuan Sony yang masih kagum dengan kemahiran Nabilla dalam mengungkapkan fakta kejahatan mereka dengan lantang yang keluar dari mulutnya gadis bercadar itu.
"Bagaimana Amran bisa mendapatkan istri seperti itu? bagaimana mereka bisa bertemu dan menikah? sayang sekali kita tidak bisa mendapatkan informasi pertemuan suami istri itu dari pengacara Dito, orang kepercayaan keluarga Amran. Ngomong-ngomong apakah mereka sudah tahu Dito telah berkhianat pada mereka?" tanya tuan Kusno pada Gavin yang sedari tadi hanya diam membisu di pojok mobil tahanan.
"Entahlah. Jika dia masih berkeliaran di luar, kita bisa manfaatkan dia untuk membunuh Amran dan keluarganya," ujar Kenzy.
"Oh, kau Kenzy! Adikku yang tolol dan idiot. Apakah kamu tahu kalau Nabilla itu seorang wanita jenius?" tanya Nadim.
"Tidak tahu kak. Saat aku tidak bisa lagi menghubungi Bianca beberapa bulan yang lalu di villa rahasia milik Amran, di saat itu aku langsung kabur dari Arland karena aku tahu aku pasti sudah di incarnya untuk dibunuh. Amran," jelas Kenzy.
"Berarti, hilangnya Bianca dan Viola ada campur tangan gadis itu yang sudah mengetahui latar belakang mereka," tebak Nadim.
"Bisa jadi kak," ucap Kenzy.
Sementara di depan gedung pengadilan, Amran yang di dampingi Nabilla sedang bicara pada massa yang belum membubarkan diri hanya ingin melihatnya bebas.
__ADS_1
"Assalamualaikum saudara-saudaraku . Terimakasih atas kehadiran kalian yang sudah susah payah untuk hadir di sini menyaksikan persidangan ini secara langsung. Kalian rela datang dari berbagai daerah dan kota hanya untuk mendukung aku dan mensupport aku agar aku bisa bebas dari jeratan hukum yang menginginkan kejatuhan ku. Kalian rela berdiri berdesak-desakan dibawah panasnya terik matahari demi diriku. Itu sangat membuatku terharu karena cinta tulus yang kalian berikan kepadaku.
Terimakasih doa tulus kalian. Terimakasih sudah mengkuatirkan aku. Semoga Allah membalas kebaikan kalian untuk hari ini dan menjadi salah satu Rahmat Allah saat diperhitungkan diyaumil hisab di akhirat nanti agar kita bisa masuk ke dalam surgaNya....aaamiin.
Dan sekarang aku sudah bebas tanpa syarat dari pengadilan. Aku bisa kembali kepada keluargaku terutama bisa bersama lagi dengan istriku tercinta yang saat ini sedang hamil besar dan kami sedang menanti kelahiran anak kembar tiga yang dikandungnya saat ini. Mohon doanya semoga proses persalinan istriku dilancarkan oleh Allah SWT.
Untuk itu, aku mengimbau kepada kalian semua yang hadir di sini agar kalian untuk segera membubarkan diri karena jalanan yang saat ini kalian blokade akan di manfaatkan pengendara lain sebagai akses ke tujuan mereka melalui jalan itu. Pulanglah dengan tertib. Jangan buat hal yang anarkis karena persidangan telah usai. Kita memang rakyat kecil yang mungkin saja selalu di tindas oleh oleh orang lain. Tapi ingat satu hal, untuk tetap menjaga kehormatan kalian yang sangat berharga itu.
Untuk itu demi reputasi saya dan keluarga saya, saya mohon kerjasamanya untuk menjaga keamanan kota ini supaya kalian mau kembali ke tempat kalian masing-masing. Terimakasih sekali lagi. Tetap semangat. Teruslah berkarya dan tetap menjadi pribadi yang jujur di manapun kalian berada.
Semua orang bisa mengkhianati kalian tapi percayalah kepadaku, Allah tidak pernah ingkar janji asalkan kita menjadi orang yang selalu menjunjung tinggi kejujuran dan nilai kebenaran. Selamat jalan saudaraku semuanya, semoga sampai tujuan dengan selamat!" ucap Amran seperti sedang kampanye di depan massa pendukungnya.
Nabilla yang melihat animo masyarakat terhadap kasus suaminya merinding dan juga merasa sangat terharu atas jasa suaminya dan orasinya barusan untuk membubarkan massa dituruti mereka secara tertib.
"Sayang. Aku memang sudah bekerja keras untuk mereka. Tapi punya aku sudah keras di dalam sini untuk bekerja," bisik Amran.
"Keras di dalam sini, apaan mas?" tanya Nabilla dengan polosnya.
"Apakah google diotakmu yang jenius itu tidak ada memori untuk menyimpan kata-kata penuh isyarat itu dalam menangkap sinyal dariku, baby? sayang..! adik kecilku sudah mengeras di dalam sangkarnya. Sekarang ingin bekerja. Kan adik kecilku harus keras dulu baru bisa bekerja," goda Amran membuat Nabilla baru paham.
"Masya Allah mas, Nabilla kirain apaan. Maaf mas. Saking senangnya dengan kebebasan mas, otakku loadingnya jadi lola," balas Nabilla sambil cekikikan.
"Harusnya, kamu punya memori yang tanggap darurat, baby. Seperti alat pengingat datangnya tsunami. Begitu pemiliknya berkicau, siapkan sarangnya," pukas Amran masih dengan protes kecilnya.
__ADS_1
"Iya sayang. Aduh yang punya bird segitu merananya hingga uring-uringan gitu. Mana pakai bahasa isyarat segala lagi," gerutu Nabilla manja.
"Masalahnya, otak Istriku sudah melebihi tingkat dewa. Rasanya aku ingin punya seratus keturunan untuk membangun kerajaan agar dunia ini khususnya negara ini hidup damai aman santosa," ucap Amran makin membuat Nabilla tersipu.
"Sayang. Jangan melebihi kapasitasnya nabi Sulaiman yang ingin memiliki seratus anak laki-laki sebagai prajuritnya sendiri," balas Nabilla.
Tuan Rusli yang sedang bicara dengan hakim Recky dan kakek Abdullah di depan ruang sidang nampak serius. Sementara Arland sibuk mengkoordinir anggotanya untuk terus mengawasi Arlan dan keluarganya agar tidak ada celah bagi para penjahat yang menyusup diantara banyaknya orang yang masih berkeliaran di sekitar gedung pengadilan itu.
"Sayang. Apakah itu ayah mertuaku?" tanya Nabilla yang ingin sekali mencium tangan hakim Recky.
"Iya sayang. Ayo aku kenalkan kamu padanya," ucap Amran lalu merangkul pundak istrinya menghampiri hakim agung itu.
"Abi..! Kenalkan ini Nabilla, Abi, Istrinya Amran," ucap Amran menyela pembicaraan ketiga orang di depan mereka.
"Masya Allah nak Nabilla. Kamu sangat hebat nak. Aku sangat bangga saat mengetahui gadis luar biasa ini menjadi menantuku. Apakah kedua orangtuamu ada di sini, nak? aku ingin bertemu dengan mereka karena mereka sudah melahirkan putri super jenius sepertimu," pinta hakim Recky penuh semangat.
"Maaf Abi! Sayangnya, mereka berdua sudah meninggal dunia," ucap Nabilla membuat hati tuan Rusli begitu nyeri dan sangat sakit.
Deggggg....
"Nabilla. Aku masih hidup nak...masih hidup," batin tuan Rusli pedih.
...
__ADS_1
Mohon voter dan like nya cinta.